
didalam mobil Aya menatap jalanan dari balik kaca pintu mobil,Aya menarik nafas dalam berfikir apa yg akan terjadi padanya nanti,esok dan seterusnya dia sudah harus siap dengan kemungkinan apa yg akan terjadi dalam hidupnya,sekarang Aya sudah memiliki satu teman yg mendukung nya arya, seorang dokter tampan.
pertemuan mereka memang menyebalkan,tapi Aya tau sifat Arya seperti itu karena arya khawatir dan Aya memakluminya Walaupun waktu itu Aya merasa kesal,tapi sekarang ia beruntung bisa bertemu dengan Arya.
"nona kita sudah sampai" kata Wiliam yg membuyarkan lamunan Aya.
Aya keluar dengan di bantu Wiliam membawakan barang barang Aya.
"tuan biar saya saja "kata Aya merebut barang yg sudah di pegang Wiliam.
"tidak apa apa nona saya akan membawakan nya"
"tuan sayakan sudah dirumah tidak apa apa saya bisa langsung masuk ko" kata Aya tersenyum.
Wiliam berpikir sebentar, kemudian mengiyakan permintaan Aya.
"baiklah nona" Wiliam menyerah kan barang Aya kemudian menundukkan kepalanya disambut tundukkan kepala aya dan wiliam pun pergi dari halaman rumah tersebut.
sekarang Aya bingung apa kah dia harus masuk atau tidak , Karena di dalam rumah tidak ada bibinya ,kalo begitu pasti ada paman nya.
Aya takut memikirkan kemungkinan yg akan terjadi,Aya masih berdiri menatap rumah tersebut dan masih bingung.
"bagaimana ini" Aya mulai ketakutan.
"apa aku harus masuk dan langsung ke kamar mengunci pintu,Tidak tidak paman pasti akan langsung menarik ku atau mencari cara untuk masuk ke kamar ku" Aya semakin takut , karena pikiran nya sudah jauh ke mana mana.
Tuhan tolong aku,aku takut.
cukup lama Aya berdiri.
"atau aku ke supermarket saja beli roti dan sambil menunggu bibi pulang saja".
"baiklah begitu saja" Aya pun segera beranjak dari tempat nya dan menuju supermarket.
.....
sekarang Aya sedang duduk di depan supermarket sedang melahap rotinya,sambil memainkan handphone nya bermain game.
cukup lama Aya memainkan game di handphone nya ia pun menyadari hari sudah sore tapi bibinya masih lumayan lama lagi pulang kerumah.
"huft lama sekali jam berputar" aya menangkup kan wajah nya menahan rasa bosan nya.
"aku tidak tau bagaimana nasibku nanti yH bila sampai di rumah,apa bibi akan memarahi ku atau mendiamkan aku saja" Aya masih berpikir,memang Aya sifatnya selalu kepikiran dasar
"ujian kelulusan juga sebentar lagi,aku belum mempersiapkan diri,tapi aku harus bisa "
dari kejauhan di dalam mobil seorang cowok menatap Aya tidak lepas dari pandangan nya.
yH siapa lagi kalo bukan Erik,Erik hanya iseng lewat ingin memastikan keberadaan Aya ada atau tidak .
ternyata orang yg di cari Erik ada yaitu Aya,Erik segera memarkir kan mobil ny dan menatap aya,sejak dari tadi ,yH dia sudah lama ditempa nya menatap Aya.
apa aku sudah gila seperti ini pada gadis bodoh itu,dasar
p*****r,cih
__ADS_1
Dan dia apa sangat suka memakan roti ,
pantas saja badannya sangat kecil.
cepatlah pergi dari tempat mu bodoh aku benci
berlama lama disini*
itulah umpatan Erik ,dia malah menyalahkan Aya atas kebodohan nya sendiri yg masih di tempatnya ,sedang dia bisa saja sesuka hati beranjak dari tempat nya Sekarang tetapi malah menyalahkan Aya yg tidak tau apa apa.
saat Aya beranjak pergi ,Erik tersentak.
akhirnya gadis bodoh itu pergi juga
tapi kau sudah baik baik saja ,tidak dirumah sakit lagi mengganggu saja .
sungguh Erik kau memang aneh.
Aya sudah dibendung dengan rasa bosan nya , sekarang Aya,memilih pulang ,ia akan menunggu bibinya karna sebentar lagi toh bibinya pulang ,dia bisa menahan pamannya agar tidak melakukan hal yg tidak di inginkan Aya padanya.
dan juga pamanya jam jam segini sudah berangkat ke club' tempat ia sering minum.
......
sesampainya di rumah Aya tidak menyapa malah ia masuk secara diam diam,agar pamanya Tidak mengetahui kedatangan nya,
saat Aya hendak membuka pintu kamarnya terdengar suara pamanya memanggil aya, jantung Aya serasa mau copot.
"kau sudah pulang" kata pamanya keluar dari kamar melihat aya.
"eh... eh iyh paman" kata Aya berusaha tersenyum padahal dia sudah merasa sangat takut dan khawatir.
Aya khawatir.
"kenapa baru pulang?" pamanya tersenyum.
paman senyum itu menakutkan,aku harus bagaimana.
"eh iyh paman"
"dari mana saja?"
"eh kemarin Aya kecelakaan paman"
refleks pamanya mendekati Aya menyentuh kedua bahu Aya.
"apa! kecelakaan, sekarang bagaimana ,mana yg terluka "
padahal pamanya hanya mengambil kesempatan,pura pura khawatir dan itu semakin membuat Aya ketakutan dan ingin menangis.
"jawab Aya".
"aku tidak apa apa paman,aku sudah baikan..."
Aya menundukkan kepalanya semakin takut
__ADS_1
pamanya semakin mendekat kepada aya
"seharusnya kau hati hati aya,bisa sampai kecelakaan segala"
"iyh paman,kalo begitu Aya ke kamar dulu ,Aya ingin istirahat, permisi paman!" Aya segera berbalik cepat ,tapi kalah dengan cepat nya tangan paman Aya menarik dirinya.
sekarang Aya berada di cengkraman tangan pamanya,Aya melirik ke atas melihat senyum pamanya yg begitu menakutkan tersirat hal buruk.
"paman aku ingin istirahat" kata Aya lirih dia sudah tidak bisa menahan air mata nya.
"paman akan temani yH,mumpung bibi kamu belum datang"
"tidak paman,"
"kenapa kau menolak paman aya,paman kan niat baik,paman juga ingin melihat luka mu "tangan paman nya menggerayanginya tubuh aya,tapi ditepis cepat oleh ayA.
"paman mau apa..." kata Aya yg sudah menangis.
"sudah tidak apa apa"paman nya menarik Aya menuju sofa ,
Aya masih berontak ,tapi pamanya mencengkramnya dengan sangat kuat hingga meninggal kan bekas memar di sana.
"paman aku mohon lepaskan,bentar lagi bibi datang...hiks hiks"
tolong aku siapa pun Tolong aku hiks hiks hiks
"tenang saja ada paman ko" sekarang mereka sudah duduk di sofa dan Aya sudah gemetaran .
saat pamanya ingin mencium aya,Aya menggigit tangan pamanya dan berusaha kabur ,
"dasar kurang ajar!!!!!"
tapi nihil saat Aya hampir sampai di depan pintu pamanya sudah menarik nya kembali, kemudian Aya berteriak.
"tolong!!!!!!!!...hmppp" dengannya cepat mulut Aya di tutup pamanya dengan tangan nya,kembali Aya menggigit nya,
"tolong aku siapa saja!!!!." paman Aya dan segera menarik Aya dan mendorong Aya ke atas sofa,Aya meringis kesakitan.
"hiks hiks hiks paman aku mohon jangan"
pamanya hannya tersenyum kemudian melancarkan aksinya
kalo aku tau begini aku tidak akan pulang hiks hiks ...aku kira bisa menahan paman rupanya tidak hiks hiks tolonggggg!!!!!
Aya hanya dapat berteriak kencang dalam hatinya, sungguh dia sudah sangat ketakutan.
tiba tiba....
**BRAKKkKKK.....
terdengar suara pintu di tendak**.
Aya dan pamanya terkejut,tiba tiba
BRUK...
__ADS_1
paman Aya tersukungkur akibat hantaman kursi yg di layangkan oleh Erik.
yH erik yg mengikuti aya sedari tadi karena kegilaan nya dia sampai di tempat ini,saat hendak pergi ia mendengar suara teriakan aya dan segera bergegas masuk.