
saat ini Jihan sudah meninggal kan kamar Aya tidak lupa menyuruh nya jangan pergi ke mana mana kemudian jihan keluar dan menuju kamar sang kakek,karena Aya sedang berada di rumah sakit yg sama dengan kakek jihan.
.....
"ibu, istirahat lh aku yg akan menjaga kakek"kata jihan yg melihat ibu nya seperti kelelahan di samping tempat tidur sang kakek.
"tidak apa apa ibu masih ingin menjaga kakek"
kata ibunya lembut.
"ibu kita gantian, sekarang istirahat lh"
"Jihan..."
"ibu" Jihan memotong kalimat ibunya dan sekarang sedang menatap ibunya agar mengerti .
"baiklah ,kalo begitu ibu pulang dulu jaga kakek mu"
"iyh bu"
saat sudah berada di pintu ibu Jihan menoleh kembali melihat jihan dan mengatakan sesuatu.
"oh iyh Jihan sebentar lagi erik akan kemari,jangan bertengkar yH disini karena ada kakek" kata ibunya tersenyum.
"baik Bu"
kemudian ibunya beranjak pergi
"tuan anda lupa sekarang ada meeting penting di kantor"kata Wiliam mengingat kan Jihan.
"aku tau kau sudah tau kan harus bagaimana"
"baik tuan saya mengerti" kata Wiliam menunduk
Wiliam pun pergi meninggalkan Jihan sendirian,tidak lupa permisi ,saat di jalan Wiliam tidak sengaja Kembali melihat Erik yg melihat pintu ruangan yg ditempati aya.
"kenapa tuan muda mematung di depan pintu gadis itu"
pikir Wiliam.
......
Erik berdiri menghadap pintu kamar aya yg diingatnya kemarin,tidak lama Erik langsung beranjak pergi ,saat ingin melangkah Erik melihat Wiliam.
Erik biasa saja,tapi Erik tidak mengetahui fakta bahwa Kk ny jihan lh yg membawa aya kemari .
Erin Hannya berjalan dengan ekspresi biasa saja tanpa mempedulikan Wiliam yg menatap nya,saat Wiliam ingin bertanya Erik langsung dengan cepat melewati Wiliam.
Wiliam hanya menghembuskan nafas pasrah melihat tingkah Erik dia sudah mengerti.
......
"aku harus pergi aku tidak bisa lama lama disini" kata Aya yg bangun dari tempat tidur nya,sekarang dia sedang melepaskan jarum infus nya.
saat membuka pintu ,pas dengan lewat nya Wiliam ,tapi Aya tidak terlalu ingat dengan wajah tampan itu tapi Wiliam tau siapa Aya .
Wiliam terkejut dan berhenti di depan Aya ,Wiliam menatap tajam.
"permisi saya ingin lewat" kata aya,ramah.
"maaf nona ingin ke mana?" tanya Wiliam menatap Aya.
*aduh kenapa dia menatap ku seperti itu
__ADS_1
ah tatapan nya itu mirip dengan pria tadi
aaaa aku ingat ,dia kn yg menabrak ku dengan tuan nya itu,aku harus bagaimana*.
Aya panik saat mengingat wajah Wiliam
"eeeh maaf tuan saya eeeh ,ah saya ingin mencari udara segar"
kata Aya berbohong.
"nona silahkan masuk anda tidak bisa keluar pulihkan dulu keadaan anda" Wiliam masih menatap Aya.
"tapi tuan.."kata Aya menatap nya memohon.
"silahkan nona "Wiliam membuka kan pintu untuk Aya.
uuuuh semua sama saja padahal aku bukan siapa siapa mereka kenapa sok peduli sih ,tatapan nya itu sangat sangat menyebalkan tapi tampan sih .
"baiklah..." kata Aya pasrah
.........
saat di kamar Aya hanya merenung dia tidak bisa tidur padahal matahari sudah menghilang ,Aya mengingat ingat kejadian yg di alami dirinya sebelum ditabrak mobil.
kemudian raut wajah Aya menampakkan kesedihan.
"itu mengerikan...huft"
"kenapa aku harus mengahadapi ini sendiri kenapa...."suara Aya memelan menahan tangisnya nya.
"aku memang tidak kuat lagi...hiks"Aya menangis
"aku ingin bersama ibu,aku tidak kuat Bu...aku tidak punya siapa siapa...aku sendiri...hiks hiks hiks" Aya tidak dapat lagi membendung air mata nya ia menangis dengan suara keras,dia tidak peduli lagi bila suara nya kedengaran hingga keluar.
tiba tiba pintu terbuka
Aya masih menangis belum menyadari seseorang yg sedang berjalan mendekat ke arah nya.
"kau wanita yg kuat" kata pria itu yg sekarang sedang berdiri di samping Aya.
itu adalah Arya.
Aya menoleh , terkejut dengan kedatangan Arya ,dengan cepat Aya mengusap pipinya dengan kasar.
sekarang ia menyesal karena menangis dengan suara yg keras. pikir aya
tiba tiba Arya menahan tangan Aya.
"menangis lh sepuas mu,itu akan jauh lebih baik agar kau puas jangan pendam, itu akan lebih menyakitkan",kata Arya tersenyum lembut melihat Aya.
"tidak, maaf "
Aya berusaha menghentikan air mata yg masih membasahi pipi nya.
"hey keras kepala, dengar kata kata ku"kata nya masih tersenyum
"maaf kau bukan siapa siapa ku jadi maaf,jadi aku tidak bisa menagis di hadapan mu" kata Aya menunduk.
"kenapa minta maaf, orang terlihat lemah bila tidak menangis ,bila kita menangis itu adalah salah satu obat atau cara untuk merasa puas melepaskan kesedihan kita, walaupun hanya sebentar,tapi orang yg tidak menangis karena masalah berat yg mereka hadapi mereka sedang berusaha menghindar , tidak peduli dan pura pura kuat tapi sebenarnya mereka lemah" Arya tersenyum lembut.
kemudian mengusap kepala Aya lembut ,Aya terkejut.
"tapi ada juga orang yg tidak menangis karena itu mungkin dia sudah kebal,atau mati rasa,aku juga tadi membilang pada mu bahwa kau wanita kuat kan pertama kali ,aku kagum melihat ketegaran mu"
__ADS_1
kembali arya mengusap kepala itu dengan lembut dan tersenyum.
aya tertegun,ini pertama kali nya. ada orang seperti ini padanya ,Aya ingin menagis lagi.
"benarkah" kata Aya kembali menahan tangisnya.
"tentu,karena itu menangis lh sepuas nya" kata Arya .
Aya kembali menangis sekarang bukan karena sedih tetapi terharu dan merasa senang
yH kamu wanita kuat,aku kagum pada mu,menangis lah..
setalah puas menagis Aya menatap Arya ,
"ternyata anda punya perasaan juga" kata Aya tersenyum.
Arya tertegun melihat senyum Aya,seperti jarang dilihat sangat lembut dan menenangkan.
"tentu saja,emang aku seperti apa ?"kata Arya yg tertawa kecil.
"saat pertama jumpa tadi anda sangat mengesalkan keras kepala" kata Aya tidak sadar dengan kata kata keras kepalanya.
"hey,aku tidak keras kepala aku hanya mengkhawatirkan keadaan mu " kata Arya pura pura menunjukkan muka kesal dengan omongan Aya .
Aya tertawa kecil,sedangkan Arya hanya menatap nya dengan lembut.
"terima kasih sudah mengkhawatirkan saya tuan,saya sangat berterima kasih , sebagai imbalan nya saya mengaku kalah iyh saya yg keras kepala" Aya masih tertawa kecil.
"kenapa harus berterima kasih, tidak perlu seperti itu anggap saja aku teman yg mengkhawatirkan mu,dan kau bilang imbalan huh kau memang keras kepala"
"baik baik saya keras kepala"
"tapi tuan saya memang sangat berterima kasih,karena ini pertama kali nya ada yg mengkhawatirkan saya " Aya menatap Arya dan tersenyum lembut.
Arya yg di tatap salah tingkah dengan tatapan lembut Aya.
" eh benarkah,baiklah mulai sekarang aku akan selalu mengkhawatirkan mu Karna aku Sekarang akan menjadi teman mu" kata Arya Masih salah tingkah.
"terima kasih tuan" kata Aya Ramah
"eh jangan panggil tuan,Tidakenak didengar,perkenalkan nama ku Arya "mengulurkan tangan ny .
"Arya yah,nama Kakak bagus hehehe,nama ku Aya "kata Aya tersenyum dan menyambut uluran tangan Aya.
"loh ko Panggil kakak sih" kata Arya heran.
"kakak kan dokter sedangkan aku masih sekolah bentar lagi lulus sih tapi sama aja ,kakak lebih tua"
"baiklah silahkan panggil aku apa saja,asal kau bahagia hahahaha" kata Arya tertawa.
aya juga tersenyum senang .
oh namanya Aya manis juga hehehe
arya merasa ,Aya adalah gadis yg baik dan polos
ternyata dokter ini baik juga dan pengertian,aku kira sifat nya menyabalkan ,ternyata tidak aku juga senang hehe.
.....
Jihan sedang menatap Aya dan Arya dari pintu yg sedikit terbuka sedari tadi,tapi Arya dan Aya tidak menyadari kedatangan jihan.
dan masih asik dengan pembicaraan mereka,Jihan juga memperhatikan senyum Aya.
__ADS_1