CEO yang angkuh

CEO yang angkuh
#6 lift


__ADS_3

2 jam kemudian kelas bahasa selesai, luna yang masih duduk di bangkunya mulai membereskan buku bukunya ke dalam tas, tidak lama setelah itu dia melirik ke arah aryo yang masih duduk di kursinya. luna mencoba memberanikan diri untuk menghampiri aryo.


saat itu luna hanya diam dan tersipu malu di depan aryo yang tengah sibuk membereskan bukunya. aryo pun pura pura tidak melihat luna.


"eh si cupu, masih belum mau menyerah? kamu gak paham ya sama kata kata aryo kemarin?" (kata sintya temen cewek aryo yang datang dari arah belakang) kebetulan duduknya di bealakang aryo.


"kamu mau ngapain lagi sih?! aku tu males tau gak liat mukamu, jauh jauh sana " (tanya aryo galak sambil menyingkirkan luna karena menghalangi jalannya)


"plis dengerin aku sekali ini saja" (kata luna penuh harap) Aryo pun menhentikan langkahnya)


"denger ya,. aarrrggghhhh gimana caranya ngomong baik baik sma kamu agar kamu tu ngerti, aku tu gak mau kamu terus menggangguku!" (kata aryo mulai putus asa sambil menghelas nafas panjang)


"beri aku satu kesempatan, " (kata luna penuh harap)


"ha??? kesempatan buat apa" (tanya aryo kebingungan)


"beri aku satu kesempatan lagi, aku akan berusaha membuatmu menyukaiku, tapi kalo aku tidak bisa melakukannya, maka aku akan mundur, aku akan mencoba melupakan mu, aku tidak akan pernah menganggumu lagi" (kata luna meyakinkan aryo)


"gila kamu ya, udah berkali kali aku menolakmu, kamu masih mau minta kesempatan sekali lagi? otakmu itu isinya apasih?" (aryo mulai kebingungan)


"terserah kamu mau bilang apa, plis,, kamu bisa pegang janji ku, aku tidak akan mengganggumu" (kata luna meyakinkan aryo yang dari tadi terus menatapnya penuh amarah)


Aryo saat itu sudah kehabisan akal, dia tidak tau harus bicara apa lagi dengan luna, karena semua kata buruk bahkan kasar pun sudah dia lontarkan kepada luna selama bertahun tahun, tapi luna tidak pernah menyerah.


"apa aku bisa mempercayai kata kata mu itu?" (tanya aryo yang sudah mulai putus asa)


"bisa! aku jamin 100% kamu bisa pegang kata kataku, karena aku yakin kali ini aku pasti bisa bikin kamu suka sama aku" (jawab luna penuh semngat)


"gak usah ngimpi di siang bolong" (kata aryo sembari berlalu dan pergi meninggalkan luna)


Luna saat itu loncat loncat kegirangan, wajahnya terlihat begitu berseri seri, sesaat dia lupa akan perjodohan itu.


Cici yang dari tadi menyaksikan dari tempat duduknya pun mulai menghampiri luna.


"girang banget bu? " (kata cici sewot)


"iya doooonng secara kali ini aku yakin pasti akan memenangkan hati aryo," (kata luna penuh semangat)


" halah,. dari dulu ngmongnya gitu, seneng banget kamu sampe sampe lupa sama masalah tadi pagi" (cici mengingatkan masalah perjodohan)


"jangan gitu dong ci, paling gak semangatin dikit ke" (luna merengek)


"males tau gak, otak kamu tuh udah penuh sama aryo aryo aryo, kaya udah mendarah daging di tubuhmu, terus sekarang aku mau tanya gimana cara kamu kali ini mau buat dia suka sama kamu, mau dandan jadi cantik gitu" (tanya cici penasaran)


"emm, itu jurus pamungkasku, kalo pake itu tidak berhasil yaaaa,, do'ain dong ci biar berahasil ya," (kata luna sambil merengek)


"kamu mau bikin dia suka sama kamu atau mau bikin dia suka sama orang lain yang ada di badan kamu?" (tanya cici menegaskan)


"ya akulah,, kamu gimana sih ci, dulu nyuruh aku biar berubah jadi cantik tapi sekrang malah kaya gini," (kata luna yang mulai kehilangan semangatnya)


"kamu tu cantik lun, luar dan dalam kamu tu cantik, baik hati kamu tidak perlu berubah cantik kaya cewek cewek yang ada di deket aryo, seandainya aryo mau nerima kamu apa adanya dan kamu merubah penampilan kamu menjadi rapih dan tambah cantik lagi, itu adalah bonus buat dia, tapi kalo dia jatuh cinta sama kamu karena perubahan penampilan kamu, itu namanya bukan cinta lun, itu kompromi!!! kalo aryo menyukaimu karena apa yang ada di dalam diri kamu, ketika suatu saat nanti kamu berubah menjadi lebih buruk pun, dia tidak akan meninggalkanmu!" (kata cici meyakinkan.luna)


"tapi ini kesempatan terakhir ku ci, yang aku butuhkan sekarang adalah" (kata luna terputus karena hpnya berdering)

__ADS_1


""deert deerrtt, aku ingin engkau selalu, hadir dan temani aku di se..." (bunyi hapnya luna)


"papaku telpon nih, aku ada janji siang ini sama dia mau bahas soal perjodohan itu gimana dong ci" (kata luna males)


"au ah, kenapa aku jadi ikutan stres gini sih?" ( kata cici sambil menggaruk garuk kepalanya)


Siangnya setelah jam makan siang luna pergi untuk menemui papahnya di kantor dan memilih untuk meninggalkan kelas saat itu.


20 menit kemudian luna sampai dinkantor papahnya. Luna menghentikan motor antiknya di depan lobi utama.


"pagi nona luna" (sapa pak satpam yang berjaga di pintu masuk)


"nih, (luna melempar kunci motornya ke pak satpan tersebut) parkir tempat biasa ya pak deket mobil papah" (kata luna sambil melepas helm)


"ok ok siap non" (kata pak satpam samangat)


Luna pun berjalan menuju lift sambil membuka hpnya untuk sekedar kabar kabaran sma cici soal pelajaran kelas yang dia tinggalkan.


Saat itu juga mobil bm* milik barack berhenti di tempat parkir vip tepat di sebelah motor milik luna. Saat setelah barack turun dari mobil dia melirik ke arah motor 'butut' itu.


"motornya si gembel, ngapain dia disini? kalopun dia jadi ob, kenapa motornya parkir di vip?? ..bodoh, ngapain juga aku mikir si gembel itu" (dalam hati barack)


Barack langsung berjalan menuju pintu lobi utama dan menuju lift.


Saat itu juga luna sedang menunggu pintu lift terbuka.


"ting" (pintu liftnya sudah terbuka) luna yang masih tengah sibuk dengan hpnya pun masuk ke dalam lift dan tidak menghiraukan sekitarnya)


Luna yang tengah asik dengan hpnya tidak menyadari kalo dia satu lift dengan barak yang berdiri tepat di sisinya, barack pun begitu dari pertama masuk lift pandangannya selalu fokus kedepan dan tidak pernah berubah. Padahal di dalam lift hanya mereka berdua.


Barack pun memencet tombol nomor 30, tombol yang sama yang di pencet oleh luna dan saat itu luna melirik ke arah tombol liftnya.


"dia berhenti di lantai kantor papah??? siapa ya, kalo pagawai kantor seharusnya dia tahu kalo ini aku loh, tapi kenapa dia diam aja ya?" (dalam hati luna) dia masih terus menunduk, karena penasaran luna memasukkan hpnya ke dalam tas, dan perlahan lahan dia mengangkat kepalanya bermaksut untuk melihat siapa laki laki yang berdiri di sampungnya.


Setelah melihat wajahnya dari samping luna mengernyutkan dahinya dan dengan cepat dia kembali menundukkan kepalanya.


"kaya pernah liat, tapi beneran dia bukan ya?" (dalam hati luna penasaran)


Sedangkan saat itu barack tidak pernah mengalihkan pandannya dari pintu lift.


"ga usah di sapa lah, pertama ketemu ja ngatain aku gembel., apa lagi ini ntar ngatain aku apa lagi ya" (kata luna dalam hati)


Lampu tombol lift pun bergerak cepat 27, 28


CLANG


Liftpun berhenti dan lampu di dalam lift mulai meredup mati kemudian menyala lagi.


Luna yang muali panik pun matanya terbelalak. Dia mendekatkan telinganya ke dinding lift di sebelahnya.


"ah! gak mungkin, ini gak gak mungkin liftnya kenapa berhenti!!!" (luna teriak histeris) saking paniknya luna tidak bisa diam, dia terus mencoba memencet mencet tombol di dalam lift itu.


"gimana ini, aduh gimana ini, ayo dong cepet bergerak lagi, arrggghh,, gimana ini" (luna mulai panik dan mengacak acak rambutnya)

__ADS_1


Luna tidak kehingan akal, dia berfikir untuk menelpon papahnya dia pun mangambil hpnya.


"aarrggh.. kenapa di saat yang genting gini malah tidak ada sinyal coba!" (luna marah marah sambil terus menepuk nepuk hpnya)


Brack yang sedri tadi mencoba untuk diam dan tenang, kini mulai geram melihat tingkah luna yang berisik dan usil.


"kamu bisa diam gak?" (kata barack pendek dan ketus) tapi dia tidak mengalihkan pandangannya dari pintu lift.


"ha?! apa kamu bilang? hanya orang bodoh yang masih berdiam diri dan tidak berbuat apapun saat tetjebak di dalam lift dasar orang aneh!" (jawab luna sambil marah marah)


Luna pun masih tetap tidak bisa diam, dia tetus berulah, berteriak di dalam lift, menggedor gedor pintu.


"blam blam blam" suara pintu di gedor gedor dengan tangan luna


"siapa di luar sana, kalian bisa mendengarku tidak? tolong buka pintunya, liftnya berhenti ini!" (luna tetus berteriak sambil menghelas nafas panjang)


"kamu bisa diam tidak, (menatap tajam luna) mau teriak sampe uratmu putuspun tidak akan ada yang mendengarmu!" (kata barack sambil menahan emosi melihat tingkah luna)


"setidaknya, aku mau berusaha, agar kita bisa keluar dari sini, sedangkan kamu, apa? dari tadi cuma diam saja, itu tidak membantu apapun!" (kata luna marah marah)


"diam lebih baik, karena itu bisa menghemat oksigen di dalm lift" (kata barack ketus) luna pun terdiam dan menuruti apa kata barack.


Setengah jam berlalu luna mulai kelelahan dia pun merasa ngap, dan dia berinisiatif untuk duduk selonjoran. Sedangkan saat itu barack mulai melonggarkan dasi dan melepas jaznya, keringat mulai menetes melewati keningnya. Barack mulai bersandar ke tembok lift dan duduk di bawah sambil menunduk dan mengatur nafasnya yang mulai berat.


"heh gila ya, kamu masih saja bisa tenang dan diam?" (luna masih mengocah) sedangkan barack hanya diam dan menatap tajam luna.


"ok ok, aku akan diam, puas??!!" (kata luna galak)


Satu jam berlalu, di luar para petugas sedang berusaha membuka paksa pintu liftnya.


Luna mulai merasa agak lemas, kelopak matanya semakin terasa berat dan dia tidak mampu menopang tubuhnya yang lemas itu.


BRUG


Luna jatuh pingsan, barack yang melihat kejadian itu, hanya diam terpaku dan menatap tubuh luna yang tergeletak.


"gembel ini bener bener, (barack mencoba mendekati luna) hei! bangun,. hei! jangan pingsan disini! hei" (kata barack sambil terus membangunkan luna)


Tidak lama setelah itu petugas berhasil membuka pintu liftnya, tanpa berfikir panjang pun barack menutupi tubuh luna dengan jasnya dan mengangkat luna.


"kalian baik baik saja kan?" (tanya seoarang petugas)


Barack pun bergegas membawa luna keluar.


"tunjukkan aku ruangan yang kosong" (kata barack kepada petugas sambil menggendong luna di depan)


"ikut saya pak" (kata seorang petugas)


Saat di tengah jalan menuju ruang kosong luna masih belum siuman, matanya masih tertutup rapat.


"apa aku sudah mati? kenapa ini gelap sekali? tapi kalo aku mati, yang aku dengar ini detak jantung siapa?" (dalam mimpi luna yang masih pingsan)


Yang pasti itu detak jantung barack, dia masih terus menggendong luna, sesampainya di ruang kosong barack meletakkan tubuh luna di sofa.

__ADS_1


__ADS_2