
Kabar di siang itu membuat panik semua. Berita heboh yang di bawa Yugi membuat grup jadi ramai.
"Ting.. ting..!"
Wasgap terus berdenting tiada henti.
Dalam grup sedang kacau membahas seseorang yang sedang mengadu domba mencoba memecah belah persahabat mereka.
Namun, alih-alih mencari tahu mereka malah sibuk membahas yang lain.
Yugi : Ada yang tau ini siapa?
Yugi menunjukan gambar hasil screen shot nya.
Anty : Itu siapa?
Jess : Ga kenal
Tha : iya ga kenal
Ara : Siapa?
Nana : Nyimak dulu dah
Ceta : Ga kenal
Yugi : Jadi ndak ada yang kenal?
Ceta : Itu dapet dari mana?
Yugi : Ada yang nanyain ke saya tapi ya udah kalo kalian pada ndak kenal.
Ceta : Adu domba gimana? Selama kita baik-baik aja dan ga ngelakuin itu biarin aja
Jess : Hooh yang ada malah ntar makin nambah salah paham.
Yugi : Opik mana ini? Apa lagi nyuci?
Ara : Iya diemin aja
Tha : Hooh liatin aja sampe kemana.
Nana : Mending ngurusin itu oppa yang nyuruh aborsi pacarnya, sedih aku tu..
Yugi : Ish..ngapain nangisin kim chi hun
Anty : Hooh kasian banget ya Na masa iya pacarnya disuruh aborsi
Yugi : Itu namanya lelaki ndak bertanggung jawab
Anty : Jadi artis korea itu ga gampang lho
Jess : Hooh, denger-denger kehidupan mereka keras banget apalagi kalo kek gini hamil disaat lagi tenar-tenarnya yang ada pamor mereka langsung merosot
Tha : Mingkem aja aku, bahas korea aku ga ngerti
Nana : Udah ah.. jan bahas lagi, aku sedih
Yugi : Ish.. Nana gitu aja ditangisin
Anty : Tapi ujung-ujungnya yang cewek balik minta maaf cuma dah telat. Pamor si kim chi juga dah anjlok kan
Nana : Iya.. ihh.. gemes aku ma beritanya
Anty : Neng ibak dulu ya..
Nana : Hooh aku juga mau makan, aku nyimak aja
Jess : Aku malah lagi dijalan ini, wkwkwk..
Tha : Huss bubar.. bubar..
Yugi : Ish.. saya malah ditinggalin
Sunyi sepi tiada lagi notif setelah itu. Mereka kembali sibuk beraktifitas masing-masing.
*****
Malam itu Yugi mengintip rumah Opik dari balik jendelanya. Pemuda itu merasa jenuh sendirian dikamarnya. Akhirnya ia memutuskan kerumah Opik untuk menghilangkan rasa bosannya.
"Ceklek..!"
__ADS_1
Pintu di buka oleh Yugi. Pemuda itu langsung masuk kedalam mencari jejak sahabatnya.
"Assalamualaikum..."
Mengucapkan salam ketika dirinya telah menemukan orang yang dicari.
"Waalaikumsalam, ada ya orang masuk dulu baru ngucapin salam?!"
Opik melirik ke arah Yugi.
"Adalah... saya orangnya"
Dengan santainya Yugi menjawab dan duduk tak jauh dari Opik di depan TV.
Yugi duduk sambil meletakkan tangan disandaran kursi.
"Udah makan?"
Opik bertanya namun pandangannya tetap ke arah Tv.
"Udah"
Jawab Yugi singkat.
"Tadi ngapain aja?"
"Ndak ngapa-ngapain cuma bantuin anak-anak kost bersihin teras"
"Rame?"
"Mayan.."
"Siapa-siapa aja?"
Opik sambil memegang remote mengganti chanel Tv.
"Ya anak-anak kost lah.."
"Sama ciwi-ciwi juga?"
"Iyaaaa.... emang nya kenapa?"
Yugi terlihat sedikit bingung dengan sederet pertanyaan dari Opik.
Yugi beralih pandangannya dari tv lalu menatap ke arah Opik.
"Dih.. kamu cemburu?!"
"Dih.. siapa yang cemburu?!"
Opik melirik sekilas Yugi yang kini duduk menghadapnya.
"ini kamu nanyai begini dah kek kita pacaran aja"
"Ish.. najis! Siapa yang mau ma lu Mo.. gue normal tau!! Itu gue takut anak orang bakal patah hati kalau deket ma lu?!"
"Ish.. emang saya apain? Kan ndak di apa-apain?! "
"Maksudnya patah hati nyium bau ketek lu, pait banget sumpah, najiis!! Sono lu jauh dikit duduknya!"
"Sialan!"
Yugi menggeser duduknya sambil ngedumel.
Kembali mereka berdua fokus menonton berita tentang penyekapan seorang mahasiswi Universitas XXX
"Heleh... itu mah bukan penyekapan, paling juga suka sama suka"
Opik ngedumel melihat berita di TV.
Yugi nyengir melihat Opik. Matanya kembali tertuju pada layar televisi.
"Hidup gini-gini aja, ada ndak ya Fik.. orang yang berbaik hati ngasi kita uang sekarung?"
Opik melengos mendengar perkataan Yugi.
"Ada... ada kemustahilan disana"
"Ish..ndak bisa di ajak berangan-angan nih orang. Kalau saya punya uang sekarung saya mau buka usaha mie, karena saya suka mie"
"Dih.. cuma mie doang kan banyak sisanya?"
__ADS_1
"Biarin.. saya kan mau buka gede-gedean. Tapi saya juga pengen bisnis crypto"
"Udah.. jangan di khayal kan tinggi-tinggi ntar nyungsep lu ke got. Mending yang pasti-pasti aja lu bisa kerjain dan yakin sukses"
"Ish.. cuma ngayal doang juga di larang. Kalau kamu Fik?"
"Apaan?!"
"Ya kalo kamu dikasi uang sekarung kamu mau ngapain?"
"Buat usaha dong biar bisa bangun istana harem"
"Dih... pengen punya banyak selir ternyata play boy juga ni anak"
"Nggak mesti banyak selir juga, bisa digerek gue ntar"
"Hehehe...masih aja mikirin yang jauh disana. Sambilan coba cari yang deket disini"
"Yang deket disini cuma lu?! Tiap hari jabanin rumah gue ngalahin orang ngapelin pacar aja"
"Dih... terharu saya, kamu segitunya perhatian ma saya Fik"
"Buset... salah makan ni anak?!"
"Dah ah...saya mau pulang dulu. Have nice dream Fik.."
Yugi bangun dari duduknya dan meninggalkan Opik yang melongo mendengar ucapannya.
Opik melempar bantal kursi ke arah Yugi namun sia-sia karena Yugi lebih dulu menutup pintu rumah Opik.
*****
Malam kian larut, cuaca dingin karena hujan membuat tubuh mengigil karenanya. Opik menggigil kedingingan, dengan mata yang tetap terpejam lelaki itu menarik selimutnya. Rasa kantuk yang kian menjadi membuat pemuda itu tak mampu mengangkat matanya. Ia pun tertidur pulas.
Dalam mimpinya Opik berkenalan dengan seorang wanita cantik yang berparas ayu. Wanita itu terus mengikuti Opik hingga kerumahnya. Alasannya, dia di usir karena tidak bayar kontrakan. Opik tidak tega membiarkan wanita itu keluyuran di malam gelap dengan hujan lebat tanpa tujuan yang jelas. Ia pun menawarkan untuk bermalam dirumahnya sampai besok pagi. Entah di mulai dari mana mereka tiba-tiba telah tidur seranjang. Dekapan hangat sang wanita menaklukan pertahanan diri Opik untuk tidak berbuat dosa. Dengan mata terpejam ia pun mencium pucuk kepala wanita itu tapi dahi nya mengeryit karena bukan aroma wangi melainkan bau apek yang tercium disana.
Ah.. mungkin saja dia belum keramas
Opik lalu membalas rangkulan wanita itu dan mengusap lengannya.
Kenapa lengannya kekar begini?
Serasa tak percaya Opik pun beralih meraba bagian depan tubuh wanita itu.
Kenapa nggak ada yang kenyal-kenyal, ini perempuan apa bukan sih?
Perlahan Opik mencoba membuka matanya. Betapa terkejutnya dia setelah mengetahui Yugi yang dengan manja berpelukan dengannya dengan lelehan iler yang telah mengering di pipinya.
"Astagfirullah... Kimo kampret?!! Kenapa jadi elu!!! Ngapain tidur diranjang gue!!"
Opik merasa mual lalu berlari terbirit-birit ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya disana.
Flash Back On
Lampu mati akibat hujan lebat membuat Yugi kedinginan. Lelaki itu lupa mencuci rendaman selimut yang telah ia rendam dari siang tadi. Akhirnya ia memutuskan untuk menggedor rumah Opik.
Berlari dalam hujan Yugi akhirmya sampai di depan pintu rumah Opik. Belum sempat ia mengetuk pintu, pintu itu terlihat meregang karena tidak di tutup rapat.
"Ish.. kebiasaan, kalo saya maling udah habis ini harta bendanya"
Yugi mengunci pintu, ia lalu berjalan menuju kamar Opik.
Dilihatnya Opik yang tertidur pulas lalu ia pun masuk kedalam selimut yang sama dan tertidur lelap.
Flash Back Off
Beri dukungan untuk aku dongπ
* Like π
* Komen
* favorit β€οΈ
*Rateβββββ
*Hadiah
*Vote, Terima kasih π€
*Baca juga Cintai Aku Seikhlasmu , bagi yang suka kisah yang menyesakkan dada π.
__ADS_1
* Dream Destiny, kisah romansa istana.
Terima kasih π