Ceo Dingin Dan Kejam

Ceo Dingin Dan Kejam
kepala batu


__ADS_3

di sebuah kamar ,seorang wanita cantik masih memejamkan mata, sedang kan matahari sudah menghilang dan meninggalkan gelap nya malam,


hembusan nafas wanita itu, terdengar sangat teratur,wajah nya yg pucat menandakan ia masih belum sadar,dia adalah Aya seorang gadis cantik,dan polos yg harus menjalani kehidupan yg sulit di usia masih muda.


dan harus mengahadapi semua nya sendiri tanpa ada yg dapat memahami dirinya dan tempat untuk dirinya bersandar di saat sedih dan tertekan,Karena kehidupan nya yg sulit membuat ia terbaring disini,dirumah sakit,tanpa ada orang yg khawatir akan keadaan nya.


tidak lama kemudian tiba tiba mata Aya terbuka perlahan,menandakan ia sudah mulai sadar."akh!..kepala ku sakit"


Aya meringis kesakitan.


"ini di mana?" Aya menatap sekeliling nya,dan ia begitu terkejut bahwa ia sekarang sedang berada di rumah sakit,


"siapa yg membawa ku kesini?" pikirnya,biasany tidak akan ada yg peduli padanya .


pintu terbuka, menampakan sosok laki laki tampan yg terkejut sekaligus senang dengan kesadaran aya,dia adalah Arya.


"Hay nona bagaimana perasaan anda" kata Arya ramah,dan tersenyum.


"eh ..aku baik baik saja,aku harus segera pulang" kata Aya mulai beranjak dari rumah sakit dan saat dia hampir melepaskan jarum infus di tangan nya Arya menahan nya.


"nona keadaan anda masih belum pulih total,anda harus banyak istirahat."kata Arya membantu Aya kembali ke posisi semula.


"tapi aku harus pulang,aku punya banyak urusan dan kerjaan"kata Aya yg masih berusaha ingin cepat cepat pulang,karena ia takut nanti akan di marahi bibi nya dan lagi sekolah nya bakal memberi dirinya sanksi bila tidak masuk sekolah tanpa ijin dan tempat kerja ny Aya takut akan di pecat , dan dia harus mencari kerjaan kemana lagi.


oh iyh ini hari apa ini


pikir Aya.


"saya tidak bisa memberi nona ijin pulang" kata arya membantu Aya lagi .


"maap tuan saya harus pulang,lagian saya tidak bisa membayar biaya rumah sakit ini,"


keras kepala sekali si ,gadis ini apa segitu takut nya sama urusan nya itu .dia tidak memikirkan keadaan nya sendiri dan malah memikirkan biaya rumah sakit ,aku heran dasar menyebalkan.


"tidak perlu khawatir Nona,semua biaya sudah di tanggung oleh orang yg sudah membawa nona ke sini"kata arya berusaha memecahkan kepala batu Aya, sungguh yH .


"eh ..Kalo boleh tau siapa yg telah membawa ku kesini?" tanya aya penasaran.


"dia teman saya yg sudah menabrak anda waktu itu,dia yg akan menanggung nya nona"kata arya masih menatap Aya.


"tapi saya tetap harus pergi,sampaikan saja rasa terima kasih ku"


"masih keras kepala juga ni bocah,huft kenapa aku selalu menghadapi manusia yg tidak normal ada lah yg es balok sekarang manusia kepala batu.


"nona jangan keras kepala ,anda sudah tidak sadar selama 4 hari jadi masih perlu istirahat dan perawatan." terjawab sudah berapa lama Aya pingsan,Aya semakin panik,


"apa!!"


aduh bagaimana ini,aku sudah telat Hampir seminggu,aku harus segera pulang.


"nona saya punya kuping ko"kata arya yg merasa kuping nya bergetar mendengar suara Aya yg begitu keras nya,sekarang Arya menatap nya datar merasa syok dengan teriakan Aya.


"eh maapkan saya,saya harus tetap pulang saya juga harus bekerja,dan bibi saya pasti akan marah,"


"saya bilang tidak boleh nona!"


sekarang Arya sudah sedikit menaikan volume suara nya merasa jengkel dengan sifat keras kepala Aya.


bukan nya memikirkan keadaan nya malah kerjaan dan bibi nya akan marah.


apaan itu pikir Arya sedangkan bibi nya saja tidak peduli.


menyebalkan


"tapi tuan saya harus tetap pergi"


masih bersikeras.

__ADS_1


"saya dokter disini jadi jika saya tidak mengijinkan berarti tidak boleh" kata arya tegas.


"tapi saya punya kebebasan kan ,dan jangan menghalangi saya,"


Arya memicingkan mata nya.


"saya tau itu nona sekarang anda sedang masa kesembuhan dan tubuh anda masih lemah,jadi istirahat lh"


"tidak!"


Aya juga kesal ,


dasar Karna kau tidak diposisi ku tidak akan mengerti sama sekali apa yg kurasakan,


"nona jangan keras kepala,pikirkan keadaan anda sekarang"


keras sekali yH,ingin ku jitak.


"tidak bisa. aku harus pulang kalo aku tidak kerja aku tidak bisa makan dan bibi juga kan memarahi ku jika tidak pulang,aku juga bisa kenak hukuman. dari sekolah,kau tidak tau bagaimana keadaan ku sekarang karena kau tidak di posisi ku jadi sebaiknya diam! dan biarkan aku pergi !!!"


Aya sudah geram,Karna memang tidak akan ada yg bisa mengerti situasi dan keadaan ny.


arya. terkejut Karna dia sudah di bentak Aya.


nona walaupun aku tidak di posisi anda tapi


aku sudah tau kehidupan mu,dasar kepala batu.


"dasar batu" kata arya


"apa apa!"Aya heran mendengar omongan Arya


mereka kembali berdebat adu mulut tidak mau kalah,tiba tiba pintu kamar terbuka


Arya dan Aya menoleh melihat siapa yg membuka pintu tersebut,Arya tersenyum misterius melihat Jihan dan wiliam,sedang kan aYa bingung .


"siapa mereka"pikir Aya.


aduh kenapa dia menatap aku


aku harus segera pergi,tapi dokter sialan ini tidak mengijinkan ,dasar .


Jihan berjalan mendekat,Aya yg menyadari itu terkejut dan merasa tidak nyaman ,Aya mulai gelisah dan panik,


sedang kan Arya yg melihat itu sedikit tersenyum melihat tingkah Aya.


dia manis juga dan lihat tingkahnya itu menurut ku imut hahahaha,dia bisa diam juga hanya dengan tatapan Jihan hahahaha ini menarik.


Wiliam juga menatap nya dan juga. memperhatikan luka Aya yg sudah di perban


lihat lihat!! dokter itu kenapa dia tersenyum sepertinya dia sedang menertawakan ku,huh ingin ku belah jadi empat mulut nya itu dasar.


Jihan sekarang sedang berada di samping tempat tidur aya,masih menatapnya dan Aya menunduk bingung harus bagaimana menanggapi nya.


"bagaimana "kemudian Jihan bersuara.


"apa nya bagaimana "


Aya bingung dengan pertanyaan Jihan.


"maksudnya bagaimana sekarang keadaan mu " kata arya yg melihat raut bingung di wajah Aya.


"aku baik baik saja"


"hm"


apa apaan jawaban ny itu

__ADS_1


"apa kah saya boleh bertanya?" tanya Aya yg berusaha memberanikan diri untuk bertanya.


"silahkan" kata jihan datar tetapi tatapan mata nya masih menatap Aya.


"apakah tua yg membawa ku kesini?"


"hm"


apa! jawaban itu lagi itu lagi ! aku tidak mengerti tuan.


Aya bingung harus menganggapi bagaimana,


"nona tuan kami yg sudah membawa Nona ke sini dan saya yg sudah menabrak anda "kata Wiliam sambil menundukkan kepalanya


"saya mohon maaf atas kejadian yg menimpah anda " kata Wiliam masih menunduk.


Aya masih merasa tidak nyaman.


Dan Arya tau itu dia masih menahan senyum nya melihat tingkah Aya,yg lucu menurut nya,tadi sangat berani ngomong sekarang kebingungan sendiri ****** .


"tidak apa apa,tapi boleh kah saya pulang saja" kata Aya yg sangat ingin pulang dan merasa takut.


"maap nona anda masih harus istirahat" kata arya,yg ekspresi nysudah biasa saja tapi sedang berusaha menahan tawa ny melihat Aya yg berubah 180 derajat .saat bertemu dengan Jihan dan wiliam.


dasar dokter sewot


"arya,bagaimana sekarang keadaan nya menurut pemeriksaan mu?" kata jihan .


"seperti yg ku bilang tadi dia masih baru siuman dan perlu banyak istirahat,tubuh nya juga sangat lemah,dia juga tidak boleh melakukan pekerjaan yg membuat dia lelah"


"tapi bagaimana dengan sekolah ku dan kerjaan ku,bibi ku juga pasti akan marah padaku "


kata Aya menatap Arya memohon .


"kau tidak perlu memikirkan soal sekolah mu,ataupun kerjaan mu,dan bibi mu itu tidak berguna" kata jihan yg tiba tiba menatap Aya kesal


"tapi..."


"Nona kami sudah mengurus nya"kata Wiliam yg melihat raut khawatir dari wajah Aya.


"mengurus nya bagaimana?" Aya tampak bingung.


"sekolah anda adalah milik keluarga tuan saya dan soal pekerjaan itu juga sudah saya atur soal bibi anda saya juga akan mengurus nya "


kata Wiliam menjelaskan.


dasar bodoh pikirkan keadaan mu


kata jihan yg kesal mendengar omongan Aya.


"*apaaaa!!! apa mimpi apa aku semalam,eh aku kan pingsan GK mungkin ,astaga"


pikir Aya tiba tiba kepalanya terasa sakit*.


"akh..! sakit" Aya meringis kesakitan.


"Jihan yg sedang berada di samping nya,refleks memegang nya dan membantu Aya berbaring,Arya juga refleks mendekati Aya dan membantu nya,


.


Wiliam Hannya melihat saja mungkin bantuan nya sudah cukup tidak perlu campur tangan dirinya.


"terima kasih"


"sebaiknya kauu istirahat,jika kau ingin pulang tunggu keadaan mu benar benar pulih" kata jihan.


"tapi.."

__ADS_1


"aku benci di bantah" Jihan sudah kesal,melihat tingkah Aya yg keras kepala,


Arya. hanya tersenyum puas penuh kemenangan.


__ADS_2