
"eh eh Reva apa semalam kita GK keterlaluan yh,Aku takut dia kenapa kenapa"kata dewi mengingat ingat kejadian semalam.
"Udh tenang aja lagian dia udh biasa kita kerjain,"
kata Reva santai di bangkunya sambil memainkan telepon genggam nya.
"yH walaupun,tapi kita kn GK pernah melepaskan anjing itu,biasanya kita hanya menggertak dan bermain main saja kan ,GK sampai melepas rantai nya, apa lagi membayangkan betapa mengerikannya anjing itu iiih aku jadi takut bagaimana kalo aku yg di kejar aaaah mengerikan"kata Dewi membayangkan apa yg di katakan nya sambil ngeri ngeri sendiri.
"hey sudahlah, intinya aku puas"
"tapi aku juga takut dia kenapa-kenapa"
Reva menatap nya tajam"kalo kau takut ngapain ikut semalam ngerjain dia ha? dasar pecundang gitu aja takut"
"tapi rev"
"sudahlah, sekali lagi GK usah ikut ngerjain dia"
"dasar"Dewi sedikit kesal bagaimana Reva GK takut kalo Aya bakal mengalami hal yg di luar perkiraan mereka,Dewi juga takut nanti Aya terluka parah di jalan trus polisi nemuin dan menyelidiki kasus nya, mereka ketauan dan tertangkap,Dewi GK mau di penjara walaupun masih di bawa umur bakal mendapat hukuman yg ringan tapi tetap saja dia dan keluarganya bakal menanggung malu.
karena keluarga Dewi juga keluarga yg terpandang.
......
"kakek,cepat bangun yah...."kata erik lirih,
Erik sangat sedih melihat kakek nya ntah kapan bisa siuman dari koma nya,semalaman Erik tidak pulang ke rumah dia masih ingin di samping kakek yg di sayangi nya,menjaga nya ,selalu ada disisinya ,disaat kakek nya lemah Erik tidak ingin jauh dari kakek nya.
"Erik janji...tidak akan membangkang lagi pada kakek.."Erik menunduk menahan tangisnya ia sadar dulu dia selalu membangkang pada kakeknya tapi sang kakek masih tetap menyayanginya, mengajarinya dengan baik.
"Erik janji kek... Karena itu bangun lah...."Erik sudah tidak dapat lagi menahan tangisnya,pipi ny telah basah oleh cairan yg keluar dari pelupuk matanya,ia tau dulu dia sangat jahat pada kakek nya hinggap koma nya kakeknya dia merasa bersalah.
"hiks hiks hiks....kakek..."dengan suara lirih,
tiba tiba pintu terbuka,tampaklah wanita anggun walaupun sudah berusia tidak muda lagi, sedang menatap nya sedih.
"sayang...ibu tau kamu sedih ,tapi ingat juga kesehatan mu"kata ibunya lembut,berjalan mendekati Erik kemudian mengelus rambutnya .
"kamu sudah menjaga kakek, sekarang pulang lh dan beristirahat,tidak usah sekolah dulu ibu tau kamu lelah.." kata ibunya tersenyum lembut.
erik masih ditempat nya,menatap sang kakek.
"jika kakek nanti sadar dia pasti sedih melihat mu seperti ini, Karena itu pulang lh...kamu bisa kembali besok biar ibu yg menjaga kakek"
Erik menatap ibunya ia berpikir ibunya benar bagaimana nanti kakek melihatnya seperti ini dia bakal sedih, akhirnya Erik beranjak dari tempat nya,menatap ibunya,dan tersenyum.
"ibu aku titip kakek"kata nya tersenyum.
ibu Erik tertawa kecil,Erik bingung melihat tingkah ibunya,
"sudah sana pulang lh ibu mengerti "
"aku pulang dulu bu,ini juga jaga kesehatan"kata erik.
ibu Erik terkejut melihat kelembutan yg di berikan padanya biasanya Erik tidak seperti ini,Erik Hanya menunjukkan kepedulian nya dengan kasar tidak lembut.
Erik melangkah keluar,ia berjalan dan saat berbelok ia tidak sengaja melirik pintu kamar yg terbuka.
Erik sedikit terkejut kemudian berhenti,karena yg di lihat olehnya adalah aya,yg sedang terbaring tidak sadar kan diri dan sangat lemah,orang sangat dia benci yg membuat dia malu ,erik berhenti dan menatap nya sinis,dan penuh kebencian.
dia juga melihat Arya ,
"kenapa Arya merawat nya dengan teliti" pikirnya "dan apa yg terjadi padanya hingga seperti itu"Erik melihat luka yg sudah di perban di tubuh Aya."sudahlah tidak penting"pikirnya
stelah itu Erik melangkah pergi.
...
" kenapa tuan Erik menatap nya begitu?" pikir Wiliam ,yH dia berada di belakang Erik dia tidak sengaja melihat Erik berhenti di kamar Aya ,Wiliam hanya sebentar membeli kopi untuk dirinya,dan mendapati Erik berada di depan pintu kamar Aya .
__ADS_1
tiba tiba hp Wiliam berdering.
"iyh tuan"
"bagaimana"
"gadis itu belum sadar tuan"walaupun jihan bertanya singkat begitu tetapi Wiliam tau maksudny tuanya itu.
"hmm,segera jemput aku kita kekantor"
"baik tuan,"
"jangan lupa suruh satu pengawal menjaga nya"
"baik tuan"kata Wiliam sedikit heran,tidak biasanya.
......
"hey Rev Aya GK ada masukkan,aku makin takut tau"kata Dewi cemas.
"malah bagus kan dia GK datang,GK buat nyemak mata "kata Reva tersenyum.
"revaaa,aku GK mau yH dipenjara Karna hal ini,karena ini sudah kelewat batas,biasnya kita hanya mengurung ny kan di gudang menyiram nya melemparkan kotoran dan membuat dia jatuh atau apalah tapi tidak dikejar anjing ganas itu Rev dia bisa mati tau"kata Dewi menahan marah.
"dan kau masih bisa tenang"kata Dewi ketua.
Reva hanya diam dan tersenyum,dia sangat puas
tapi dia juga sedih bersamaan Aya tidak datang Erik juga tidak masuk ada apa ini pikirnya.aaaa dasar.pikir Reva.dia kembali kesal.
.....
beberapa hari kemudian
Aya masih terbaring lemah dengan luka yg sudah di perban,wajah nya sangat pucat,ditambah dengan muka putih bersih yg membuat wajah ny semakin pucat,
keringat juga membasahi wajahnya,sesekali Aya menggeliat merasa tidak nyaman dan takut,dokter Arya yg melihat nya merasa iba,bahkan kekeluarganya tidak datang menjenguk nya.
saat di telepon bibi Aya hanya mengatakan iyh singkat dan tidak merasa terkejut,seperti tidak terjadi apa apa,Arya hanya bisa menggelengkan kepalanya merasa kasihan,sekaligus penasaran yH Arya juga jadi penasaran pada Aya.
pintu kamar terbuka tanpa di ketuk Arya terkejut dan melihat Wiliam dan jihan pelakunya membuka tanpa mengetuk dasar pikir Arya .
"Hay Jihan,wiliam"kata Arya ramah tapi di jawab dingin oleh jihan,dan Wiliam.
Wiliam hanya menatap nya sedangkan Jihan hanya menjawab hm
dasar es balok ,kaku nya minta ampun untung aku sabar kalo gk udh habis kalian ku mutilasi huh.
Arya tersenyum kaku merasa geram dengan kedua sikap mahkluk es di hadapannya ingin di cincang nya,tapi dia hanya bisa menghela nafas panjang,mengerti sifat kedua nya seperti apa.
"bagaimana?"tanya Jihan.
"apanya"kata Arya bingung.
"keadaan nya bodoh!"
"hey kau saja yg bertanya tidak jelas menyebalkan"
huh kapan sih dia berubah ,kalo tidak ada Wiliam udh ku jitak kepalanya ,kalo di depan Wiliam bisa bisa aku langsung dilempar,menyebalkan .
"kau sudah melihat nya dia masih belum sadar, sepertinya tubuh nya semakin lemah, mungkin banyak tekanan menimpah dirinya ,"
"demam nya juga menurun,tapi soal luka nya sudah bisa ditangani."
Jihan hanya mendengar penjelasan Arya sambil menatap Aya,merasa iba.
"aku takut jika tubuh nya semakin lemah dia bisa tidak siuman selamanya atau bahkan bisa meninggal...karena tekanan pada mental nya,itu maksimalnya minimalnya mungkin dia bisa gila atau yH seperti yg ku bilang tadi koma selamanya,sertinya tidak ada yg memberi semangat untuknya, keluarga nya saja tidak peduli ,"
"apakah Anda sudah menelepon keluarga Nina ini"tanya Wiliam
__ADS_1
"aku sudah menelpon mereka tapi mereka tidak terkejut sama sekali,"
"oh iyh bagaimana kalian bisa menabraknya apa lagi dengan luka seperti ini?".
tanya Arya yg penasaran.
"saat aku melaju kan mobil ku,dia datang dengan tiba tiba aku sudah mengkleksonnya tapi dia Hannya berjalan lurus "Wiliam.
"sepertinya dia ingin bunuh diri"kata Arya
",aku sudah tau kenapa dia seperti ini,"kata. Jihan menatap Aya.
"kau sudah menyelidiki nya?"
"beberapa hari ini wiliam sudah menyelidiki nya"
"dan apa yg kau temukan, bagaimana?"
Jihan menyapa Arya dengan dahi berkerut
"kenapa menatap ku aku sedang bertanya"
"hmm"
"hey hey aku menunggu mu menjelaskan"
"Wiliam"
"baik tuan, seperti nya gadis ini mendapat perlakuan buruk di sekolah semenjak sd,bahkan dirumah,orang tua nya juga sudah meninggal,ibu nya dijual oleh ayahnya kepada pria hidung belang agar mendapatkan uang, kemudian ibunya meninggal akibat siksaan dari pria hidung belang tersebut,Ayah Gadis ini belum juga ditemukan keberadaan nya hingga skrng , dan nona ini tinggal dengan paman dan bibinya,pamany selalu ingin mencoba melecehkan nya bahkan memperkosanya,bibinya juga tidak peduli dan selalu memarahi nya,dan yg saya dengar dia berkerja di sebuah grosir dan dari penghasilan itulah dia bertahan hidup dan membiayai sekolah dan makanan nya"
sesudah menyelesaikan penjelasan nya Wiliam menunduk,
"ha,dia menghidupi diri ny sendiri,huh keluarga yg tidak punya hati bahkan makan saja tidak di kasih" kata Arya geram apa lagi melihat Aya seperti ini.
"apa lagi nona ini bersekolah di sekolah yg di kelola oleh keluarga Yudha "Wiliam.
"ha! bagaiman dia membayar nya dengan penghasilan dengan bekerja di grosir ?"
Arya terkejut dan semakin geram.
"nona ini awalnya mendapatkan beasiswa hingga lulus tetapi banyak yg tidak suka dengan ny di sekolah sepertinya mereka bekerja sama menghancurkan nya sehingga beasiswa nya juga ikut tercabut,"kata Wiliam memberi penjelasan.
"dasar mereka itu yH,ingun sekali ku gantung trusku mutilasi"Arya sudah sangat geram,apa lagi dia melihat Aya yg gadis polos dan seperti nya baik ,bisa melewati cobaan seperti ini.
"aku juga sudah menolong nya,dua kali aku sudah bisa menyimpulkan bagaiman dia disekolah" kata jihan
"dia wanita yg kuat"
Jihan merasa iba dan kagum melihat gadis yg terlihat lemah seperti ini bisa melewati cobaan seberat ini,
"apa lagi tubuh nya semakin lemah,aku jadi khawatir "kata Arya membayangkan yg tidak tidak terjadi sesuatu dengan Aya.
"nona ini kuat "Wiliam dalam hati
"untung kalian yg menabrak nya jadi dia selamat kalo tidak ,mungkin dia bakal di abaikan atau dia bahkan akan di maki maki dan meninggalkan nya dengan pikiran kalut yg ingin bunuh diri.
"dia sampai ingin bunuh diri"arya semakin iba dan geram melihat orang yg tega melakukan sesuatu seperti ini padanya.
.
.
.
.
.
**mohon dukungan nya , dukungan dari kalian adalah semangat author 😊
__ADS_1
author minta maap kalo kata katanya masih bannyak yg kurang, author akan berusaha memperbaiki nya**.