Ceo Dingin Dan Kejam

Ceo Dingin Dan Kejam
sad


__ADS_3

Di sekolah


aya,belum juga mendapatkan pekerjaan nya, kemarin Aya sudah keliling kota untuk mencari pekerjaan yg mempunyai lowongan kerja,nihil tidak ada yg ditemukan aya, sekarang Aya bingung harus bagaimana sekarang,bentar lagi sudah mendekati akhir bulan dan pembayaran uang sekolah harus dibayar,Aya hanya bisa duduk termenung di bangku nya.


Aya sangat lelah, dia bahkan tidak tau harus bercerita pada siapa karena Aya tidak.memiliki seorang teman, keluarga saja tidak ada yg bisa di ajak Aya ngobrol.


Aya membuang nafas panjang.


"sudahlah,aku harus menjalani ini semua, semangat untuk diri ku sendiri...." kata Aya dengan suara yg mulai memelan bahkan tidak ada yg memberi semangat buat nya,dia sangat kesepian,air mata Aya seketika jatuh mengenai tangan nya,buru" aya mengusap agar tidak dilihat siswa yg ada di ruangan itu yg akan kemudian meledek nya.


kemudian Aya melihat Erik memasuki ruang kelas,Aya begitu takut akan di kerjain olehnya Aya hanya bisa menunduk, tetapi Erik malah mengabaikan nya bahkan sama sekali tidak melihat aya mengabaikan nya begitu saja ,tentu saja Aya heran,tidak biasanya.


tapi Aya merasa senang karena tidak ada tekanan dari Erik .


bel pun berbunyi,tanda untuk segera masuk, beberapa menit kemudian masuk Bu ami,tapi Aya memperhatikan Erik seperti sedang memikirkan sesuatu,tapi Aya tidak peduli ,intinya Aya tidak di ganggu oleh mereka.


..........


"tuan kami sudah menyiksa mereka,dan mereka mengakui kesalahannya" kata Wiliam pada tuanya yH Jihan.


" bagus" kata ny datar


"sekarang kita apakan mereka tuan"

__ADS_1


"tunggu aku datang"


"baik tuan"


kemudian Wiliam mematikan panggilan nya,kemudian Wiliam menatap kedua orang yg telah berkhianat kepada tuannya,Wiliam menatap tajam.


Wiliam mengambil sebuah pisau kecil namun sangat tajam,Wiliam melangkah mendekati wendy,Wiliam tersenyum sinis, kemudian mengambil tangan kanan Wendy ,memilih milih jari yg ingin dipotong ,Wiliam mengambil jari tengah ,tersenyum sebentar.


SREEEEEET.......


"aaaaaa!!!!!!!akh......!!" Wendy meringis kesakitan,darah keluar dengan deras dari jarinya tentu itu sangat perih,


jari tengah Wendy terpotong dan terlempar tidak jauh dari mereka,Wiliam tersenyum, walaupun Wiliam belum puas tapi hari ini sudah cukup karena pengawalnya sudah memberikan banyak penyiksaan sehingga mereka mengaku, sedangkan kawan Wendy sangat ketakutan keringat dingin,bahkan dia hampir menangis,mereka tidak menyangka akan seperti ini,jika tau dari awal, mereka tidak akan mau menghianati perusahaan ny mereka mengira akan menyerahkan kepada polisi tapi dugaan mereka salah.


.....


30 menit kemudian Jihan sampai ,salah satu pengawal disitu membukakan pintu untuk jihan,Jihan turun dan berjalan masuk tidak sabar melakukan aksinya, sesampainya di ruangan tersebut segera Wiliam menyiapkan kursi untuk tuannya yg menghadap ke depan kedua orang tersebut.


"Hay...aku merindukan kalian"kata Jihan dengan tatapan kejam dan tersenyum mengerikan.


tanpa banyak berkata kata jihan segera melakukan aksinya,dia memerintahkan pengawalnya untuk membawa perlengkapan , pengawalnya segera melakukan yg di perintahkan jihan , kemudian pengawal tersebut memberikan senjata yg diminta Jihan,jihan mengambil besi panas yg berbentuk bulan sabit pelan" tapi pasti jihan meletakan nya di badan mereka.


"akhhhhh!!!!!......" teriak mereka,jihan melakukan nya sekaligus dengan ke dua tangan nya,Jihann trus memberikan besi panas pada badan mereka hingga seluruh badan mereka melepuh setelah itu dia menyuruh anak buah ny menyiram badan mereka dengan air tentu itu sangat perih.

__ADS_1


"akh.......!!!!!!!aaaaa,hentikan ku mohon tuan" kata wendy memelas.


"DIAM!!!!"


tiba" ponsel jihan berbunyi,dan tampak muka jihan tegang dan khawatir ,dengan cepat dia pergi dari ruangan itu dan menyuruh Wiliam menyelesaikan sisany.


..........


ditempat lain Erik juga begitu,tiba" dia berlari dari sekolah setelah menerima panggilan yg ntah apa isinya sehingga membuat pria tampan itu panik dan meninggalkan sekolah dengan keadaan masih jam belajar,disitu tidak ad yg berani melarang Erik Karena mereka tau posisi Erik ,apa lagi Erik sedang keadaan seperti itu mungkin mereka akan habis oleh Erik.


Aya yg melihat Erik dari jendela kelas ny yg berada di lantai atas melihat Erik Herna yg berlari dengan sangat kencang dan panik.


"ada apa dengan nya ?"


tanya Aya dalam hati yg penasaran karena tidak biasanya Erik seperti itu.


........


diruang ICU sedang terbaring seseorang dengan sangat lemah,


"ayah," kata nyonya Melisa dengan air mata yg begitu banyak hingga mata nya bengkak


yH yg terbaring itu adalah ayah nyonya Melisa yg juga kakek Erik dan Jihan,

__ADS_1


tiba" pintu di buka dengan keras ternyata itu adalah jihan yg merasa panik yg mendengar keadaan kakek nya yg semakin melemah,itu membuat hatinya sakit dan takut akan kehilangan sang kakek, orang di kagumi jihan , sekaligus orang yg paling di sayang selain kedua orang tua ny, sudah banyak pengajaran yg di berikan oleh kakek ny kepadanya,didikan yg keras ,dan kakek yg sangat pengertian.


Jihan berjalan menghampiri sang kakek,menatap ny ,membelai pipinya tanpa sadar jihan meneteskan air mata nya ,dari situ sudah tampak bahwa jihan sangat sangat menyayangi kakeknya karena jihan tidak pernah enangis lagi semenjak usia 7 tahun.


__ADS_2