Ceo Dingin Dan Kejam

Ceo Dingin Dan Kejam
........


__ADS_3

digelapnya malam aya berjalan menuju supermarket,setelah sampai segera dia memilih makanan dan minuman untuk mengisi perutnya yg tengah kelaparan.


setelah selesai Aya segera menuju kasir untuk membayar belanjaan nya, selesai membayar Aya melangkah keluar dan membuka bungkusan kue dan melahapnya dengan cepat Karna dia memang sangat lapar,aya duduk di depan supermarket yg telah di sediakan,tanpa Aya sadari dari jauh Erik memerhatikan nya.


Erik sedang berada di dalam mobil yg di kendarai ,dia berhenti karena melihat Aya niatnya Erik ingin mengganggu Aya tapi dia melihat Aya makan dengan sangat lahap dan seperti kelaparan dan Erik hanya memperhatikan nya.


"apa dia tidak makan selama seminggu? makan nya sangat lahap "


Aya selesai memakan rotinya ,dan kemudian tersenyum karena sudah kenyang akhirnya dia melangkah pulang menuju rumahnya.tanpa disadari dari jauh ada seseorang memperhatikan nya.


saat ini Erik sedang tertegun melihat senyum Aya yg tidak pernah sekalipun dilihatnya, sangat manis dan lembut.


"aku tidak menyangka dia semanis itu"


kata erik masih tertegun menatap kepergian Aya


"hanya dengan memakan roti sudah sesenang itu ,memang sangat polos"


dan erik tertawa kecil melihat nya.erik pun mengurungkan niatnya untuk mengganggu aya , kemudian dia pun menjalankan mobilnya menuju tempat yg di inginkan nya,yaitu rumah sakit tempat kakeknya di rawat.


.......


didalam kamar Jihan sedang fokus melihat laptopnya, tiba" telepon Jihan berbunyi


kemudian Jihan mengangkat nya.


"halo"kata jihan datar masih memperhatikan laptopnya.


"tuan,sepertinya pesaing anda mencari masalah lagi" kata asistennya Wiliam di sebrang sana.


"apa yg mereka lakukan"masih fokus mengerjakan pekerjaan nya


"mereka membakar gudang kita yg menjadi pusat produksi"kata Wiliam sedikit takut.


Jihan yg mendengar hal tersebut langsung menatap tajam ke depan tidak lagi fokus ke laptopnya tampak muka yg tampan yg menahan amarahnya dan mata tajam yg memancarkan kemarahan yg sangat .


yH pesaing Jihan tidak henti henti nya mencari masalah dengan jihan ,padahal jihan selalu menang dan lawan nya semua jatuh dan jihan juga sering memberikan peringatan dengan siksaan yg sangat mengerikan pada suruhan mereka agar tidak ada lagi yg berani mengusiknya dan bermain kotor dengan ny, jihan sangat membenci orang orang yg bermain kotor, sekalipun, jihan tidak pernah menemukan perusahaan yg berani menantangnya dengan adil.


"tuan..?" tanya Wiliam tetapi Jihan tidak menjawab nya


"tuan" kata Wiliam kemudian


"hm baiklah kita bereskan besok"kata jihan dengan dingin,dan tetap tenang.


"baiklah tuan"


"mereka masih berani,kita lihat saja besok"kata jihan tersenyum sinis.


kemudian Jihan bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya tidak tau kenapa dia sangat ingin mandi padahal tadi sore sudah mandi, mungkin karena amarah nya membuat tubuhnya panas.


"Rehan,mana Erik" tanya Amanda seorang wanita cantik dan seksi itu, di culb yg sering didatangi Erik dan rehan dan beberapa teman nya.


Amanda adalah mantan Kk kelas Erik dan rehan ,Erik dan kawan" ny memang akrab dengan Amanda ,dan club' itu adalah milik amanda,diam diam Amanda memiliki perasaan pada Erik ,tapi Erik tidak pernah tau dan tidak peduli, tapi kawan kawan erik, mengetahui perasaan amanda,Amanda sering memberi kode tapi Erik tidak peka dan memilih cuek,tapi Erik dan kawan" ny sering minum ke club' amanda,


"prison" nama club' nya.


"palingan dirumahnya atau mengurus perusahaan nya."


"oooh" kata Amanda kecewa karena tidak dapat melihat Erik.

__ADS_1


"sudahlah buat apa kau menyukai nya ,dia tidak menyukai mu kan ,nambah sakit hati aja Erik aja bilang pacaran itu buang buang waktu nya saja, GK mungkin dia suka sama mu,punya pacar aja belum pernah,belum ada yg berhasil"


kata rehan ketus.


"sudah diamlah,aku tulus makany aku akan berjuang,lagian dia belum dijodohkan sama wanita lain kan jadi aku masih punya kesempatan dong" kata Amanda sambil tersenyum.


rehan melihat nya dan menggeleng


"aku tidak mengerti tentang cinta,melihat mu saja aku sudah pusing,aku GK mau seperti itu" kata rehan dan melangkah pergi.


Amanda hanya menggelengkan kepalanya saja.


"suatu saat kau akan merasakan nya "kata Amanda berbicara sendiri.


............


keesokan paginya Aya bangun bersiap" siap menuju sekolah,


tiba tiba,bibinya mengetuk pintu Aya,


"Aya kamu bereskan rumah dulu baru berangkat,"setelah mengatakan itu bibinya langsung pergi tanpa memberikan penjelasan.


"baiklah bibi" kata Aya tapi bibinya telah pergi.aya segera keluar membereskan rumah, Aya juga berjaga jaga dari paman nya takut tiba" datang dan akan melakukan pelecehan padanya,


tepat pukul 6 pagi Aya menyelesaikan pekerjaan nya,saat itu juga paman nya keluar dari kamar ingin minum air untuk mengisi mulut nya karena sangat haus,cepat cepat Aya menuju kamar nya,setelah sampai Aya tidak lupa mengunci rapat pintu kamar,setelah itu melangkah ke dalam kamar mandi dan bersiap siap.


paman nya tidak sempat melihat Aya karena matanya masih sedikit terpejam dan di kucek kucek saat keluar,anak paman dan bibinya sudah meninggal semenjak di dalam kandungan dan bibinya didiagnosa tidak bisa hamil lagi , karena itu bibinya tidak mempunyai anak hingga sekarang.


Aya selesai kemudian membereskan barang nya dan melangkah pergi ,saat keluar Aya tidak melihat pamanya segera dia berlari kecil ingin cepat" keluar dari rumah itu,bibi Aya tidak tau ada di mana karena tidak memberitahukan Aya hanya pergi begitu saja.


"huft.... aku jantungan sekali " kata Aya yg memang dari tadi jantung nya berdetak sangat cepat karena pamannya .


bisa di bilang Aya jarang makan nasi ,hanya jika ada uang nya lebih Aya akan makan di warung makan , karena kalo dirumah Aya juga tidak boleh memasak kata bibinya takut gas kompornya akan habis dan banyak alasan lainya Aya hanya bisa pasrah ,


sambil berjalan Aya memakan rotinya dan menuju ke sekolah.


tanpa di sadari Aya lagi ,erik memperhatikan nya sedang memakan roti dan meminum air mineral.


"apa dia sangat menyukai roti?"


"dia memakan nya sangat lahap,apa dia tidak sarapan atau apa?"


erik masih berpikir,karena Aya selalu dilihat nya memakan roti.


"sudahlah ,"kata erik kemudian dan menjalan kan mobilnya yg melewati Aya.


Aya melihatnya saat melewati dirinya ,Aya terkejut dia sangat kenal dengan mobil itu yah itu mobil Erik ,tiba" Aya merasa takut.


kemudian Aya langsung menepuk pipinya dan sadar ingin segera pergi menuju sekolah.


........


di sekolah Aya sedang fokus memperhatikan gurunya,


Erik sedang diam diam meliriknya ntah kenapa Erik melakukan nya , dan tiba tiba Aya melihat lirikan Erik dan langsung tertunduk ketakutan saat mengetahui Erik sedang meliriknya,


"apa dia setakut itu pada ku?" kata erik dalam hati.


aya masih menunduk, tiba-tiba

__ADS_1


"aya kenapa kamu menunduk?apa kau tidak memperhatikan pelajaran ibu?"kata bu ami


aya tersentak kaget


"eeh...Aya memperhatikan Ko Bu" kata Aya masih menunduk.


"trus apa apa yg terakhir ibu jelaskan?"


Aya kembali kaget dia bingung harus menjawab apa.


Aya masih diam ,


"Aya?" kata Bu ami yg masih menunggu Jawaban Aya.


"udhlh Bu,mmng dari tadi aku melihat Aya tidak memperhatikan ibu , malah dia mengejek ibu ," kata Reva tersenyum senang bisa mengerjai Aya


"apa kah benar Aya"kata Bu ami yg mulai kehilangan kesabaran


" aku memang melihat nya bu,tapi ibu sedang menjelaskan takut ibu terganggu jad aku diam aja" kata Reva kemudian.


"e..eenggk Bu"kata Aya terbata .


"alah bohong ,aku juga melihat ny bu," kata Alya teman Reva.


"Aya apa kau tidak bisa berbicara," kata Bu ami yg sedikit meninggi kan suara nya.


"jangan pura pura bisu aya"


Aya masih diam jika dia membela dirinya semakin banyak yg akan menjatuhkan nya ,Aya ingin menangis tapi dia menahan nya dan masih menunduk,melihat tingkah Aya Bu ami sudah marah.


"sekarang kamu keluar,berdiri di depan pintu dengan satu kaki,tepat di depan pintu agar ibu bisa melihat mu,"


"ta...tapi bu" kata Aya yg menahan tangisnya


"sekarang!!" kata Bu ami yg menahan kesal.


Aya pasrah kemudian dia berdiri dan melangkah menuju depan pintu dan melaksanakan hukuman nya.


sedangkan Erik hanya diam saja tidak peduli cuek.


sebenarnya tadi Reva melihat Erik dan Aya yg saling tatap walaupun hanya sebuah lirikan dan hanya beberapa detik tapi Reva sudah di bakar api cemburu.


Reva Belum puas dia akan menghukum Aya setelah bel istirahat berbunyi.


.


.


.


.


.


.


**ini masih novel pertama author,maap kalo kata katanya banyak yg kurang ,soalnya masih belajar menyusun kata kata dengan baik.


mohon dukung author ,terima kasih.☺️**

__ADS_1


__ADS_2