
Sepulang kerja Hasan hanya tidur. Tidak ada kegiatan lain yang ia lakukan karena bekerja di resto itu sangat melelahkan. Sesekali ia sempat kan menelpon ibunya untuk menanyakan kabar.
Ke esokan harinya.
Pagi yang cerah. Hasan kesiangan terbangun oleh suara bisikan di telinganya.
''sayang bangun'' .Dengan mata sipitnya Hasan hanya membuka matanya sedikit. Ia terkejut di hadapan nya ada Nina.
''apa ini mimpi'' ucap hasan.
''berhentilah bermimpi, cepat mandi sana banyak ikan datang''ujar Nina
''jam berapa ini'' dengan nada slow masih mengantuk(Hasan).
Hasan melihat kearah ponsel Nina. Ia langsung melompat membawa sehelai handuk.
''Jam 9, jam 9. astaga astaga'' mulutnya mengumpat sambil berlari. ia bergegas tidak membawa sabun dan terburu buru menyelesaikan mandinya.
Tanpa Hasan sadari Nina menunggu di depan kamar mandi Hasan..
''Duaaaarrt''
Hasan mendorong kuat pintu.
Nina terkejut dan berteriak. Mereka berdua terkejud ..
''UAAAAAAAA''..
Hasan berteriak karena Nina berteriak.
__ADS_1
Nina tak sengaja melihat senjata Hasan karena handuk Hasan terjatuh saat baru keluar kamar mandi. wkwkwkw
Hasan segera mengambil handuknya dan menutupi senjata rahasianya.
''kau liat apa? pecutss...''ujar Hasan
Nina memalingkan wajah nya dan pergi ke arah resto sambil berlari yang tidak jauh dari mess.
Hasan segera masuk kekamarnya kembali dan berpakaian. Terburu buru masuk gudang. Kepala koki sudah di ruangan.
''Maaf pak saya kesiangan bangun'' sambil membungkukkan kepalanya di depan kepala koki.
''Jangan di ulangi lagi'' ujar kepala koki
''iya pak''.Hasan membungkukan kepalanya.
Setelah urusan gudang beres. Hasan kembali kedapur dan melakukan hal yang ia biasa lakukan.
''Bagaimana pekerjaanmu pagi ini'' ucap Nina sambil memegang lengan Hasan.
''Aku merasa tidak sehat''
''Apa kamu sakit''
''Tidak, aku hanya. . . Banyak melalukan kesalahan''.
Nina bergerak meninggalkan Hasan dan mulai mengobrak abrik bar. Ia menyalakan mesin blender. Tidak lama kemudian.
''Minum lah, aku buatkan jus melon untukmu''
__ADS_1
Hasan terhenti dengan pekerjaannya. Ia menatap heran ke wajah Nina.
Perhatian dan kebaikan Nina sangat membingungkan Hasan.
''Siapa dia sebenarnya. Kenapa ia baik kepada ku. Apa yang direncanakannya.'' Hasan bergumam didalam hatinya dan hanya memandangi Nina.
Hasan menghabiskan jus yang dibuatkan Nina. Nina kembali ke depan karena ada orderan.
Waktu kerja berakhir. Para karyawan bersiap clear up dan ingin bergegas pulang. Bukannya bersih bersih,Nina mendekati Hasan dan mengajaknya makan di depan sebelum pulang ke mess.
Makanan tersusun rapi dan piring Hasan sudah disiapkan. Nina melambai dari kejauhan. Hasan mengacuhkannya ia menuju mosula resto dan shalat disana.
Setelah selesai shalat, Hasan menuju ketempat Nina duduk.
''Kamu lama sekali, keburu dingin nasinya''ucap nina.
''Aku suka nasi dingin''. ujar Hasan
Nina cemberut memandangi wajah Hasan.
Mereka makan bersama. Kelihatan sangat mesra dan harmonis dari kejauhan mereka dipandangi karyawan yang masih belum pulang.
''Apa mereka pacaran'' ujar seorang karyawan yang mengintip dibalik pot bunga sintetis besar.
Kabar cepat menyebar di group setelah dibagikan foto mereka makan dengan gaya suap suapan di media.
Keesokan harinya. Teman teman Hasan mendekatinya dan bertanya.
''Apa benar ini san,( sambil menunjukan foto mereka makan kemaren)."
__ADS_1
''Aku hanya berteman dengan Nina''ucap hasan.
Sedangkan di lain tempat Nina juga di datangi teman temannya. Namun ia memberikan jawaban yang berbeda. Ia mengaku sudah berpacaran dengan Hasan.