
Perjalanan panjang mengudara akhirnya di lalui oleh Sillia dan pesawat mendarat dengan sempurna di bandara, Sillia menunggu sampai semua penumpang turun karena dia malas desak desakan.
Sillia berjalan menuju pintu pesawat dan segera menuju keluar Bandara, Style nya sangat simple padahal di tas gandong nya berisi berkas yang harganya sampai milyaran rupiah.
Sillia langsung menyetop taksi dan meyebutkan alamat tujuannya yaitu kediaman baru kedua orang tuanya, lima tahun di tinggalkan kota ini tetap sama padatnya bahkan sekarang tambah padat.
''Ternyata aku memang sudah melupakan masa lalu itu dan aku harap masa depan nanti menjadi sangat indah, semua akan lebih berharga dan berkesan. ''
gumam Sillia dalam hatinya sambil menatap ke luar kaca mobil.
Perjalanan tiga puluh menit akhirnya tiba di sebuah pagar menjulang tinggi, Sillia mendesah kesal karena taksi tidak di biarkan masuk dan penjaga yang sekarang memang tidak mengenalinya.
''Maaf Nona taksi tidak di perbolehkan masuk, bagaimana?? ''
ucap sang supir taksi dan membuat Sillia langsung mengangguk lalu membayar tagihan taksinya.
''Terimakasih Pak dan sampai disini saja gak apa apa ko. ''
jawab Sillia sambil keluar dari taksinya.
Sillia langsung berjalan menuju gerbang dan menghampiri penjaganya, Sillia menghela nafasnya karena pekerja penjaga gerbang orang baru.
''Bapak sudah berapa lama kerja di rumah ini?? ''
tanya Sillia dan membuat penjaga langsung kelabakan.
''Saya senior disini, Anda siapa?? Kalau tidak berkepentingan lebih baik jangan membuat keributan, karena saya tidak segan melakukan kekerasan. ''
jawab sang keamanan dan membuat Sillia menghela nafasnya.
Sillia langsung mengeluarkan handphone nya, dengan terpaksa menghubungi Mommy nya dan meminta di jemput ke gerbang utama karena jaraknya terlihat sangat jauh menuju rumah.
Dalam panggilan saat ini.....
''Hallo Sayang......kamu kok bisa menelphone?? Memangnya kamu gak tidur yaa?? ''
''Momm jangan banyak nanya dulu, bisakah Mommy bawa mobil dan jemput Sillia di gerbang depan?? Sillia gak bisa masuk karena gak mungkin Sillia jalan kaki, taksinya sudah putar arah gak di perbolehkan masuk sama penjaganya. ''
''Kamu seriusan kan sayang?? Gak lagi nge prank Mommy. ''
''Astaga Momm pliiss jangan dulu bergurau, Sillia kepanasan di luar. ''
''Baik sayang, Mommy akan jemput kamu sekarang dan Saka akan Mommy bawa. ''
''Cepat ya Momm. ''
__ADS_1
Panggilan berakhir......
Sillia mendelik ke arah penjaga gerbang dan langsung menjauh dari arah gerbang, Sillia begitu kesal dengan ucapan Sang penjaga saat bicara akan bertindak kasar dan itu tidak mencerminkan keamanan sesungguhnya.
Tak lama menunggu gerbang utama terbuka dan keluarlah Mommy Hera yang langsung memeluk Putrinya penuh Sayang.
''Sillia akhirnya kamu pulang Sayang, Mommy kangen kamu. ''
ucap Sang Mommy dan membuat Sillia terdiam.
Mommy Hera melepas pelukannya dan tersenyum sambil mengelus pipi putrinya yang terlihat semakin cantik dan dewasa sekarang.
Sillia langsung terdiam saat bertemu tatap dengan wajah Saka, matanya begitu mirip sang mantan tapi Sillia langsung memusnahkan fikirannya.
''Hallo Boy....kamu gak mau peluk Kakak?? ''
ucap Sillia yang berjongkok dan merentangkan tangannya hingga membuat Saka tersenyum lebar lalu berlari menghampiri Sillia.
''Saka rindu Kakak, akhirnya bisa memeluk Kakak secara langsung. ''
ucap Saka sambil melepas pelukannya dan mencium pipi Sillia.
Sillia mengacak rambut Saka dan mencium pipi Saka dengan penuh sayang, Mommy Hera langsung tersenyum menatap interaksi keduanya.
''Ayo Sayang kita masuk, di luar sangat panas loh dan gak baik untuk kepala kita. ''
Sang penjaga gerbang langsung pucat pasi melihatnya dan membuatnya gementar karena dia tidak mengenali Nona mudanya padahal kemarin sang Tuan sudah memberitahukannya bahkan memperlihatkan foto Nona mudanya yang akan tiba.
Sepanjang menuju rumah Saka terus berceloteh menceritakan semua nya bahkan menceritakan sekolahnya pada Sillia.
''Adikmu sangat cerewet Sayang, Mommy sampai pusing menjawab pertanyaannya yang selalu ada saja di pikirannya. ''
keluh sang Mommy dan membuat Sillia tertawa sambil mengusap pipi Saka.
''Namanya juga anak kecil Momm, harap maklum dari pada Saka pendiam kan bahaya. ''
jawab Sillia dan Mommy nya hanya mendelik ke arah putrinya.
''Kakak akan tinggal terus sama Saka kan?? Dan gak akan pergi lagi?? ''
tanya Saka dan membuat Sillia tersenyum.
''Maaf Boy, kerjaan Kakak sangat sibuk dan gak bisa di tinggalkan, lebih baik kamu dan Mommy yang mengunjungi Kakak. ''
jawab Sillia dan Saka menatap ke arah Mommy nya.
__ADS_1
''Boleh kan Momm kalau Daddy ke tempat Kakak nanti terus Saka ikut?? ''
tanya Saka dan Mommy nya langsung berfikir sejenak membuat Saka berbinar menunggu jawabannya.
''Kayanya gak boleh deh, kan Saka sekolah Sayang dan gak baik saat sekolah bolos. ''
jawab sang Mommy dan Saka langsung menunduk sedih.
''Nah kan gak boleh Boy, nanti kalau Saka libur sekolah boleh deh main ke tempat Kakak. ''
ucap Sillia dan membuat Saka bersorak senang.
Mommy Hera langsung mengelus rambut Saka penuh sayang, cucu yang di jadikan putranya dan membuat sang Mommy bahagia karena Saka adalah warna baru di keluarga besarnya.
Tiba di rumah, Mommy Hera keluar dan di ikuti oleh Saka lalu Sillia membuka pintu sampingnya, Sillia mendesah saat melihat rumah orang tuanya begitu megah dan mirip istana.
''Mommy dan Daddy sangat keterlaluan, rumah sebesar ini di huni bertiga dan membuat pelayan harus di siapkan dalam jumlah banyak loh, apa gak mubazir jadinya?? ''
ucap Sellia sambil menggandeng lengan Sang Mommy.
''Semua di siapkan untuk Kamu dan Saka, karena kalian berdua lah penerus keluarga kita dan Mommy juga Daddy sangat senang mempersembahkan semuanya untuk kalian. ''
jawab Sang Mommy dan Sillia memanyunkan bibirnya.
Saka langsung duduk di ruang utama melanjutkan tugas rumah dari sekolahnya, Sillia langsung menuju kamar yang di siapkan untuknya oleh sang Mommy.
''Istirahatlah Sayang dan nanti Mommy bangunkan saat Daddy pulang dari kantor. ''
ucap sang Mommy saat membuka pintu kamar untuk Sillia.
''Terimakasih Momm, Mommy dan Daddy menjadi orang tua sempurna untuk Saka, terimakasih banyak Momm. ''
ucap Sillia dengan nada sendunya dan Mommy nya menggelengkan kepalanya.
''Kamu dan Saka adalah anugerah buat Mommy Juga Daddy, tak ada kado berharga dari tuhan selain kalian berdua, sudah lupakan masa sulit itu dan kamu sekarang fokus masa depan yaa, Mommy akan sangat bahagia kalau kamu memiliki pendamping hidup kembali, Mommy yakin kamu akan mendapatkan laki laki yang terbaik. ''
''Untuk saat ini Sillia sedang sibuk menata hati Momm dan urusan pendamping gak pernah Sillia pikirkan karena bagi Sillia adalah hidup tenang paling utama untuk saat ini. ''
''Mommy menghargai semua keputusan kamu dan pastinya akan mendukung, sudah kamu istirahat yaah dan jangan sampai Saka mengganggu istirahat kamu kalau tahu kamu masih membuka mata. ''
Mommy Hera langsung menutup pintu kamar Sillia saat Sillia masuk kedalam kamarnya, hatinya sangat bahagia karena putrinya sudah kembali walaupun tidak akan lama tapi lima tahun menahan kerinduan begitu tersiksa.
.
.
__ADS_1
Bersambung......