
Aza bangkit dari duduknya bergegas keluar dari area kantin entah kemana ana pun tidak mengetahuinya,
sebelum ia kehilangan jejak aza ia pun dengan cepat mengikutinya
jangan di tanya kemana zeira,tadi ia di panggil bu dian saat ketiganya membahas permasalahan tadi,katanya ia memerlukan bantuan zeira
sedari tadi ana mengekori aza yang bisa di bilang mengelilingi kampus tanpa tau apa yang ia cari,hingga kini keduannya sampai pada perpustakaan
mereka menyusuri setiap lorong perpustakaan hingga berhenti di salah satu meja yang sudah di isi dengan beberapa perempuan cantik dengan berbagai varian yang sedang sibuk dengan buku cetakan dan leptop
aza langsung menggebrak meja membuat semua yang ada di situ menatap bingung aza dan ana yang sekarang sudah berdiri di samping mereka, terutama aza yang sudah memasang wajah jelas tidak suka
"apaan sih lo gak liat kita lagi belajar? "" tanya salah satu dari mereka
"lo kan yang namanya MORA? " balas aza berbalik tanya dengan menekan nama mora sambil menunjuk seorang perempuan yang sedari tadi hanya diam
sejujurnya ia sudah tau siapa diantara mereka yang bernama mora tapi ia ingin memastikannya
"za jangan di sini,ini perpustakaan entar kita kena omelan miss manty" bisik ana
"Iya gue mora,kenapa? " jawabannya yang diketahui bernama amora
tidak asing memang,masih ingat bukan sahabat kayven yang satu kampus bersama aza ana dan zeira?
"Ikut gue sekarang" lalu menarik tangan mora keluar dari perpustakaan di ikuti ana
"ck lepasin gak jelas banget apaan sih pake narik gue segala" ujarnya sambil menghentakkan tangannya agar terlepas dari genggaman aza saat ketiganya tlah sampai di taman
"gak usah muna deh lo,gue tau isi otak lo" balas aza
mora mengerutkan keningnya lalu terkekeh " wow really? but I don't know what you're talking about"
"pura-pura bego lo sekarang? " balas ana
"makin ngaco ya omongan lu berdua,maksud lu apaan sih udah gue bilang gue gak ngerti apa yang lo omongin"
"lo kan yang nyuruh orang buat neror gue ana sama zeira" tawa mora pun pecah begitu mendengar perkataan aza
"gue neror lu pada? ngapain gak ada untungnya buat gua" jawabnya santai masih dengan tawanya
__ADS_1
"yakin bukan lo? " tanya ana memastikan
"of course,omg wait so you're accusing me? hellow you know gue bisa aja laporin lo berdua ke police atas tuduhan pencemaran nama baik karena udah nuduh gue"
aza mengangguk anggukan Kepala seolah paham " nuduh? "
"yes"
"kalau gue punya bukti masih lo bilang nuduh? " balas aza membuat mora langsung salah tingkah
"masih inget gak sulung sama seorang cewek berambut panjang di toilet cewek lagi ngobrol sama seseorang lewat telfon "
"dan dia bilang tenang aja gue udah bayar orang buat ngawasin mereka,jadi lo gak usah khawatir TERUTAMA ZEIRA " sambung ana dengan kalimat akhirnya di ikuti rekaman suara yang di putar oleh ana dari handphone miliknya
raut wajah mora seketika berubah 180°, bagaimana tidak rekaman suara itu terdengar jelas
bodoh, bagaimana bisa ia seteledor ini,bagaimana bisa sampai ketahuan oleh mereka? ini semua gara-gara DIA,kalau saja ia tidak menelponnya waktu itu di kampus pasti tidak akan ketahuan seperti sekarang
"masih mau bilang kita nuduh? "
"kita bisa aja laporin lo ke police atas kasus perencanaan kejahatan" ujar ana membalikkan perkataannya tadi
"gak usah sembarangan kalau ngomong"
"aza bener,lo seharusnya inget kalau gue sepupunya kayven,tau kok gue kalau lo suka sama kayven tapi gak gini caranya,lagipula gue juga gak bakalan nge restuin lu sama sepupu gue" cukup menohok
"sulung aza" ketiganya spontan menoleh saat mendengar panggilan itu
yang ternyata adalah zeira,bagaimana ia bisa tau? karena tadi sebelum sampai taman ana sempat mengirim pesan pada zeira,bahwa ia dan aza sedang berada di taman
"kalian ngapain? " namun tidak ada jawaban dari mereka
"za kalian"
"Iya gue mau ngasih peringatan sama ni cewek gak waras"
"gue peringatkan sama lo untuk terakhir kalinya kalau sampai kejadian ini keulang lagi,liat aja tulang rusuk lo yang bakal gue patahin" lalu menarik ana dan zeira untuk pergi
sesampainya mereka di kelas ketiganya sama-sama diam tidak ada yang membuka suara,
__ADS_1
mereka tau kalau si bungsu sekarang sedang kesal pada mereka,tentu saja iya karena zeira tidak suka membuat masalah baru seperti sekarang,sedangkan aza masih dengan gengsinya biasalah pisces girl
sedangkan ana? ia menghela nafas gusar " come on girl,kenapa jadi pada diem dieman sih? "
"tau ah gue kan udah bilang tadi jangan ,siapa tau aja kita yang terlalu berprasangka buruk" Ulujarnya masih dengan membelakangi aza sebaliknya juga aza
"gini ya sulung bilangin ke bungsu lo itu jangan keras kepala jadi orang,gue cuman mau ngelindungin orang yang gue sayang lagipula gue berani ngelabrak karna gue punya bukti"
"bener kata aza,kita punya bukti yang kuat zei terus kita tadi tuh cuman mau ngasih peringatan doang gak lebih dianya aja yang drama emang"
"ya tapi tetap aja kan bisa ngomongin baik-baik"
"gak bisa kalau orangnya modelan kaya tuh nene lampir"
"astagfirullahaladzim parah ih udah ngelabrak sekarang malah ngatain lagi"
"biarin orang emang dia mirip"
"STOPP" teriak ana cukup kencang membuat keduanya spontan langsung diam
"huh udah debatnya? " tanya ana dengan wajah datar
keduanya sudah tau kalau ana sudah mengeluarkan ekspresi andalannya seperti sekarang, berarti itu tandanya si sulung mode serius dan kalau sudah begitu tidak boleh ada yang ganggu gugat lagi
keduanya hanya menjawab dengan anggukan layaknya seperti anak yang sedang di marahi oleh ibunya karena ketahuan melakukan kesalahan
"gini ya zei niat kita berdua tadi hanya mau ngasih peringatan buat mora,karena kita tau ini semua dalangnya adalah dia,jangan bilang kita fitnah karena kita punya bukti yang cukup kuat terus juga tadi kita bener-benar hanya mau buat dia ngakuin kesalahannya dan buat dia jera"
"dan buat aza,mohon sabar kita bisa jelasinnya pelan-pelan"
"iya" Jawab keduanya bersamaan
"sekarang saling minta,ayo cepetan"
"za aku minta maaf,harusnya aku dengerin dulu penjelasan kamu,aku minta maaf" Sambil menyodorkan tanganya
"aku juga minta maaf ya gak seharusnya aku marah juga sama kamu"
"maapin kita juga ya sulung" lalu ketiganya pun berpelukan seperti teletabis
__ADS_1