
Siang hari itu cuacanya sangat cerah, di suatu rumah yang sangat megah ada pertemuan dua keluarga besar, yaitu keluarga pak wibowo dan keluarga pak cokro.
"hoa.ha.ha.... ya, benar sekali kalau tau begini kan sudah dari dulu kita rencanakan pertemuan keluarga ini, ya gak pak cokro, hahaha.." (kata kata pak wibowo penuh semangat, sambil sesekali menikmati cerutunya)
"ya, kamu benar wibowo, semua ini tertunda karena kita sama sama sibuk dengan pekerjaan kita masing masing, bagaimana mah.. kamu setuju kan?" (tanya pak cokro sambil menengok ke arah istri yang duduk di sbelahnya)
"yang terpenting, yang terbaik buat anak.2 kita" (bu cokro tersenyum sembari mengaduk aduk teh dan memberikan secangkir teh itu kapada suaminya)
"iya jeng bener sekali, yang terpenting kebahagiaan anak anak ya, ini juga akan mempererat hubungan keluarga kita, terutama dalam meningkatkan bisnis kita" (kata bu wibowo menambahkan)
"kapan terakhir kali kamu ketemu anakku, cok" (kata pak wibowo meyakinkan)
"terakhir kali aku liat dia saat kelas 1 sd kalo tidak salah," (kata pak cokro sembari mengingat ingat)
"sudah lama ya, sekarang anaku umur 31th, kamu pasti tidak mengenalinya kalau bertemu dengan dia sekarang dia tumbuh menjadi anak yang tampan dan keren" (kata pak wibowo membanggakan anaknya)
"untung saja tidak ingusan seperti ayahnya ya , hhhaaaa" (kata pak cokro mengejek)
Dan semua yang ada di ruangan itu pun tertawa bahagia.
Pagi harinya di salah satu kampus terbesar, termahal, terelit, terfavorit dan paling berkualitas di indonesia dan hanya orang orang terpandanglah yang bisa kuliah di kampus tersebut.
Saat itu di sebuah koridor ada seorang perempuan berjalan sendiri sambil menggendong tas ranselnya dan kedua tangannya penuh dengan tumpukan buku.
Namanya luna, salah satu mahasiswa yang kecerdasannya yaa, bisa dibilang sedang lebih tepatnya di bawah rata rata sedikit, tapi yaaa namannya anak horang kaya ya kaann, jadi bisa lah kuliah di situ. Kuliahnya kini masuk tahun ke4 smester akhir dan hampir selesai kuliah selama itu dia hanya punya satu teman yang bener bener baik sama dia namanya cici. Dan kalo untuk masalah cowok hahaha... nasib percintaanya tak semanis dia di lahirkan dari keturunan orang kaya.
__ADS_1
FLASH BACK
Jadi si luna itu sejak awal masuk smp dia udah kepincut sama anak laki laki yang bernama aryo. Aryo adalah laki laki tampan, tinggi, macho, kalo kulit gak terlalu putih sih tapi agak kecoklatan gitu, tapi maniss banget, cuma ya yang namanya anak ganteng itu tidak jauh dari kata playboy, tapi gak semuanya ya.
"hai.." (dengan wajah memerah dan jantung yang deg degan luna mencoba menyapa aryo yang sedang duduk di depan kelas)
"....???" (aryo yang sedang bercanda dengan teman teman ceweknya pun spontan terdiam, dia tak menjawab dia cuma memandang aneh ke arah luna, dia menatap luna sinis dari atas hingga bawah sepatunya dan membuang pandangannya ke teman cewek yang sedang dduk di sebelahnya dan ceweknya gak cuma satu tapi empat.
"eh ntar malem jadi jalannya?" (kata aryo kepada teman teman ceweknya itu, dan tidak menghiraukan sapaan luna)
"eh yo, dia nyapa kamu tuh, ko malah didiemin hihi.." (kata salah satu temen aryo sambil cekikikan)
"males,.. mau ngapain kamu?" (kata aryo sinis sembil membuang pandangannya ke sekitar)
"nanti malem, mau jalan bareng gak?" (dengan pd.nya luna mengajak aryo jalan sambil memainkan jari jarinya walopun sebenarnya jantung luna serasa mau copot)
Aryo sama teman teman cuma saling lempar pandang. Dan tidak lama setelah itu aryo dan teman temanya tertawa terbahak bahak.
"kamu gak denger tadi aku ngomong apa sama temen ceweku ini, kalo nanti malem aku bakal jalan sama mereka?.." (kata aryo sambil senyum sinis) Aryopun berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan luna begitu sja.
"lagian kamu ya, ngaca dulu deh kalo mau ngajak aryo jalan, jadi cewek gak bisa jaga penampilan ya? udah rambut lusuh(sambil mengobrak abrik rambut luna), kacamata setebel tembok lagi(sambil mendorong jidat luna, yap luna emang pake kaca mata tebel banget karena minesnya udah parah), kaya sih kaya tapi kalo kaya gini,.. aku ni ya sebagai cewek aja males jadi temen kamu! hih!" (kata salah satu temen cewe aryo sambil berlalu)
Luna bukan tipikel orang yang gampang menyerah, hampir setiap hati dia selalu mencoba untuk mendekati aryo.
Saat itu luna menghampiri aryo yang sedang berdiri sendiri di depan pintu kelas sambil sesekali menggoda cew yang lewat didepannya.
"aku ada coklat nih buat kamu" (kata luna sambil menyodorkan coklat sil**** kepada aryo)
Aryo sengaja membuang pandangannya ke yang lain dan tidak menghiraukan luna yang berdiri tepat didepannya sambil membawa coklat.
"mmm, kamu gak suka coklat ya?" (tanya luna sembari mengatur nafasnya yang ngosngosan karena jantungnya yang terus berdetak cepat)
__ADS_1
Aryo mulai menatap luna dengan rasa malas.
"kamu mau ngasih ini buat aku?!" (tanya aryo sinis sambil menunjuk ke arah coklat yang di bawa luna)
"he.em "(jawab luna penuh senyum dibarengi anggukan kepala dengan cepat)
sedangkan aryo hanya diam sambil terus menatap sinis luna dari atas hingga bawah, tanpa berfikir panjang aryo pun mengambil coklat itu dari tangan luna.
"beneran ini buat aku?" (tanya aryo sambil memegangi coklat itu)
tidak lama setelah nya aryo malah memberika coklat yang dia dapet dari luna pada cewek yang melintas di depan mereka.
"hei, kamu mau coklat gak? nih buat kamu" (kata aryo sembati memberi coklat ke cewek itu)
"serius nih buat aku, uuuwwhhh makasih aryo kamu manis banget, mmuuuaahhh(cewek itu melempar kiss bay kepada aryo) daahh, aku ke kantin dulu yaa" (kata cewe itu dengan centil)
"lo, ko., itu kenapa coklatnya" (kata luna terbata sambil menunjuk nunjuk coklatnya)
"bunkanya kamu bilang tadi coklat itu buat aku?, yaudah donk mau aku kasih ke siapa coklat itu, kan udah jadi hakku" (kata aryo sambil berlalu) sedangkan luna hanya diam dengan wajah yang lesu, ingin rasanya marah sama aryo tapi dia tidak bisa.
"sabar lun, suatu saat kamu pasti bisa membuat dia suka dan jatuh cinta sama kamu" (gumam luna menyemangati dirinya sendiri.
Baru beberapa langkah aryo meninggal kan luna kemudian aryo menghentikan langkahnya dan mulai berfikir untuk mengerjai luna. Aryo pun ber balik dan berjalan mendekati luna kembali.
"sampai kapan kamu akan seperti ini? aku akan memberimu kesempatan kalau sampai kamu bisa buat aku suka sama kamu, aku akan terima ungkapan cintamu" (kata aryo sambil tersenyum jahat dan lalu pergi meninggalkan luna)
Mendengar kata kata aryo luna terdiam seperti patung, dia hampir tidak percaya dengan apa yang di katakan aryo barusan padanya.
Sejak saat itu luna terus terusan menyapa dan terus berusha mendekati aryo tapi aryo selalu cuek dan acuh, bagaimanapun caranya, luna tidak pernah menyerah, tapi apapun yang di lakukan luna tak pernah di gubris sama aryo, hingga kemanapun aryo sekolah saat SMA luna pun terus mengikuti, dia juga masuk ke sekolah yang di masuki aryo,luna terus bertekad apapun yang terjadi bagaimanapun caranya, suatu saat nanti dia pasti akan mendapatkan aryo.
FLASH BACK OFF
__ADS_1