
kini sudah lewat 3 hari zeira di rawat inap di rumah sakit dan belum diijinkan pulang oleh dokter,karena kondisi fisik dan mentalnya yang masih belum benar-benar pulih
"sulung ibu ke rumah dulu yah mau bersih-bersih terus sekalian antarin berkas dulu ke kantor,gak apa-apa kan sayang? mumpung zeira nya lagi tidur" ujar ibunda zeira
ibunda zeira? ya memang ibu sudah pulang sejak kemarin dan sudah tau kalau zeira berada di rumah sakit,tapi yang ia tau putri tunggalnya hanya kecapean dan berujung di rawat inap karena aza dan ana tidak ingin memberitahukan atas kejadian yang menimpa zeira beberapa hari
ana mengangguk mengiyakan " iya bu gak apa-apa kan ada aku sama aza" balas ana ramah
"tapi nanti ibu kesininya habis isya nak"
"gak apa-apa,ibu gak usah khawatir aku sama aza akan slalu nemenin zeira kok"
"huh makasih ya sayang,ya udah ibu pamit yah sayang titip salam buat aza"
aza yang baru saja keluar dari toilet terlihat mencari-cari sesuatu,"na ibu mana? "
"ibu barusan aja pulang mau bersih- bersih habis itu nganterin berkas dulu ke kantor baru balik lagi" jelasnya pada aza yang kemudian hanya di respon dengan oh
"lo gak mau balik bersih-bersih dulu? "
aza menggeleng " entar aja deh gue masih malas buat pulang"
"ya udah kalau gitu gue ke kantin dulu ya mau isi tenaga laper"
"ya udah sana nitip yah air putih" ana mengancungkan jari jempolnya
saat di kantin ia malah berpapasan dengan kayven dan Mora yang tidak tau mau kemana
"kak ana,pas banget ketemu"
ana menatap keduanya bingung " ngapain ke sini? "
"kita mau jenguk adiba, boleh kan" bukan, bukan kayven yang jawab tetapi mora
kayven mengerutkan keningnya apa tadi katanya? adiba siapa? perasaan tujuan mereka kesini berniat menjenguk zeira bukan adiba
namun bukanya jawab ana malah memicingkan matanya seperti curiga?
"udah lah kak gak usah nethink gitu,kan mora juga yang nolongin kita buat cari zeira"
" hm boleh,tapi sekarang zeira lagi istirahat "
"ya udah kalau gitu kaka mau ke mana kami ikut dulu deh biar nanti barengan"
"tapi traktir gue ya" kayven merotasikan bola matanya " ck iyaa kak iya, ayuk"
__ADS_1
"ayuk ke kantin" bukan ana namanya kalau tidak bahagia dengan yang namanya traktir
"oh iya gimana keadaan zeira kak? " tanya kayven memecahkan keheningan di antara mereka
ana menghela nafas gusar " alhamdulillah udah mendingan tapi belum di ijinin pulang kemungkinan besok"
"hmm semoga secepatnya adiba lekas pulih kembali "
"iy makasih udah bantu doa"
"bentar deh dari tadi lu bilangnya adiba adiba mulu perasaan kita jengukin zeira bukan adiba" kayven yang kebingungan
"zeira adalah adiba dan adibah adalah zeira " jawab ana
"ha maksudnya?kok bisa? " tanyanya lagi
"bisa lah kay,zeira adiba humayrah adalah nama lengkapnya adiba yang sekarang kita kenal dengan zeira, sejak kecil ia slalu di panggil adiba karna ia tidak mau orang-orang memanggilnya dengan nama depannya entahlah katanya ia tidak suka saja, hingga sampai pada saat ia bertemu dengan manusia toxic yang membuat kehidupan adiba berubah total 180°,yang kemudian memilih mengubur nama adiba dan semua masalalunya dalam-dalam lalu beralih menjadi orang baru dengan nama zeira bukan adiba, dan sampai sekarang ia tidak mau mendengar nama adiba" kayven dan mora hanya diam menyimak cerita dan penjelasan panjang lebar dari ana
"ya begitulah ceritanya" mora di buat terpaku mendengar penjelasan ana,apa yang di buat sepupunya sampai-sampai adiba eh ralat zeira begitu menyakitkan dari penjelasan ana barusan
" boleh gue tanya lagi tentang zeira kak?" ana menggeleng cepat
"gak kay dia udah susah payah mengubur semuanya dalam-dalam,sangat kurang ajar kalau gue kembali menggalinya"
sedangkan di sisi lain setelah kelar dari ruang dokter yang menangani zeira aza pun balik ke ruang rawat inap zeira,karena takut zeira terbangun dan butuh sesuatu
namun saat pembelokan menuju ruangan netranya melihat seorang cowok tinggi dengan topi menutupi wajahnya membelakangi aza hendak membuka pintu ruangan rawat inap zeira,
aza seperti tidak asing dengan cowok itu,hampir 5 detik ia berfikir mencoba mengingatnya dan akhirnya ia tersadar bahwa itu adalah dia,
aza dengan langkah lebar serta tangan yang sudah terkepal kuat menghampirinya dan langsung meninju tepat di wajahnya,membuat sang cowok langsung tersungkur di lantai dengan topi yang sudah terbuka dan memperlihatkan wajahnya
"BAJINGAN!!NGAPAIN LO DI SINI?! " umpatnya dengan amarah yang memuncak ,lalu kembali memegang kerah bajunya dan melayangkan pukulan bertubi-tubi pada wajahnya
"NGAPAIN LU DI SINI?!! "
"UDAH PUAS LU HAH BUAT ZEIRA KAYAK GINI?! "
"PUAS LU?! BERENGSEK!! " teriak aza membuat semua orang langsung datang Mengerumuni mereka termasuk ana kayven dan Mora
"AZA? AZA UDAH STOP ZA! "
"ASTAGHFIRULLAHALAZIM,ZA STOP IT! " teriak ana berusaha menghentikan tindakan aza di bantu kayven,sedangkan mora?
ia di buat terpaku melihat kejadian ini di depan matanya "kak rafa?za stop gila"
__ADS_1
"lu bisa ngilangin nyawa orang woi" sambil membantu sepupunya dari amukan aza
"I SAID STOP IT ZA! " ujar ana tegas sembari menarik aza berdiri
"Ini di rumah sakit bego,tindakan lo ini udah kelawat batas tau gak! "
"gue tau lo kebawa emosi tapi gak di sini za,tindakan lo ini udah menganggu pasien lain! " lalu beralih menatap tajam cowok yang di gandeng Mora
"lu ikut gue sekarang! " menarik kerah bajunya menjauh dari kerumunan orang-orang yang kemudian di ikuti oleh aza dan Mora
PLAKK
"mau apalagi dari zeira? " ana menamparnya setelah mereka sampai di taman
"belum puas lu hah udah ngebuat zeira kaya gitu?senang kan lu brengsek"
"masih belum puas juga?oh atau mau sekalian buat dia mati aja bar lu puas"
"na gue"
"apa?lu apa raf, apalagi coba"
"Iya gue tau gue salah karena gue udah ngebuat adiba kaya gini,tapi gue cuman mau ketemu adiba,gue cuman mau mastiin kalau dia baik-baik aja"
"gak usah sebut adiba lagi bangs**, adiba lo udah mati sejak berapa tahun yang lalu, sedangkan yang di dalam sana buka adiba lo" balas zeira geram sambil menunjuk tepat di si cowok
"baru nyadar lo hah kalau lo salah? bukannya lo gak pernah salah? "
"gak penting buat lo mastiin zeira,gak ada orang yang baik-baik aja setelah apa yang selama ini menjadi trauma buatnya kembali terulang,mikir raf"
"dan buat lo" ujar ana menunjuk mora yang berdiri tepat di samping sepupunya
"gue gak mau lagi liat lo muka kalaupun sama kayven,dari awal gue udah curiga sama rencana busuk lo,dan semua yang terjadi sekarang gue pastiin lo dalangnya,jadi mending sekarang lo cabut dari hadapan gue bawa sepupu lo daripada gue laporin kalian ke polisi"
ana membuang nafasnya kasar " pulang,gue gak mau sampe zeira liat lo lagi"
"tapi na" lagi lagi rafael tidak di beri kesempatan untuk berbicara
ana mengangkat sebelah tangannya " pulang raf,kali ini gue mohon"
"na please ijinin gue ketemu adiba"
"lu pulang atau gue bikin muka lo makin hancur di sini" dengan berat hati dan wajah babak belur rafael berjalan keluar dari rumah sakit di bantu mora
sedang kayven? ia ikut aza dan ana masuk menemui zeira yang berkemungkinan sudah bangun dari tidurnya
__ADS_1