
jihan hanya melangkah pergi meninggalkan kan Arya dan Aya yg masih asik berbincang,entah kenapa Jihan senang melihat senyum Aya, sempat Jihan tersenyum kecil saat melihat Aya.
.........
"tuan,ada meeting sebentar lagi,"kata Wiliam yg sedang berdiri di samping Jihan sekarang mereka sudah berada di kantor.
Jihan hanya mengangguk, pikiran nya masih terbayang bayang dengan senyum Aya, mungkin gadis itu sudah sangat menderita, sehingga senyumnya bisa terlihat indah.
sebelum Jihan berangkat untuk meeting,Jihan menelepon Arya untuk menanyakan keadaan Aya,dia sangat legah bahwa Aya bisa pulang bila sudah cukup istirahat,paling cepat besok.
Wiliam yg mendengar percakapan Jihan terkejut tidak biasa nya tuanya terlalu peduli seperti itu, sampai menanyakan keadaan biasanya Wiliam yg akan mengurus nya.
.........
"wah benarkah besok aku sudah bisa pulang"kata aya tersenyum senang
"iyh,jadi bersabarlah jangan keras kepala lagi ini demi kebaikan mu"kata Arya mengingatkan.
"baiklah,terima kasih kak Arya"
" kalo begitu aku pergi dulu aku masih punya pasien "
Aya mengangguk menandakan iyh
"nanti aku akan datang lagi"
"iyh kak,"
setelah Arya pergi ,Aya merasa senang mungkin besok dia bisa memulai harinya sedikit lebih baik walaupun akan selalu ada masalah dalam hidupnya,Aya sudah mulai kembali tegar dengan adanya Arya menjadi teman dalam hidup Aya,dan kakak satu satunya ,Aya senang memikirkannya.
......
"Erik ,bentar lagi kita akan luluskan , bagaimana kalo kita liburan ke pantai disana sangat menyenangkan untuk merayakan kelulusan kita, bagaimana?" tanya rehan antusias.
"aku tidak bisa" kata erik sibuk dengan handphone nya.
"kenapa?"
"kakek ku sedang sakit"
"trus"
"jangan banyak tanyak rehan,aku sudah bilang alasan nya" kata erik yg sudah menatap rehan tajam,dia sedang malas berbicara apa lagi di dalam pikiran nya hanya sang kakek yg sedang terbaring di rumah sakit.
saat ini Erik dan rehan sedang berada di kelas , beberapa orang menatap Erik kagum sekaligus takut karena tatapan Erik
tapi rehan tidak terlalu takut pada Erik,toh rehan adalah teman Erik ,jadi rehan juga tau seperti apa sifat Erik.
"setidaknya jelaskan,kenapa Erik"kata rehan masih berani bertanya.
"aku tidak mau bersenang senang sedangkan kakek ku koma,dan aku tidak mau meninggalkan nya,sudah puas?" tanya Erik menatap tajam rehan.
"baiklah aku mengerti, berhenti menatap ku seperti itu ,yh... mau bagaimana lagi "kata rehan kecewa.
tapi Erik tidak peduli dan mengabaikan rehan .
wanita itu belum masuk juga sampai sekarang,aku sudah gila berhenti di supermarket untuk melihat nya memakan roti sambil tersenyum,cih ! memalukan.
flashback on
__ADS_1
erik tidak sadar bahwa ia sekarang sedang berada di depan supermarket, menunggu seseorang ,Erik masih mencari cari orang tersebut yg sudah dua kali di lihat Erik memakan roti begitu lahap nya dengan tersenyum indah dan lembut dan itu adalah Aya.
gadis yg paling di benci Erik di sekolah yg selalu mengganggu Aya.
tapi Erik tidak sadar sekarang dia ada di mana dan sedang menunggu Aya,
ngapain aku ada disini,cih aku sudah gila
Erik tersadar,saat tau dia langsung bergegas pergi dan merutuki,kebodohan nya,Erik sempat mengumpat kasar ,karena hal yg di lakukannya beberapa menit yg lalu.
flashback off
.....
saat ini Aya sudah beres beres ingin segera pulang tidak lupa Arya membantu Aya ,
"aku akan mengantarmu"
"tidak perlu kak Arya,aku bisa sendiri"kata Aya tersenyum.
"kita kan sudah berteman,aku akan mengantarmu tidak boleh menolak" kata Arya menatap Aya.
"kak..."
tiba tiba pintu kamar terbuka tampak lah ,Jihan dan Wiliam,
"hey sebelum masuk ketuk dulu,tidak tau sopan santun"Arya merasa kesal.
Wiliam hanya tersenyum sambil menundukkan kepala ke arah Aya dan mengabaikan Arya sedang kan Jihan hanya berwajah datar sambil memasukkan kedua tangan nya ke dalam kantung celananya.
"hey jangan mengabaikan ku, sialan" arya mendengus kesal,bisa bisanya dia diabaikan
"tidak apa apa aku bisa ko sediri" kata Aya sopan.
"Aya jangan keras kepala kau baru pulih"kata Arya mengingatkan Aya.
"kak tidak apa apa".Aya kembali tersenyum,dan hal itu tidak luput dari penglihatan Jihan, kemudian mata Jihan fokus menatap Aya.
"siapa nama mu"tiba tiba jihan bersuara.
"eh...nama saya Aya" kata Aya merasa tidak nyaman dengan tatapan Jihan
"asisten ku akan mengantar mu,dan aku sudah pernah bilang aku benci di bantah " Jihan masih fokus menatap Aya.
"baiklah tuan,eeh apa kah saya bisa mengatakan sesuatu"" tanya Aya memberanikan diri bertanya .
"Silahkan"
"saya hanya ingin berterima kasih pada tuan, Karena waktu itu sudah menolong saya , beberapa kali,terima kasih tuan" Aya menundukkam kepalanya.
Juan hanya menatap nya
" aku tidak menerima permintaan terima kasih mu"
"eh kenapa tuan" Aya menatap heran Jihan,
"berterima kasih lah dengan tersenyum saja itu Sudah cukup"
"saya sudah tersenyum tadi tuan"
__ADS_1
ya membela diri.
"hanya tersenyum saja itu sudah cukup tidak perlu menundukkan kepala seperti itu,apa kau mengerti ?" Jihan semakin menatap Aya dalam
sedangkan yg di tatap merasa risih, sekaligus takut dan juga heran dengan perkataan Jihan.
aku tetap saja tidak mengerti tuan,maapkan aku aku terlalu bodoh.
Aya masih terdiam,
"apa kau dengar,Aku benci pada orang yg tidak langsung menjawab perkataan ku"kata jihan sudah memicingkan mata nya.
"nona tuan saya tidak suka bila mengulang kata kata nya dan nona tidak langsung menjawab nya dan membuat tuan saya menunggu" Wiliam bersuara,ia tau bahwa tua nya sudah mulai kesal,dan itu tidak boleh terjadi,bisa bisa terbawa hingga ke kantor dan dia yg harus menyelesaikan kekesalan tuanya itu.
"baiklah tuan"kata Aya tersenyum.
padahal aku masih bingung dan ingin bertanya lagi tapi rasa takut ku lebih besar ,Aya kenapa kau terlalu bodoh sih huft.
apa lagi dia benci mengulang perkataan nya apa lagi meminta penjelasan panjang lebar aku bisa mati di tatap seperti itu,sangat menakutkan.
"nona silahkan" Wiliam membantu mengangkat barang Aya walaupun tidak terlalu banyak,dan mempersilahkan Aya keluar dan mengikuti nya menuju mobil untuk mengantarkan Aya kembali ke rumah nya.
"baiklah"
....
"wah ini sudah beberapa kali kalian bertemu yah,kata orang jika kita bertemu kembali dengan orang yg kita tolong dulu itu tanda nya jodoh " Arya tertawa kecil
"Tidak ada yg seperti itu"
"atau mungkin kau akan menyukai nya,apa tadi itu kau menyuruh nya berterima kasih pada mu hanya dengan tersenyum hahahaha kau lucu" kata Arya yg sekarang sedang menertawakan Jihan.
"diam atau aku akan membunuh mu" Jihan sudah kesal,dan menatap Arya tajam.
"baiklah maapkan aku "Ting Arya tersenyum lebar pada jihan, Jihan hanya menatapnya jijik.
"jangan membuat ku jijik Arya,"kemudian jihan melangkah pergi meninggalkan Arya yg maish tersenyum lebar menampakan giginya yg putih.
....
aku tidak gila aku waras,aku Hannya ingin selalu melihat dia tersenyum.
Jihan hanya berkutak pada pikiran nya.
.
.
.
.
dukungan kalian adalah semangat author 😊
maaf yH kata katanya banyak kekurangkan nya,
soalnya author masih belajar,sekali lagi mohon dukung author ,Karna author akan berusaha ke lebih baik lagi.
terima kasih....
__ADS_1