Bukan Soulmate

Bukan Soulmate
Episode 4


__ADS_3

Tiap hembusan napas membuat uap panas makanan yang dihadapannya bergerak menjauh. Tangannya mengaduk-ngaduk makanan membuat segitiga bermuda bermuara disana. Tampangnya terlihat tak bersemangat dan tertunduk lemas. Tak jauh berbeda dengan sahabatnya. Opik juga terlihat sama. Sedari tadi ia hanya terus memainkan hape sambil mengaduk-ngaduk minuman yang ada di depannya. Terlihat pemuda itu tidak sedang berselera.


Tha yang duduk berseberangan dengan mereka menyenggol lengan Anty dengan lengannya. Anty menoleh ke arah Tha lalu mengangkat bahunya.


Kedua gadis itu terlihat bingung dengan sikap kedua pemuda yang ada dihadapannya.


"Ehem..?!"


Suara deheman Nana memecah keheningan meja makan dikantin itu. Gadis itu meneguk minumannya dengan nikmat.


Segera Yugi membenarkan posisi mendengar deheman Nana dan memakan makanannya yang dari tadi dia abaikan.


"Pada kenapa sih?!"


Jess yang baru saja datang melihat kesunyian dimeja itu mencoba mencairkan suasana.


"Bang Yu dapet salam dari Tika.."


Ara yang baru saja tiba bersama Jess menyampaikan pesan seseorang untuk Yugi. Dia tidak tahu bahwa perang dingin sedang terjadi disitu.


"Uhuk..uhukk..uhuk...uhuk..uhuukk.?!"


Tersedak bukan kepalang Yugi mendengar ucapan Ara. Nana segera menyodorkan minuman ke Yugi. Lelaki itu memandang wajah Nana sambil terbatuk-batuk dan rada takut meraih minumannya. Hanya diam itu saja yang bisa lelaki itu lakukan saat ini.


" Kasihan bang Yu mukanya sampe merah gitu kesedak"


Anty turut prihatin melihat Yugi sambil melirik ke arah Nana.


"Tika siapa sih?"


Opik bertanya pada semua.


"Lah... daddy ga kenal Tika? Itu loh anak yang ramah banget, punya body bohay banget"


Ungkap Jess menjelaskan.


" Iya nih.. daddy kan selalu sama bang Yugi, masa iya ga tau siapa aja yang baper sama bang Yugi"


Jelas Ara.


"Dih.. ngapain harus tau segala urusan dia"


Opik nyengir.


"Gini-gini saya terkenal Fik..."


"Heleh...,Lu apain sih mereka... kok pada kesemsem sama lu?"


"Seharusnya kamu bangga sama saya Fik.. sahabat kamu gini-gini di sukai banyak ciwi-ciwi, jnagan lupa kita kan sahabat dekat. Nih... kita juga punya gelang persahabatan"


Yugi mengangkat tangannya menunjukkan gelang yang sedang ia pakai.


"kampret.. itu karet bekas nasi goreng tadi malem pe'ak?!"


"Dih.. dengar perkataan mu jadi ndak enak badan saya rasanya"


Yugi bangun dari tempat duduknya tanpa menghabiskan sisa makanannya ia meninggalkan teman-temannya.


"Dih.. bang Yu kabur"


Tha nyengir melihat kelakuan sahabatnya itu.


Opik melongo melihat kepergian Yugi.


"Lah main tinggal aja dianya, udah bayar belom tu anak?"


Semua mengangkat bahu lalu serempak menunjuk Opik sebagai penanggung jawab makanan Yugi. Pemuda itu hanya bisa menghela napas.


"Ting..."


Suara notif hape Opik berbunyi. Pemuda itu lalu membuka layar hapenya dan membaca ini pesan itu.


Yugi : Woii.. buruan sini susul saya


Opik : Dih... ngapain? Bukannya lu tadi mau pulang duluan?


Yugi : Itu dia saya mau nebeng, sini cepetan..


Opik : Asem ni anak jadi beneran kata Tha lu melarikan diri?!


Yugi : Ish.. ndak liat apa pandangan Nana ke saya dah kek burung hantu serem tau..?!


Opik : Sokooor..., Lagi aja tepe-tepe ke semua cewe-cewe


Yugi : Ish.. ndak setia kawan emang ni anak

__ADS_1


Opik : Ogah.. pulang aja sendiri


Yugi : Ish... sialan.. patah hati saya sama kamu


Opik : Ish... kampret.. najiss gue sama lu


Yugi : Ish ngeseliiin..


Perdebatan yang tiada guna dan tiada habisnya antar dua lelaki itu.


Sementara itu para sahabat masih menghabiskan jajanan mereka.


"Anty ke mall yuk?! Bosen nih.."


Ajak Ara.


"Boleh aku juga lagi bosen"


Nana menimpali.


"Boncengin aku ya, kestria baja hitamku lagi diservice".


Tha memasang wajah memelas.


"Neng juga nebeng ya"


"Lah.. tadi kamu kesini naek apa An?"


Tanya Nana penasaran.


"Bareng Jojo, tapi dia udah pulang duluan mau revisi bahan makalah katanya"


"Cieee... makin nempel aja ni"


Jess begitu bersemangat menggoda Anty.


"Jadi waktu ngantri ngambil ijasah dulu berhasil dong deketin Jojo dan minta nomernya?"


Tanya Tha yang ikut menggoda Anty.


"Yupp, wkwkkwkwk"


"Ikut dad... dari pada disini sendiri"


"Malu ah.. masa iya laki sendiri?"


Ujar Opik sambil mengotak ngatik hapenya.


Opik : Anak-anak mau ngemall, gue di ajak.. asik paling ganteng sendiri gue...hehehe


Yugi : Sialan.. jangan ikut kamu! Sini saya masih nungguin di parkiran


Opik : Ogah!!


"Gapapa lagi, untung dong sendiri gandeng kita-kita ini"


"Ayo lah daddy itung-itung sekalian jagain kira-kita juga"


Ajak Nana


"Ya udah.. ikut deh"


Opik : Bye.. gue pergi dulu bareng ciwi-ciwi ya..


Yugi : Sialan.. kampret butek! Jangan pergi lu!!


Opik tidak membalas pesan terakhir dari Yugi.


Mereka pun menuju parkiran dan mendapati Yugi sudah duduk di motor Opik.


"Turun ga lu, ngapain nangkring di motor gue?"


"Ish.. biariiiin..., Kalian mau kemana saya ikut?!"


"Lah.. tadi katanya ga enak badan?"


Ungkap Jess.


"Iya nih bang Yu. Bener kan berarti tadi kabur?"


Tha menatap penuh selidik.


"Ish sembarangan.. badan saya udah agak mendingan. Mungkin karena kurang gerak jadi lemes. Makanya mau ikutan kalian aja"


"Wkwkwkkwk bisa aja ngelesnya"

__ADS_1


Jess tertawa ngakak.


"Ish... si njess demen kalau saya sengsara"


"Awas ya peluk-peluk gue kalau boncengan"


Opik bergidik nyeri mengingat tempo hari dipegang pinggang nya oleh Yugi.


"Ish... sialan nih anak. Saya masih doyan wanita. Itu karena kamunya ngebut jadi saya takut jatuh"


Mereka pun beramai-ramai pergi merefreshingkan diri.


*****


Beberapa hari setelah peristiwa itu Yugi berbaikan dengan Nana.


Dia berjanji tidak akan mendekati si kembar yang merupakan sepupu jauh Nana.


Di siang hari sebuah notif pesan masuk berdenting tiada henti.


" Ting... ting..."


Ceta : Ini 2 orang sengaja kek nya mau bales dendam ya..



Nana : Cetaaaa... akhirnya lu nongol jugaaa..?! Ga sengaja Ceta bener. Apa kabar kamunya jarang online tapi kadang nongol di game.


Ceta : Gua baik aja markona.... Lu gimana?


Nana : Aku seperti biasa..


Yugi : Bohong sengaja itu kitakan janjian mau serang desamu. Eh... pasutri udah isi belom?


Nana : Dih yang di atas mungkin iya sengaja..


Ceta : Belum lah...kan fokus kuliah dulu.


Yugi : Dih mau mandi dulu lah.. gerah saya


Opik : Heleh giliran kosong berani nyerang lu, liat ntar gue bales.. gue intai ntar kalo lu bangun desanya.


Yugi : Ngapain ngintip ihh... kita kan sejenis..


Opik : Heleh...siapa juga mau ngintipin lu, Najis gue..!


Akhirnya notif berhenti juga namun beberapa saat kemudian.


Jess : Ketinggalan


Tha : Ketinggalan


Yugi : Ketinggalan(3)


Opik : Ke awalan


Nana : Lah tadi pamit mandi, hape di bawa mandi ya..


Anty : Ketinggalan (4)


Begitulah jika kira-kira isi chat grup ketika mereka pada gabut.



Notes : visual yang tampil hanya untuk melengkapi imajinasi reader saja, bukan berdasarkan real ya🙏


Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like 👍


* Komen


* favorit ❤️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih 🤗


*Baca juga Cintai Aku Seikhlasmu , bagi yang suka kisah yang menyesakkan dada 😂.


* Dream Destiny, kisah romansa istana.


Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2