Bukan Soulmate

Bukan Soulmate
Episode 1


__ADS_3

Hallo Readers, aku cuma mau jelasin kalau bahasa yang digunakan di novel ini adalah bahasa sehari-hari juga tulisan berdasarkan ketikan chat sehari-hari.


Happy reading ya😊


*****


Di salah satu kota besar di negara Indonesia.


Dipanas teriknya matahari dengan angin yang enggan bertiup menyapa, seorang pemuda dengan wajah pas-pas sedang asik bermain basket disamping halaman rumahnya. Tubuhnya atletis tapi ia tidak memiliki rupa yang rupawan. Walau keringat bercucuran membasahi baju olahraga yang ia kenakan tetapi tidak menghentikan ke asikannya bermain basket.


Sepasang mata yang terus menatap tanpa henti dari rumah kostannya merasa jengkel melihat pemuda dengan aksinya bermain basket.


"Ilih... sok-sok an jago basket. Kek badannya paling bagus aja, padahal ndak bagus-bagus amat. Saya juga bisa kek gitu?!"


ia bergumam sendiri sambil menarik napas mencoba meratakan perutnya yang sedikit buncit agar setara dengan penampilan pemuda yang sedang bermain basket itu.


" Astagfirullah...ndak sanggup saya... "


Ia akhirnya menyerah dengan napas ngos-ngosan dan kembali perut buncit itu pada tempatnya.


Sementara itu, setelah memasukan bola yang ke 91 seorang pemuda duduk dikursi melepas lelahnya dan meneguk botol minumannya.


Masih melototin gue nggak tu anak, biarin aja bintilan aja kerjaannya


Pemuda itu pun masuk ke rumahnya.


Tak beberapa lama lelaki itu keluar rumah dan menaiki sepeda motornya.


"Ilih habis main basket langsung pergi. Ndak mandi apa?!"


Masih saja ngedumel melihat pemuda yang tinggal di seberang rumah kostannya.


"Ting... ting.. ting.."


Notif wasgap berbunyi.


Tha : Jadikan kita ngumpul hari ini, aku udah di TKP ini


Jess : Jadi tha, ni aku juga dah otw..


Tha : Anak cowok yang ikut siapa aja nih?


Jess : Tau tuh, ga da kabarnya


Yugi : Emang mau kemana?


Tha : Lah abang ga tau kan udah kita bahas kemarin?


Jess : Paling obrolan kita di skip


Yugi : Saya lupa terhapus pembersihan chat kemarin, buruaan... apaan kita mau kemana??


Tha : Nah ni daddy udah dateng malah


Yugi : Kebiasaan ndak ngajak-ngajak tu orang, nyebelin ih..


Opik : Makanya jangan suka ngintipin orang mulu, gue sumpahin bintilan entar..


Yugi : Penyumpah nih orang


Yugi adalah salah satu pemuda dengan wajah pas pasan namun banyak di gandrungi oleh para gadis. Entah mata mereka belekan atau katarak bisa menyukai pemuda itu. Kehidupannya sederhana dan biasa saja tapi karena sikapnya yang mudah bergaul orang-orang menyukai pribadinya. Saat ini pemuda itu sedang dalam masa kuliah bersama teman-temannya di sebuah kampus di Halu University.


Opik : Bukan nyumpahin.. cuma bilang aja


Yugi : Sama saja itu mah..


Opik adalah salah satu sahabat mereka yang yang juga kuliah di kampus yang sama. Pemuda itu memiliki karismanya sendiri. Karena sikap yang ditujukan pada para sahabatnya terkadang bagai orang tua yang menasihati anak-anaknya, ia dipanggil daddy oleh para sahabatnya.


Tha : Buruan kesini masa ia aku ma daddy doang ini


Jess : Aku udah mau nyampe Tha

__ADS_1


Anty : Ya Allah.. udah pada siap ya, lah neng baru mau ibak


Yugi : Dih.. lebih parah dari saya Anty


ArTha adalah cewek tomboy yang tidak suka mencampuri urusan orang lain. Jangan coba-coba mengusiknya jika tidak ingin di terkam oleh anak maung.


Nana : Udah pada ngumpul ya? Aku mau otw udah ini..


Yugi : Naku.. jemput diriku Naku..


Nana : Kak yugi gimana sih, kenapa ga bareng daddy aja tadi kan deket rumahnya? Biasanya juga selalu berdua..


Yugi : Dia ndak bilang-bilang mau pergi. Ihh.. siapa juga yang selalu berdua sama dia..


Nana : Dih.. muter lagi dong ini akunya..


Yugi : Saya tunggu pokoknua..


Yugi : nya...


Opik : Tinggalin aja Na biar naik gobek, manja banget


Yugi :Sialan kang kompor


Opik : Elah.. mo.. mo.. manja!


Yugi : Mo apaan sih?


Opik : Eskimo sarap..


Yugi : Sialan... lu yang sarap.


"Hai... sorry ya aku lama, itu jalanan macet"


Jess sampai di TKP lalu cipika-cipiki dengan Artha dan bersalaman dengan Opik.


"Ga papa Jess, aku aja yang ke awalan ini"


Berbeda dengan Nana, gadis itu mudah baperan, keras kepala, sering dikecewakan oleh orang-orang terdekatnya namun ia tetap biasa saja hanya mampu memendam dalam hati.


"Nah tu Nana sama bang Yu.."


Jess menunjuk kearah dua orang yang baru saja datang dengan tampilan terlihat berantakan.


"Kak Yugi iih... ngapain sih ngebut-ngebut?! Jadi berantakan ini aku nya"


Turun dari sepeda motor Nana sibuk merapikan dirinya.


"Dih.. berantakan dikit ndak apalah bem dari pada berantakan banyak"


"Anty mana? Di grup dia ga ada komen lagi. Apa juga lagi dijalan ya?"


Tanya Taufik setelah melihat kedatangan Kucowl


"Sana jemput Fik.."


"Ting.."


(Notif wasgap)


Mereka lalu membuka pesan di grup mereka


Anty : Neng telat dikit ya...ini Jojo jemput ngajakin ngeBoba bentar hehehe..


Anty adalah cewek yang santai mudah baper namun tidak pernah kapok dalam urusan mengejar pasangan.


"Ya elah...malah asik pacaran si Anty. Naku kita bagaimana"


"Apaan yang bagaimana jan aneh-aneh deh.."


Ribut, riuh memang. Itu belum seberapa karena masih ada yang belum ikutan gabung.

__ADS_1


Yugi duduk didekat Opik. Sedang para gadis duduk dideretan yang sama. Opik merasa kesal harus duduk berdampingan dengan Yugi, begitu pula sebaliknya.


" Jadi apa dulu nih yang kita bahas?"


Sembari bertanya Jess mengeluarkan buku catatannya.


Nana, Tha, dan opik juga melakukan hal yang sama. Yugi terlihat bingung karena dia tidak membawa apapun.


"Jadi ini ceritanya kita ngapain?!"


"Belajar bersama" (Suara serempak)


"Dih... belajar rupanya. Saya ke toilet dulu dah"


Beranjak dari tempat duduknya Yugi hendak menuju toilet.


" Heleh.. alasan aja itu karena ga bawa buku"


Opik nyeplos tanpa memandang ke arah yang bersangkutan.


Di toilet, Yugi merapikan rambutnya lalu keluar hendak menuju kantin kampus. Ia tidak mengetahui bahwa dirinya sedang di ikuti oleh seseorang.


"Oi.. mau kemana lu yug? Kita belajar noh DPR! Bukan arah kesana?!"


Opik menegur Yugi yang hendak kabur.


"Astagfirullah.. kaget saya. Ihh.. ndak bisa lihat orang senang apa. DPR apaan sih..?"


"Dibawah Pohon Rindang. Buruan yang lain dah pada nungguin"


"Lah kamu sendiri ngapain disini?"


"Gue habis nyamperin Rio, tu anak minjem flashdisk gue. Dih.. ngapain gue harus ngasi penjelasan ke lu kimoo..?! "


Yugi tidak mendengar perkataan Opik. Ia lebih fokus melihat si kembar yang berjalan mendekati ke arahnya.


Opik yang merasa dicuekin melihat kemana tujuan arah mata pemuda itu terhenti. Dia hanya bisa menghela napas dan menggelengkan kepala.


" Bang Opik bisa bantuin kita ga?"


Opik sempat terkejut salah satu dari sikembar mendekatinya. Wajah si kembar memanglah sangat cantik. Siapapun pasti jatuh hati melihat paras mereka.


"Ada apa ya?"


Opik merasa penasaran dengan permintaan si kembar.


"Itu temennya tolong mulutnya di tutup jan nganga mulu, laleran ntar"


" Wkwkkwkkwk sokooor?!"


"Ish.. asem emang"


Yugi tampak kesal lalu menuju ke DPR dimana tempat sahabatnya berkumpul. Mulut nya terus menggerutu komat-kamit tak jelas karena kesal.


Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like πŸ‘


* Komen


* favorit ❀️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih πŸ€—


*Baca juga Cintai Aku Seikhlasmu , bagi yang suka kisah yang menyesakkan dada πŸ˜‚.


* Dream Destiny, kisah romansa istana.

__ADS_1


Terima kasih πŸ™


__ADS_2