
Fazar sering memasak khusus di dapur selain untuk tamu. Ia juga membuatkan masakan untuk diberikan kepada Nina. Ia sedang sibuk dengan wajan dihadapannya.
Setelah lama membuat masakan, dibelakang Hasan penasaran kenapa ia(Nina) bisa memakan masakan yang di buat Fazar, sedang Fazar sendiri tidak memakannya.
Hasan mengintip di balik jendela tempat bakaran ikan. Fazar memberikan masakan yang dibuatnya untuk Nina. Hasan berpikiran bahwa Fazar teman yang baik.
Bima juga bakar ikan nila besar dia memberikannya. Nina menari nari sambil bernyanyi kegirangan.
Hasan bertanya kepada Nina.
''kenapa mereka semua berlomba memberikan mu makanan, padahal kamu sudah makan? tanya Hasan.
''Hari aku kan ulang tahun'' ujar Nina.
''ohhh. Begitu yaa'' ucap Hasan.
Hasan terdiam melihat rekan yang lain juga memberikan sesuatu. Ia tidak berniat memberikan apa apa.
''kamu mau ngasih apa ke aku nya'' ucap Nina.
''Kamu mau ap?'' ujar Hasan.
''Aku mau kamu'' jawab Nina.
Hasan hanya tersenyum.
Setelah beberapa saat kemudiam. Datang seorang peria bermasker misterius turun dari motor besar, Nina memandangi peria itu dari arah kejauhan di parkiran.
Tiba tiba pria itu memeluk Nina dan menangis. Hasan bertanya tanya didalam hatinya'' siapa lelaki itu,apa dia saudara nya''
Om Aiman mendekati Hasan.
''Itu pacarnya Nina san. Sekarang kamu mengerti kan kalau ular ular disini mulai tertangkap kamera cctv'' ucap om Iwan.
Hasan kesulitan mengertikan apa yang barusan ia lihat dan kejadian yang dilaluinya. Bersikap tenang adalah solusi setiap masalah itu prioritas Hasan.
Setelah beberapa jam kemudian pria itu pulang dan Nina mengantarnya dengan beriringan menaiki motor. Ia pulang lebih awal dari yang lain.
Hasan menelpon dan chatnya tidak dibalas. Anak anak resto mulai mengejek Hasan.
''ciiiyeee. . Ada yang jatuh cinta.. ada juga yang jatuh dari pohon' hehe ucap salah seorang karyawan dekat Hasan.
__ADS_1
Mas Karyo(kasir resto) melambai ke arah Hasan agar ia menemuinya.
Hasan bergegas ke hadapan mas Karyo.
''Kamu pacaran sama Nina''? tanya mas karyo.
''tidak'' jawab Hasan.
''Jantung ku rasanya mau copot melihat kalian saling berpapasan tadi. Aku pikir''
''udah lah mas jangan di perpanjang aku juga gak pa pa'' ujar Hasan.
Mas karyo mulai bercerita tentang Nina dan Hendra(pria pakai masker). Mereka berdua merupakan pasangan yang bertemu di resto ini juga. Setelah 2 tahun menghilang dan sekarang kembali tiba tiba di hadapan mereka semua. Mas Karyo dan karyawan disini tau betul tentang hubungan Nina dan Hendra yang sempat diyakini bahwa mereka sudah usai.
Keesokan harinya Hasan keluyuran ke depan area resto. Ia berjalan berkeliling halaman sambil membawa alat pancing.
Memancing di area resto adalah hobi anak anak resto seperti Hasan juga.
Dari kejauhan Nina terlihat memandangi Hasan dengan wajah dinginnya. Hasan meninggalkan area pemancingan dan mendekati Nina.
''Apa aku boleh bertanya'' ucap Hasan.
Nina menganggukkan kepala.
''Aku tidak cinta dia'' jawab Nina.
''Kenapa kamu mau menjadi pacarnya'' Hasan menatap tajam ke wajah Nina.
''Apakah kamu tau tentang Hendra''? tanya Nina.
''Aku tau dia pacarmu kan...!!! jawab Hasan.
''Setelah pulang kerja, temui aku di ruang kasir'' ujar Nina.
Nina meninggalkan Hasan.
sudah berakhir jam kerja Hasan sudah menunggu lama di ruang kasir sambil mengobrol dengan mas Karyo dan bercanda.
Kemudian Nina datang dan menatap tajam kearah mas karyo kemudiam ia pergi meninggalkan mereka berdua.
''hayy. . Apa kamu sudah makan'' Nina membuka pembicaraan.
__ADS_1
''Ehmm ..sudahh'' ujar Hasan.
''Apa kau mau mendengar cerita ku'' ujar Nina.
''Yaa. Aku akan mendengarkan'' ucap Hasan.
'dulu aku dan Hendra rekan weitres. Dia yang lebih dahulu bekerja disini kemudian aku. karena sering bersama nia nembak aku. aku menerimanya, kami saling menyayangi dan berbagi. Kami hampir menikah. Karena ayahku tidak merestui . Ia mengamuk di kediaman ku dan warga di sana tidak menyukainya. Ia pernah di penjara karena obat obatan terlarang. Aku pikir ia akan berubah, ternyata aku salah. selama satu tahun berpacaran dengannya aku sering mendapat masalah, polisi, pereman dan teman temannya. Mereka sangat berutal, aku hampir mati bersamanya. Sekarang ia masih menodongkan pisau keleherku. Aku berpura pura baik dihadapannya. supaya masalah tidak menjadi rumit. Aku berharap kamu tidak terlibat dalam masalahku San. .Aku takut."
Hasan terdiam dan memberikan tisu kepadanya karena Nina menangis. Hasan seorang yang panatik ia menjaga kuat keyakinannya. Ia tidak berani menyentuh perempuan. Sebenarnya ia juga takut dosa kalau berdekatan dengan wanita.
''Aku mengerti perasaanmu saat ini'' ujar Hasan.
Nina terus menangis pilu dihadapan Hasan dan menarik narik bajunya sembari meluapkan emosinya.
Setelah cukup lama tangis Nina mulai reda.
''Apa kamu pernah jatuh cinta'' tanya Nina kepada Hasan.
''pernah dua kali, dan sekali hampir membuat ku mati juga'' ujar Hasan.
Nina menatap lama ke wajah Hasan.
''Sekarang ceritakan kepadaku'' ujar Nina.
"*Kamu mau tau tentang cintaku. hemmhh. Baiklah ..
Aku tidak pernah berpacaran, namum aku pernah hampir menikah. Itu membuatku hampir gila, karena ia membatalkannya.
Namanya keyla. Tapi dia bukan yang pertama. Orang yang pertama menembus hatiku . Lisa. yaa dia orangnya. Namun sampai sekarang aku tidak pernah bertemu dengannya. Trakhir yang ku ketahui dari teman ia kuliah di kedokteran dan lulus kemudian ia menghilang.
Aku akan ceritakan yang kedua namun ia yang pertama menjadi pasanganku.
Dulu aku seorang pengusaha produksi Amplang. aku membuat dan menjual. Usahaku berkembang dan aku bertemu dengan keyla. Ia salah seorang karyawan di sebuah minimarket wara laba ku. Kami sering bertemu karena pekerjaan. Namun berubah saat aku menyatakan cinta kepadanya. Ia awalnya menolakku. Namun karena sesuatu ia berubah menerimaku. Aku melamarnya ia setuju. Saat itu ayahnya tidak di tempat(cerai) .Aku menunggu putusan dari wali nya. Setelah enam bulan menunggu aku tidak tahan dan bertanya alasannya selama ini. Ia menjadi marah dan sulit di ajak bicara. Aku berusaha membujuknya .Kemudian ia menikah dengan orang lain. Aku yang kecewa pergi ke Jakarta dan bekerja di resto disana menyebabkan pekerjaanku menjadi terlantar dan bangkrut. Aku semakin tepuruk dan sekarang aku bahagia melihatmu disini*.
Nina tersenyum mendengar cerita hasan dan pernyataannya.
''Kalau aku mencintaimu, apa kau akan melamarku'' ucap Nina.
''Sebenarnya aku ingin menikah, namun aku tidak yakin kamu benar mencintaiku'' ujar hasan.
''Aku harus apa, agar kamu percaya'' Nina bicara sangat dekat dengan wajahnya.
__ADS_1
''kamu Harus pertemukan aku dengan ayahmu'' ujar Hasan.