Ceo Dingin Dan Kejam

Ceo Dingin Dan Kejam
Erik part (l)


__ADS_3

didalam ruangan itu masih terasa hawa mencekam dari Erik,


"Erik pergilah!!!" Aya berteriak kencang sambil menangis,dia sudah tidak tahan dengan keadaan ini,Erik begitu menakutkan menurut ny.


"kau sudah berani berteriak padaku yH!"erik membalas teriakan aya.


"hey bodoh aku sudah menyelamatkan mu dari tua Bangka itu,begini cara mu berterima kasih ha!!" Erika mendekati Aya,menatap tajam.


Aya merasa terancam dengan Erik,ia ingin segera lari.


"apa maksudmu,suami ku mau melakukan apa?"


Dengan sedikit takut bibi Aya bertanya,Erik yg mendengar bibi Aya membuka mulut ,ia berbalik menatap tajam bibi aya,


"apa kau kira aku takut pada mu ha!aku bisa saja melaporkan mu pada polisi"


bibi Aya berusaha menahan rasa takut nya saat berbicara pada Erik , terapi sesungguhnya dia sangat takut.


"hahahaha!!!"


"silahkan saja,aku akan menunggu aku bisa membuat kau yg ditangkap"Erik tersenyum licik.


"sudah kubilang kan aku bisa melakukan apa saja yg ku mau pada mu,itu sangat mudah,apa lagi.... membunuh' mu"


sekarang tatapan Erik sangat mematikan.


"ka...kau siapa ha ,berani seperti itu pada ku!"


bibi Aya berkata terbata,menahan sekuat tenaga rasa takutnya.


"aku pemilik perusahaan Yudha company....,kau bisa mati di tangan ku hanya sekali ku tunjuk"


bibi Aya membelalakkan matanya, terkejut dengan pengakuan Erik.


"aku tidak pe.. percaya"


"aku tidak peduli kau percaya atau tidak ,tapi ingat kau lapor kn aku kau habis"


sambil tersenyum mematikan


aku sungguh bodoh,di...dia pemilik Yudha company,itu mustahil,tidak,,,tidak tidakk!!!!


tentu saja siapa yg tidak kenal dengan perusahaan Yudha yg sudah sangat terkenal dengan banyak nya cabanng di mana mana,diluar kota dan negri.


sering muncul di tv dengan kehebatan yg dapat membuat orang terkagum, kesuksesan dan pencapaian yg besar.


banyak yg ingin berlomba lomba mendekati keluarga tersebut,ia juga bekerja di rumah salah satu kerabat keluarga Yudha, karena itu bibi Aya juga mengetahui keluarga Yudha.


keberanian bibi Aya sekarang sudah benar-benar hilang ntah kemana, setelah mendengar pengakuan Erik.


tiba tiba.


Aya berlari kencang menuju pintu ,ia sungguh ingin pergi dari keadaan ini,dari Erik,bibi,dan pamanya,ia meninggal kan mereka.

__ADS_1


Erik terkejut ,hanya menatap punggung aya dan melewati pintu rumah tersebu,ntah apa yg ada di pikiran Erik sekarang.


.......


di gelapnya malam,Aya masih berlari di jalanan yg sepi karena itu hanya sebuah gang kecil,yg jarang di lewati orang orang.


Aya berlari sambil mengusap matanya, pikiran nya terbayang bayang akan kejadian tersebut, sungguh sangat membuat dirinya terkejut hanya kata itu yg paling dominan untuk dirinya sekarang.


Aya berpikir kapan kesedihan nya akan berakhir, penderitaan nya,dia ingin segera lari tapi itu mustahil selalu saja akan ada masalah dalam hidupnya.


ini sudah takdir dan dia harus menghadapi nya sendirian,yH sendirian


hiks hiks hiks,aku....aku tidak tau harus bagaimana lagi hiks hiks.


Aya berhenti di sebuah gang kecil yg sepi dia terduduk ,sambil menangis, memikirkan bagaimana dia hidup selama ini,


di malam itu Aya menangis' sepuasnya,baru saja dia keluar dari rumah sakit tetapi dia sudah harus menghadapi masalah seperti ini,sangat membuat dirinya syok dan terkejut


Aya merasa matanya ingin tertutup,kepalanya terasa pusing,dan tubuh nya tidak sanggup lagi untuk bergerak,tidak lama kemudian Aya jatuh pingsan tanpa ada orang yg menyadari.


.......


didalam ruangan tersebut sudah kosong,bibi Aya sudah kerumah sakit mengobati luka suaminya ,sedangkan Erik sudah pulang dengan raut wajah gusar, pikiran nya terasa sangat kacau dan gila.


sesampainya di rumah Erik langsung menjatuhkan dirinya di atas kasur,merasa lelah ,tapi sangat gusar, pikiran nya juga terbayang bayang kejadian beberapa jam yg lalu,sangat mengejutkan.


aku sudah gila mengapa aku sampai seperti itu,dan wanita bodoh itu,kenapa aku menyelamatkan nya dan mengikuti nya,aku benar benar sudah gila!!!..


dan lagi dia berlari dengan keadaan kacau seperti itu tadi,apa dia baik baik saja?


aku menang Sudah gila gila gila*!!!!!


Erik terdiam sejenak memegang kepalanya dan mengusap rambutnya dengan kasar .


*apa Karena aku ketagihan dengan senyuman nya?itu tidak mungkin


memang aku tidak pernah melihat dia tersenyum tetapi saat pertama kali melihat nya tersenyum hati ku terasa hangat.


aku tidak boleh seperti ini ,tidak boleh ini sangat beda dengan diriku .


tunggu apa dia baik baik saja ,dia juga baru keluar dari rumah sakit, dia harus istirahat.


sudah terserah dia mau apa aku tidak pedulli dengan keadaan ny atau apa* .


Erik berusaha menenangkan dirinya, sekarang sedang tidak bisa mengendalikan emosi ny.


.....


"tuan,ini sudah malam anda harus pulang" kata Wiliam mengingatkan Jihan yg sedang sibuk memeriksa berkas di tangan nya,


"hmmm" Jihan hanya cuek


"tuan,saya akan mengurus nya anda bisa pulang'"

__ADS_1


"ini sedikit lagi"


"tuan juga harus memikirkan kesehatan tuan,jika tuan masuk rumah sakit, pekerjaan juga akan semakin menumpuk, karena menunggu anda pulih dan cepat kembali bekerja."


"hmm Aku tau,bagaimana gadis itu?" tanya Jihan yg tiba tiba bertanya perihal Aya.


"saya sudah mengantar nya pulang dengan selamat tuan"


"bagus"


."tapi...." Wiliam menghentikan perkataannya,ragu untuk membilang atau tidak.


"apa?" sekarang Jihann Sudah menghadap wiliam dengan serius.


"kau tau aku tidak suka menunggu" kata Jihann melihat tingkah asisten nya tersebut.


"baik tuan saya akan mengatakan nya,tadi saat saya menghantar gadis itu,saya melihat dia hanya menatap rumah nya cukup lama tuan,seperti ragu untuk masuk,"


"dari mana kau tau?"


tanya jihan menyelidik.


"saat saya sudah keluar dari halaman rumah tersebut,saya memakir nya tidak jauh dari tempat gadis itu,saya merasa bahawa gadis itu sangat tidak ingin pulang kerumah nya, ternyata dugaan saya benar,saat saya perhatikam setelah memarkir kan mobil tidak jauh dari rumah itu,dia ragu dan hanya diam kebingungan.


"setelah itu gadis tersebut,pergi ke supermarket untuk membeli roti dan air mineral tuan,"


"baiklah aku sudah mengerti,kalo begitu siapkan mobil kita. pulang"


kata jihan dengan santai nya berjalan meninggalkan kantor nya,tanpa membereskan nya tentu saja sudah ada sekretaris atau petugas yg membersihkan ruangan tersebut.


di dalam lift.


"Wiliam kenapa kau menyelidiki nya sendiri,kau bisa menyuruh pengawal lain mengawasinya kn?"


"karena saya sedang berada di lokasi dan saya hanya berinisiatif tuan untuk mengikuti nya sendiri tanpa menyuruh orang lain"


"hmm, terserah kau saja"


.


.


.


.


.


maap yh author baru bisa up sekarang sialnya banyak tugas sekolah yg udh numpuk banyak banget,apa lagi udh ujian.


sekali lagi author minta maap dan terima kasih atas dukungan yg kalian berikan lewat komentar 😊.


tulisan author masih hancur,jadi motivasi dari kalian bisa membuat author semangat dan berusaha lagi

__ADS_1


dicerita ini memang banyak sad nya ,


__ADS_2