Bukan Soulmate

Bukan Soulmate
Episode 3


__ADS_3

Pagi itu udara begitu segar dengan kicauan burung bersahut-sahutan. Seorang gadis sedang duduk menikmati secangkir teh dan beberapa camilan menemani sarapan paginya. Tha sedang asik mengutak ngatik hapenya. Wajahnya serius dan terkadang tersenyum sendiri.


"Ting... ting.. ting.."


Suara notif wasgap.


Jess : Ciee yang udah di kontrak, wkwkwk...


Tha : Aku juga ga nyangka Jess, tadi nya aku juga ga tau mau pos apa


Jess : Tapi itu udah bagus loh Tha tentang anime-anime gitu. Ntar aku juga mau coba ah..


Tha : Coba aja Jess ntar aku bantuin dukung kamu


Nana : Aku bantuin promo aja ketemen-temen


Yugi : Gimana caranya dukung kamu Tha?


Tha : Klik profil akunku bang Yu, terus liat treding, nah di trendingkan ada 3 pilihan tu semua, komentar sama pos. Like di pos ya jangan sampe salah. Kalau like di komentar percuma posku ga masuk hitungan.


Yugi : Oh... gitu, hadiahnya apaan sih Tha


Tha : Ada deh... mayan buat camilan, hehee..


Jess : Ngomong-ngomong daddy mana ya sama Anty?


Tha : Nana kamu jadi hari ini kerumah sepupumu?


Nana : Anty mungkin lagi drakoran lagi ngabisin episode Little apa gitu lupa aku. Iya jadi Tha, sepupu jauh sih... kenapa emang?


Tha : Ga papa nanya aja


Jess : Ara juga jarang nongol di grup ini


Nana : Iya.. apa lagi Quin sama sekali ga nongol tu anak


Tha : Iya ya.. padahal grup ini dia yang buat


Yugi : Saya ndak heran sama anak satu itu, apalagi kalau buat status tapi ga boleh di komen, nyebelin banget.. uhh!


Nana : Apalagi kalo udah buat grup dia juga yang paling duluan left


Jess : Wkwkwkwk


Yugi : Kebiasaan emang


Tha : Sering khilaf.. mau bersihkan chat malah keluar dari grup


Jess : Wkwkwkwk awas ntar orangnya nongol


Nana : Ga mungkin nongol dia lagi tinggal di tempat yang jarang ada sinyalnya


Yugi : Lagi dipedalaman Kalimantan kayaknya bergaul sama simpanse.. wkwkwk


"Anak-anak lagi nanyain kamu di grup tapi kamu jangan nongol fik.. fokus aja bawa motornya"


Ujar Yugi yang memainkan hapenya saat sedang di bonceng Opik.


"Emang lagi bahas apaan sih...?"


Opik penasaran, dia memang jarang ikut komen di grup itu tapi dia tidak melewati apa saja yang di bahas para sahabatnya.


"Ga ada yang penting banget.. cuma ngasih dukungan buat Trending Tha di apk MT"


Mampus saya kalau dia baca sekarang. Bisa turun dijalan saya kalau dia tahu saya jelek-jelekin si Quin.


"Masih jauh ga ini..?!"


"Dipersimpangan belok kiri terus 300 meter belok kiri. Ntar cari gang di sebelah kanannya nama gangnya Jangan Ngebut Banyak Anak-Anak Fik.. "


"Dih... ini jalan raya pe'ak ga da anak-anak yang main disini, lu gimana sih?!"


" Ish.. ndak mudeng nih anak.. nama gangnya maksud saya..?"


"Lah mana ada nama gang kek gitu Kimoo.."


"Ish.. orang saya bacanya begitu"


Sampai lah di gang yang Yugi maksud, Opik menepuk jidatnya. Nama gang itu sebenarnya adalah Suka Hati namun tertutup oleh plang bertuliskan Jangan Ngebut Banyak Anak-anak agar pengendara mengurangi kecepatan mereka.


Mereka pun sampai ditujuan. Rumah yang dituju adalah rumah si kembar. Karena gagal jalan bareng tempo hari, si kembar mengundang mereka main kerumahnya.


Yugi turun dari sepeda motor lalu merapikan rambutnya bercermin di spion.

__ADS_1


"Udah rapi belum ini?"


Yugi bertanya sambil menatap ke arah Opik.


Lelaki itu mengacungkan 2 jempol tangannya ke atas. Lalu turun berbalik kebawah saat Yugi telah berpaling.


"Assalamualaikum...?!"


"Tok.. tok.. tok.."


"Waalaikumsalam..., waaah.. akhirnya dateng juga"


Si kembar menyambut mereka berdua bersalaman lalu cipika-cipiki.


"Mati gue Yug...!"


Bisik Opik kepada Yugi


Yugi paham maksud perkataan Opik, bila mana hal itu sampai diketahui oleh yang jauh disana.


" Jangan bilang-bilang makanya, kita lagi ketiban bonus Fik... udah terima aja"


Saran Yugi yang membuat Opik akhirnya mengikuti juga.


"Bang Yu sama bang Fik mau minum apa?"


Tawaran salah satu dari sikembar.


"Apa aja boleh..."


Jawab Opik berusaha untuk santai walau hatinya gugup bukan main.


"Saya sama terserah aja"


Jawab Yugi.


"Bentar ya.."


Salah satu dari si kembar mengambilkan minum, dan seorang lagi menemani mereka.


"Kalian tinggal sama siapa? Rumah segede ini ndak mungkin berdua kayaknya"


"Ada tante sama abang sepupu, kadang sepupu kami juga main kesini"


"Ting... ting.."


Suara wasgap. Yugi membuka hapenya dan melihat pesan dari Opik.


Opik : Lu ngapain nanyain tinggal ma siapa?


Yugi : Mana tau ada kesempatan Fik..


Opik : Apaan??


Yugi : Jadi satpam rumah mereka juga boleh


Opik : Asem.. yang ada satpam jadi-jadian lu


Yugi : Huss... jangan langsung tembak gitu napa


"Kalau bang 0pik sama bang Yugi?"


"Oh..apa?? Anu.. abang berdua sama sepupu"


Jawab Opik kurang konsentrasi karena berbalas pesan dengan Yugi yang ada disebelahnya.


"Saya sendirian"


"Elah... belum juga lu ditanya"


Ujar Opik rada kesal dengan lelaki itu.


"Biarin... saya mau jawab duluan"


"Hihihi... bang Yugi lucu deh"


Kata si kembar sambari tersenyum. Wajah yang cantik membuat senyum itu tampak ayu mempesona.


Dan akhirnya membuat Yugi merona ditambah pujian sang Jelita.


Paha Opik di cubit saking gemesnya terhadap senyuman si kembar. Opik melotot kesakitan dan jengkel dibuatnya.


Minuman pun datang, si kembar lalu meletakkan di meja.

__ADS_1


"Minum dulu bang.."


"Makasih ya.." (Serempak)


Opik dan Yugi saling pandang karena ucapan mereka yang serempak lalu segera saling memunggungi acuh terhadap masing-masing.


"Btw...yang mana Kiran yang mana Karin sih? Saya ndak bisa bedain kalian?"


Yugi menatap keduanya dengan serius memperhatikan.


Ya.. si kembar Karin dan Kiran adalah kembar identik. Hampir susah membedakan di antara mereka.



"Aku Karin.. dan ini Kiran. Bedain kita gampang kok ada tahi lalat di kaki kiri ku, kalau Kiran sih ga ada"


Jelas Karin memberitahukan perbedaan dia dan Kiran.


"Mana coba saya liat?!"


"Plak...!"


Opik memukul keras lengan Yugi.


"Aduhh.... ish apaan sih?!"


Yugi mengerang kesakitan.


" Set dah.. lu ngapain Kimooo...? pake mau liat segala?!"


Bisik Opik geregetan. Wajahnya terlihat tidak enak ditatap si kembar.


"Ish.. usaha tahu ?!! Mana tahu di kasih liat kan jackpot"


Yugi balas berbisik.


"Ga besar sih.. ini disini?!"


Karin memperlihatkan tahi lalat yang berada di kaki kirinya tepatnya berada sedikit keatas lutut.


"Tuh kan... apa saya bilang"


Yugi berbisik kepada Opik dan memperhatikan dengan penuh semangat. Opik menjadi salah tingkah dan menghindari pemandangan surga dunia neraka akhirat ke arah lain.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..." (Serempak)


Yugi masih menatap kaki mulus yang mengenakan rok pendek di atas lutut. Sedang Opik melihat kearah orang yang mengucapkan salam.


"Nah loh.. Jackpot datang, mampus dah lu pe'ak..?!"


Ujar Opik menghindar menjauhkan duduknya dari Yugi.


"Astagfirullah... kakak Yugiii.....?!"


"Astagfirullah... mati saya, kok ada Naku??!"


Dan perkelahian pun tak dapat dihindari.



Notes : visual yang tampil hanya untuk melengkapi imajinasi reader saja, bukan berdasarkan real yaπŸ™


Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like πŸ‘


* Komen


* favorit ❀️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih πŸ€—


*Baca juga Cintai Aku Seikhlasmu , bagi yang suka kisah yang menyesakkan dada πŸ˜‚.


* Dream Destiny, kisah romansa istana.


Terima kasih πŸ™

__ADS_1


__ADS_2