
"loh ze udah bangun ya? " tanya ana begitu ketiganya sampai di ruangannya zeira
zeira yang tadinya sibuk dengan pikirannya sendiri hanya menjawab dengan anggukan
"kamu mau apa?mau makan minum atau mau ke toilet aku anterin? " tawar ana
"gak kak makasih"
" ada yang sakit?atau ada keluhan apa gitu? "
zeira kembali menggeleng " gak ada kak"
"oh iya ini aku dari kantin terus aku beliin kamu apel" ujar ana antusias sebisa mungkin membuat zeira tak curiga
"Ini juga ada buah buahan dari aku zei, semoga cepat sembuh ya" imbuh kayven yang lagi-lagi hanya di jawab anggukan dari zeira
aza sendiri masih dengan emosinya yang belum sepenuhnya meredam membuat zeira menatap bingung kearahnya
"aza kenapa? "
ana terkekeh berusaha menutupi " haha biasalah ze dia mah sensi orangnya,gak tau tiba-tiba aja dari ruang dokter eh malah jadi kusut mukanya " jelas si sulung lalu kembali dengan keheningan
"emm gimana sama keadaan kamu zei? " tanya kayven basa basi
zeira melihatnya sekilas lalu menjawab " alhamdulillah udah baikan kok"
"sulung? " panggilnya
"hmm kenapa zei? "
"aku udah di bolehin pulang kan? "
"iya udah udah kok besok pagi kamu udah di bolehin pulang"
kayven yang sedari tadi hanya diam beralih melihat jam kecil yang melingkar di tangan kirinya
"ekhm girls aku pamit duluan ya ada urusan soalnya"
"oh ya udah,nanti tolong kasi tau mama ya masakin sup ayam kesukaan zeira,nanti tolong lo anterin ke sini" balas ana yang di acungi jempol oleh kayven
__ADS_1
"zei aku pulang yah semoga cepat sembuh, assalamu'alaikum" lalu melangkah keluar kamar
"oh iya ibu tadi pamit bersih-bersih dulu terus sekalian antar berkas dulu di kantor,habis itu baru ke sini lagi"
"kalian gak kasi tau ibu kan soal"ana sudah lebih dulu memegang punggung tangan zeira yang di balut infus
" tenang aja kita gak ngasih tau ibu yang sebenarnya kok, yang ibu tau kamu kecapean terus masuk rumah sakit,itupun baru kemarin masuknya bukan dua hari yang lalu" jelas ana
zeira menghembuskan nafas lega " syukurlah kalau ibu gak tau, dan semoga seterusnya ibu gak pernah tau" balasnya yang kemudian di setujui oleh ana dan aza
...----------------...
"kak, gue mau ke kampus besok" ujar zeira tiba-tiba saat ketiganya sedang asik bercanda di kamarnya
"ha? beneran? "
"lo yakin? " di jawab anggukan dari zeira
"tapi kondisi lo? "
"Iya gue yakin kok,lagian udah sebulan lebih gue di rumah kan" ia menghela nafas sebelum kembali melanjutkan omongannya
"tapi zei"
"sstt percaya deh kak sama gue,gue udah gak apa-apa" sebisa mungkin meyakinkan keduanya
setelah hampir sebulan ia di rumah kini ia memutuskan untuk kembali beraktivitas di luar layaknya seperti dulu lagi,
karena ia tidak seharusnya terus mengurung diri di dalam rumah
di sisi lain kini mora sedang berusaha membujuk sepupunya untuk mau makan, karena setelah dari rumah sakit waktu itu Rafael menjadi lebih pendiam dan slalu mengurung diri di dalam kamar tanpa mau makan
"ayolah kak makan, kalau kaka gak makan terus kaya gini kaka bisa sakit"
"emang mau kaka sakit? "
"gue gak ada nafsu makan mor, jangan maksa"
"gak,kaka tuh harus di paksa biar mau kasian tau tante maya"
__ADS_1
"oke deh gini aja, kaka mau apa aja bakal gue turutin asalkan kaka mau makan"
"kaka mau apa? mau jalan-jalan atau mau shoping atau mau camping, oh atau mau travelling? "
rafael mengusap wajahnya kasar, otaknya serasa mau pecah karena terus memikirkan adibanya, eh ralat zeira
"mor? "
"hm kenapa kak? "
"apa gue salah ya? " mira menghembuskan nafasnya lalu meletakkan piring ke atas meja
"boleh gue tanya sesuatu kak? " di jawab anggukan dari rafael
"apa yang udah kaka lakuin dulu hingga membuat adiba terdengar begitu menyedihkan dari ceritanya ana,boleh aku tau kak? "
rafael menatap sendu wajah sepupunya lalu ia mulai membuka suara
"huff waktu SMA pas penerimaan siswa baru,ada satu cewek yang buat gue naksir saat pertama kali gue bantuin dia bawa bola,karena tangannya yang mungil gak bisa megang bola yang banyak dalam satu ranjang padahal cuman ada 4,Iya dia adiba pemilik nama lengkap zeira adiba humayrah"
"dia anaknya sangat aktif dalam segala bidang di sekolah, gadis ceria yang slalu ramah pada siapapun, banyak teman cowoknya yang ia anggap sebagai pengganti abang karena ia terlahir tunggal, dan sifatnya yang akan membuat siapa saja nyaman denganya"
"tapi waktu itu gue gak berani deketin dan milih buat merhatiin dia aja dari jauh sambil cari tau tentang dia,sampai akhirnya pas kelas 12 gue coba deketin orangnya yang ternyata welcome banget,friendly terus seru juga dan entah kebetulan atau emang keberuntungan gue, ternyata dia baru putus dari mantanya,ya udah gue deketin" amora hanya diam menyimak cerita sepupunya
"dan akhirnya kita jadian dengan syarat backstreet karena orangtuanya gak ngijinin dia buat pacaran, seiring berjalannya waktu gue makin sayang sama dia dan gue gak mau kehilangan dia mor, bener-bener gak mau kehilangan dia bahkan gak mau jauh dari dia, lo tau kan gue pernah dapat tawaran main bola di malang waktu itu, tapi gue tolak karena gak mau jauh dari dia dan mau jagain dia"
"gue gak suka liat dia bareng sama cowo lain selain gue,bahkan cowo yang udah di anggap abang buat dia, dari awal semuanya baik-baik aja tapi akhirnya orangtuanya tau kalau kita pacaran,alhasil gue di caci maki sama ibunya,bukan hanya gue yang kena tapi dia juga,setelah kejadian itu dia minta putus tapi gue gak mau dan berusaha buat dia yakin kalau kami bisa buat ibu restuin kita"
"tapi seyangnya dia kembali minta putus karena katanya mau hijrah,gue bersih keras gak mau karena memang gue udah sesayang itu sama dia mor,lagian sebuah hubungan di bangun atas ijin kedua belah pihak jadi sangat egois jika putus tanpa persetujuan dari salah satunya, iya kan? "
"gue bahkan sampai bilang ke dia, kalau emang dia bener-bener mau hijrah it's okay,gue gak akan larang tapi gak putus melainkan break, tetapi dia tetap gak mau dan tetap sama prinsipnya dia waktu itu"
"karena perasaan cinta gue yang udah membutakan semuanya, dengan bodohnya gue ngajak dia ketemuan dengan dalih ada yang ingin gue omongin, gue bawa dia ke tongkrongan gue yang isinya cowok semua mor,dan lo tahu hal itu yang gue sesali seumur hidup gue mor,gue gue gue cowo terbangsat karena udah lecehin dia mor" mora menutup mulutnya dengan raut wajah kaget,
"kak lo"
"gak mor, gue gak sampe ngambil kehormatan dia,tapi tetap aja gue udah lecehin dia malam itu, gak hanya sampe di situ atas nama cinta dan dendam karena merasa paling tersakiti membuat gue melakukan hal bodoh dan menjijikkan lainya, bahkan sampai sekarang mor, gue lakuin semua itu gak lain karena mau membalaskan rasa sakit yang teramat sangat, gue cuman mau dia ngerasain betapa sakitnya gue yang di putusin di saat gue bener-bener sayang sama dia, tapi gue gak pernah puas mor dengan apapun yang gue lakuin ke dia, rasa sakit itu masih ada sampai sekarang "
amora menghapus jejak air mata dari pipi miliknya " lo terlalu egois kak hanya karena cinta, dan sekarang gue tau sebenarnya perasaan lo itu hanya sebuah obsesi bukan cinta,iya gue akui kalau zeira juga salah tapi gak seharusnya lo ngelakuin ini kak"
__ADS_1
"gue yakin lo pasti tau kak kalau zeira jadi depresi karena kejadian di masalalunya, yang pastinya ada sangkut pautnya sama lo"