Catatan Hijrah Zeira

Catatan Hijrah Zeira
Bab 20


__ADS_3

flashback on


amora yang sedari tadi hanya terdiam menyaksikan ulah sepupunya yang tidak masuk di akalnya,ia tidak bisa melihat zeira yang ia kenal ramah, lemah lembut dan sangat amat menjaga kehormatan nya sebagai seorang perempuan muslim, walaupun ia tidak begitu mengenalnya


ia tetap tidak tega melihat sepupunya melakukan kekerasan fisik di depan matanya,di hatinya yang terdalam ia ingin membantu zeira setidaknya untuk menebus kesalahannya juga karena telah menjebak zeira dan menuntun zeira masuk ke lingkungan manusia toxic seperti sepupunya


ia berusaha memutar otaknya mencari ide tuk bisa membebaskan zeira,


"ayo mora berfikir,ayo lo harus bisa "


"ayo mora goblok,otaknya di pake pleas otak tolong bantu gue kali ini"


"lo harus bisa bebasin zeira" katanya berperang dengan batinnya


dan ysh dia ada ide,ia segera mengambil ponselnya dari sling bag mininya lalu " raf raf raf gawat raf" ujarnya menggebu-gebu seolah ada sesuatu


"knapa mor? " tanyanya namun dengan tangan yang masih mencengkram kuat dagu zeira


"kita cabut sekarang ada yang lacak keberadaan zeira" balasnya dan bergegas menarik Rafael keluar


"gak tunggu,gue harus bawa adiba juga"


"ck gak keburu raf mereka udah otw ke sini"


"tapi adiba gimana gue gak mau ninggalin dia di sini mor " zeira sudah tak berdaya terduduk di bawah lantai kotor dengan badan yang lemes


"udah gak ada waktu raf,udah biarin aja dia, ayo"


"tunggu"


"dib nanti kita ketemu lagi buat lepas rindu,sekarang aku harus pergi dulu" lalu beranjak keluar dari gedung mengikuti mora


meninggalkan zeira dengan keadaan yang tidak baik-baik saja,sebelum benar-benar meninggalkan gedung mora menyempatkan diri tuk menoleh melihat zeira


"maafin gue zei,cuman ini cara gue buat bebasin lo dari ka rafa" ujarnya dalam hati


Flashback off


di sinilah mereka sekarang di ruangan serba putih dengan bau khas obat obatan,


seorang perempuan cantik dengan balutan hijab terbaring lemah di atas bankar rumah sakit dengan mata yang tertutup rapat


ya dia zeira, sejak beberapa jam lalu ia di larikan ke rumah sakit karena kondisinya yang drop,


Ia sudah siuman sedari tadi subuh namun di kasih obat penenang dari dokter untuknya kembali tidur dan istirahat,karena melihat kondisinya yang jauh dari kata baik


kedua kakaknya pun enggan memejamkan matanya walau sebentar,karena rasa kekhawatiran seorang kaka pada adik mereka yang teramat besar, jangankan tidur keluar tuk mencari angin saja tidak sama sekali kecuali sholat


mereka menatap wajah pucat dan lelah dengan mata bengkak Zeira yang sedang memejamkan matanya di alam mimpi,


wajah khawatir dan ketakutan terlihat jelas di wajah kedua sahabat itu


"kamu perempuan hebat zei,aku tahu itu dan kami percaya insya Allah kamu bisa ngelewatin ini, tapi tolong jangan kayak dulu zeira, kami khawatir sama kamu” ucapnya terbata-bata diiringi isak tangis


“maaf kami belum bisa menjadi kakak yang baik untuk kamu,maaf juga kami belum bisa menjagamu hingga membuatmu kembali seperti ini,tapi jangan khawatir aku janji ini akan menjadi yang terakhir dan tidak akan terjadi lagi, kita hadapi masalahmu bareng-bareng" sambil mengelus punggung tangan zeira

__ADS_1


dugaan aza dan ana benar,semua yang terjadi pada zeira tadi malam sampai sekarang adalah DIA penyebabnya,


seseorang yang ada di masalalu zeira adiba humayrah


dia yang hanya tahu bahwa dia terluka tapi tidak pernah tahu bahwa dialah yang sebenarnya pemberi luka,


laki-laki egois yang hanya memikirkan perasaannya sendiri dan tidak pernah bisa menghargai keputusan orang lain


"masih inget gak zeira pernah cerita kalau dia pernah bilang ke zeira bahwa dia tidak akan membiarkan zeira hidup tenang dan bahagia selama dia masih hidup dan melihat zeira" kata aza yang masih terfokus menatap wajah tenang zeira saat ini,walaupun masih terlihat pucat dan lemah


ana mengangguk "Iya gue ingat,dan itu yang gue takutkan sekarang za, dulu gue mencoba mengabaikan kata itu dan mengira itu hanya kata yang dia ucapkan karena emosi,tapi sekarang dia telah membuktikan apa yang dia katakan ke zeira waktu itu"


Flashback on


di sini ketiga remaja remaja cantik berkerudung yang serasi dengan pakaian masing-masing sedang duduk di salah satu kursi di taman menikmati indahnya minggu pagi,dengan sebotol air mineral dan beberapa makanan ringan


mereka adalah adiba aza dan ana


BRAK!!


"AZAAA!"


"KENAPA LO GAK BILANG KALAU SNACK LO PEDESS!!" teriak pemilik suara paling keras seperti toa masjid alias dzakira hasanah izzatunisa,dan langsung meminum air yang ternyata habis


"sulung air minum gue!" kata adiba saat melihat ana mengambil minumannya


"HAH TUNGGU ADIBA INI PEDES BANGET"


"LO NGAPAIN TERIAK DI TELINGA GUE HASANAH" jawab nur safira khamza tak mau kalah sambil mengusap kupingnya dibalik jilbab


"GUE GAK PEDULI,lo udah ngeracunin gue dengan makanan pedes sialan lo itu"


"jngan fitnah ya lu jadi orang gak ada tuh gue ngeracunin lu"


"TERUS KENAPA LO GAK BILANG KALAU SNACK LO PEDES"


"salah sendiri asal makan makanan orang,makanya budayakan bertanya kepedesan kan mampus"


"ARRRGGGHHH" dan kembali lagi dengan pertarungan antara aza dan ana Unfaedah tapi sudah apa boleh buat ini sudah menjadi rutinitas mereka sehari-hari terkadang juga aza dan zeira atau zeira dan ana


"aaa kenapa lo narik kerudung sakral gue"


"lo duluan yang narik ege"


"rasakan ini karena udah berani berantakin jilbab yang gue atur dari subuh"


"aduh aduh adiba tolong woi,tolongin gue aaaa sakit berhenti tarik jilbab gua"


"auh adiba tolong tolong tolong aduh lo duluan yang berhenti ana!"


adiba hanya duduk manis dan mengangguk menyaksikan pertikaian antara keduanya sambil memakan chiki " maaf tapi kali ini gue gak mau bantu dulu,karena tenaga gua udah abis setelah lari dari kejaran anjing


"aaa stop aza sakit,adiba please"


"gue gak mau! "

__ADS_1


“kepala gue sakit aduh lepasin tangan lo aza"


"lo duluan yang lepasin hasanah " teriak aza dan ana mencoba meminta bantuan adik mereka yang dari tadi hanya tertawa tanpa ada niat untuk membantu mereka berdua


setelah menghabiskan waktu hampir 5 menit, aza dan ana akhirnya mengakhiri pertarungan unfaedah mereka tanpa bantuan adiba yang hanya tertawa bahkan merekam pertarungan keduanya yang katanya menjadi tontonan gratis


"huh ternyata berantem sama lo cukup menguras tenaga"


"Iyalah makanya jangan remehin gue,gak tau aja lu kalau gue mantan pesilat"


"senang banget bisa menikmati minggu ini dengan tenang, plus dapat tontonan gratis pagi ini!" sambung adiba yang sedari tadi hanya tertawa


“Iya setelah berhari-hari perang sama pelajaran” namun tiba-tiba terdengar bunyi notifikasi berulang kali di ponsel zeira


"ck gak bisa apa satu hari aja kita senang-senang tanpa adanya pemberitahuan tugas sekolah" dumel zeira dan memilih mengabaikan ponselnya


berbeda dengan ana yang membuka ponselnya,namun bukan notifikasi tugas sekolah yang muncul melainkan foto vulgar yang diposting dari akun Instagram milik @ariez_23


"adiba?"


"hm kenapa? "


"lihat akun instagram lo sekarang" ujar ana


"astagfirullahalazim adiba?" sementara adiba terdiam seperti patung yang tidak tahu harus berbuat apa lantas ana langsung berpindah duduk di sampingnya dan memeluknya


"za tolong kasih tahu semua orang kalau akun Instagram adiba di bajak,cepatan!"


"sekarang aza!"


"apa gunanya coba ngelakuin hal bodoh kayak gini,brengsek"


"bukanya dia udah cukup mempermalukan lo di media sosial akhir-akhir ini? bang***! " umpat ana kesal


"lo masih ada masalah apa sih diba sama dia? "


adiba menggeleng "entahlah,tapi dua hari yang lalu dia lihat gue bareng sama kevin saat beli kebutuhan pramuka di salah satu toko, terus dia nelfon marah-marah gak jelas dan nuduh gue pacaran sama kevin,habis itu ngatain gue segala padahal gue udah berkali-kali ngejelasin ke dia kalau gue sama kevin hanya teman organisasi,tapi dia tetap aja sama pendiriannya kalau gue pacaran sama kevin"


"terus ngelakuin hal menjijikkan kaya gini? ini tuh bukan baru sekali dua kali dib"


"astaghfirullahalazim,kenapa juga dia harus cemburu kan kalian berdua udah gak ada hubungan apa-apa lagi, kalaupun lo jadian sama kevin itu bukan urusannya, brengsek emang"


"huh gak ngerti gue sama pemikiranya,lo putus sama dia dengan cara baik-baik kan,seharusnya dia bisa mengerti tapi kenapa malah sekarang nuduh lo kaya gini sih "


“tuh anak kenapa sih gak ada capeknya gangguin hidup lo kaya gini, gue yang liat aja tuh capek muak tau gak"


adiba menyeka air matanya dan beralih membuka ponselnya lalu menyerahkannya pada aza dan ana dengan layar yang menampilkan chatnya dengan seseorang


"dia bilang dia gak akan biarin hidup gue tenang dan bahagia selama dia masih hidup dan masih bisa melihat gue" ucap zeira dengan suara parau


"apa apaan coba dia bilang kaya gitu sama lo? dia pikir dia siapa? lo bukan lagi pacarnya, dan dia gak berhak atas apapun tentang lo,termasuk kebahagiaan lo" kata aza dengan alis yang sudah emosi


"jangan di pikirin, apapun yang dia bilang ke lo itu gak penting dan hanya akan mengganggu konsentrasi lo dalam belajar”


“lagipula dia udah gak penting buat lo,intinya lo putus sama dia karena murni hijrah,jadi jangan dengarin kata-kata satu setan dua binatang pun yang mencoba mengganggu lo,cukup fokus aja sama belajar dan hijrah lo"

__ADS_1


"dan percayalah bahwa Allah selalu ada untuk lo dan tentunya kami juga akan selalu ada buat lo!" sambung ana sambil memeluk adiba berusaha menenangkan gadis kecilnya


flashback off


__ADS_2