Catatan Hijrah Zeira

Catatan Hijrah Zeira
Bab 8


__ADS_3

sedangkan ibu yang sibuk bergelut dengan peralatan dapur dikejutkan dengan ketukan pintu yang cukup keras


Tok Tok Tok


"aduh siapa itu" sambil berjalan ke depan membuka pintu dengan masih mengenakan celemek,begitu pintu dibuka aza langsung bergegas memeluk Ibu


karena memang zei sudah memberitahunya kalau Ibu ada di rumah, seperti yang kita ketahui bahwa ketika aza dan ana pulang itu pasti bertepatan dengan ibu yang masih di butik atau toko kue


"amu kangen banget sama ibu" ujarnya


"eh anak ibu,ibu juga rindu tau sama kamu udah lama gak ketemu"


"hehe iya ibu apa kabar?susah banget ketemu sama ibu"


“alhamdulillah sehat selalu nak,apa boleh buat ibu juga sibuk kamu juga sibuk kan sama kuliahan kamu"


"Iya juga ya bu sam-sama sibuk"


"bagaimana sama toko kue bu,udah lama gak ke sana"


"alhamdulillah lancar sayang, oh iya kayaknya ada yang kurang tapi apa ya?"


"hasanah maksud ibu? "


"nah itu dia mana anak sulung ibu? "


“anak sulung ibu gak bisa ikut” sambung zei yang baru saja keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi


"loh kenapa? "


"Kenapa gak ikut bukanya tadi bilangnya bertiga pergi? "


"Iya barusan dia nelfon,katanya nggak bisa ikut karena harus temani mama dulu,tapi nanti dia nyusul" jelasnya


"oh gitu "


"kalian gak mau sarapan dulu sayang?" tanya ibu yang masih sibuk dengan masakannya


"iya ze ayo sarapan dulu, lihat masakan ibu jadi lapar guenya"jawab aza


"no no entar aja kita bisa terlambat kalau sarapan dulu"


"sebentar aja zeira"


"kamu juga harus sarapan dulu zei" lanjut ibu


"aku bisa aja sarapan bu tapi nanti kita telat"


"gak akan telat zei ayolah"


"huh iya okke" pasrahnya "ibu masak banyak gak hari ini?" tanya zeira


"iya lumayan banyak"


"Kalau gitu aku minta bawain ya bu buat makan bareng sama anak-anak"


"boleh banget mumpung ibu lagi masak banyak"


"Ya sudah kalau begitu bantu ibu siapkan"

__ADS_1


keduanya dengan senang hati membantu ibu mempersiapkan makanan untuk dibawa "


"udah selesai semua kan,ibu kami pamit ya"


"iya hati-hati bawa motornya,jangan lupa berdoa dulu"


"Iya ibunda"


"assalamu'alaikum" ucap mereka berdua bersamaan


setelah hampir 1 jam perjalanan menuju tempat tujuan mereka, sekarang akhirnya mereka sampai di depan sebuah rumah dengan papan besar bertuliskan PERMATA KASIH


"ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULOHI WABAROKATUH UMMI" keduanya berbarengan dan langsung disambut hangat oleh seorang wanita paruh baya dengan gamis dan hijab syar'i, dia adalah pengurus panti asuhan atau biasa disapa dengan ummi


"Wa'alaiqumussalan warohmatulohi wabarokatuh,ya Allah anak ummi" lalu langsung memeluk aza dan zei


"umi apa kabar?" tanya aza setelah ketiganya berpelukan


"alhamdulillah ummi sehat sayang Kalian apa kabar sudah lama gak ketemu"


"alhamdulillah kita juga sehat ummi,hanya saja emang akhir-akhir ini banyak tugas kuliah"


"iya ummi jadinya kita jarang ke sini"


"Iya gak apa-apa,intinya jangan lupa untuk tetap mampir ke sini"


"In syaa Allah selalu ummi"


"loh kurang satu, ana mana nak? "


"oh ana kebetulan gak jadi ikut karena harus nemenin mamanya"


oh iya mereka hampir melupakan ketiga anak kecil itu,


tiga anak yang paling dekat dengan mereka bahkan tidak ingin berpisah ketika mereka bertemu kecuali saat tertidur,


"anak-anak lihat siapa yang ummi bawa hari ini?" ujarnya pada anak-anak saat tiba di taman


" UKHTI CANTIK " ucap mereka semua bersamaan dan langsung berlari ke pelukan aza dan ana


"ukhti cantik kok baru ke sini lagi sih,kita kangen tau" ucap salah satu dari mereka


"hehe maaf ya ganteng ukhti baru bisa datang sekarang"


"emang ukhti gak kangen apa sama kita semua" lanjut cia marah tapi malah terlihat gemas


"Iya nur juga kangen sama ukhti aza" sambung nur dengan wajah cemberut


sementara intan sudah sedari tadi menggandeng tangan Zei


"jangan gitu ukhti aza sama zei juga punya kesibukan sendiri,intinya sekarang kan mereka udah datang"


"jangan marah lagi ya cantik dan ganteng" bujuk aza dan zei


"ummi boleh aku bawa mereka ke taman di sebelah panti asuhan?" pinta Zei yang kemudian mendapat anggukan dari ummi sebagai jawaban


"jadi begitulah kisah Nabi besar kita Muhammad SAW, kisah apa lagi yang ingin kalian dengar?"tanyanya yang kini berada di taman bersama anak-anak


beberapa bersamanya dan beberapa lainya bersama aza

__ADS_1


Saat sedang sibuk bercerita dan bercanda dengan anak-anak Zeira dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba menghampirinya


"assalamu'alaikum zeira" ucapnya dengan senyuman khasnya tetapi tidak dengan zeira yang memasang wajah kaget dan jutek


"wa'alaiqumussalan warohmatulohi wabarokatuh"


"kamu ngapain di sini" keburu aza datang sebelum zei jawab


"eh lo kayven kan?" karena dari jauh ia melihat seorang cowok menghampiri Zei dan karena dia rabun dekat alhasil ia harus melihat langsung


"gue aza masih satu keluarga sama lo,sama hasanah juga"


"owh aza ya gue inget,lo sahabatnya juga ya? "


"Iya benar banget"


"lo ngapain di sini? "


"ya jelas main lah ngapain lagi ke taman kalau bukan buat happy happy"


"lo sendiri ngapain di sini? " tanya aza balik


"gak tau juga,tadi kebetulan lewat terus liat zeira jadi gue samperin, eh ternyata ada lo juga " katanya dengan mata terfokus menatap zeira yang sibuk dengan anak kecil yang tidak sama sekali menggubrisnya dan aza yang asik berbincang


"ukhti zei boleh aku bertanya? " ucap Intan yang duduk tepat disamping zei dengan masih menggandeng tangan zei


Sedangkan Kayven? Dia masih asik bercerita dengan aza entah apa yang mereka bicarakan,intinya zeii tidak terlalu peduli dengan itu.


"Iya boleh dong emang apa yang ingin kamu tanyakan?" jawab Zei


"kemarin aku lihat seorang cowok dan cewek berpegangan tangan di taman"


"terus? "


"kan ukhti zei pernah bilang kalau kita tidak boleh menyentuh seseorang yang bukan mahram kita,tapi mengapa mereka berpegangan tangan? apakah mereka pacaran? "


Kalimat terakhir intan membuat zei sedikit terkejut tapi tak lama


"oke akan ukhti jawab,memang benar apa yang intan katakan bahwa kita tidak boleh menyentuh seseorang yang bukan mahram kita,pertanyaannya kenapa? mengapa demikian? kenapa kita tidak boleh bersentuhan dengan lawan jenis?jawabannya adalah karena agama melarang wanita berjabat tangan dengan laki-laki yang bukan mahramnya karena dapat menyebabkan dosa"


" Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits yang berasal dari 'Aisyah RA bahwa dia pernah berkata, Tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita, kecuali tangan yang dia miliki (istrinya) Dengan demikiannjelaslah bahwa seorang wanita tidak boleh berjabat tangan dengan laki-laki yang bukan mahramnya baik dengan nafsu maupun tidak” Jelasnya pada anak-anak dengan senyum manisnya


"dan untuk pertanyaan kedua ukhti ingin bertanya kepada intan, apakah intan tahu mereka benar-benar pacaran atau mereka adalah saudara?"tapi hanya dijawab dengan gelengan dari intan


“nah kita tidak tahu faktanya seperti apa,jadi lebih baik jangan su’udzon dulu lagipula dalam Islam hukum pacaran itu dilarang"


"tapi kenapa ukhti? aku sering dengar orang berbicara tentang pacaran" tanya gadis kecil dengan gigi ompong nya


"ya pacaran itu haram karena bukan budaya kita berdasarkan Islam, tapi adat barat atau asing, pacaran ini merupakan bagian dari mendekati zina yang diharamkan oleh Allah SWT,


Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji Dan suatu jalan yang buruk" (Q.S. Al-Isra: 32),"


"namun darimana dikatakan bahwa pacaran itu haram karena mendekati zina? bergandengan tangan dengan orang lain yang bukan mahram adalah dosa,memandang orang yang bukan mahram juga dosa,memikirkan orang yang bukan mahram juga dosa,dan akan dibalas dengan api neraka lalu mengapa kita menceburkan diri ke dalam api neraka? "


"jadi adik-adik kalau suatu saat nanti kalau udah besar,jangan pacaran ya selain dosa bagi diri sendiri juga dosa bagi orang tua kita, emang kalian mau orang tua kalian dihukum oleh Allah di akhirat?"


" tidak mau ukhti?!" Jawab mereka serempak


"alhamdulillah jadi jangan pacaran ya calon anak sholeh dan sholehah"

__ADS_1


tanpa disadari sedari tadi Kayven juga telah menyimak dengan seksama penjelasan Zeira dari awal hingga akhir,yang membuatnya sedikit tersindir namun ia juga senang karena ini kali pertama ia melihat zeira tersenyum manis walaupun bukan karena dirinya.


__ADS_2