
Semenjak kejadian waktu itu, para sahabatnya kini menjadikan rumah Opik sebagai markas demi menjaga Yugi agar tidak terbawa ke dalam aliran sesat.
Mereka menguasai rumah Opik serasa bagai rumah sendiri. Baik Tha, Jess, Nana, Ara maupun Anty mereka bahkan terkadang membawa belanjaan dapur untuk mereka masak disana.
Tentu saja Opik tidak keberatan karena keberadaan mereka membuat Opik tidak perlu lagi memasak dan mencuci piring. Para sahabatnya juga terkadang ikut bersih- bersih rumah Opik. Hanya saja yang membuat Opik gerah adalah ia harus sekamar dengan Yugi karena gudang yang tadinya dijadikan kamar untuk Yugi beralih menjadi kamar para sahabat perempuannya.
Siang itu, baik Tha maupun Jess maupun Nana sedang sibuk mengutak ngatik hapenya. Jess yang menulis novel di salah satu aplikasi yang bernama MangaToon sedang di buat pusing dengan alur ceritanya sendiri. Dan Tha sibuk mengopi komen-komen warga di grup chat untuk bahan Chat Story nya di aplikasi yang sama dengan Jess. Lalu Nana berkutat dengan hapenya mempromosikan novel para sahabatnya di beberapa grup chat yang ia miliki.
"Jess novel mu yang mana mau di promosiin?"
Tanya Nana sambil menscroll judul novel yang tampak di layar hapenya.
"Yang MY LITTLE BRIDE Na..."
"Oke... done, Tha CS mu apa judulnya? Lupa aku"
"Ilih.... Ice moccacino aja yang gampang kamu inget Na. KOMPLEKS MILEA Na judulnya"
"Ilih...done. Udah ya tugas ku"
"An, masuk ke Gc coba, sepi banget nih komplek. Apa yang harus aku kopi kalau gc kek kuburan begini?!"
"Wkwkwkwk.... iya.. iya.. neng meluncur"
Jawab Anty terkekeh.
"Rasain para othor lagi pada pusing semua.."
"Ilih... bang Yugi"
"Dih... bang Yugi belum tahu sih, cerita romansa itu bikin pusing, alur nya gitu-gitu aja"
Ungkap Jess kewalahan.
"Kenapa nggak coba komedi aja sih Jess?"
Ujar Opik mencoba memberi saran.
"Malah berat, ntar kalo nggak lucu bisa di demo aku dad.."
Jelas Jess.
"Iya juga sih"
Ucap Opik.
"Kalian ini emangnya nggak di cariin apa nggak pulang kerumah?"
Tanya Yugi penasaran.
"Kita-kita dah pada ngasi tahu ke orang tua kita kalau kita nongkrongnya disini"
Jawab Ara menjelaskan.
"Alamat sini juga neng kasih"
Anty menambahkan.
"Selama nilai bagus kita nggak macam-macam aman lah pokoknya. Lagian kan ngumpul gini ada manfaat juga. Belajar bareng, diskusi bareng, masih positif kok"
"Gue juga setuju, lagian kita bisa saling membantu satu sama lain kan"
Ujar Opik menimpali.
"Ck... tapi saya jadi sedikit anu"
Ujar Yugi terlihat bingung.
Kata anu yang keluar dari mulut Yugi menghentikan semua aktifitas yang sedang teman-temannya lakukan. Pandang mereka langsung tertuju ke arah Yugi.
Yugi yang di tatap sejuta umat mendadak keluar keringat dingin dari lubang pori-porinya. Pemuda itu jadi gelisah dan gugup.
"Ngapain ihh... melototin saya kek gitu?!"
"Anu apaan kak?!"
Nana mulai baper.
"Bukan apa-apa Naku cuma itu... kita kek keluarga anu di rumah ini"
"Ilih.. Yug, suka nya beranu-anu aja"
Ucap Opik.
"Danta emang"
Kata Tha.
__ADS_1
"Yang mana sih CS kak Tha kok aku nyari-nyari nggak ketemu"
Tanya Ara sambil menscroll layar hape nya.
"Elah Ara, baru juga ditanya Nana tadi. KOMPLEKS MILEA Ra, baca, like jangan lupa kaporitin ya Ra"
Ujar Tha.
"Seru loh CS nya Tha, walau ketinggian gibah di grup, apalagi mau scroll ke atas males, kita bisa baca dari CS Tha aja. Kek tadi malem jadi tahu aku mereka gibahin apa"
Ungkap Jess.
"Malem kemarin aku ngopi chat mereka ampe tengah malem saking banyaknya. Tapi ada juga yang aku skip"
Tha menceritakan keluh kesahnya.
"Semangat-semangat!!"
Ucap Anty memotivasi teman-temannya.
"Tapi jangan sampe lupa tugas utama kalian?!"
Ucap Opik menyarankan.
"Apa dad?"
Tanya Tha.
"Apa itu dad"
Tanya Ara.
"Bantuin emak ya? Wkwkwkk..."
Tanya Jess terkekeh.
"Heleh...kalian ini. Jangan lupa untuk tetap fokus sama kuliah juga, kita udah jalan setahun kan. Sayang kalau ada mata kuliah yang berantakan. Kalau bisa nanti kita lulus sama-sama"
"Oke dad"
Jawab mereka serempak.
"Terus itu kostan kak Yugi gimana?"
Tanya Nana penasaran.
Ujar Yugi sambil menghela napas.
"Coba bang... kali aja uang yang sebulan bisa kembali kan lumayan"
Saran Anty.
"Berapa bulan emang lu dah bayar Yug?"
Tanya Opik
"Dua bulan. Sebulan baru jalan beberapa hari ini.."
"Gue rasa bisa. Minta aja ama bu kostnya"
Ujar Opik.
"Berapa sih bang perbulannya?"
Tanya Jess.
"350 ribu..."
Jawab Yugi singkat
"Mayan juga ya..."
Ucap Tha.
Mereka terus mengobrol tak ada habisnya, hingga menjelang sore mereka pun membubarkan diri pulang kerumah masing-masing.
*****
Keesokan harinya.
Sepulang kuliah Yugi dan Opik pergi ke kost nya mendatangi ibu pemilik rumah.
"Assalamualaikum.., tok... tok.. tok..?!"
Yugi mengetuk pintu rumah yang berada di lantai bawah.
Kostan Yugi letaknya berada di lantai 2 rumah itu.
__ADS_1
"Ceklek... kriieeett!!, Waalaikumsalam..."
Ibu kost nongol dari balik pintu.
"Maaf bu siang-siang mengganggu"
Ucap Yugi mencoba untuk beramah tamah.
"Masuk lah..."
Yugi dan Opik mengikuti ibu kost ke ruang tamu dan duduk bersama disana.
Ternyata di dalam sudah ada 2 orang gadis yang sedang duduk di tempat yang sama dengan mereka.
Yugi menjawel lengan Opik mengkode ada pemandangan bagus disana.
"Ada perlu apa?"
Tanya ibu kost.
"Begini bu, sebelumnya saya minta maaf sekali lagi untuk kelakuan iseng teman-teman saya waktu itu. Lalu saya mau pindah ke rumah Opik rencananya"
Yugi berkata dengan sopan.
"Kamu buka kostan juga Pik?"
Tanya ibu kost.
"Oh.. nggak bu, rumah saya kecil juga. Yugi hanya numpang tinggal aja sambil bantu saya ngurus rumah"
Jelas Opik.
"Oh begitu... "
Ada kelegaan di wajah ibu kost. Mungkin saja ia mengira Opik membuka usaha yang sama dengan dirinya, setelah melihat beberapa hari ini rumah Opik ramai tidak seperti biasanya.
"Lalu itu, saya rencananya langsung pindah hari ini juga bu. Terus waktu itu saya sudah bayar 2 bulan kan ya.. kira-kira bisa minta kembali yang sebulan itu ndak ya bu...?"
Tanya Yugi ragu-ragu takut membuat si ibu tersinggung.
"Bisa... tapi yang bulan ini nggak bisa ya walau kamu hanya tinggal beberapa hari?!"
"Iya bu makasih, kalau itu saya ngerti"
"Sebentar?!"
Ibu kost lalu kedalam meninggalkan mereka dalam keheningan.
Yugi dan Opik mencoba tersenyum ramah pada kedua gadis itu.
"Mau kostan disini ya?"
Tanya Yugi mencoba berbasa basi.
"Iya.."
Jawab salah seorang gadis sambil mengangguk.
Tak lama ibu kost datang memberikan uang kost Yugi. Yugi juga menyerahkan kunci kamar kepada ibu kost.
"Barang-barangmu sudah dibereskan?"
"Sudah bu. Makasih ya bu untuk tempat tinggalnya selama ini. Kalau begitu saya pamit"
"Baiklah... "
Yugi dan Opik beranjak lalu meninggalkan rumah ibu kost dan kembalik ke rumah Opik yang sudah ramai di datangi para sahabatnya.
Beri dukungan untuk aku dongπ
* Like π
* Komen
* favorit β€οΈ
*Rateβββββ
*Hadiah
*Vote, Terima kasih π€
*Baca juga Cintai Aku Seikhlasmu , bagi yang suka kisah yang menyesakkan dada π.
* Dream Destiny, kisah romansa istana.
Terima kasih π
__ADS_1