Catatan Hijrah Zeira

Catatan Hijrah Zeira
Bab 23


__ADS_3

malam semakin larut diiringi suara jangkrik yang seolah-olah menyanyikan lagu pengantar tidur untuk para penghuni bumi,


namun sayang si gadis mungil masih belum juga memejamkan matanya


selama ini di otaknya hanya memikirkan bagaimana caranya agar semuanya benar-benar berhenti, ia capek, lelah, muak bercampur menjadi satu ,ia tau bagaimana caranya namun berkemungkinan besar mustahil


ia bangun dari tidur tak nyamanya, ia harus sesegera mungkin mengambil langkah yang tepat untuk menyudahi ini semua,


ia mengangguk paham seolah mendapat sebuah bisikan


ia lalu bangkit mengambil wudhu kemudian membentang sejadahnya melaksanakan dua rakaat sholat istikharah, bertawakal kepada Allah memohon diberikan jalan terbaik atas pilihannya nanti


lalu mengusap kasar wajahnya " huft iya, gue harus ketemu sama dia, gue gak bisa terus terusan biarin ini semua terus berlanjut"


"semuanya gak akan selesai kalau gue terus menghindar kaya gini,endingnya bakalan tetap sama karena semuanya yang belum benar-benar usai, semoga apa yang sekarang menjadi keputusanku adalah jalan terbaik darimu ya rabb, aamiin"


pagi ini zeira sudah kembali rapi dengan gamis serta balutan hijabnya, tak lupa totebag berisi laptop serta beberapa buku lainya


"ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULOHI WABAROKATUH! " ucap aza seraya mengetuk pintu rumahnya zeira


"ZEIRA! BUKAIN PIN_" belum sempat ia lanjutkan ucapannya, ana sudah lebih dulu menutup mulutnya


"ck gak usah teriak juga aza,ini tuh rumah bukan pasar"


"hwuek ih tangan lo bau ana, jorok banget sih lo"


"hm syukurin lu, makanya jangan teriak-teriak suara lo jelek"


"ah elah gue teriak tuh supaya zeira bangun,kan siapa tau aja tuh anak masih molor "


"Iya za masih molor gue di dalam" jawab zeira yang sedari tadi sudah berdiri di ambang pintu dengan tangan bersedekap dada


"eh hehe bungsu, udah lama ya disitu? "


"nyengir lagi lu, yuk masuk"


"ya maaf zei, kan intinya niat gue baik iya kan na? "


"gak tau, jangan tanyain gue"


"dih galak banget, pms lu hah"


"buu ini ada tamu gak di undang" teriaknya memberitahu ibunda tercinta


"yee enak aja sembarangan lu"


"siapa sayang? "


"aku sama aza bu"


"oh itu mah anak-anak ibu, sini sayang ke dapur"


"wah lagi masak apaan bu,kayaknya enak nih"


"ye kaya gak tau aja lu za, kan emang iya masakan ibu tuh slalu enak"

__ADS_1


"hehe bisa aja sulung, sini sini ayo makan kebetulan banget ibu lagi masak ayam kecap kesuksesan kalian nih"


"wuihhh enak banget, hmm baunya aja wangi gini menggoda banget jadi laper lagi"


"makanya sini makan dulu baru berangkat ke kampus"


"hm giliran anaknya pada datang jadi lupa ya sama anak kandungnya"


"emang iya wlee, kasian ibu lebih sayang ama kita "


"dih makan gih udah mau telat"


"ck iya bungsu, sabar kenapa sih belum juga satu suap"


"kamu juga makan dulu sayang, biar gak drop lagi"


"hehe iya ibunda tercinta, aman kalau aku mah"


...----------------...


"girl gue ke rak novel dulu ya, nanti ketemuan di sini lagi" ujarnya pada kedua sahabatnya


ya memang setelah dari kampus ketiganya memiliki ke toko buku karena aza yang ingin mencari buku untuk tugasnya serta zeira yang akan mencari menambah koleksi novelnya lagi


"lah kok ini, em permisi kak"


"iya kak ada yang bisa saya bantu? "


"oh iya ini aku mau tanya novel Eccedentesiast udah habis ya atau masih ada? "


"oh gitu ya kak, terimakasih kak"


"baik terimakasih kembali kak, saya permisi"


"huh telat lagi,terpaksa deh nunggu"


tiba-tiba ia di buat kaget dengan sebuah tangan yang menyentuh bahu kirinya


"astaghfirullahalazim"


"em maaf, assalamu'alaikum" ujarnya


"eh wa'alaiqum"


"ngapain di sini? " tanya zeira


"huft boleh minta waktunya bentar? "


zeira menoleh ke lorong di mana terdapat aza dan ana yang di halangi rak buku,


"boleh"


"ikut saya zei" ia nampak berfikir sejenak sebelum menjawab mengingat dia yang membawanya malam itu hingga bertemu dengan orang yang ternyata adalah sepupunya


ia lalu melangkah ke luar toko buku di ikuti zeira tanpa tau mau kemana, sebenarnya zeira takut dan ragu tetapi ia berusaha tuk menepis pikiran negatif dari otaknya

__ADS_1


"za ini bukan sih bukunya? " tanya ana membolak balikan sebuah buku di tanganya


namun yang di tanya malah menatap celah-celah rak seperti mencari sesuatu


"wah gak bener nih, woi denger gue gak sih? ini gue lagi ngomong pea"


"ha lo ngomong apa tadi, sorry gak denger"


"ya iyalah gak denger orang lu sibuk ngintip-ngintip tadi, ngapain sih lu aneh"


"oh itu tadi gue ngeliat ada seseorang yang mirip mora gitu"


"serius lu? dimana emangnya? "


"tadi lewat di situ makanya gue ngintip buat mastiin"


"ck mirip doang kali"


"maybe yes, loh ini dia bukunya"


"ck dari tadi gue tanyain malah sibuk sendiri"


"hehe maaf sulung, ya udah yuk bayar"


hingga kini zeira bersama perempuan dengan rambut panjangnya telah duduk manis di sebuah restoran yang tak jauh dari toko buku tadi


iya dia amora, sahabat kayven sekaligus sepupunya rafael


"gue gak tau harus mulai dari mana zei, tapi untuk yang pertma gue benar-benar minta maaf semaaf maafnya sama lo, iya gue tau kesalahan terbesar gue adalah dengan nyeret lo untuk ketemu sama orang yang ternyata paling lo hindari selama ini" ujarnya membuka suara


"huff gue, gue gak tau harus ngapain zei, gue gak bisa nolak apapun yang dia minta,karena mommy sangat bergantung sama keluarganya semenjak ayah pergi ninggalin kami,walaupun gue tau kalau tindakannya ini udah kelewat batas"zeira hanya diam mendengar setiap kata yang keluar dari mulutnya


"dan gue sangat menyesali itu, gue minta maaf banget sama lo, awalnya gue takut buat ketemu lagi sama lo setelah kejadian itu,tapi rasa bersalah ini teramat besar zei, gue gak bisa terus terusan di hantui rasa bersalah"


"hmm gue juga udah tau semuanya kok, sebelumnya gue minta maaf karena kembali membahas sesuatu yang lo sendiri udah gak mau bahas itu, bermula dari penjelasan ana tentang adiba dan zeira di rumah sakit waktu itu, dan akhirnya gue dengar langsung cerita dan penjelasan dari ka rafa yang sebenarnya,dan yang ternyata di luar dugaan gue zei" tak terasa air matanya menetes membasahi pipi mulusnya


zeira menghela nafas gusar lalu menghapus jejak air matanya " gue udah maafin lo kok, gue yakin lo punya alasannya ngelakuin ini tapi lo gak usah merasa bersalah, karena bagi gue ini udah jalan takdir dari Allah"


"dan soal masalah itu,gue yakin lo bakal tau cepat atau lambat karena lo sepupunya mor"


"sekarang dia benar-benar nyesel atas semua apa yang pernah ia lakuin ke lo zei, mungkin lo gak akan percaya sama omongan gue tapi gue berani bersumpah dari sorot matanya dia begitu menyesali semua perbuatannya dulu zei"


"hiks zeira_" ia gapai tangan zeira tuk ia genggam " atas nama sepupu gue kak rafael gue minta maaf banget sama lo zei"


zeira mengangguk " gue juga udah maafin dia kok, tapi boleh gue minta tolong sama lo"


"boleh, selagi gue bisa bantu bakalan gue bantu zei,sekaligus buat nebus kesalahan gue"


"gue mau ketemu sama rafa, boleh lo bantu gue? " mora terkejut mendengar ucapan zeira barusan


"seriusly zei? "


"gue butuh ngomong sama dia mor, gue gak mau semua ini terus berlanjut"


"oke kalau gitu, gue bakalan bantu"

__ADS_1


__ADS_2