
Hari pertama Hasan di tempat kerjanya yang baru ia merasa bahagia dan melupakan masalah pelik nya di masa lalu.
Hasan bertemu kawan baru lagi. Ia melihat daskeliling banyak orang orang baik yang menyambut kedatangannya dengan ramah.
Meneger resto mengadakan meting di depan aula resto. Semua karyawan berkumpul. "ad pengumuman". Ucap salah seorang karyawan di dekat Hasan.
"perhatian kepada semua stap yang hadir disini. Saya akan umum kan pe
mberitahuan penting". ujar pak meneger
Semua karyawan menatap keheranan ke wajah pak meneger." ada apa yaa kira kira" gumam seorang karyawan.
''Kita tidak bisa buka toko besok, karena ada PSBB lagi. Kita mungkin akan buka bulan depan. Mohon maaf kepada para stap yang ada disini, saya tidak bisa berbuat apa apa karena ini kebijakan pemerintah. Habis ini kalian boleh pulang kalau ada pertanyaan tanyakan d grup saja." Kata pak meneger
Ia bergegas langsung masuk mobil dengan terburu buru.
Terlihat jelas raut kekecewaan di wajah para karyawan resto. Hasan merasa bahagia bisa bekerja ditempat ini. langkahnya harus ter henti karena covid 19.
Hasan pun pulang kerumah nya kembali dengan membawa raut muka masam.
''aku ga jadi kerja bu.'' sambil menatap ibu nya
''Kalau memang bukan rezekimu bekerja disana jangan putus asa nak'' ujar ibunya sambil mengelus pundaknya.
Mas Bima menelpon hasan.
Bima)" san. kamu jangan berkecil hati kemungkinan kita masih bisa buka dalam waktu dekat kalau pemerintah selesaikan PSBBnya."
Hasan)" terimakasih mas Bim. saya gak papa disini saja."
__ADS_1
Bima)" kata pak Adi(kepala koki) kita bisa buka stengah bulan lg.Tunggu az dari telpon aku lagi.''
Hasan)" siap mas Bim..!!!
Hasan mendapat tawaran pekerjaan paruh waktu dari sepupunya dipasar sebagai kuli angkut bahan baku makanan. Semua dilalui dengan penuh kekuatan dan tenaga..
Setelah seminggu bekerja di pasar. Hasan tidak hadir di kerjaannya karena sakit. Tubuhnya panas, dan terbaring lemas. Ia memutuskan untuk berhenti dari tempat kerjanya.
Hasan juga tidak mendapatkan gaji karena dianggap merugikan toko. Banyak barang menumpuk dan busuk diakibatkan saat ia tidak hadir di toko.
Lagi lagi Hasan membawa raut muka masam ke hadapan ibunya.
Ibunya diam saja, dia tau anaknya sedang bersedih. Kemudian ia membuat secangkir air putih kepada Hasan dan langsung pergi menghantar adik nya yang ke 3 kesekolah.
Hasan berbicara kepada adiknya yang balita." Maaf kan kaka ya dek, kaka tidak bawa susu".. Hasan menangis sambil memeluk adik kecilnya.
Setelah beberapa hari menganggur. Hasan menerima telepon lagi dari mas Bima.
Hasan") yang bener mas bim? dengan nada agak tinggi...
Bima") pokoknya kamu siapin aja semua perlengkapanmu kalau kamu masih mau kerja disini..
Hasan") oke lah mas Bim. terimakasi infonya.
. . tettsss. tet. telepon ditutup oleh Bima.
''Alhamdulillah kaka boleh kerja lagi dek". Sambil tersenyum menatap adiknya yang menggemaskan itu.
Ke esokan harinya Hasan bersiap berangkat menuju keresto. Ia begitu antusias untuk bekerja lagi.
__ADS_1
''Brem. . bremmmm ..(suara motor )
''Bu, Aku brangkat.''
Hasan bersaliman dengan ibunya. Ibunya diam saja. Hanya tersenyum kepada nya.
Ia melambaikan tangan dari kejauhan saat Hasan menoleh kebelakang.
Sesampainya ke resto. Hasan disambut oleh mas Bima.
''San, kamu nanti tugasnya jadi weitres didepan. kamu ikuti saja arahan dari senior disini ya.'' ucap mas Bima
Hasan menganggukan kepala. Ia langsung kedepan ruangan dan mulai beres beres.
Hasan disuruh Pak meneger untuk memasangkan horden ruang tamu. Namun ia bingung.
Ia bertanya kepada salah seorang karyawan.
''Permisi mba, saya mau tanya bagaimana caranya memasan horden ini.? tanya Hasan.
Wanita itu menoleh ke arah Hasan.Ia diam saja sambil membersihkan kaca ruangan.
''Dasar cewe aneh, tuli apa ya" gumam Hasan sembari bergeming darinya.
Hasan bertanya lagi. Kali ini ia bertanya kepada mas Bima.
''Kenpa kau bertanya kepada ku.'' Bima melotot kearah wajah hasan.
''Aku bingung mas bim, anak anak disini gak ad yg bisa bantu semua sibuk masing masing." ucap hasan
__ADS_1
Kemudian mas bima membatu Hasan selesaikan tugas di hari pertamanya bekerja.