Catatan Hijrah Zeira

Catatan Hijrah Zeira
Bab 10


__ADS_3

"ya gak telat juga karena berkat gue kali" sambung aza


"sorry excuse me,gue juga bisa tanpa lo"


zeira menghela nafas gusar sepertinya sebentar lagi akan ada perang lagi, kita nantikan saja


“oh ya really?” ejek aza


"ya of course"


"haha tapi sayangnya gue gak percaya,buktinya tadi aja gue sengaja ke rumah lo jam 6 rela nungguin lo biar lo gak lelet dan berakhir telat"


"dih itu mah kebetulan doang,abdi mah bisa atuh tanpa lo tolong di garis bawahi ya"


"iya ya ya percaya aja biar cepet kelar,iya kan zei? "


" haha terserah lo berdua gue gak mau ikut campur dalam peperangan lo pada kali ini"


"kalian beneran gak percaya?"


"gak gak kita percaya kok"


"ck gue tetap gak percaya"


"ayolah za jangan mulai lagi"


"ASTAGHFIRULLAH" pekik ana tiba-tiba


"apaan sih lu? "tanya aza dan zei


"YA ALLAH BUKU GUE KETINGGALAN"


"bisa gak usah teriak gak sakit kuping gue"


"aa terserah gue,aduh gimana ini? masa iya gue harus pulang cuman buat ngambil buku doang" sambil melirik aza dengan puppy eyes-nya


tapi aza sudah lebih dulu memalingkan wajahnya seolah tidak tau apa-apa


"buku apaan emang"


"itu loh buku yang ringkasan gue"


"udah gak usah khawatir entar setelah ini gue temenin lo ngambil" kata zei berusaha menenangkan si sulung yang panikan


setelah kelas pertama selesai ketiganya berjalan keluar kelas bersama-sama di selingi dengan percakapan unfaedah tapi lucu


di tengah perjalanan tiba-tiba saja ketiganya di buat kaget dengan kehadiran seorang perempuan yang berdiri tepat di hadapan mereka, hal ini tentu saja membuat aza dan ana geram dan bingung namun tidak dengan zei yang terlihat santai


"ekhm maaf kalau mau pose jangan di tengah jalan mba,minggiran dikit noh"


"diem gue gak ada urusan sama lo!" dengan nada lebih tinggi dari aza


"wuih kenapa nih emosi? kalem aja mba gak usah pake urat" tapi yang di bilang malah menatap tajam zeira

__ADS_1


"udah gue peringati kan? tapi kenapa masih gatal sih sama kayven, dasar gak tahu malu udah pakai jilbab gede kayak ibu ibu tapi masih aja gatal sana sini" katanya sambil menunjuk zei


sementara aza dan ana yang mendengar hal itu lantas kaget,apa apaan ini apa maksudnya?


dan tunggu apa katanya tadi kayven? kayven sepupunya hasanah kah?


"eh apa apaan nih?kalau ngomong tuh di jaga ya jangan sembarangan ngehina orang" kata aza masih berusaha tenang


"tau tuh mulut gak pernah di cuci apa gimana? bisanya nghina orang sembarangan,cuci dulu gih mulut lo pake deterjen biar mulut lo bersih gak seenaknya ngehina orang"


zei menghela nafas lalu memberi kode pada ana dan aza untuk berhenti,


“maaf tapi kali ini lo udah kelewat batas, biar gue kasi tau ya kalau mau menghina atau ingin menjatuhkan gue silahkan,tapi tolong jangan bawa-bawa jilbab gue karena yang salah adalah gue bukan hijab gue" zei menjeda ucapannya


"yang kedua terserah lo kalau mau bilang gue kayak ibu ibu atau apalah,toh nantinya juga bakalan jadi ibu kan bukan hanya gue tapi lo juga,dan terakhir gue dan kayven WE JUST FRIEND gak lebih,tapi lebih tepatnya sih gue sama kayven adalah orang asing yang gak sengaja ketemu" seraya menekankan kata teman


"jadi gue minta sama lo untuk berhenti labrak gue kayak gini,karena percuma dan hanya buang-buang waktu dan tenaga lo doang" sambungnya lagi tapi tidak ada sedikitpun nada marah ataupun kesal melainkan ia terlihat santai


sementara mora dengan wajah merah padam mengangkat tangan kanannya hendak melayangkan ke wajah zeira,namun gagal ketika mendengar seseorang yang memanggilnya


"MORA!" panggilan itu tidak hanya membuat mora menoleh tetapi juga aza ana dan zei


"kebetulan banget ketemu sama lo disini,padahal tadi niatnya mau cariin lo eh malah ketemu lo di sini" ujarnya yang masih belum menyadari keberadaan zeira aza dan ana,sementara mora telihat panik


"lo lo lo ngapain di sini?" tanya mora terbata-bata


"owh ini gue nganterin buku ke sepupu gue tapi"belum selesai dengan ucapannya ia malah kaget saat melihat sepupunya,aza dan juga zeira?


"zeira?" sembari tersenyum


"sejak kapan kalian di situ? oh kalian saling kenal? astaga oh iya kak ana hampir aja gue lupa kak,nih buku lo tadi ibu minta tolong gue buat nganterin buku lo yang ketinggalan di meja makan,dasar ya lo hobi banget lupa giliran jailin gue aja gak pernah lupa" menyodorkan buku pada sang sepupu yang kemudian di terima oleh ana namun dengan tatapan sinis


tapi seperti ada yang aneh,setahunya mora seumuran dengannya yang berarti tidak mungkin berteman dengan zeira aza dan sepupunya ana,tapi tidak ada yang tidak mungkin bukan mengingat mereka juga berada dalam satu kampus yang sama


"dih gak lah kata siapa" aza dan ana yang hendak menyangkal tapi terpotong oleh jawaban zeira


"Iya kita teman dan gak sengaja ketemu,kalau gitu kami duluan" lalu melangkah pergi tak lupa menarik kedua sahabatnya yang masih menatap tajam Mora


"tunggu ini sebenarnya ada apaan sih zei? " Potong aza saat mereka sudah menjauh dari Kayven dan mora


"huh iya akan gue jelaskan tapi nanti gak di sini"


"huft oke lo hutang cerita sama gue dan aza"


"Iya iya bawel lu berdua"


sesampainya di kantin kampus ketiganya langsung duduk di salah satu meja yang kosong


"jadi gimana? " ujar aza spontan


"gimana apanya? " tanya si sulung lemot


"huft soal tuh cewek tadi sulung"

__ADS_1


"oh iya aku lupa hehe"


"cewek tadi siapa zei? lo kenal sama dia? lo temenya?atau dia musuh lo? terus kenapa dia ngelabrak lo kayak gitu? emang lo punya masalah apa sama dia? "


"za bisa satu satu gak pertanyaannya? "


"ya udah sih tinggal jawab zei gak usah ngalihin pembicaraan"


"huh iya gue jawab,jadi cewek tadi tuh gue sendiri juga gak tau dia siapa dan gak kenal juga,tiba-tiba aja ngelabrak gue dan emang ini bukan kali pertamanya"


"terus apa hubungannya sama lo"


"gue juga gak tahu pasti tapi waktu itu dia peringatan gue buat jauhin kayven"


"kayven? "


"wait,kayven my cousin you mean? "


"I don't know but maybe yes"


"bisa jadi karena kita sama-sama liat tadi kayven manggil dia duluan sebelum nyadar sama kita terus kasih buku ke ana"


"ohh atau mungkin dia temennya kayven? or his girlfriend maybe"


zeira hanya mengangkat bahunya tidak tahu


"tapi setahu gue kayven gak punya yang namanya pacar" balas ana


" entahlah,lagipula gak ada urusannya juga gue sama kayven "


“owh jadi ini semua karena tuh cowok yang namanya kayven?” zei hanya mengangguk


"huh liat aja kalau bener kayven yang dia maksud adalah sepupu gue, bakalan gue interogasi kayven entar dan kalau bener tuh cewek gila temennya atau pacarnya,liat aja bakalan gue bejek-bejek mukanya"


"ck ayolah girls gak"


"apa? lo mau bilang gak boleh gitu iya? gak bisa gitu dong zeira dia udah ngelabrak lo,dan parahnya lagi mulutnya tuh udah lancang ngefitnah lo"


"bener banget,pengen banget gue robek mulutnya ampe bedarah"


"setuju kalau bukan karena zeira nahan gue tadi hmm yakin gue mukanya udah ancur sekarang"


"astaghfirullahalazim gak boleh gitu ih aza ana"


"tapi dia tu ngeselin zei"


"Iya aku tahu tapi kita juga gak boleh gitu,mungkin dia punya alasan tertentu di balik ini semua"


"udahlah jangan di bahas lagi udah keluar asap tuh di kepala lo berdua" lanjutnya aza dan ana langsung saling pandang


" ck apaan sih zei"


"haha lagian marah-marah mulu"

__ADS_1


"hm oke tapi gue bakalan tetap tanyain kayven soal tuh cewe gila"


"iya udah sih terserah lo"


__ADS_2