
Setelah beberapa hari mereka yang tinggal sekamar dengan Hasan mulai tidak akur.
Debri yang merasa terganggu saat tidur dekat om Aiman yang hampir setiap malam menghabiskan waktunya bermain game. membuat kebisingan di telinganya.
Rupanya Hasan tidak menyadari kalau om Aiman sering teriak teriak saat malam hari, karena ia tertidur pulas setiap malam karena kelelahan.
mendengar ada keributan di sebelah kamarnya Fazar mengajak Debri tidur sekamar dengannya, karena ia sendirian.
Dikamar Fazar sangat tenang. tidak ada suara gaduh lagi Bahkan mereka tidak saling tegur sapa setelah pulang kerja hanya tidur dan bangun setelah itu bekerja.
Debri merasa kesepian setiap malam merasa kosong. Sebenarnya Debri selalu memulai percakapan dengan Fazar, namun Fazar hanya diam tidak menyahut sapaan Debri.
Debri yang mulai jenuh, menerobos masuk kekamar Hasan dan Om iman.
Hasan dan Om iman hanya sibuk dengan ponselnya masing masing juga tidak menghiraukan Debri. Merasa tidak di hiraukan ia mulai usil.
Saat asyik bermain gamenya Om iman d kagetkan dengan tingkahnya Debri yang bernyanyi nyanyi sambil melompat dan menari nari. Om iman marah dan langsung memukul Debri terjadi perkelahian d ruang kamar Hasan. Hasan di penuhi busa bantal yang berhamburan di sekujur tubuhnya karena menghentikan perkelahian mereka.
Hasan yang bingung dengan tingkah anak anak karyawan disini. Ia hanya termenung dan takut menceritakannya kepada yang lain.
Hasan membawa bantalnya dan tidur di ruang dapur tanpa alas. ia tidak perduli dengan pertengkaran yg ada setelahnya.
Beberapa saat kemudian Debri juga membawa bantalnya ke dapur dan berbaring di samping Hasan. Debri mulai bercerita tentang persahabatannya dengan om Aiman.
Hasan terkejut mendengar cerita dan persahabatan mereka yang sudah terjalin lama dan sangat dekat.
__ADS_1
Hasan merasa heran kenapa mereka sampai beradu tinju di kamarnya. Hasan hanya terdiam mendengar cerita dari Debri.
Beberapa saat kemudian terdengar suara tepak kaki d kegelapan dapur. cerita terhenti beralih jendre menjadi terasa horor.
Terdengar suara kompor meletik dan api menyala. mereka berdua memalingkan wajahnya kearah kompor di balik jendela bar.
"tidak ada orang. kenapa kompor menyala san?." sambil berbisik kepada Hasan.
Hasan mendekat kearah api menyala, terlihat sosok berambut panjang sebahu tidak mengenakan pakaian hanya bersempak dan penuh bulu d sekujur tubuhnya.
Terlihat sedang memainkan wajan dan sepatula di ayunkannya seperti sedang mengaduk. Di kegelapan terlihat samar samar.
Debri yang merasa takut berteriak kencang. Hasan yang terkejut dengan teriakan Debri juga ikut berlarian keluar ruangan.
mereka saling bertabrakan.
Hasan tergeletak keskitan, Debri tidak sadarkan diri. Hantu berambut panjang juga tergeletak dilantai.
Setelah beberapa saat kemudian karena mendengar suara bising di dapur datang pak Adi ke area dapur dan menyalakan lampu.
"Apa yang kalian lakukan di dapur jam segini?tanya pak Adi.
Hasan bingung mau jawab apa.
Hantu berambut panjang terbangun dari lantai.
__ADS_1
"Mereka ini teriak teriak sambil berlarian, aku yang terkejut juga berlarian. yaa, begini jadinya pak tabrakan beruntun. " ujar Hantu
yang ternyata itu mas Bima yang kelaparan.
Rupanya ia terburu dan tidak mengira ada orang di dapur karena itu ia tidak berpakaian.
Susana berubah menjadi lucu saat pak Adi tertawa lepas melihat Bima telanjang di dapur. Hasan ikut tertawa karena pak Adi dan terlupa akan keadaan Debri yang tidak bangkit dari tempat ia tersungkur.
Bima yang merasa malu berlarian menuju kamarnya.
Akhirnya Debri dibawa masuk ke kamarnya di tandu Hasan.
Ke esokan Harinya setelah Debri terbangun dari tidurnya. ia mulai mendekati Hasan dan berbisik kepada Hasan di ruang dapur.
" apa hantu semalam menghilang san? tanya Debri.
"Aku dan pak Adi sudah menangkapnya dan menggorengnya seperti ayam krispi" ujar Hasan sambil menoleh kearah pak Adi.
"oii Bima. apa kamu lihat hantu semalam bikin nasi goreng" pak Adi melirik ke arah Bima.
Bima hanya diam dan merasa malu.
Pak Adi terus tertawa terbahak bahak.
Debri kebingungan dengan pernyataan Hasan dan yang lain. ia memalingkan langkahnya dan keluar ruangan dapur sambil bergumam di hatinya. Ia jua berniat untuk melupakan kejadian semalam.
__ADS_1