BUNGA AMPLANG

BUNGA AMPLANG
SANGAT SULIT


__ADS_3

Setelah hampir satu tahun bekerja di tempat Debri, kehidupan Hasan menjadi semakin terpuruk. Bahkan bos sari kedelai tidak mampu membayar gaji Hasan selama dua bulan terakhir karena minimnya penjualan. ia kebingungan harus melakukan apa selanjutnya. Berhari hari makan seadanya terkadang hanya makan bakwan karena persediaan makanan semakin menipis.


Akhirnya sari kedelai di bubarkan dan hanya bos sendiri yang berjualan di pasar. Hasan kembali ke kampung halamannya dan mulai melakoni pekerjaan bertani dan beternak lagi.


Dengan harapan penuh memelihara seratus ekor bebek didapat dari pembelian dengan hutang bagi hasil. setelah hampir panen juragan bebek menagih hutangnya ke tempat Hasan. Namun Hasan tidak mempunyai uang untuk membayar.


Juragan terus memaksa menagih hutangnya. Tak punya pilihan lagi ia harus melunasi hutangnya. karena takut Hasan akan terjadi sesuatu yang tidak dinginkan. Hasan bergegas mencari pinjaman di tempat lain, namun ia tak seorang pun keluarga atau teman yang mau membantunya. Ia juga mencoba menawarkan bebeknya untuk dijual, akan tetapi tidak ada yang berminat.


Akhirnya Hasan menemui teman lamanya. ia meminta bantuan pinjaman dan menceritakan semua yang tejadi sebelumnya.


''Hei Rud, apa kamu gak apa apa sama istrimu ngasih pinjaman segitu''. ucap Hasan


''Sebenarnya aku tidak punya uang juga. ini ada uang adikku. Ia tidak jadi menikah karena calonnya pergi meninggalkannya'' jawab Rudi


Rudi memberikan uang Rp. 3.500.000 kepada Hasan dan bercerita banyak. Setelah menerima uang dari Rudi Hasan mendatangi juragan bebek dengan maksud membayar hutang sebesar Rp 2.500.000. Sebenarnya Rudi juga memberikan uang Hasan hanya 50% dari penjualan bebek. Rudi merupakan teman sekelasnya di SMA dahulu 3 tahun tidak pernah bertemu.


Setelah Hasan sampai di depan rumah juragan bebek, ia terheran ada apa di rumah juragan ramai ramai orang.


''Apa ada acara di rumah juragan yaa. sebaiknya aku pulang, lagian aku tidak di undang ?'' sambil bergumam di hatinya.


Hasan kembali kerumahnya dan mengurungkan niatnya untuk bayar hutang dan mencoba besok atau lusa. Dalam perjalan pulang Hasan bertemu ayahnya sedang menuju rumah juragan.


''Bapak mau kemana?'' tanya Hasan kepada ayahnya.


''Juragan meninggal dunia dini hari tadi' jawab ayahnya.

__ADS_1


Hasan termenung sejenak.


''innalillah. ''hasan bergegas pulang


Hasan tidak ikut ke pemakaman. Ia beranggapan itu tidak perlu ada di sana.


Beberapa hari berlalu Hasan bingung mau membayar hutang juragan kepada siapa sedang juragan sudah cerai dengan istrinya dan anak anak nya tidak ada kelihatan. kalau tau kejadiannya seperti ini Hasan mungkin tidak menjual bebeknya.


Seperti terlupa Hasan Sudak tidak memikirkan hutangnya lagi ia mengunakan uang juragan untuk membeli bebek lagi dan lebih banyak dari sebelumnya sekitar 500 ekor bebek. Ia juga mulai berangan angan dengan 500 ekor bebek dan penghasilan yang bagus.


Hasan mulai membuat impian baru dan berusaha lebih giat. Ia ingin segera menikah dan bermaksud tidak merepotkan orang tua ia membesarkan bebeknya dengan penuh dan menjiwai.


Umur bebek memasuki empat bulan, umpan mulai menipis dan kantong Hasan juga. ia tidak mau merepotkan Rudi lagi padahal ia tau Rudi masih punya hutang kepadanya.


''San aku tidak bisa membantumu banyak, ini ada ikan asin aku sudah tidak memerlukannya ad sekitar 20 kilo. kemungkinan kamu membutuhkannya'' ujar Rudi


''Bebek mu makan apa Rud, kalau pakan bebekmu untukku.''? tanya Hasan.


''Aku tidak mau repot lagi, sekarang pakan pabrikan aja san'' ucap Rudi.


''kalau begitu, hemmmh baiklah Rud, terimakasih'' ucap Hasan.


Dengan penuh rasa syukur Hasan mulai mengaplikasikan pakan yang di berikan Rudi kepada bebeknya. keesokan harinya, alangkah terkejutnya Hasan melihat bebek terkapar berhamburan seperti keracunan.


''Allahuakbar, kenapa ini .Hei coy kalian kenapa apa yang terjadi?'' Hasan menyebut bebeknya coy(nama bebek).

__ADS_1


Ia termenung sangat lama memandang bebek bebeknya.


Hasan mengumpulkan bangkai bebek satu persatu di masukan di dalam karung dan memisahkan yang lain masih ada tanda kehidupan. Lebih dari 70% bebek Hasan mati. Ia tidak tau harus berkata apa lagi.


Hari yang sangat melelahkan ia tak mampu menceritakan kepada ayahnya. Hasan tak bisa tidur beberapa hari, ia terus memikirkan kejadian kemaren. Sangat sulit untuk diterima Hasan. Ia juga tidak menyalahkan Rudi karena mungkin saja Rudi tidahu menahu dengan keadaan pakannya.


Rudi berkunjung ke rumah Hasan dengan maksud melunasi hutang pembelian bebeknya yang dahulu 50% lagi.


''Bagaimana keadaan bebek mu San? tanya Rudi.


''Baik baik, juga gemuk'' Hasan menyembunyikan kejadian sebenarnya.


''Bebekmu yang kemaren telurnya besar besar dan 80% bertelur setiap harinya. Nanti bebekmu yang kecil itu biar aku yang beli san'' ujar Rudi.


''Ohh, Alhamdulillah kalau bertelurnya baik aku terut senang mendengarnya'' ujar Hasan.


Rudi bergegas hendak pulang karena terburu mau memberi pakan bebeknya.


''Aku pulang dulu san '' ujar Rudi sambil menunjuk kerah jam dinding


Hasan menganggukkan kepala. karena ia tahu maksud Rudi.


mereka bersalaman sebelum meninggalkan rumah hasan. Hasan bergegas membayar hutang nya ke pada menantu juragan bebek, hanya dia yang masih ada hubungan dengan juragan.


Tidak ada uang yang tersisa saat ini padahal baru saja Hasan mendapatkan uang yang lumayan.

__ADS_1


__ADS_2