Bukan Soulmate

Bukan Soulmate
Episode 9


__ADS_3

Malam itu rumah Opik ramai didatangi teman-temannya. Mereka berkumpul dalam rangka menjenguk Opik yang baru saja keluar dari rumah sakit.


Para sahabat itu datang dengan membawa beberapa bungkus kantong sebagai buah tangan untuk menjenguk orang yang sakit.


Sekantong penuh Tha membawa bingkisan snack.


Jess dan Nana membawa 7 bungkus nasi padang.


Anty datang membawa 10 bungkus saset teh sisra.


"Apaan ni Anty, masa sasetan"


Yugi menunjukkan es yang di bawa Anty.


"Lebih hemat dong bang"


Jawab Anty santai.


Lalu Yugi membuka kantung plastik bawaan Tha.


"Kuaci? Kuaci? , Kuaci lagi..?!"


Kantong lalu di tumpahkan oleh Yugi.


"Kuaci semua Tha? Apaan ini..."


Yugi melongos.


"Biar lama makannya bang"


Jawab Tha sekenanya.


"Harapan saya tinggal bawaan si Jess sama Naku ini"


Yugi meraih nasi bungkus yang di bawa oleh kedua gadis itu. Segera ia membuka karena sedari tadi perutnya sudah keroncongan.



"Astaga...."


Yugi ternganga melihat lauknya.


"Abang nggak bersyukur deh.."


Tha melirik Yugi yang terlihat tak bersemangat.


"Alhamdulillah.. terima kasih semuanya. Atas ke ikhlasan nya"


Yugi melahap dengan nikmat nasi bungkus itu hingga bersih. Pemuda itu pun akhirnya merasa kenyang dan mencuci mulutnya dengan makanan penutup kuaci.


"Jadi kok bisa Daddy sampai anemia padahal kan daddy sering jaga stamina?"


Tanya Nana penasaran.


"Gara-gara anu..., tadi malem itu mati lampu terus hujan lebat, terus saya kerumah Opik. Nah disitu saya liat Opik lagi tertidur lelap. Satu-satunya selimut lagi dia pakai. Ya sudah... saya menyelinap kedalamnya. Terus paginya Opik muntah-muntah.. jadi ndak Fit saya yang bawa motor. Lah.. malah di tabrak ibu-ibu nyebelin ihh... "


Yugi lalu menceritakan awal mula ia masuk ke dalam selimut Opik. Hingga insiden tabrakan yang mereka alami.


Opik menyikut lengan Yugi dan berbisik.


"Kok ibu-ibu? Bukannya kamu bilang cewek cakep bahkan ngasi nomer hape juga ke kamu?!"


"Ssttt... ndak liat apa kamu ada Naku, jangan buat saya mati berdiri ish..!!"


" Lah.. jadi tadi malem daddy sama bang Yu tidur bareng?"


Tanya Jess menahan tawanya.


"Hooh"


Dengan santai nya Yugi menjawab.


Opik hanya berdecak kesal karena Yugi terus mengingatkannya akan mimpi apesnya. Mereka pun tertawa mendengar cerita Yugi.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..." (Serampak menjawab)


"Eh.. udah pada ngumpul, aku telat ya..?"


"Nggak kok Ra belum lama juga kita nya. Masuk Ra duduk sini?!"


Nana mengajak Ara duduk di lantai di depan Tv bersama-sama dengan mereka.


Tha yang melihat Ara membawa kantung plastik menjadi penasaran dengan isi kantong itu.


"Bawa apaan Ra? Harum banget..."


Jess dan Anty ikut mengendus aroma yang keluar dari kantung plastik yang di bawa Ara.


"Wanginya...."


Anty tergiur dengan aroma makanan yang keluar dari kantung itu.

__ADS_1


"Hooh"


Jess menambahkan.


"Ini.. aku bawain ayam goreng. Tadi umi masak lebih. jadi aku bawa aja. Kalian dah pada makan belom?"


"Dih... telat! Kenapa ndak dari tadi sih?!"


Yugi terlihat kesal, pasalnya ia baru saja selesai makan dengan lauk seadanya.


"Abang nggak bersyukur..."


Tha melirik tajam Yugi.


"Ish.. seram Tha..., iya alhamdulillah.. makasih Ara. Fik nasi mu masih ada ndak..?"


"Dih.. belum kenyang juga?"


Opik melongo melihat ke arah Yugi.


"Dikit aja Fik... nemenin si ayam ini, kasihan.."


"Alasan...Liat aja di dapur ada nggak. Ambilin sekalian gue air putih yug?!"


🎶yamet kudasi.. yamet kudasi bang yamet parake dasi. Ara kimochi.. ara kimochi bang ara parake peci..


Semua pada nyari hape yang berdering dengan lagu itu.


Opik merogoh kedalam tas Yugi karena ternyata yang berdering adalah hapenya.


" Lah.. hape bang Yu?!"


Tanya Tha.


"Siapa dad?"


Tanya Jess penasaran.


"Nggak tahu juga, ini namanya disini wewek gombel"


Opik menunjukkan layar hape Yugi ke hadapan mereka.


"Hah?! Ih.. serius loh.. namanya wewek gombel"


Kata anty sambil terkekeh.


"Angkat coba dad?!"


Nana meminta Opik menjawab hape yang sedari tadi berdering.


"Hallo.. abang, kapan mau antar salep lukanya. Aku udah nungguin dari tadi nih?!"


"Hah... salep??"


"Iya salep, bukannya abang dah janji mau ngobatin luka aku?"


"Kenapa dad?"


Nana jadi penasaran namun Opik memberinya kode untuk diam sejenak.


"Oh.. maaf, pemilik hape ini lagi ke warung ntar saya sampaikan deh?"


"Loh...ini bukan abang yang tadi?!"


"Bukan?!"


"Tut.. tut.. tut... tut..!"


"Lah... main matiin aja"


"Minta anter salep, panuan mungkin"


Jawab Opik enteng.


"Alhamdulillah... kenyang juga"


Yugi baru saja keluar dari dapur dan kembali duduk bersama teman-temannya.


"Hape lu bunyi Mo, itu nada dering nggak ada yang lebih jelek apa?!"


"Ish.. kan lagi ke kinian ini"


Yugi meraih hape nya dan melihat nama wewek gombel disana.


"Wewek gombel siapa?"


"Ini tante saya cerewet orang nya makanya saya kasi nama wewek gombel. Emang tadi dia nelpon bilang apa?"


"Nanyain lu kapan nganter salepnya?"


"Hah... mam*pus saya. Lupa?!"


Pinjem motor mu sebentar Fik... saya anter salep dulu".

__ADS_1


"Motor daddy nggak rusak?"


Tanya Jess.


"Ndak.. cuma lecet aja. Saya pergi dulu ya?"


Yugi segera mengambil kunci motor Opik dan dan pergi mengantarkan salap luka yang telah di belinya saat di RS.


Setengah jam kemudian Yugi datang dengan tubuh bergetar dan pucat. Para sahabatnya terkejut melihat keadaan Yugi. Mereka pun memberikan Yugi minum air putih untuk meredakan wajahnya yang kelihatan syok berat.


Flash Back On


Sesampai di alamat yang di berikan oleh sang cewek, pemuda pun mengetuk pintu rumahnya.


"Tok.. tok.. tok.. Assalamualaikum...?!"


"Waalaikumsalam... oh abang yang tadi masuk bang"


"Eh iya..."


Yugi pun malu-malu masuk kedalam rumah cewek itu.


Ia memperhatikan seisi ruangan.


"Nggak ada orang bang, aku cuma sendirian aja tinggal disini"


"Loh... pada kemana emangnya?"


"Aku merantau bang disini. Keluarga ku semua dikampung. Salep nya mana bang?"


"Oh.. ini!"


Yugi mengeluarkan salep dari dalam tas nya.


"Olesiiin...."


Pinta cewek itu manja.


Yugi yang bagai ketiban durian runtuh tentu saja merasa senang bukan main. Jantungnya langsung berdebar-debar saat mendengar kata di olesin.


"Emang nya ndak apa-apa? Ntar ada yang marah ke saya?"


Yugi terlihat ragu, namun dalam hatinya ini merupakan kesempatan yang langka.


"Nggak ada yang marah kok.."


Jawab cewek itu manja.


"Ndak bisa oles sendiri ya?"


"Susah abang... sakitnya tuh disini"


Cewek itu membuka sedikit bajunya terlihat lebam biru di pundak nya sebelah kanan.


Jantung Yugi semakin deg-degan melihat pundak mulus yang membuat kupingnya memerah. Perlahan dengan tangan bergetar Yugi mengolesi pundak sang cewek.


Tiba-tiba sang cewek berbalik badan dan menimpa Yugi hingga lelaki itu terbaring di sofa. Wajah Yugi langsung berubah merah, debaran jantungnya kian menjadi seakan-akan jantung itu ingin keluar dari tubuhnya.


Kucing mana yang tidak senang bila di beri umpan ikan. Lelaki itu tampak pasrah dengan suka rela bila ia mendapat perlakuan pencabulan oleh si cewek.


Saat Yugi mulai merasa getar-getar sensasi tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang aneh di bawah sana. Sesuatu yang mirip dengannya. Dan sesuatu itu semakin terasa. Yugi langsung mendorong tubuh sang cewek hingga terpental ke lantai.


"Lu batangan?!!"


Dengan santainya si cewek tersenyum menggoda dan mencoba memeluk Yugi.


"Astagfirullah... lepasin ndak!!"


Yugi mencoba melawan dengan sekuat tenaga dan berhasil. Cewek itu kembali terjungkal dan mengerang kesakitan pasalnya Yugi membalikan kursi sofa hingga menimpa dirinya. Pemuda itu bergegas mangambil tas lalu menaiki motornya dan pergi meninggalkan tempat kejadian.


"Sialan!! Ketipu gue!! Cewek jadi-jadian rupanya. Apes..!!"


Yugi mengumpat sepanjang jalan.



Notes : visual yang tampil hanya untuk melengkapi imajinasi reader saja, bukan berdasarkan real ya🙏


Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like 👍


* Komen


* favorit ❤️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih 🤗


*Baca juga Cintai Aku Seikhlasmu , bagi yang suka kisah yang menyesakkan dada 😂.

__ADS_1


* Dream Destiny, kisah romansa istana.


Terima kasih 🙏


__ADS_2