
2 jam kemudian bel istirahat berbunyi,Aya sudah sangat kelelahan dengan mengangkat satu kakinya beberapa kali dia terjatuh,keringatnya sangat banyak membasahi pipinya.
kemudian Aya melihat ibu ami berjalan ke arah nya dari ruang kelas ,Aya yg kelelahan dan terduduk kemudian segera cepat cepat berdiri setelah melihat Bu ami,kemudian Bu ami berhenti di depan Aya.
"Aya ,sekali lagi kamu ulangi seperti tadi,hukuman mu lebih berat dari ini, mengert?"
"huft aku yakin aku akan mendapatkan hukuman yg ibu bilang barusan,mereka tidak akan berhenti mengganggu ku" merasa pasrah.
"aya? apa kamu dengar" kata Bu ami menatap Aya.
"eeh iyh Bu"kata Aya menunduk dan Bu ami segera pergi.
"huft lelah sekali,kaki ku bisa bengkak kalo begini"
"itu belum cukup"tiba tiba Reva sudah berada di samping aya,Aya terkejut dan merasa takut kemudian menunduk .
"hahahaha.....kau takut?" kata Reva dengan sinis.
"hm enak nya di apain yh?" Reva sedang berfikir sambil memegang dagu nya.
"bagaimana devi?semuanya ?enak nya dia kita apakan....hahahaha"Reva merasa sangat senang karena sebentar lagi aya akan merasakan penyiksaan yg akan di buatnya.
"aku tau....sini kau dasar j****g!" kata Reva sambil menarik rambut Aya dengan kasar,
semua orang yg ada disitu hanya menatap saja bahkan Erik dan kawan kawan nya sebagai penonton merasa puas, sedangkan Erik hanya tersenyum kecil,saat ini dia sedang malas mengerjai Aya karena pikiran nya hanya kepada sang kakek yg sedang koma di rumah sakit.
"ku...kumohon lepaskan aku hiks hiks hiks" kata Aya yg sudah menangis dari tadi karena rasa sakit di kepala nya akibat dari ulah reva,saat ini Aya masih di tarik paksa oleh Reva dengan menarik rambutnya.
"sudah berani ngomong yah" kata Reva sinis.
Reva membawa Aya ke belakang sekolah,Aya yg melihat nya semakin ketakutan dia tau apa yg ada di sana, seekor anjing yg sangat besar dan galak, peliharaan penjaga sekolah,Aya takut dengan apa yg akan dilakukan Reva dan kawan kawan nya,setelah sampai Reva melepaskan tarikan pada rambut aya dengan kasar.
terdengar suara anjing yg sedang menggonggong ke arah mereka,Aya semakin takut dan gemetaran.
Reva tersenyum
__ADS_1
"Aya sayang,aku ingin memberikan kejutan kecil untuk mu,pertama Tama" Reva memberi kode dengan tangan nya kepada salah satu temannya untuk memberikan air bekas pengepelan, sebentar Reva menatap Aya kemudian Reva menyiram Aya dengan air kotor tersebut,
"tuhan,tolong aku...hiks hiks hiks"
Aya menangis kenapa tidak ada orang yg melindungi dirinya,Aya sangat menderita,dia sudah sangat lelah.
"apakah enak?hmmm sekarang kamu sudah Harum," kata Reva tersenyum senang
"dasar j****g Haha"
"Reva udh kasihan ...dia pasti kedinginan....aku kasihan sangat kasihan hahahah,..."kata Devi tertawa senang
kemudian Devi mendekati Aya ,dengan lembut memegangnya.
"udh jangan nanngis lagi yah...." kata Devi tersenyum lembut
kemudian.......
"tapiii boong aaahahahahahaha"kata Devi tertawa puas sambil mendorong Aya hingga terjatuh dengan kasar.
"hmmm Aya sayang ku,kejutan khusus nya akan kita mulai hahahhahaha......" Reva tertawa dengan sangat puas dan senang, kemudian dia dan teman teman nya pergi meninggalkan Aya,salah satu teman nya sudah membuka tali pengait anjing penjaga tersebut tanpa aba aba anjing itu pun berlari ke arah Aya,Aya yg sudah tau rencana Reva ,juga sudah berlari.
keringat sudah membasahi tubuh aya,dia ingin memanjat tapi tidak tau caranya,Aya masih berlari kemudian Aya melihat pintu belakang sekolah yg menuju keluar terbuka sedikit dan memiliki celah tetapi masih di beri pengait sebuah rantai,untung tubuh Aya kecil bisa melewati celah tersebut,
saat berhasil keluar,Aya merasa dia sudah aman tapi dugaan nya salah,anjing tersebut juga memaksa untuk keluar hingga berhasil melewati ny,Aya yg Melihatnya kembali berlari sekarang dia sudah berada di luar sekolah.
Aya masih berlari kencang tapi sayang anjing tersebut jauh lebih cepat dari nya hingga berhasil menerkam Aya dan membuat Aya terjatuh.
anjing itu mencakar dan menggigit aya, hingga banyak sekali luka,Aya masih berontak berusaha lepas dari anjing itu, kemudian baju Aya sudah robek.
"Tuhan aku harus bagaimana"
Aya kemudian menendang perut anjing tersebut tapi gigitan nya belum juga lepas dari tubuh aya,usahanya masih gagal, ditempat itu hanya jalan kecil jadi jarang orang melewati nya, sehingga tidak ada yg menolong Aya.
Aya melihat sebuah batu yg cukup besar,Aya berusaha meraihnya , setelah dapat Aya segara memukul anjing itu dengan bertubi tubi sehingga anjing' tersebut merasa kesakitan dan juga mengalami memar akibat pukulan dari batu yg di layangkan aya,kemudi gigitan nya pun terlepas usaha Aya berhasil,anjing itu sudah berlari pergi meninggalkan aya.
__ADS_1
"huft...." kata Aya yg merasa lega.
"akh!!! sakit..."kata Aya meringis kesakitan diseluruh tubuhnya,
sekarang badan Aya penuh luka, baju yg sudah robek,badan basah,dan rambut yg sudah acak acakan ,tidak lupa juga badan Aya sudah sangat bauk dan kotor akibat siraman air peelaan tadi.
Aya berusaha berdiri
"aduh... kaki ku" kata Aya yg merasa sakit di bagian kakinya karena sudah terluka akibat terjatuh tadi,bibir Aya juga luka kepala, hampir semua badan Aya terluka.
setelah berhasil berdiri Aya berjalan linglung merasa pusing dan sangat kesakitan.
"Tuhan aku tidak tahan lagi.....hiks hiks aku harus bagaimana?apa lebih baik aku tidak usah hidup lagi hiks hiks hiks"
"iyh lebih baik aku tidak usah hidup lagi hiks hiks"kata Aya dengan tangisnya wajah yg pucat , terlihat Aya sangat tertekan,dan lelah ,merasa sangat sakit.
"huaaaaaa!!!!!!......"tangis Aya pecah di jalan kecil tersebut.
"a...a..aku sudah sangat lelah Hiks hiks..kenapa hidupku harus seperti ini hiks hiks hiks...." sambil menangis Aya menahan rasa sakit ditubuh nya yg sudah mengeluarkan darah akibat cakaran dan gigitan anjing tersebut.
batin fisik semua sakit dirasakan Aya.
"andai saja...aku memiliki orang yg bisa melindungi ku hiks hiks menyayangi ku , menyemangati ku,dan selalu menemaniku Hannya satu orang saja tuhannnnn!!... hiks hiks hiks," kata Aya yg sudah merasa sangat putus asa.
"tapi apa seorang pun tidak ada selama ini aku berjuang sendiri, berusaha kuat tapi sebenarnya aku rapuh hiks ....semua meninggal kan ku hiks hiks hiks...."
tiba tiba mata Aya berubah kosong dan wajah datar.
"mungkin lebih baik aku mati "kata Aya sudah putus asa,Aya berjalan dengan tertatih karena kakinya sudah terluka dan bengkak,Aya berjalan menuju jalan raya,dan hanya menatap lurus saja
setelah berjalan cukup lama Aya sudah dekat dengan jalan raya,tatapan nya masih kosong dia berjalan seolah olah sudah tidak bernyawa,
Aya sudah memasuki jalan raya menembus jalanan ramai dengan kendaraan bermotor dengan kecepatan yg lumayan cepat,Aya masih berjalan tiba tiba.
tin!!!!! tin tin!!!tin tin tin!!..............!!!!!
__ADS_1