BUNGA AMPLANG

BUNGA AMPLANG
Siapa benar siapa salah


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu. Hasan dan Nina sering ngobrol berdua, makan bersama menuai banyak kontroversi


Ada yang senang melihat mereka bersama dan ada pula yang tidak menyukai kalau mereka selalu mesra.


Fazar rupanya juga menyukai Nina, namun ia selalu menyimpan perasaannya karena malu. Ia selalu mengganggu Hasan dan Nina saat bersama.


Mba Winda(asistan koki) yang tidak pernah tegur sapa dengan Hasan juga mulai mendekati Hasan.


''San, kamu suka sama Nina''?tanya mba Winda.


''Sebenarnya aku menyukainya, Nina baik'' ujar Hasan.


Mba winda bercerita banyak tentang masa lalu Nina. Sepertinya bertolak belakang dengan yang dipahaminya saat ini tentang Nina.


Hasan mulai bimbang dengan pernyataan teman temannya yang berbeda.


Hasan bertekad menyelidikinya sendiri. Ia tidak mau salah mengambil keputusan untuk menentukan mana yang benar.


Akhir akhir ini Nina cuek kepada Hasan. Sebenarnya Hasan menunggu candaan Nina, namun sudah beberapa hari Nina tidak ke dapur. Ia berhari hari hanya didepan dan tidak menjawab sapaan dari Hasan.


''Nin, Ninaaa ..Hey kamu kenapa?ucap Hasan


Nina bahkan tidak mau melihat kearah Hasan hanya fokus pada pekerjaannya.

__ADS_1


''Kenapa dia'' gumam Hasan.


Rupanya Nina cemburu melihat Hasan dengan mba winda mengobrol. Hasan juga sering membantu mba winda dan shalat berjamaah bersama. Hasan tidak menyadarinya.


Saat duduk ditangga setelah selesai Shalat Hasan mendekati Nina dan duduk disampingnya.


''Kamu kenapa cuekin aku trus?'' tanya Hasan menatap serius ke Nina.


''Kenapa kamu selalu baik kepada wanita'' ujar Nina


''Aku baik kepada semua orang yang baik kepadaku''ucap Hasan.


''Tapi mba Winda bukan orang baik'' ujar Nina.


Hasan meninggalkan Nina ke dapur. Nina mulai menampakan wajah cemberutnya lagi.


Dibalik kebingungannya Hasan. Ia memutuskan untuk tidak berteman dengan wanita yang ada disekitarnya. Ia hanya fokus di dapur dengan pekerjaannya. Hasan tidak lagi keluar dari sarang nya bahkan ia shalat hanya di mess.


Mba winda yang menyadari itu mulai merasa tersinggung dan marah kepada Hasan. Ia beranggapan Nina telah mempengaruhinya. Hasan tidak menjawab apapun yang dikatakan mba winda. Hasan Hanya bingung Harus membela yang mana.


Om Aiman mengajak Hasan keluar ruangan.


''Disini semua wanita ular san, jangan percaya mereka'' sambil berbisik di samping pintu dapur.

__ADS_1


''iya om, saya bingung''. ujar Hasan


Om Aiman bercerita satu persatu tentang mereka. Hasan mendengarkan nya dengan seksama. Di balik itu semua Hasan juga merasa tidak suka dengan om Aiman yang menjelek jelekan mereka.


Hasan dalam dilema besar. Merasa tidak ada jawaban yang bisa menjawab pertanyaannya.


Pak Adi(kepala koki) menyadari ada masalah dalam tim nya ia berencana mengadakan rapat setelah selesai pekerjaan. Rapat diumumkan pukul 22:15 wita di aula resto melalui group wa.


Sepulang kerja para karyawan berkumpul di depan aula. Pak Adi mulai berbicara tentang adanya ketidak nyamanan komunikasi antar karyawan dan sering kali terjadi kesalahan kerja.


Ia menyampaikan panjang lebar isi pengumumannya. Namun para karyawan hanya diam dan menudukkan kepala. Di akhir pembicaraan ia menyampaikan kalau ada yang tidak setuju dengannya akan di keluarkan dari resto. Demikian rapat berlalu cepat dan para karyawan meninggalkan area aula.


Ke esokan harinya saat mulai jam kerja, belum ada tamu yang masuk. Nina mulai mendekati Hasan dan menggoda nya. Hasan yang sibuk dengan menata perkakas pekerjaannya tidak memperdulikan Nina. Kemudian Nina menarik lengan Hasan dan membawanya keluar dapur dan duduk di dekat mosula resto.


''San, sebaiknya kamu jangan berteman dengan aku dlu. sebenarnya aku gak marah atau benci sama kamu. cuman kondisi kita saat ini sedang tidak bagus '' ujar Nina


''Bagaimana kalau kita berteman d WA saja? ujar Hasan


Nina memberikan nomer ponselnya kemudian pergi meninggalkan Hasan.


Hasan tak lagi keluyuran kedepan ruangan atau kemosula. Ia hanya didalam ruang dapur. Disela sela break saat resto sepi Hasan sibuk dengan ponselnya.


Mereka berdua menulis dan mengirim pesan singkatnya masing masing. Hasan dan Nina akur lagi.

__ADS_1


__ADS_2