
Hasan kembali ke kamarnya dan termenung. di dalam hatinya berbicara
''Sialan kamu nin, padahal aku sudah menanam rasa ku kepadamu
. . . . Oke, aku akan berhasil punya mobil rumah dan segalanya. Tapi bukan untukmu''.
Seperti biasanya Hasan kembali bekerja di mana ia habiskan waktunya di dapur seharian . Hasan dan Nina tidak saling tegur sapa lagi mereka hanya saling tatap mata dari kejauhan. Nina sering memberikan senyuman sedang Hasan hanya menatapnya dengan ekspresi wajah yang dingin.
Hasan merasa tidak nyaman bekerja di area yang yang tertanam bunga yang ia ingin petik harumnya dan bunga itu terbungkus plastik . Hasan menganggap setiap ia melihat Nina hanya akan membuatnya terbebani perasan dihatinya.
Sudah di putuskan, sudah difikirkan matang matang Hasan akhirnya menemui manager resto dan berkata.
'' Pak saya izin mau berbicara '' ujar Hasan
''Iya, silakan ada apa san mau ngomong apa''
jawab pak manager
''Begini pak, saya mau resign''
Pak manager resto terdiam dengan penyataan Hasan. Ia tidak tau harus menjawab apa kepada Hasan, sedang di area resto masih sangat membutuhkan tenaga ahli di area pemotongan ikan.
Setelah beberapa saat kemudian.
__ADS_1
''Ada masalah apa san, kenapa kamu bicara seperti itu, kalau kamu ada masalah di area atau di dapur ngomong sama saya''. tanya pak manager
''Engga pak, saya baik baik sama anak anak di area dan dapur. Hanya saja saya mau mencoba usaha sendiri di luar tempat ini''
ujar Hasan, padahal itu hanya alasan Hasan ingin resign
''Ya, kalau itu sudah menjadi keputusan kamu. Aku juga gak bisa menahan kamu disini. Tapi saya mohon sama kamu bulan depan kamu baru bisa resign ya san.'' ujar pak manager
pak manager mencoba mempertahan kan Hasan agar ia bisa berubah pikiran setelah beberapa hari masih bekerja. Ia juga berinisiatif mencari permasalahan di dapur karena ada yang tidak nyaman menjalani pekerjaan.
Hasan mengiyakan pernyataan dari pak manager bahwa bulan depan ia akan resign. Setelah beberapa hari setelah Hasan berbicara terhadap pak manager mulai tersiar kabar kalau Hasan akan berhenti bekerja. Para karyawan mulai mendatangi Hasan dan bertanya.
''Kenapa kamu berhenti san, Pertanyaan yang sama oleh karyawan resto terus menurus berulang dari depan dan area dapur. Hasan hanya tersenyum dan tidak memberikan jawan kepada mereka.
Nina menulis chat wa kepada Hasan.
''Aku minta maaf san gara gara aku ya kamu jadi ingin pergi, kamu jangan resign ya. Kita bisa berteman dengan baik lagi aku janji akan jaga sikap aku kalau aku berlebihan kamu jangan sungkan bicara sama aku ''.
Hasan tidak menjawab chat Nina, ia hanya membacanya. Nina yang menyadari itu merasa geram dan mendatangi Hasan dan mulai marah marah.
''Kenapa kamu ga beles chat aku bangsat. kamu ini kenapa sih, aku gak mau liat muka kamu lagi kenapa kamu gak resign aja dari sekarang'' ujar Nina sambil melotot kerah Hasan
''Udah lah Nin, Jagan pedulikan aku. Aku memang seperti ini. Aku akan berusaha diluar sana mencari kejayaan yang kamu minta aku pasti bisa sukses'' jawab Hasan
__ADS_1
''Aku hanya becanda san, please jangan resign. soal yang kemaren uang, mobil, rumah itu hanya aku asal ngomong'' Nina menangis didepan Hasan.
''Aku anggap itu sungguhan, jadi kamu jangan halangi Aku.'' ujar Hasan.
Rupanya Nina terbebani pesan dari pak manager agar Hasan tidak resign dari resto. Nina juga tidak mengikuti arahan dari pak manager dan keluar dari skenarionya. ia merasa tidak sanggup untuk menyampaikan kata kata itu kepada Hasan.
Pesan dari pak manager adalah Nina harus jadian dengan Hasan untuk menarik minat Hasan bekerja di resto .Nina haru membujuk Hasan agar ia tidak merasa tersakiti di tempat kerjanya. Nina pergi meninggalkan Hasan sambil menangis.
Semua berlalu begitu melelahkan dan berbelit Belit yang membuat Hasan semakin ingin segera berhenti bekerja.
Setelah hampir sebulan menjelang pemutusan kerja Hasan ia semua karyawan memberikan hadiah kenang kengan kepada Hasan ada yang memberikan kue, pakaian dan banyak lagi. itu dilakukan agar Hasan selalu mengingat mereka. Hanya Nina yang tidak memberikan hadiah. Hasan menunggu hadiah apa yang akan di berikan Nina kepadanya.
Dari kejauhan halaman parkir Nina datang dan menatap Hasan terus menerus sampai di depan area dapur. Nina mengulurkan tangan
''Aku tidak memberikan apa apa. Aku berharap kamu lupakan aku'' ujar Nina
''Aku akan berusaha. Aku akan dapat kan mobil mu, rumah mu tunggu aku disini''. ujar Hasan. Hasan menatap Nina dengan senyuman palsunya.
''Ee. Bangsat sudah ku bilang aku hanya becanda '' Nina meninggalkan Hasan dengan terburu dan membawa raut muka cemberut.
Setelah berpamitan kepada pak manager dan semua karyawan Hasan tidak langsung pulang kerumahnya. ia menemui debri di kosannya ia sudah resign sebulan sebelum Hasan.
Hasan meminta bantuan debri untuk mendapatkan pekerjaan baru. Pada akhir nya Hasan ikut debri jualan sari kedelai di pasar.
__ADS_1
Berbulan bulan sudah Hasan bekerja di tempat debri ia mulai merasa jenuh dan tidak bersemangat kerja perolehan hasil yang minim.