Catatan Hijrah Zeira

Catatan Hijrah Zeira
Bab 16


__ADS_3

Pagi ini zeira kembali mendapat bingkisan berisi sarapan pagi untuknya di atas meja di depan rumah, ia melebarkan senyumnya, rasanya ia sangat bersyukur punya sahabat yang sesayang itu padanya


dikarenakan hari ini mata kuliahnya siang jadi ia memutuskan untuk ke toko kue sekalian mau cari jajanan


ia mampir ke salah satu warung jajanan di emperan jalan yang emang sudah menjadi lenggananya,walaupun di pinggir jalan namun jangan diragukan lagi soal higienis


"Iya kang kaya biasa ya tapi 5 porsi,inget yang satunya coklat aja gak pake kacang" setelah itu ia beralih duduk di salah satu kursi yang sudah lengkap dengan meja


saat sedang asik membaca buku sembari menunggu,zeira di datangi oleh dua insan yang terlihat seperti sepasang kekasih namun nyatanya tidak


"assalamu'alaikum zei" zeira mendongak


"wa'alaiqumussalam warohmatulohi wabarakatuh"


"lo sendirian? " tanya si cowok


"apa apaan sih kay? " bisik perempuan berambut panjang di sebelahnya namun masih di dengar oleh zeira


zeira mengangguk "iya"


"boleh kan kita gabung" mora semakin kesal di buatnya


"boleh"


"tumben lo gak bareng kak ana sama aza? " tanya kayven basa basi,sedangkan si cewek di sebelahnya sudah memasang wajah tak suka


"lagi pengen sendiri aja" jawab


"oh gitu, mor ngomong diem bae lu"


"kalian temenan kan? " tanya kayven memastikan


"kenapa ya harus pake hijab gede udah kaya ibu-ibu tau gak,udah gitu emang gak kepanasan apa?mana ada yang sampe nutupin muka pake kain apa lah itu segala macem heran deh gue, emang harus ya? tapi percuma juga kalau kelakuan masih mines"


ujar mora tiba-tiba dengan mata yang tertuju pada segerombolan perempuan yang sepertinya anak santriwati yang kebetulan lewat dengan penampilan ada yang bercadar adapun yang hanya mengenakan hijab besar hingga sampai pada betis


"mor apaan sih " tegur kayven


"apaan? gue cuman berpendapat,lagian gue juga cuman nanya emang gak boleh? "


zeira menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan


" jawabannya sangatlah simpel,berhijab itu adalah kewajiban sedangkan bercadar itu adalah sebuah pilihan yang sebagian wanita menjadikan itu sebagai sunnah,karena ia sadar bahwa kita sebagai perempuan tidaklah luput dari dosa walaupun saat tertidur,


namun entah kenapa zaman sekarang tuh sangatlah tabu dengan wanita bercadar dan berhijab besar,sehingga mereka tuh lebih mendahulukan pertanyaan mengapa memlih berhijab besar seperti ibu-ibu dan bercadar, dari pada mengapa memilih tidak menutup aurat,


terlepas dari itu di bilang seperti ibu-ibu juga tidak masalah,lagipula nantinya kita akan menjadi seorang ibu bukan? " jawab zeira seolah sedang menerangkan sebuah pelajaran


"ini neng ira pesanannya" ujar kang warung


"oh iya makasih kang, ini uangnya"


"saya duluan nanti kita sharing lagi soal perempuan di dalam islam mora,assalamu'alaikum" lalu beranjak pergi meninggalkan kayven dan mora

__ADS_1


...----------------...


"sumpah ya tu dosen satu satunya dosen paling ngeselin tau gak,dasar dosen tua muka datar gak berperasaan,huh rasanya pengen banget gue cabik-cabik mukanya" ujar ana ngedumel


"eh gak boleh gitu sulung,istighfar ih ini tuh udah jadi resiko kita sebagai mahasiswa,jadi harus sabar"


"tau lu na,lagian sembarangan banget lu ngatain pak rasya tua orang muda ganteng gitu di bilangin tua"


"huh sabar sih gue sabar zei tapi emang dianya gak ngotak tau gak ngasih tugasnya,pantes aja gak ada cewek yang mau sama dia orang dia aja gak punya hati gak punya perasaan"


"hmm sumpahin aja terus na,biasanya tuh yang awal awalnya ngatain tuh endingnya di pelaminan tau,awas aja lu ntar kemakan omongan sendiri"


"idih amit-amit na'udzubillah jangan ampe ya Allah"


"oh aamin ya na? bantu aminin zei" ledek aza


"ih amit-amit aza bukan amin gak budek kan lo"


"haha lagian lo aneh-aneh aja"


"oh iya gue lupa"


"apaan? "


"gue slalu lupa mau bilangin ke kalian kalau gue tuh mau berterimakasih banget sama kalian berdua, emang gue tuh gak salah milih kaka buat gue"


ujarnya membuat ana dan aza bingung "ha?apaan dah kaga jelas lu"


"pasti mau minta tolong nemenin ke toko buku entar"


"udah deh kalian gak usah sok gak tau gitu,gue tau kok kalian kan yang kirimin gue makanan kesuksesan gue and sesuai mood gue termasuk pagi tadi,lo berdua tau gue se bersyukur itu bisa jadi adek kalian tau gak,thankyou girls"


kerutan di dahi kedua sahabatnya semakin terlihat apa maksudnya coba?


"ngirimin makanan? " zeira mengangguk membuat aza dan ana sontak saling pandang satu sama lain


"perasaan gue gak ngirimin lo makanan deh,lo kali na" namun ana pun menggeleng


"bukan gue juga zei"


"girls jangan bercanda deh ah, kalau bukan kalian terus siapa? "


"beneran zei bukan kita,kalaupun kita pastinya bakalan kita ngasih tau lo lewat chat or telfon maybe"


"terus siapa dong?" tanyanya lagi


"kapan emangnya"


"sekitar 2 minggu terakhir"


"udah lama zei dan lo baru bilang sekarang? "


"ya karna gue lupa za,mana kita sekarang kan sibuk banget"

__ADS_1


" ada yang isengin lo kali"


"eh tapi gak mungkin iseng gak sih,masa iya isengnya berkali-kali"


"oh atau salah orang? "


"gue juga awalnya mikir gitu, tapi kayaknya gak mungkin deh karena di note tertulis jelas nama gue, kayak yang waktu itu"


"iya juga sih"


"oh iya gue baru ingat akhir-akhir ini juga gue sering ngerasa ada yang ngikutin gue,soalnya beberapa kali gue ngeliat orang dengan gelagat yang sama di tempat yang berbeda" jelas zeira


"wait,maksudnya gimana zei? "


"lu di teror gitu atau? "


"gak neror juga sih cuman gue ngerasa tuh kayak di perhatiin gitu"


"bukan perasaan lo aja atau emang iya"


"kayaknya bukan perasaan gue doang deh,karena beberapa kali tuh gue ngeliat orang yang sama seperti yang gue bilang tadi"


"ciri-ciri orangnya gimana zei? "


"dia slalu pake hoodie item terus nutupin ampe mukanya,atau gak make topi terus sama masker gitu jadinya gak keliatan jelas mukanya" jelasnya


ketiganya terdiam sejenak mencerna ucapan zeira barusan,namun dengan tatapan berbeda beda


"jangan bilang kalau" ucap zeira menjeda ucapannya


" kalian juga? " tanya zeira was-was yang kemudian di jawab anggukan dari keduanya


"seriusly? kok bisa? "


"gue gak tau,gue pikir cuman gue yang ngerasa gitu"


"berarti kita bertiga sama-sama kena teror? " tanya aza


"tapi siapa coba,perasaan kita gak ada musuh deh di kampus"


"kita emang ngerasanya gitu za gak punya musuh,tapi yang sebenarnya tuh pasti ada aja orang yang gak suka sama kita, entah itu kita tau ataupun gak" balas ana


"bener kata ana,tapi pertanyaannya sekarang ,siapa yang kurang kerjaan banget gitu neror kita bertiga pake segala nyuruh orang buat ngintilin kita"


"Ini gak bisa di biarin" jawab aza tegas


"kayaknya gue tau siapa orangnya" sambungnya


"serius lo za? "


"jangan ngadi-ngadi deh za entar jatuhnya malah fitnah"


"gak ini bukan fitnah tapi kenyataan,karena hanya dia yang gak suka sama kita,terutama lo zei"

__ADS_1


__ADS_2