Ceo Dingin Dan Kejam

Ceo Dingin Dan Kejam
Erik part(ll)


__ADS_3

sesampainya dirumah Jihan segera membersihkan dirinya,memakan makanan yg di siapkan pelayan rumahnya,setelah itu ia melanjutkan kerja nya melalui laptop ,benar benar gila kerja.


tidak lama kemudian tenggorokan Jihan terasa kering dan minta untuk segera diisi.


Jihan beranjak dari tempat tidur nya karena air di ruangan nya sudah habis, sempat Jihan mengumpat kesal .


Jihan segera turun karena Sekarang sudah larut,pelayan juga sudah tidur pastinya,


saat mendekati dapur Jihan mendengar suara teriakan ,itu adalah Erik,Jihan menatap dari balik dinding ruangan itu,melihat Erik yg begitu tampak gusar.


seketika Jihan merasa aneh melihat tingkah Erik tidak biasanya.


Jihan merasa penasaran dengan tingkah adiknya yg aneh malam ini,Jihan pun tetap berada di tempatnya ingin melihat dan mendengar apa yg di bicarakan Erik pada dirinya sendiri.


erik sangat gusar.


"argh!!!!"


"ini menggelikan,aku sangat membenci gadis itu,"


Erik menghampiri kursi yg ada di dapur luas tersebut,ia duduk dan ntah apa yg di pikir kan dirinya ia menatap lurus ke depan .


dan tenggelam dengan pikiran nya sendiri tanpa sadar bahwa seseorang dibalik dinding dapur sedang mengawasi dirinya.


Erik terdiam cukup lama ditempa nya ntah apa yg sedang di pikirkannya.


Jihan tentu khawatir dengan keadaan adiknya itu ,Tidak pernah Erik seperti ini kecuali karena sang kakek yg sedang sakit,tapi ini karena wanita.


Jihan terkejut,


"apakah ada seseorang yg dekat dengan Erik sekarang ini?"


pikir Jihan ,


"siapa gadis itu ?" Jihan sangat penasaran, karena telah berhasil membuat Erik sangat gusar seperti sekarang ini,pasti gadis itu sangat hebat.


Karena menurut Jihan Erik sangat susah di taklukkan ,ibu ny saja tidak mampuh.


apa lagi Jihan sangat menyayangi sang adik,tentu ia sangat penasaran, walaupun jihan sangat membenci kakak nya Jihann tapi Jihan tidak peduli ,Jihan tetap akan menyayangi erik .


.


.


.


.


Wiliam ,Jihan langsung menyuruh nya pulang untuk segera istirahat,Jihan tau Wiliam juga sudah kelelahan.


di perjalanan pulang,Wiliam berinisiatif ingin mengecek rumah Aya ,apakah Aya sudah masuk atau bagaimana, Karena Wiliam merasa ada yg aneh dengan tingkah Aya,seperti akan terjadi sesuatu pada diri Aya.


Wiliam mempunyai kepekaan di atas rata rata ,karena merasa ada yg janggal , sekarang ia sudah berada di jalan menuju rumah Aya hanya sekedar memastikan.


saat hampir sampai,Wiliam melihat dari kejauhan seperti seseorang yg sedang tertidur di jalanan,dengan rambut terurai halus di wajah tersebut.


saat mobil Wiliam semakin dekat,ia merasa janggal dan kenal dengan pakai tersebut.


ia pun memberhentikan mobilnya dan segera turun,mendekati gadis tersebut, menyingkirkan rambut yg menutupi wajah nya.


sungguh Wiliam begitu terkejut dengan siapa yg di lihat itu adalah Aya,Gadis polos yg di tabrak Wiliam beberapa hari yg lalu.


ia dengan cepat menggendong aya kedalam mobil dan segera melaju ke rumah sakit,Arya.


"bagaimana dia bisa pingsan ditempat seperti ini,apa lagi yg terjadi."

__ADS_1


Wiliam ingin menghubungi Jihan tetapi dia mengurungkan niat nya ,karena menurut nya tuan nya perlu istirahat,


"lebih baik besok saja ku beritahu,tuan pasti sudah beristirahat".


......


sesampainya dirumah sakit Wiliam langsung membawa aya,dan segera di periksa oleh Arya.


"bagaimana?"


"dia pingsan karena sangat tertekan,daya tahan tubuh nya semakin menurun ini membahayakan dirinya,"


"begitu yH"


"sebenarnya apa yg terjadi,saat kau membawa aya ke sini aku sangat terkejut,apa lagi aya baru keluar dari rumah sakit ini tadi pagi ,dan sekarang aya masuk rumah sakit pada malam hari"


"diamlah Arya,aku juga tidak tau"


"setidaknya beritahu aku di mana kau menemukan nya"


akhirnya Wiliam menjelaskan semua yg dilihat nya dari kejadian Aya yg termenung di depan rumah nya dan menemukan aya yg pingsan di jalan sepi.


Arya yg mendengar merasa sangat sedih melihat Aya seperti ini,dia ingin melindungi Aya,ntah kenapa perasaan ingin melindungi Aya begitu saja muncul.


Aya juga sangat rapuh dan polos,ditambah dia juga cantik dan manis,arya merasa perlu melindungi aya,karena aya gadis baik menurutnya pasti banyak yg tidak suka pada aya.


........


jam 07:30 Aya terbangun,ia begitu terkejut mendapati dirinya yg berada di rumah sakit.


"siapa yg membawa ku ke sini"?


tetapi Aya langsung tersadar ia harus segera pulang ,ingin melihat keadaan paman dan bibinya,soal Erik dia tidak peduli Karena Erik sangat menakutkan bagi dirinya.


Aya segera melepas infus yg berada di tangan nya,dan segera menuju rumah nya.


setelah selesai,Aya membersihkan dirinya,merasa segar,sudah dari tadi perut Aya minta segera diisi,ia pun keluar dan menuju supermarket memmbeli makanan seperti biasanya,tapi dia membeli banyak makan dengan puas untuk sekarang ini.


Aya duduk di depan supermarket ,memainkan handphone nya berusaha mengalihkan pikiran nya dari kejadian semalam .


tapi tetap saja tidak berhasil


Aya melamun tenggelam dengan pikiran nya.


tiba tiba Aya menangis,tanpa memikirkan orang yg berlalulalang memasuki supermarket dan jalanan.


persetan dengan mereka yg menatap heran dengan sikap aya,sekarang aya sangat ingin menangis ,ia menangis dengan sesenggukan,sungguh sekarang dadanya sangat sesak.


Aya menangis cukup lama,tiba tiba seseorang menghampirinya.


"halo.." sapa orang tersebut.


Aya kemudian menatap orang tersebut masih dengan sesenggukan.


"hahha wajah mu Sangat lucu,"


Aya hanya menatap nya heran,siapa dia pikir Aya.


apa dia mengejek ku ? pikir Aya kesal


"aku tau apa yg kau pikir kan, perkenalkan nama ku,zura kau bisa memanggilku zura" kata wanita cantik itu dengan lembut.


Aya hanya menatap saja ,dia masih diam.


"kau wanita yg kuat "

__ADS_1


"kenapa dia berkata seperti itu,dia saja tidak tau apa masalah ku"


"aku memang tidak tau apa masalah mu,tapi melihat mu nangis seperti itu kau wanita yg kuat,


seperti tau apa isi pikiran Aya ,


"ah bagaimana kau tau apa ygku pikir kan"


tanya Aya dengan wajah polos walaupun air mata aya belum mengering.


"hahahaha kau sangat lucu,tentu aku tau raut wajah mu menunjukkan nya dengan jelas kau terlalu mudah di tebak"


"benarkah?"tanya Aya tidak kalah lucu seperti tadi.


"hahah kau menggemaskan,jika kau punya masalah ,jangan menanggung nya sendiri, Walupun kau menangis itu tidak menunjukkan bahwa kau lemah,aku juga ingin mengatakan bila masalah mu semakin rumit jangan melakukan hal diluar nalar seperti mencelakai dirimu,dan jangan menghindari masalah mu kau harus menghadapinya"


sambil mengusap air mata aya,zura masih berbicara.


"menangis pun jangan berlarut larut,tapi sampai hati mu puas dan legah walau hanya sesaat dikemudian hari kau akan menjadi wanita hebat" kata zura dengan tatapan lembut tidak ada hal yg mencurigakan ditunjukkan zyra,.


dia memang tulus mengatakan nya pada aya.


kata kata ny hampir sama dengan kata kata kak Arya.


dan


dia kenapa peduli pada ku,padahal


aku bukan siapa siapa nya,dia seperti nya orang yg baik ,pasti dia sudah melewati masalah yg lebih besar dari ku ,


"terima kasih, walaupun baru kenal anda sudah sangat baik pada ku karena mengatakan itu"


"tidak perlu berterima kasih,aku memang ingin membantu ,apa lagi melihat mu nangis seperti ini, ditempat seperti ini,"


Aya tersenyum lembut,


zura merasa hangat di hati nya melihat Aya yg sedang tersenyum.


dia kelihatan rapuh


"tapi anda sudah baik"


"hey jangan memanggilku seperti itu ,nama ku zura"


"iyh Zu...zura"Aya merasa masih ragu memanggil nama zura.


"kau juga belum.membritahukan nama mu"


"ah iyh nama ku Aya"


"oh Aya yh,Nama mu bagus yh"


"heheh terima kasih" .


.


.


.


.


terima kasih atas dukungan kalian , semangat author adalah dukungan dari kalian,


author sebenarnya tidak punya waktu menulis tapi author sempatkan.

__ADS_1


dan nyari ide memang menguras pikiran ,tapi author akan berusaha,dan berusaha memperbaiki tulisan author yg masih hancur .


__ADS_2