Bukan Soulmate

Bukan Soulmate
Episode 11


__ADS_3

Aksi Tha, Jess, dan Anty menimbulkan kegaduhan besar. Seluruh penghuni kost panik dan berhamburan keluar rumah. Warga sekitar juga ikut panik dan penasaran dengan apa yang terjadi. Teriakan kebakaran yang mereka dengar namun tidak terlihat api maupun asap sama sekali membuat mereka kesal dan penasaran siapa orang yang iseng mengerjai mereka dengan musibah seperti itu.


Ibu kost pemilik tempat menanyakan satu demi satu penghuni kost nya tentang apa yang terjadi sebenarnya. Mereka sebagian hanya tahu ada teriakan kebakaran dari ketiga gadis itu. Ibu kost lalu menanyai Tha, Jess, dan Anty kenapa ketiganya berbuat demikian.


"Kalian tamu? Kenapa bikin rusuh di kostan saya?!"


"Maafkan kami bu..?"


Ucap Tha.


"Iya maafkan kita?"


Anty ikut menyela.


"Bahaya bercanda yang berlebihan seperti itu. Kalau ada yang kena serangam jantung bagaimana?!"


"Maafkan kami bu, kami nggak bermaksud seperti itu"


Ungkap Jess.


"Maafin kita ya semua... kita sebenarnya nggak mau bikin rusuh. Cuma ada suatu hal yang bikin kita berbuat begitu. Kita... kita dikunciin dari luar mau masuk nggak bisa jadi terpaksa deh kita teriak-teriak kek gitu biar di bukain pintu"


Tha terpaksa berbohong. Ia tak mungkin mengatakan Yugi dengan temannya nonton begituan dalam kamar kostnya. Bisa-bisa pemuda itu ikut kena marah ibu kostan nya.


Anty, Jess dan lainnya melongo mendengar penjelasan Tha. Nana menyenggol lengan Tha tanda cerita sebenarnya tidak lah begitu. Namun Tha sedikit menggelengkan kepala mencegah semua mengatakan hal yang sebenarnya.


"Huu... lain kali jangan gitu dong!"


"Iya nih... nyusahin kita aja".


"Nggak mikir apa berbuat kayak gitu bikin orang-orang pada panik"


"Wuuu... dasar! "


"Maaf ya ibu-ibu, bapak-bapak, kakak, abang semua.., maafin kita ya"


Setelah mereka terus meminta maaf kerumunan orang-orang itu akhirnya bubar juga. Mereka lalu kembali ke rumah Opik dan langsung terduduk lemas disana.


"Kalian sih pakai teriak kebakaran segala, kenapa ndak ketok pintu aja sih?"


Yugi mengomeli temen-temennya.


"Tadinya kami mau gerbek bang Yu sama anak gadis orang, eh... nggak tahunya ternyata cuma nonton bokep"


Jawab Tha kesal.


"Ish... emangnya saya lelaki apaan ngerusak anak orang. Gini-gini saya masih punya batas"


"Iya deh... maaf bang Yu kita udah salah paham"


Ucap Anty.


"Bang Yu juga ngapain sih nonton begituan?"


Tanya Tha yang masih terlihat kesal.


"Nonton itu kan dapet ilmu juga supaya nanti kalau sudah menikah bisa menjaga keharmonisan rumah tangga"


"Hah... apa hubungannya?"


Jess kebingungan.


"Ih... susah mau jelasinnya. Kapan-kapan kita nobar aja biar kalian pada tahu"


"Dih... ogah!!"


Tha langsung menolak mentah-mentah.


" Nggak mau!"


Jess juga menolak.


"Nggak ada akhlak nih orang"


Nana menjawab dengan kesal.


"Lu kenapa berhari-hari nggak kuliah?"


Tanya Opik buka suara yang sedari tadi hanya diam.


"Kenapa Fik... kangen ya, hehehe.. "


"Dih... gue kira lu dah game over nggak nongol-nongol"

__ADS_1


"Sialan... kangen ya bilang aja kangen Fik"


"Dih...ogah!, jangan ke asikan main-main ntar kuliah lu terbengkalai, ujung-ujungnya nggak selesai. Nggak kasian apa sama ortu?!"


"Ilih... dah mirip bapak saya kamu Fik... "


" Tapi apa yang daddy bilang bener loh bang.. "


Ucap Jess.


" Iya nih.., kakak nggak mikir apa orang tua di kampung susah-susah nyari uang buat kuliah kakak tapi kakak malah main-main begini"


Nana akhirnya mengomeli Yugi.


"Siapa sih.. temen baru bang Yu itu, nyeselin aja?!"


Tha mulai kesal.


"Iya deh maaf..."


"Temen kayak gitu bisa ngejerumusin loh?!"


Jess ikut komentar.


Yugi tak dapat berkata apa-apa setelah di omelin Nana dan yang lainnya.


"Daddy... ada kamar kosong nggak sih disini?"


Tanya Nana.


"Ada sih.. tapi sementara ini jadi gudang barang-barang nggak di pake. Kenapa Na?"


"Oh.. aku ngerti maksud Nana. Bang Yu mending tinggal sama daddy aja. Bayar kostnya sama daddy"


Jelas Anty.


"Tapi apa nggak apa-apa?"


Tanya Tha.


"Daddy kan tinggal sendiri lagian bisa ke kampus bareng kan gantian bawa motornya"


Saran Anty.


"Dih... ngapain kalian ngurusin saya sih?!"


"Biar abang nggak masuk aliran sesat!!" (Serempak)


"Ish... kalian kalau udah bully saya paling kompak"


Yugi ngedumel.


"Terserah kalau Yugi mau"


Jawab Opik.


"Ndak enak saya, nanti aja. Lagian saya juga udah bayar kostan sampe bulan depan. Sayang kalau ndak ditinggali"


"Tapi ingat ya kak, jangan main lagi sama temen kakak siapa itu namanya?!"


Tanya Nana.


"Hariadi.. "


Jawab Yugi sekenanya.


" Nah itu.. aku nggak suka"


Ungkap Nana.


"Walau pun saya ndak kuliah tapi saya ndak ketinggalan pelajarannya. Saya selalu dikirimin catatan sama Dema. Terus tadinya saya ndak mau nonton begituan. Tapi karena dia ndak punya tv dan dvd jadi dia numpang ke kamar saya"


"Jadi mau nggak mau lu nonton juga?!"


Tanya Opik memastikan.


"Iya lah.. "


Jawab Yugi santai.


"Hadeh..."


"Saya ambil sisi positifnya aja. Tadinya saya heran kenapa dia sering nonton begituan. Ndak tahunya dia lagi berantem sama istrinya"

__ADS_1


"Loh... dia udah nikah?"


Tanya Tha penasaran.


"Masih pengantin baru katanya"


Jawab Yugi.


"Lah... pasutri kok berantem harusnya lagi masa-masa Honeymoon ya.. "


Tanya Jess penasaran.


"Itu dia masalahnya. Si Hariadi ini rupanya belum pengalaman juga. Istri sering ngeluh kesakitan makanya dia mau nanya malu. Jadinya dia cari ilmunya dari nonton bokep"


"Kok aku merinding ya dengernya"


Ujar Tha.


"Hooh neng ngeri.. "


Anty menambahkan.


"Apa jangan-jangan dia niru kayak film Fifty Shades Of Grey itu ya..."


Opik asal nyeletuk merespon apa yang ia dengar.


"Wkwkwkwk, makin lama makin ngelantur aja ini obrolan"


Jess terkekeh.


"Ish... udah, jangan di bahas lagi. Intinya dia juga mau mencoba yang terbaik bagi keharmonisan rumah tangganya. Kita ndak tahu kan biduk permasalahan orang lain?"


Ucap Yugi menjelaskan pada para sahabatnya.


"Elah...tumben bijak Yug?"


Opik nyeletuk.


"Ish... makanya jangan selalu meremehkan saya"


"Ya udah, lu pinjamin aja itu tv sama dvd lu ke dia jadinya lu nggak perlu nonton yang begituan kan?!"


Saran Opik.


"Ntar kalau dia jual gimana"


"Ya lu beli lagi"


"Ish.. nyebelin emang. Bicara itu memang mudah.. "


"Udah...pinjamin aja tu kamar, ntar malem lu tidur aja disini tapi jangan di kamar gue! Noh.. depan tv juga bisa. Besok lu bersihin dah tu gudang buat kamar lu nanti"


"Jadi kamu setuju saya tinggal disini?"


"Yang rajin beres-beresnya"


"ish... dikira saya pembantu apa"


"Udah lah bang, lumayan kan tempat tinggal gratis. Abang nggak perlu lagi mikirin bayar kostan"


Saran Jess.


"Iya nih.. abang"


Ucap Anty membenarkan perkataan Jess.


Akhirnya keputusan pun diambil secara mufakat bahwa Yugi akan tinggal bersama Opik selama masa kuliahnya.


Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like πŸ‘


* Komen


* favorit ❀️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih πŸ€—


*Baca juga Cintai Aku Seikhlasmu , bagi yang suka kisah yang menyesakkan dada πŸ˜‚.

__ADS_1


* Dream Destiny, kisah romansa istana.


Terima kasih πŸ™


__ADS_2