Catatan Hijrah Zeira

Catatan Hijrah Zeira
Bab 18


__ADS_3

usai melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim,zeira beralih duduk di meja belajar dengan leptop,beberapa buku cetak serta novel yang sudah siap menemani malam nya


ia membuka jendela kamarnya membiarkan angin malam masuk dan ikut menemaninya,sejujurnya ia masih kepikiran soal masalah yang akhir akhir ini mengganggu kesehariannya,bermula dari kayven berlanjut ke mora hingga ke teror dan lainnya


walaupun ia sudah tau dalang dari teror meneror adalah mora, namun entah kenapa tetap saja perasaannya masih belum tenang seperti ada yang belum usai,tetapi ia tidak boleh ber husnuzon pada sang maha kuasa


"hayo lagi mikirin apa? " ejek si paling sulung yang kini sudah rapi dengan baju tidur ke bangganya


"gue tebak pasti lagi mikirin ayang fiksinya dia nih, iya kan? " lanjut aza yang sudah duduk di samping kirinya


ya memang malam ini keduanya memilih nginap di rumah zeira,entahlah dalam rangka apa juga zeira sendiri tidak tau


intinya mereka ingin menemani si bungsu karena berhubung ibu ada keluar kota ke rumah nenek yang berkemungkinan akan pulang besok,


ini semua tidak lain tidak bukan karena kekhawatiran seorang kakak pada adik mereka,lagipula sudah lama juga mereka jarang nginep di rumah salah satu dari ketiganya


ia mengusap wajah keduanya " sok tempe! " lalu berpindah ke mas krus eh ralat kasur maksudnya


"TAUUU ZEIRA"


"iya itu maksudnya"


"lagian lu aneh-aneh aja cowok fiksi di tangisin" keluar lah aslinya aza yang tukang julid


"lebih parahnya lagi za kalau cowok fiksinya mati beuh nangisnya kek mati beneran tau" apalagi kalau sudah di sambung oleh si ratu kompor alias ana maka meledak lah ini


"astagfirullahalazim ih tukang julid ketemu tukang kompor hmm cocok udah"


"haha lah kan emang bener "


"iya na serah lu pada dah serah" pasrah nya


beginilah nasib si bungsu yang slalu jadi bahan bullying,eh tunggu dulu perlu di garis bawahi bukan bullying yang seperti pada film film tetapi kebiasan kaka beradik


Ia kemudian berjalan keluar kamar meninggalkan keduanya di kamarnya yang sedang tertawa bahagia merasa puas menjahili adik bungsu mereka


sebelum benar-benar keluar ia bertanya pada keduanya " pada mau makan sate gak? "


"sate apaan? "


"sate ya sate na astagfirullah,pake nanya sate apaan"


"ya maksudnya ngapain makan sate kan ada makanan di dapur"


"lagi mau makan sate,gak mau sekalian nitip apa gitu? "


"gak deh udah kenyang gue"


"gue nitip beli cilor ya zei"


"cilor aja?aza beneran gak mau nitip nih? "


"gak deh lagi malas ngunyah"


"ya udah gue keluar bentar ya"


"gue temenin yuk"


"ga usah bentaran doang kalian duduk manis aja yah nungguin" ia pun berlalu keluar kamar


...----------------...


sesampainya di warung ia pun duduk menunggu di salah satu kursi tak lupa memesan makanannya,


sekitar 5 menit menunggu pesanannya pun tiba


"terimakasih kang ini uangnya" lalu beranjak pulang karena malam semakin larut


"kang satenya 1 porsi yang pedes" ujar seorang lelaki yang kebetulan di dengar zeira


saat di pertengahan jalan pulang tiba-tiba ponselnya berdering pertanda ada panggilan masuk dengan cepat ia pun melihatnya namun ternyata nomor baru


zeira lebih memilih memasukkan kembali ponselnya pada saku cardigan miliknya dari pada mengangkat telfonnya,karena seperti yang sudah di jelaskan bahwa zeira adalah tipe orang yang tidak akan merespon jika ada nomor baru


seperti sekarang ini sudah kali ke lima ponselnya berdering dengan malas ia mengangkat telfonnya


"halo ze? zeira hallo? " ujar seseorang di sebrang telfon


"Iya halo,maaf siapa? "


"halo zei gue mora temennya kayven"

__ADS_1


sontak zeira mengerutkan dahinya "iya kenapa mor? "


"zeira tolongin gue zei gue gue gak tau lagi mau minta tlong siapa zei" di iringi suara isak tangis


"mora lo kenapa mor ada apa? lo gak apa-apa kan" tanya zeira memastikan


"gue gak tau zei,zeira tolongin gue zei please"


"iya oke gue bakalan tolongin lo,sekarang kasi tau gue lo di mana"


"gue di jln garuda dekat gedung tua di ujung jalan, zei zeira tolongin gue Arrrggghhh" telfon pun di matikan secara sepihak


dengan cepat ia bergegas ke tempat di mana sudah di beritahukan oleh mora tadi,kebetulan tidak jauh dari rumahnya


sesampainya di sana suasananya terlihat begitu sepi,tidak ada tanda-tanda keberadaan mora yang ada hanyalah bunyi jangkrik,


dengan perasaan takut ia memberanikan diri tuk terus berjalan maju


"mora? " dengan nafas yang masih memburu ia berusaha memanggil nama mora


"mora lo di mana? "


"mor? amora lo di mana gue udah di sini"


namun tak di sangka sudah ada seseorang yang berdiri tepat di depannya dengan jarak yang tak jauh darinya,di bawah cahaya yang remang-remang ia yakini bukanlah amora,perasaannya sudah was-was takut terjadi sesuatu di luar dugaannya


"zeira adiba humayrah" ujar si cowok lalu berbalik menghadap zeira


"apa kabar adiba?" tanyanya lagi dengan senyum smirk khasnya


sedangkan orang yang di panggil adiba? sudah berdiri terpaku dengan nafas yang memburu serta mata yang mata berkaca-kaca


ia terpaku di tempatnya tidak tau harus berbuat apa,detak jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya,pikirannya pun kalut sekarang


suara yang sangat amat ia kenali,seseorang yang selama ini berusaha ia hindari namun malam ini takdir berkata lain dan kembali di pertemukan


" m mau ng apain lo di sini? " tanya zeira terbata bata


" what i'm doing here? ya jelas nepatin janji aku ke kamu lah"


"kamu gak akan bisa jauh dari aku sebaliknya juga aku adiba aku gak akan bisa jauh dari kamu,gak mungkin lupa kan sama janji aku itu ke kamu" ujarnya penuh penekanan sambil berjalan maju mendekati zeira


zeira menggeleng kuat dengan deraian air mata "gak! jangan mendekat! jangan! " berjalan mundur berusaha tuk menghindar berharap ada seseorang bisa membantunya


namun sayang, ia kalah cepat dengan seseorang di depannya yang sudah lebih dulu mencengkram tanganya lalu menariknya kembali dan memegang kedua bahunya erat


"gak,gue mohon lepasin,lepasin gue" ucap zeira seraya memohon sambil melepaskan cengkraman di tangan kanannya


"jangan teriak kalau kamu masih mau kedua teman kamu di rumah aman" ancamnya


"jangan nyeret sahabat gue buat ikut dalam masalah ini"


"oh of course babe,asalkan kamu turuti apa yang aku bilang"


"you know,aku udah lama nunggu waktu ini,waktu yang tepat buat ketemu sama kamu,thankyou my cousin amora" ujarnya bersamaan dengan seorang perempuan berambut panjang yang keluar dari balik tembok


flashback on


sesampainya di rumah ia langsung memarkirkan mobilnya dan segera masuk ke dalam rumah dengan perasaan campur aduk


pikirannya sekarang hanyalah apa yang ia lihat tadi di taman,


karena terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri ia bahkan tidak menyadari keberadaan mommy serta sepupunya yang jelas sedang duduk di ruang tamu sambil berbincang ringan


mommy serta sepupunya yang melihatnya lantas kaget dan merasa aneh dengannya,


bagaimana tidak amora yang mereka kenal adalah sosok perempuan bawel yang slalu punya cerita setiap kemana pun ia pergi,apalagi jika ada sepupunya di rumah seperti sekarang


sementara itu mora langsung masuk ke kamarnya membanting pintu lalu membuang asal tasnya


"amora? " panggil seseorang dari luar kamar


"amora ini gue"


"gue masuk ya" lalu pintu pun di buka dari luar


"murung kenapa lagi? biasanya paling reseh kalau sehabis pulang dari luar" ujar si cowok


"ck tau ah gue lagi kesel, kesel sekesel keselnya"


si cowonya terkekeh " kesel kenapa coba?cerita sini siapa tau gue bisa bantu"

__ADS_1


mora mengehela nafas gusar " masih ingat kan kalau gue pernah cerita soal kayven cowok yang gue suka? " dia mengangguk


"tadi tuh gue ada janjian sama dia di taman tapi bisa bisanya dia lupain janji gue sama dia dan ketemu sama cewek gak tau diri itu, udah gitu dia biarin gue nungguin dia mau hampir satu jam bayangin aja coba,gimana gue gak kesel"


"emang lo tau dia ketemuan sama tuh cewek? "


"ya iyalah orang gue liat pake mata kepala gue sendiri,mana ini tuh bukan kali pertama tau gak sih kak" dumelnya


"ya udah gak usah di bikin pusing,mungkin emang kebetulan kali"


"gak! tuh ceweknya aja yang kegatelan, ganjen dasar! "


"intinya selama crush lo masih jomblo pepet aja terus "


"serah dah " sambil mengangkat kedua bahunya


"lo tunggu sini gue ada sesuatu buat lo" lalu beranjak keluar kamar meninggalkan ponselnya di atas meja


sedetik kemudian ada sebuah notifikasi masuk ke ponsel membuat ponselnya otomatis menyala sontak mora di buat kaget dengan tampilan wallpaper dari sepupunya


"no Impossible! " tiba-tiba pintu terbuka kembali menampakkan seorang cowok tinggi dengan dua cap ice cream di tangannya


"ngapa lo? "


"gak mungkin, lo kenal sama ni cewek kak? " tanya mora masih dengan wajah tidak percaya dengan menunjukkan wallpaper sepupunya


"ya iyalah kenal,banget malahan"


"gak mungkin lo bercanda kan kak? "


"bercanda apaan sih amora"


"Ini cewek yang barusan tadi gue ceritain ke lo kak, dia yang bareng sama kayven " lantas keduanya sama-sama kaget namun tak lama karena cowok yang di panggil rafael sudah lebih dulu tersenyum lebih tepatnya smirk


"ngapain lo senyum? jelasin ke gue sekarang"


"ini bukan sebuah kebetulan mor,thankyou banget gue berterimakasih banget sama lo" lalu menjelaskan secara detail sosok perempuan yang ada di wallpapernya


"jadi gue minta sama lo sekarang tolong bantu gue"


"tapi gue bantu apa kak" ia lalu berbisik ke telinga mora


BRUKK


"ANJ*** jngan gila deh kak "


"itu termasuk tindakan kriminal tau gak" sambungnya


"I know tapi itu satu satunya cara mor,please bantu gue lo mau kan kayven jadi milik lo? gue pengen banget ketemu sama dia"


"beneran gila lo ya"


amora menggeleng " gue emang suka sama kayven tapi gue gak buta kak tega ngelakuin hal bejat kaya gitu atas nama cinta"


sang cowok tersenyum smirk " lupa keluarga lo bergantung pada siapa mor? oh atau gue"


"Iya gue mau" jawab tegas mora


"good girl dari tadi kek "


"tapi jangan ngelakuin hal yang lebih dari yang lo bilang tadi"


"aman gue balik dulu makasih sepupu, gue ada urusan nanti gue kasi tau planing next nya"


mora mengusap wajahnya,ia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengiyakan apa yang sepupunya minta


Flashback offf


zeira terus saja menggeleng " mora gue mohon mor tolongin gue,tolong lepasin gue amora" ucap zeira memohon pada mora dengan deraian air mata


mora hanya terdiam menatap zeira dengan tatapan yang sulit tuk di mengerti namun di dalam hatinya ia berharap ada seseorang yang bisa membantu zeira


"ssttt kamu gak usah minta tolong,aku yang akan nolongin kamu" ujarnya lalu ingin menyentuh wajah mulus zeira namun zeira memalingkan wajahnya


"lihat aku adiba aku di depan kamu bukan di samping kamu"


sambil terus menggeleng ia tetap memalingkan wajahnya pertanda tak mau "lihat aku adiba"


"aku bilang lihat aku"


dengan kasar tangan kanannya mencengkram kuat dagunya " AKU BILANG LIHAT AKU BABY GIRL "

__ADS_1


"tolong lepasin gue mohon sama lo"


__ADS_2