Catatan Hijrah Zeira

Catatan Hijrah Zeira
Bab 15


__ADS_3

Hari demi hari telah di lewati dengan berbagai kesibukan,


entah itu perkuliahan,membantu ibunda tercinta mengontrol toko kue tak lupa juga untuk bersilaturahmi ke panti asuhan permata


sesampainya di kamar zeira merebahkan tubuhnya ke kasur lantai kesayangannya,melelahkan padahal hari ini hari minggu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat dan bersantai,


namun sayangnya itu tidak berlaku untuk anak kuliahan seperi zeira ana aza dan yang lainnya


ia kembali bangkit lalu meletakkan sepatu pada tempat semula lalu bergeser ke meja belajar yang berada tepat lurus dengan jendela kamarnya


Ia sengaja meletakkan meja belajar tepat di depan jendela karena ia ingin belajar di temani view perkebunan teh warga yang kebetulan berada di belakang rumahnya


merasa cukup melihat pemandangan perkebunan teh di sore hari, fokusnya kini beralih pada sebuah hiasan yang sangat berharga untuknya


sebuah kaca bundar beralaskan kayu yang berisi setangkai bunga dandelion yang terlihat sangat cantik,


cukup lama memandang hiasan tersebut Ia membuang nafas gusar kemudian bangkit membersihkan diri tuk bersiap menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.


...----------------...


Senin adalah hari yang sangat di benci sebagian manusia di muka bumi,


ingin rasanya menghapus hari senin dari kalender tapi apalah daya itu hanyalah sebuah keinginan belaka yang tidak mungkin terjadi


dan sialnya lagi zeira terlambat bangun hari ini karena semalam harus menyelesaikan salah satu tugas matakuliah hari ini,serta sedikit membaca novel jangan nethink hanya sedikit


membuatnya harus berlomba dengan waktu pagi ini,tidak bisa ia bayangkan bagaimana nasibnya,apakah ia akan sampai di kampus dengan rentang waktu 20 menit? mudah-mudahan waktu berbaik hati padanya kali ini,


zeira dengan cepat berjalan dari area parkir menuju kelasnya,namun karena sambil mengecek ulang buku-bukunya alhasil ia menabrak seseorang


membuat semua buku di tanganya berceceran di lantai,dengan cepat ia berjongkok mengambil bukunya


"emm maaf maaf maaf mas saya gak sengaja,saya minta maaf" ujarnya meminta maaf karena merasa ia lah yang salah,tapi tak ada respon dari seseorang di hadapannya sekarang dengan hoodie hitam menutupi wajahnya


tanpa mengucapkan sepatah katapun ia pergi meninggalkan zeira dengan perasaan bersalah,tetapi juga bingung kenapa dia begitu mencurigakan?


zeira menggeleng kuat,tidak ia tidak boleh berprasangka buruk,astaghfirullah ia sudah sangat terlambat sekarang


"lo kenapa makin hari makin telat aja sih zei?itu hari di mata kuliah istrinya malaikat maut terus pak rahman nah sekarang juga pak tomi lu telat juga" tanya aza yang baru saja sampai di kantin bersama ana


karena dirinya yang terlambat masuk membuatnya mendapat hukuman dari dosen

__ADS_1


zeira menghela nafas gusar sambil mengangkat kedua bahunya tanda tak tau


"huff entahlah gue juga gak tau nih kenapa, padahal gue gak begadang loh"


"makanya jangan maraton novel mulu jadi telat kan, kebiasaan sih lu maraton novel mulu tiap malam liat noh mata panda lu"


" ih sulung mah gitu nethink mulu orang gue semalam tuh ngerjain tugasnya pa rahman karena lupa"


"Iya dah percaya,lagian kenapa sekarang jadi pada nukar posisi sih lu berdua?aneh"


"lah iya ya gue jadi gak telat lagi sedangkan zeira malah makin hari makin telat, iya kan? baru nyadar gue"


"kenapa bisa gitu ya,lu juga zei kenapa sekarang jadi telat dah"


"mau transmigrasi kali lu berdua"


"haha gini nih kalau udah satu jiwa satu raga" jawab zei membuat ketiganya tertawa


"ya udah yuk pulang"


"kok pulang sih kan masih ada 1 mata kuliah lagi"


"yuk pulang gue mau rebahan udah ngantuk banget"


"yee dasar lu molor mulu yang di pikir" sambil beranjak berdiri


"girls kalian duluan aja ya pulangnya,soalnya gue di minta tolong sama bu dian bantuin dia terus juga mau ke perpustakaan dulu nyari buku buat tugasnya pak tomi tadi"


"ya udah kita temenin" jawab ana


"tapi gue gak bisa deh na zei soalnya gue mau temenin mama"


"gak apa-apa gak usah di temenin,lagian paling cuman bentar doang kalian pulang aja duluan,lu juga tadi katanya mau istirahat kan" balas zeira


"beneran nih kita gak temenin lo? "


zeira mengangguk " iyaa sulung gue gak apa-apa kok sendiri "


pukul 14 :35 menit zeira baru saja keluar dari kampus menuju area parkir dengan beberapa buku yang sudah ia pilih tadi di perpustakaan untuknya ringkas sebagai hukuman dari pak rahman tadi


saat sampai di motornya ia melihat sebuah kresek yang sepertinya adalah makanan, ia mengerutkan keningnya bingung lalu beralih melihat sekelilingnya,perasaan tadi ia tidak memesan apapun

__ADS_1


atau mungkin aza dan ana yang sengaja menyimpan makanan di motornya,mengingat zei yang slalu lupa akan makan apalagi ia sudah sibuk dengan tugas perkuliahan


...----------------...


zeira menutup pintu rumah tak lupa menguncinya lalu berjalan ke arah motor kesayangan serta kebanggaannya,


ya setelah sholat ashar ia di telfon ibu untuk menjemput sangat bidadari tak bersayapnya di butik


namun bukan zeira namanya kalau tidak mampir dulu ke toko buku lenggananya,kalian pasti tau bukan untuk apa?


hampir 30 menit menghabiskan waktu tuk mencari akhirnya ia menemukan buku yang menarik untuk ia baca nanti,


ia lalu mengambilnya kemudian membaca sedikit sinopsis nya,namun saat ia angkat kepalanya netranya tidak sengaja melihat seseorang yang bisa di bilang mencurigakan dari balik cela buku yang ia ambil tadi


namun tak bertahan lama zeira memilih mengalihkan pandangannya pada buku di tangannya,daripada melihat dan memperhatikan seorang cowok di sebrang sana dengan topi serta masker yang menutupi wajahnya


...----------------...


saat hendak berangkat ke kampus dengan Outfit ala-ala cewe kue,tiba-tiba ponselnya berbunyi pertanda ada notif masuk


ia dengan cepat melihatnya yang ternyata dari ibu karena memang ibu sudah pergi pagi tadi saat zeira masih setia di dalam kamar


ROOM CHAT ON


IBUNDAHARA 💗


Nak, jangan lupa kunci rumah ya sayang,


oh iya Jangan lupa sarapan juga itu di meja tadi ada kiriman makanan,mungkin aza atau ana tapi ibu gak sempat nanya karena buru-buru


hati-hati jangan lupa berdoa ya anak ibu


zeira mengembangkan senyum manisnya saat membaca pesan dari ibunda tercintanya,ia tak pernah bosan slalu diingatkan setiap hari oleh ibundanya,bahkan ia senang


dengan semangat serta senyum yang tak pudar sedari tadi,tangannya sibuk menari di atas benda pipih yang di sebut handphone


ME


Iya siap ibu komandan


terimakasih sudah slalu mengingatkan anakmu ini,syang ibuu

__ADS_1


__ADS_2