
Nina)''San, apa kamu mau mengantarku pulang hari ini''
Hasan membaca chat Nina.
Hasan)''Apa motormu mogok''?
Nina)'' tidak ko. Aku hanya mau kamu mengantarku ''
Hasan)'' Nanti aku tunggu di depan pagar.
Nina menuju parkir motor dan mulai menyalakan sekuternya.
Hasan sudah siap dengan motornya. Mereka melaju beriringan dijalan dengan pelan sambil mengobrol. Beberapa saat kemudian Nina melaju sangat kencang. sehingga Hasan tidak bisa mengikutinya. Nina menghilang.
"Aku bingung dengan tingkahnya, katanya mau diantar pulang". (gumam Hasan didalam hatinya.)
Hasan memutar balikan motornya, karena ia kehilangan jejak Nina.
Setelah beberapa hari kemudian Hasan tidak saling tegur sapa dengan Nina.
Hasan sangat penasaran dengan tingkahnya Nina. ia berencana untuk mengikuti saat pulang kerja nantinya.
Jam 23.54 .Hasan sudah siap dengan motornya di bekang tembok pohon mangga sambil bersembunyi.
Nila bergerak meninggalkan resto dan menuju keluar jalan raya.
Hasan mengikutinya dari belakang.
Nina menyadari seperti ada yang mengikutinya. Ia mulai merasa takut dan mengencangkan gasnya melaju dengan kencang. Kali ini Hasan tidak mau kehilangan jejak Nina lagi ia jua melaju dengan kencang mengikuti motor Nina.
Setelah terpepet macet. Hasan mendekati motor Nina dan membuka kaca helmnya.
"Hei. bahaya tau balap balapan bawa motor".ujar Hasan.
Nina menatap heran kerah Hasan. ternyata yang mengikutinya bukan perampok atau begal.
''Dimana rumahmu, apa masih jauh''? tanya Hasan
''sekitar 2 km lagi'' jawab Nina.
kenapa kamu selalu terbang saat menaiki motor?. Tanya Hassan.
Ahh. biasa aja. kalau pelan malah bahaya. Aku kan cewe pulang sendirian, yaa sebenar takut juga kalau jatuh. Tapi...hemmhh." ujar Nina.
__ADS_1
''Apa kamu tidak takut jalan dengan cowok asing seperti ku malam malam begini'' ujar Hasan.
''Tidak, aku senang di begal cowok tampan'' jawab Nina sambil tersenyum.
''Apa kau tau sudah berapa leher yang aku potong'' Hasan melotot ke arah Nina.
''Leher itik, ayam dan ikan'' ujar Nina sambil tertawa lepas.
Hasan terdiam. Sepertinya Hasan tidak berhasil menakuti Nina. perjalanan terhenti Nina memberi aba aba menandai kalau Hasan harus belok kiri. Hasan terus mengikuti motor Nina.
''Sudah sampai, kau mau masuk dulu'' ujar nina
Hasan langsung menerobos masuk mendahului Nina.
''Heyy. Kamu salah masuk rumah ku'' ucap Nina
Nina tinggal dibedakan yang sempit dan kumuh. Hasan mengira dari awal kalau dia akan menuju istana. Ia tidak menyangka dengan apa yang ia lihat sekarang.
''Apa mau ku buatkan minum'' ucap Nina.
''Ahh.. Tidak usah, aku tidak lama kok. kamu kalau capek cepat lah tidur aku akan segera pulang'' ujar Hasan
''Aku belum mengantuk. Kamu lelah kan sebaiknya kamu menginap disini'' ucap Nina.
Nina memegang kuat lengan Hasan. Mereka berdua duduk ditangga dan mengobrol, bercanda dan berbagi cerita.
Tidak terasa sudah pukul 03:00 subuh. Hasan mulai mengantuk ia memutuskan untuk pulang.
Sesampai nya di mess. Hasan mendapat telpon dari om Agus belum sempat tertidur di mess Hasan menemuinya.
''Ada ap om.? tanya Hasan.
''sebentar lagi ikan datang. kamu siap siap''. ujar om Agus.
Sebuah mobil pik up mendekat ke arah gudang resto. Om Agus dan Hasan mulai bekerja.
Pukul 08:00 pagi mereka masih sibuk mengurus barang datang dan memindahkannya.
Hasan ketiduran di dapur. Om agus menyiram Hasan dengan air bekas potongan ikan.
''Oii bangun tolooo. Masih banyak kerjaan ini''. ujar om Agus.
Hasan kaget dengan apa yang dilakukan Om agus barusan. Ia tidak berani marah karena Om Agus senior di resto.
__ADS_1
Om Aiman mendekat.
''San kamu jangan takut lawan aja kalau mereka semena mena dengan mu. Aku akan membantu membelamu'' ujar Om Aiman sambil berbisik.
Hasan hanya diam dan termenung.
''Kamu harus mandi dan makan. Segeralah kebelakang aku akan menggantikan pekerjaanmu''. ujar Om Aiman
''Terimakasih om'' ucap Hasan.
Hasan bergegas menuju mess dan mandi, kemudian balik lagi ke resto untuk melanjutkan pekerjaannya.
Jam menunjukkan pukul 12:30 waktunya istirahat. Hasan menuju mosula dan shalat di sana.
Nina duduk di samping pintu mosula dan memperhatikan Hasan.
Setelah selesai shalat Hasan menoleh kebelakang melihat ada Nina dan tersenyum.
''Kamu ber do'a apa tadi'' ucap Nina.
''Aku berdo'a agar aku selalu di berikan kebaikan di sekeliling ku'' ujar Hasan.
''Do'akan aku agar berjodoh denganmu'' ujar Nina.
''Sebaiknya kamu juga shalat agar do'anya cepat terkabul'' ujar Hasan
''Aku sedang dalam halangan'' ucap Nina.
Hasan mendekati Nina dan duduk disampingnya. Karena waktu istirahat masih panjang mereka mengobrol.
''Apa kamu punya istri, pacar, atau pasangan''? Nina bertanya dengan memegang tangan Hasan.
''Aku tidak pernah pacaran atau dekat dengan wanita'' ujar Hasan.
''Kamu pasti bohong'' ujar Nina.
''apa gunanya aku shalat dan beribadah kalau aku hanya berbohong'' ujar Hasan.
Fina(teman Nina) datang dan duduk ditengah tengah mereka berdua. Hasan dan Nina berhenti mengobrol.
''heyy.. Tidak boleh pacaran didepan mosula, cari tempat lain gih'' ujar Fina.
Kemudian Hasan pergi ke dapur dan Nina mengambil makan istirahatnya. Mereka makan bersama diruang bar bersama anak anak yang lain. Di dapur tidak mempermasalahkan makan dimanapun karyawan asal tidak dimeja tamu. Mereka memilih tempat yang di sukai masing masing.
__ADS_1