Bukan Soulmate

Bukan Soulmate
Episode 10


__ADS_3

Ada anak baru di kostan Yugi, lebih tepatnya ia tinggal disebelah kamar Yugi. Namanya Hariadi, ia baru saja mendapat pekerjaan sebagai kurir pengantar paket. Pemuda itu memilih ngekost agar tidak jauh pergi bekerja dari tempat tinggalnya.


Beberapa hari setelah kepindahan pemuda itu, Yugi mulai jarang menjambangi rumah Opik. Opik yang awalnya tidak peduli dengan tidak adanya Yugi yang selalu datang bagai jelangkung, kini perlahan merasa ada yang kosong dan hilang dalam hidupnya.


Sesekali Opik mengintip ke arah kamar kost Yugi. Terdengar gelak tawa suara Yugi dengan seseorang di seberang sana. Opik merasa jenuh dengan kesendiriannya. Ia lalu mencoba untuk ikut membaur bersama mereka. Opik pun melangkahkan kakinya menuju kamar Yugi.


Tiba di depan pintu Yugi, Opik hanya berdiri tanpa suara. Pintu yang tertutup rapat itu terdengar sunyi setelah riuh tadi. Tangan Opik bersiap mengetuk pintu. Jarinya hampir mengenai pintu itu namun ia tersentak ketika samar-samar terdengar suara wanita di dalam sana. Merasa tidak yakin dengan apa yang ia dengar, Opik pun menempelkan telinganya pada dinding pintu itu.


Mata Opik membulat, telinganya memerah bahkan rona wajahnya ikut memerah.


Kampret nih orang.. siang-siang merusak anak gadis orang!


Opik mengurungkan niatnya, lalu kembali kerumahnya.


Keesokan harinya, Opik berangkat kuliah tanpa dibarengi dengan Yugi. Di kampus Opik pun bertemu dengan para sahabatnya. Mereka reka mengikuti mata kuliah hingga selesai. Setelah itu, jam istirahat baru lah mereka duduk di bawah pohon rindang sambil menunggu mata kuliah berikutnya.


"Bang Yugi nggak kuliah hari ini?"


Tanya Anty sambil mengotak ngatik hape nya.


"Kemarin juga nggak"


Sela Tha.


"Hooh ntar susah loh kalau kehadiran kurang"


Jess menimpali.


Opik diam saja sambil membaca buku catatannya.


"Daddy nggak tahu kak Yugi kemana?"


Tanya Anty.


Opik hanya mengangkat bahu.


"Iya biasanya juga berdua"


Jelas Ara.


"Apa lagi berantem sama bang Yu?"


Tha berkata sambil melirik ke arah Opik.


Mendengar Tha berkata demikian yang lain juga ikut melihat ke arah Opik dengan rasa penasaran.


"Beberapa hari ini dia memang jarang kerumah. Mungkin ada keperluan lain"


Opik menjawab sekenanya.


"Tumben.. bang Yu jauh dari daddy. Biasanya juga berdua mulu"


Ungkap jess sambil mencomot snack kacang milik Nana.


Opik hanya bisa diam. Ia tidak mungkin menceritakan bahwa Yugi sedang lagi ngerjain anak orang.


"Eh.. gimana kalo pulang kuliah ini kita nyamperin kostan bang Yu"


"Boleh juga, di depan rumah daddy kan kostan nya"


Hah... mati lu Yug, anak-anak pada mau nyamperin lu. Semoga aja lu lagi bener, nggak lagi sama anak orang.


Pikiran Opik melayang kemana-mana.


"Kenapa susah-susah ih.. kan ada hape tinggal chat aja kan"


Ujar Nana sambil menyedot ice moccacapucino nya.


"Wkwkwkkwk iya kan ada hape ya"


Jess terkekeh.


"Tapi di wag juga bang Yu nggak ada komen-komen loh.. kita ngobrol apa pun dia nggak muncul"


Ungkap Anty.


"Masa sih?"


Tanya Tha heran.


Mereka pun melihat ke layar hape masing-masing.


"Eh... iya bener loh, malah belum di baca sama bang Yugi"


Kata Jess.


"Jadi kita samperin aja ni ya ntar selesai kuliah?"


Ajak Tha.


"Ya udah samperin aja"


Jawab Jess dan mendapatkan anggukan dari Anty.

__ADS_1


"Mbul..kamu ikut nggak?"


Tanya Anty.


"Terserah aja...aku ngikut aja"


Jawab Nana santai.


"Kamu gimana sih sama bang Yu, pacaran nggak sih kalian malah kayak orang asing begitu?!"


Tanya Tha.


Perkataan Tha membuat Nana terbatuk-batuk.


"Ish.. udah jadian mereka masih di tanya juga. Tapi ya gitu.. mereka nggak ada mesra-mesranya"


Ungkap Opik nyengir.


Tha dan Jess terkekeh mendengar ucapan Opik.


"Daddy iihh...?!"


Nana cemberut mendengar perkataan Opik.


"Lah.. tapi benerkan?"


Tanya Opik memastikan.


Nana memilih menyedot minumannya hingga tandas sambil melihat ke arah lain. Para sahabat tertawa melihat kelakuan Nana.


"Ara mana?"


Tanya Jess yang merasakan kurangnya kehadiran seseorang.


"Ara nggak masuk dia hari ini. Katanya lagi nggak enak badan"


Jawab Anty sambil mengotak ngatik hape nya membalas pesan si Jojo.


"Lah...Ara sakit?!"


Jess sedikit kaget.


"Sstt... lagi pms"


Bisik Anty ke Jess.


"Oh...hehehe"


Siang itu, setelah mengikuti kegiatan perkuliahan hingga selesai mereka memutuskam untuk mendatangi kostan Yugi. Tiba disana Nana dan Anty mengetuk pintu kostan Yugi sedangkan yang lain menunggu di rumah Opik.


"Tok...tok..tok!!"


"Assalamualaikum..."


"Kemana sih nih orang?"


Gumam Nana yang tedengar oleh Anty didekatnya.


"Apa di gosok atau di elus-elus aja ini pintu mbul.. kali aja dia keluar"


Ujar Anti sekenanya.


"Emang nya dia om jin? Di gosok terus keluar"


"Heheheh... kali aja"


"Nggak ada orangnya, mereka lagi keluar kayaknya"


Jawab seseorang laki-laki yang keluar dari pintu kamarnya yang berdekatan dengan kamar Yugi.


Keberadaan lelaki itu yang muncul tiba-tiba mengagetkan Nana dan Anty.


"Oh.. kemana ya bang?"


Tanya Anty penasaran sambil memperhatikan wajah dan postur tubuh lelaki itu dengan seksama.


"Nggak tahu juga ya, udah dari tadi sih keluarnya"


"Oh....makasih deh bang. Yukk...?!"


Anty lalu menggandeng lengan Nana mengajak gadis itu pergi meninggalkan kostan Yugi.


Lelaki itu pun kembali masuk ke kamarnya.


Tiba di rumah Opki Anty dan Nana langsung duduk bersama teman-temannya.


"Mana bang Yu?"


Tanya Tha sambil mengunyah snack yang tadi di belinya.


"Nggak tahu, dia nggak ada di kostannya"


Jawab Anty sambil mencomot snack Tha.

__ADS_1


"Paling bentar lagi dia balik"


"Kok tahu dad?"


Tanya Anty penasaran.


"Iya lah...pasti daddy sering ngintipin dari jendela sini kan?"


Jelas Tha menunjuk ke arah jendela yang ada di dekat mereka.


"Wkwkwkwk....daddy sering banget berarti ngintipin bang Yu. Kamu harus hati-hati loh Na?!"


Jess tergelak ketawa.


"Ihh.. apaaan kok aku di bawa-bawa"


Nana menghindari dari perkataan Jess.


"Dih... si mbul, pura-pura ntar dicuekin status nya galau mulu"


Anty nyeleneh.


Tak berapa lama gelak tawa mereka terhenti ketika mendengar suara motor yang datang dari luar.


Tha mengintip ke jendela.


"Nah tu bang Yu, lah.. sama cewek?!"


Anty dan Jess lalu mengikuti Tha melihat ke jendela.


"Lah... iya"


Jawab Jess yang langsung beralih melihat ke arah Nana.


Gadis itu merasa tidak enak dengan Nana.


Jess Anty dan Tha saling berpandangan juga melihat ke arah Nana. Tha hanya bisa mengangkat bahunya yang artinya aku nggak tahu harus gimana, karena tatapan mata Anty dan Jess secara tidak langsung menanyakan ''bagaimana ini'', Tetapi yang di tatap terlihat santai dan menghabiskan camilan Tha.


"Lah... snack gue ludes?!"


Beberapa waktu kemudian setelah merasa yakin Nana baik-baik saja mereka pun akhirnya memutuskan untuk mendatangi kamar Yugi sekali lagi.


Nana yang tadinya tidak mau ikut, dipaksa oleh semua temannya akhirnya mau tidak mau ikut juga.


Langka kaki yang perlahan sengaja mereka lakukan agar tidak terdengar oleh Yugi dan warga kostan.


Sesampainya di depan pintu kamar Yugi, Opik meletakkan telinganya ke pintu itu. Kembali ia mendengar suara yang sama seperti kemarin. Opik mundur kebelakang dari teman-teman nya. Kuping dan wajahnya berubah memerah.


Tha yang menyadari perubahan wajah Opik merasa curiga lalu mendekatkan telinga ke pintu. Mata Tha terbelalak, mulutnya ternganga mendengar samar-samar suara yang berada sana. Melihat Ekspresi Tha, Jess dan Anty ikut menguping di pintu kamar Yugi.


"Oh... ahh.. ah.. "


Jantung mereka berdetak cepat, keringat dingin mulai keluar dari pori-pori. Mereka saling pandang, tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Jess, Tha, dan Anty saling pandang mereka pun mengangguk bersama lalu berteriak..


"Kebakaran... kebakaran..!!! "


Opik dan Nana terkejut melihat tindakan yang di lakukan Tha, Jess, dan Anty. Seluruh penghuni kost kelabakan dan panik mereka bergegas keluar kamar menyelamatkan diri mereka dan barang berharga masing-masing. Kegaduhan pun terdengar dimana-mana.


Tak terkecuali Yugi, pemuda itu pun terlihat panik saat membuka pintu kamarnya. Dan lebih terkejut lagi semua sahabatnya berdiri di depan pintu kamarnya.


Tha, Jess, Anty yang melihat pintu terbuka segera melihat ke dalam kamar yang ternyata hanya ada Yugi dan Hariadi teman kostnya. Lalu Tha melihat ke arah TV yang sedang menyala. Gadis itu terdiam, melongos tak percaya dan berkata...


"Hah... bokep?!!"


Flash Back On


Yugi dan Hariadi tiba di kostannya setelah keluar mencari makan.


Hariadi langsung masuk kedalam, Yugi menyapa tetangga kamarnya Dila yang baru saja pulang dari belanja. Bawaan Dila begitu banyak Yugi merasa kasihan terhadapnya. Lalu pemuda itu mencoba membantu Dila.


"Berat Dil.. sini saya bantu bawain?! "


"Oh.. Yugi,. makasih ya. Ia nih berat banget"


Gadis yang bernama Dila itu memberikan separuh belanjaan nya untuk di bawakan oleh Yugi. Mereka pun masuk ke dalam kostan bersama-sama.


Flash Back Off


Beri dukungan untuk aku dong😘


* Like πŸ‘


* Komen


* favorit ❀️


*Rate⭐⭐⭐⭐⭐


*Hadiah


*Vote, Terima kasih πŸ€—


*Baca juga Cintai Aku Seikhlasmu , bagi yang suka kisah yang menyesakkan dada πŸ˜‚.

__ADS_1


* Dream Destiny, kisah romansa istana.


Terima kasih πŸ™


__ADS_2