BUNGA AMPLANG

BUNGA AMPLANG
Dasar cewe aneh


__ADS_3

Sebulan sudah Hasan bekerja di resto Banjarmasin. Ia menjalani dengan penuh semangat dan tidak ketinggalan untuk selalu beribadah kepada tuhan.


Pagi itu. Ke adaan resto sedang sepi, semua karyawan merasa jenuh dan bosan.


Nina datang mendekati Hasan.


''hay, aku belum tau siapa namamu'' Tanya Nina.


Hasan menjawab.''Namaku Adul''..


''Ohh Adul apa lengkapnya''tanya Nina lagi.


Hasan bergerak ke dalam ruang dapur meninggalkan Nina begitu saja.


Setelah berbisik bisik dengan teman bartender Hasan, Nina mengejar Hasan kedalam ruangan.


''ngapain kamu kesini, ini dapur weitres tidak boleh masuk''ucap Hasan.


''Aku ini yang punya resto ini, terserah aku lah mau kemana aku masuk''ujar Nina.


''massa sih'' Hasan menatap kearah Nina.


''Namamu Hasan kan, aku tau dari teman mu'' kata Nina.


''hehe'' Hasan tertawa kecil.


''kenapa kamu bohong soal namamu? tanya Nina.


''Aku hanya berteman dengan cowok. ''ucap hasan.


Nina kembali kedepan dengan wajah cemberut.


Saat ada nota orderan Nina meminta kepada rekan kerjanya untuk menyerahkan kepanya, agar ia yang selalu menempelkan nota didinding bar...


Beberapa jam kemudian ada tamu masuk. Nina berteriak.


''Hasan ada nota, cepatlah kedepan''


Dengan terburu buru ia berlari kedepan dinding nota. Hasan langsung membuat kan menu yang tertera di nota.


Kemudian Nina berteriak lagi dengan menyebut Nama Hasan.

__ADS_1


''ada apa lagi cewe aneh itu memanggilku'' ujar Hasan


''apa ada nota lagi'' gumam Hasan


Hasan menatap bingung kedepan dinding.


''tidak ada apa apa disini, apa ada nota.? Tanya Hasan kepada Nina.


''gak ada'' ujar Nina


Hasan menggaru kecil kepalanya dan terlihat kecewa.


''sini pasang telingamu ada yang ingin ku beritahukan'' kata Nina.


Hasan memiring Kan kepalanya.


''i love you'' bisik Nina, sambil meniup telinga Hasan.


Hasan menatap bingung kearah wajah Nina dan hanya terdiam. Nina tersenyum. Ia langsung meninggalkan Nina dan melanjutkan pekerjaannya didapur.


Beberapa hari dilalui setelah Nina mengatakan kata kata azimat itu. Nina tidak ada di lokasi kerja.


Hasan bertanya kepada rekannya.


''malang sekali nasib cewe aneh itu, pantes ngelantur bicaranya'' ucap Hasan.


Lima hari Nina tidak masuk kerja, sekarang ia kembali.


Dengan ransel besar Nina memasuki kawasan dapur. Ia langsung menemui Hasan.


''apa kau merindukan aku''? tanya Nina sambil tetsenyum manja..


''tidak'' ucap hasan.


Nina memasang raut muka cemberut, ia berbalik badan dan bercanda ria dengan om Aiman yang ada disamping Hasan.


Hasan mengalihkan dirinya ke bartender dan ngobrol dengan temannya. Lagi lagi Nina mendekati Hasan.


''apa kau sudah makan.?'' tanya Nina kepada Hasan


''belum, kau mau membuatkan nya untuku''..jawab hasan.

__ADS_1


Nina Langsung mengobrak abrik dapur. Ia memotong bawang dan menggoreng telur lalu mengambil sedikit ikan yang sudah matang. ia memberikan Sepiring penuh nasi dan lauk kehadapan Hasan.


Hasan keheranan melihat kelakuan Nina bak putri istana kerajaan. Tidak ada yang menegurnya.


''ini makan lah'' ujar Nina


''kamu gak makan, kok sepiring aja. tanya hasan.


Nina menggelengkan kepalanya.


''aku belum lapar kamu aja yang makan'' ucap Nina


Hasan menyantap hidangan yang di buatkan Nina dan tersedak. Karena dari tadi Nina hanya memandangi Hasan.


Ia dengen segera mengambilkan air dan menyuapinya sambil mengelus pundak Hasan.


Bukanya Senang Hasan semakin bingung dan penasaran.


'' apa yang di inginkan cewe aneh ini''


Setelah selesai makan Hasan melanjutkan pekerjaannya.


Resto yang sepi, membuat para kru keluyuran kesana kemari.


Dari kejauhan dibalik jendela bar Hasan memandangi Nina yang sibuk dengan ponsel. Nina menoleh ke arah Hasan dan ia tersenyum. Kemudian Nina bergerak mendekati hasan.


''Bagaimana jawaban mu? wajah Nina semakin dekat.


''jawaban ap? ujar Hasan


''Tentang yang kemaren aku bisikin ke kamu'' ucap Nina


Hasan menengadah ke atas sambil mengingat apa yang terjadi kemaren.


''emhh. Aku ingat sekarang. Sini aku bisikin''


Nina memiringkan kepalanya, Hampir saja paruh Hasan menyotor pipinya.


''Kamu cantik'' bisik Hasan dengan nada rendah.


Nina berlari kedepan ruang tamu. Ia menari nari dan bernyanyi

__ADS_1


''Tudje deka toye janna senammmm''


Hanya itu lirik yang keluar dari mulutnya di ulanginya berkali kali.


__ADS_2