
Setelah kejadian semalam, Debri banyak mendapat tekanan. Dihatinya terus bertanya tanya pikirannya berkecamuk yang pada akhirnya membuat ia terbaring lemas. Tubuhnya meriang.
Mba Winda membuatkan sub ayam untuk Debri, namun dia malu memberikannya langsung.
Ia menyuruh Hasan untuk mengantarkan makanan ke kamar Debri.
Hasan mengiyakannya. Hasan merasa malu dan tersadar akan perhatian mba Winda, sedang ia melupakan temannya sendiri.
Sedalam perjalan menuju kamar Debri, Nina datang tiba tiba setelah keluar dibalik pot bunga besar dihalaman resto.
''Baaaaaaa... hahaha '' Nina mengagetkan Hasan.
''Astgfirullah, apa lah kau ini Nin, mengagetkan saja untung gak banyak yang tumpah. ujar Hasan
''hemhh, kamu mau makan gak ajak ajak aku.
kamu jahat San. ucap Nina
ini untuk Debri.'' Hasan berbicara dengan lembut.
'' Manja banget, makan Sampai minta di anterin. ujar Nina
''Debri sedang sakit. Aku satu satunya temannya disini jadi aku harus peduli kepadanya. ''ucap Hasan
''Aku juga teman Debri, tapi aku tidak tau kalau dia sedang sakit'' ujar Nina
'' Kalau begitu kamu aja yang antarkan sub ini kekamarnya, aku lagi banyak urusan''
Hasan memindahkan genggaman mangkuk sub yang di tangannya dan berpindah ditangan Nina. Hasan pergi meninggalkan Nina dan menuju gudang.
''Teman macam apa kamu ini san, katanya teman satu satunya yang peduli. kalau aku tumpahkan sub ini bagaimana kamu menanggung sebabnya. '' ucap Nina sambil mamarahi Hasan
''Ya, kamu yang salah. kan kamu yang pegang terakhir. kamu yang tanggung'' hehe . . . Hasan tertawa kecil.
__ADS_1
Nina cemberut,
''yaudah. cum kita antar sub nya nanti keburu dingin''. ujar Hasan
Nina mengikuti Hasan namun masih cemberut karena ia membawa sub dengan mangkuk besar lumayan berat yang harusnya di bawa oleh laki laki.
''Assalamu'alaikum....Deb, kamu udah bangun belum'' Hasan mengetuk pintu kamar Debri.
''Masuklah tidak dikunci''. ujar Debri.
Nina masuk mendahului Hasan dan terburu sendiri.
''ini ada sub, Hasan yang membuat nya untuk mu dia sedang sibuk ngurus ikan jadi aku mengantarkannya untuk mu'' ujar Nina.
''Mba Winda yang membuat sub itu.'' ujar Hasan
Hasan masuk ke kamar Debri dan menceritakan yang terjadi sebenarnya kenapa sampai Nina ikut dengannya membawakan sub tersebut.
''Aku dan Hasan tidak pernah bertengkar hanya saja aku tidak menegur Hasan karena aku sedang sariawan. ujar Nina
''Kenapa kamu tidak menyapa ku san,'' Nina menatap kearah Hasan
Hasan menatap kosong kerah Nina. Ia hanya terdiam namun hatinya berbicara.
'' pandai dia membalikan fakta padahal aku selalu menyapanya'' ucap Hasan dihatinya
''Kamu hanya salah paham Deb, Aku dan Nina tidak ad masalah.'' ujar Hasan kepada Debri.
Kemudian debri menyotor sub yang dihadapannya yang Habis dalam beberapa suapan. Rupanya ia sangat kelaparan .
setelah beberapa saat Hasan dan Nina ijin pamit dari kamar Debri karena ada kesibukan.
Nina menarik lengan Hasan dan mengajak nya bicara di kursi halaman resto.
__ADS_1
''Ayahku mau bertemu denganmu, aku sudah bercerita banyak kepadanya tentang dirimu''. ujar Nina.
''Kamu cerita apa tentangku'' ujar Hasan.
''Aku bilang ke ayah. kalau kamu mau melamar ku.'' ucap Nina sambil tersenyum
''Ahhh, jangan sembarangan kamu aku belum ada niat melamar mu. ujar Hasan
''kapan kamu mau melamar aku'' ucap Nina.
''Aku akan melamar mu kalau aku sudah tertarik dengan mu. jawab Hasan
''kenapa kamu tidak tertarik kepadaku'' tanya Nina dengan nada terengah engah dan memasang wajah cemberut.
''Aku hanya tertarik kepada satu wanita '' ujar Hasan
''siapa wanita itu, apa bukan aku'' Nina menatap lama ke wajah Hasan.
''Dia wanita yang baik, cantik, dia sangat mirip dengan ibuku. pekerja keras dan bersemangat '' ujar Hasan
''apa ibu lebih cantik dariku. ujar Nina.
''Aku akui kamu wanita tercantik yang pernah aku temui. Namun aku tidak yakin dengan pilihanku saat ini. Kalau kamu ingin menjadi istriku kamu harus siap hidup seadanya dan seba pas Pasan. ujar Hasan
''Aku akan menunggu, aku akan mendo'akanmu agar kamu menjadi orang yang berpenghasilan, punya rumah, mobil sendiri dan usaha sendiri tidak bekerja ditempat ini''.. ujar Nina
''kalau aku tidak berhasil, apa kamu masih menunggu ku? tanya Hasan
''selama aku tidak menjadi milik orang lain hati selalu untuk mu. ujar Nina
''Do'akan aku agar aku berjodoh dengan seorang yang terbaik'' ujar Hasan.
''Aku berdoa agar kamu di beri keberhasilan punya uang yang cukup untuk melamarku. kamu tau kan wanita itu banyak keperluan '' ujar Nina.
__ADS_1