
"Wiliam pergi lh ke kontruksi,periksa dan amati apa yg terjadi di sana dan segera laporkan detail nya pada ku"
"baik tuan" Wiliam membungkuk,kemudian keluar dari ruangan tersebut,masih pagi tetapi Jihan mendapatkan laporan yg membuat dia harus menyelesaikan nya.
tetapi laporan tersebut tidak terlalu besar bagi Jihan,ia pun menyuruh Wiliam yg mengurus ny sendiri dia tau Wiliam mampuh mengatasi nya.
Jihan juga sudah mendengar dari Wiliam bahwa Wiliam menemukan Aya dengan keadaan tidak sadar kan diri,Wiliam sudah menceritakan nya .
dan betapa terkejutnya mereka saat mengetahui Aya kabur dari rumah sakit ,dengan keadaan belum pulih sepenuhnya.
Jihan berpikir,gadis itu tidak akan pernah berhenti mendapatkan masalah dikehidupannya, sekarang Jihan tenggelam dalam pikiran nya sendiri menatap keluar kaca jendelanya dengan pandangan yg indah.
.......
Aya terbangun dari tidurnya dan menguap,kemudian melihat sekitar dengan mata bengkak akibat menangis semalaman.
ditaman ini masih sedikit orang yg berlalulalang karena masih pagi,Aya terduduk, termenung masih memikirkan kejadian semalam sekarang aya hampir menangis lagi.
dia harus kemana uang tidak ada, tempat tinggal tidak ada,buat makan pun susah, sebentar lagi dia juga akan lulus.
kenapa hidupnya tidak bisa diberi keringanan,ini sangat sulit untuk nya.
"huft...aku lapar" Aya menatap sekeliling,mencari supermarket,tetapi ia tidak menemukan nya.
Aya berjalan membawa kopernya mencari Supermarket ingin membeli sesuatu untuk mengisi perutnya.
"aku sangat lelah,"
"yah sekarang aku harus hidup sendiri aku juga sudah besar ,sudah belajar mandiri sedari kecil jadi aku harus kuat aku pasti bisa!"
aku tidak boleh lemah,yg mendukung ku sudah ada kak Arya dan zura,aku juga Sudha memiliki kakak dan teman heheh
aya tersenyum kemudian kembali muram,ia bingung apakah ia harus merasa senang atau tidak,ia tidak mau berpikir bahwa dia akan di anggap lebih oleh kedua orang tersebut.
dan tidak boleh terlalu berharap, karena selama ini memang dia sudah sendiri.
apa lagi mungkin Arya dan zura hanya bersimpati padanya maknya seperti itu pada aya.
akhirnya Aya berjalan dengan wajah sedih,sambil tertunduk.
BRUKKK.....
Aya menabrak seseorang,Aya mundur beberapa langkah karena tubuh orang tersebut lebih besar dari nya dan tinggi.
Aya segera melihat siapa yg ditabrak nya,betapa ia sangat terkejut,melihat pria yg sangat familiar untuknya .
yah itu adalah Jihan ,sedang menatapnya dalam Aya yg melihat tatapan tersebut semakin terkejut dan gugup, sehingga dengan cepat memalingkan wajahnya.
"maafkan aku" Aya menunduk meminta maaf.
tetapi Jihan masih diam dan semakin menatap Aya tajam,tidak beralih pandnagn dari Aya sama sekali.
Aya yg menyadari itu semakin canggung.
kenapa dia menatap ku seperti itu trus, hey berhenti menatap ku seperti itu tuan!!!!
Aya ingin berteriak seperti itu tapi dia tidak berani dan mengurungkan niat nya.
keadaan ini sangat canggung, baiklah aku langsung pergi saja.
"kalo begitu saya pergi dulu tuan" kembali Aya menunduk dan berjalan pergi.
tiba tiba jihan menarik tangan Aya,jihn berjalan menuju mobilnya.
membukakan pintu untuk aya dan memasukkan Aya secara paksa ,kemudian jihan masuk dan segera melajukan mobilnya.
Aya yg mendapat perlakuan tiba tiba seperti itu sangat terkejut sekaligus heran.
"tuan sedang apa"
__ADS_1
Aya panik saat Jihan melajukan mobilnya.
"tuan saya ingin turun"
tetapi Jihan tidak mendengar kata kata aya,Jihan hanya diam.
"kalo anda tidak menurunkan saya,saya akan berteriak dan meminta tolong"
Jihan hanya menatap nya sekilas
apa maunya kenapa dia masih diam,dia bukan patungkan.
"tuan tolong turun kan saya"
Aya memberontak,tetapi Jihan masih fokus,Aya geram melihat sikap jihan Aya pun memegang lengan Jihan memberanikan diri menariknya agar memberhentikan mobil.
Jihan terkejut kemudian ia bersuara.
"jika kau masih berisik,aku akan melempar mu keluar dari mobil "
"aku tidak takut , keluar kan aku"
"aku akan membunuhmu jika kau tidak tenang"kemudian jihan menatap Aya tajam,bagaikan seribu pisau menusuk mata aya.
Aya menciut sangat menakutkan, tiba tiba Aya membayangkan Erik dan Langsung menepis nya karena itu membuat dia semakin takut.
kenapa jadia dia yg terlintas di pikiran ku dia sangat mengerikan.
"setidaknya beritahu aku kita mau ke mana tuan,anda tidak bisa seperti ini membawa ku dengan tiba tiba apa lagi kita bukan siapa siapa tuan"
Aya berusaha tenang.
"kau akan tau nanti dan aku dengar kau kabur dari rumah sakit "
Aya terkejut.
"asistenku yg menolong mu dan kau tidak tau malu kabur dari rumah sakit tanpa pamit"
"a...Aku Aku Ada urusan penting".
mereka menolong ku lagi yah...
Aya semakin berutang Budi pada jihan dan asisten Wiliam,mereka selalu menyelamatkan dirinya.
"tidak ada yg lebih penting dari kesehatan seseorang"
Jihan berkata datar dan dingin, berpikir heran gadis ini membuat diri nya bingung.
"iyh saya tau,tapi saya tidak apa apa sekarang dan saya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah menolong saya."
"Dan saya mohon maaf karena pergi tidak pamit"
Aya dengan sopan meminta maaf
Jihan memijit pelipis nya dengan satu tangan.
"kau bodoh atau apa, pikir kan kesehatan dan keadaan tubuh mu ,kau kabur tanpa pemeriksaan dokter terlebih dahulu"
Aya menunduk.
"saya mengaku salah,tapi saya sudah lebih baik"
"lebih baik?dengan membawa koper seperti itu?"
Jihan hanya menatap lurus tetapi terasa hawa dingin yg mencekam dari dirinya.
"eh...itu saya saya ingin tinggal terpisah dari bibi saya itu tidak salah kan?"
"oh yah sekarang kau akan tinggal dimana kalo begitu?"
__ADS_1
nah sekarang pertanyaan yg membuat Aya bingung harus menjawab apa
Jihan menyadari itu Aya tidak pintar dalam berbohong,ia mudah di tebak seperti kata zura .
"aku tinggal di hem...di .."
"kau bodoh"
"aku tidak bodoh aku memang"
"kau tidak pintar berbohong."
jihan memotong kalimat aya,saat dikatai bodoh Aya menunduk.
apa aku sebodoh itu ha,kenapa si aku selalu di bilang bodoh oleh mereka ,
bahkan di pikiran ku terngiang ngiang kata kata erik.
Aya pun membisu,dia ketauan berbohong hingga didalam mobil tersebut terjadi keheningan .
tidak beberapa lama kemudian mereka sampai di mansion keluarga Yudha ,sangat mewah dan besar.
bahkan gerbang utama nya menjulang tinggi
membuat Aya ternganga melihat takjub kediaman tersebut,bak istana
penjaga juga ada di mana mana , CCTV juga banyak di sudut ruangan,taman, halaman bahkan di luar gerbang sekalipun ,dan keamanan yg ketat .
karena banyak yg mengincar keluarga Yudha merasa iri dendam tidak suka yg musuh Yudha ada banyak tetapi kebayangkan tidak berani bertindak takut pada kedua putra keluarga Yudha yg dapat menjatuhkan lawan dengan sangat mudah mereka di takuti.
ini tidak mimpi kan.
pikir Aya dengan polos,ia pun mencubit pipinya dan terasa sakit
ini tidak mimpi
apa ini rumah nya yah?
tapi ini sangat besar dan mewah wah ..
gerbng terbuka sendiri, sekarang terbuka lebar jihan melajukan mobilnya dan memasuki area rumah tersebut.
kemudian salah satu penjaga yg ada di situ mendatangi mereka membukakan pintu mobil Aya dan jihan dan membungkuk memberi hormat hingga melewati dirinya.
Aya yg batu pertama kali mendapat kan perlakuan seperti ini merasa tidak enak dan canggung.
kemudian salah satu pengawal
membantu membawa koper Aya memasuki mansion megah tersebut.
.
.
.
.
.
.
***halo semua,maap yah author baru bisa up soalnya masih ada urusan
dan buat yg udah ngasih semangat untuk author lewat komen author ucapkan terima kasih banyak.
dukungan dari kalian adalah semangat author untuk menulis jangan lupa like yH 😊 author akan berusaha sebisa mungkin.dan maap untuk kata kata yg banyak kurang nya***.
....
__ADS_1