
Di mobil wajah barack masih terlihat jutek. Sesekali Luna terus mencoba melirik ke arah barack.
"mmm,. maaf ya" kata luna memecah keheningan.
"minta maaf mulu!" jawab barack ketus.
"sebenarnya soal berita di internet itu" kata luna.
"aku sudah tahu" saut barack.
"ha??? tahu dari mana?" tanya luna sambil mengernyutkan dahi.
"cici yang cerita, semalam dia wa aku" kata barack yang selalu fokus ke jalan.
"owh,. sejak kapan mereka jadi sering kontak lewat wa??? cici juga nggak pernah cerita" luna terus bergumam dengan wajah yang cemberut.
"owh iya aku boleh nggak minta bantuan sekaliiiii lagi" kata luna memohon ke barack sambil mengacungkan jari telunjuknya.
"huffft" barack malah menghela nafas dengan kasar.
"yaudah kalo nggak boleh, aku bisa minta tolong sama"kata luna.
"bantu apa?" saut barack lagi sambil melirik ke arah luna.
"hehe,. (luna tersenyum lebar) bantu aku nyelesein gaun rancanganku ya, aku sebenarnya cuman suka gambar aja kalo buat finishingnya aku nggak tarlalu bisa" kata luna.
"maksutmu aku di suruh menjahit?" tanya barack terheran heran.
"bukan bukan, perusahaanmu yg di paris kan bergerak di bidang fashion, jadi banyak sedikit kamu pasti lebih tau mana yang sedang in kan" tanya luna.
"hm,, sedikit" jawab brack pendek.
" makanya bantu aku buat bikin gaun yang sedang in di luar negeri ya?" kata luna memohon.
"sebenarnya buat apa kamu bikin gaun itu" tanya barack.
"kejutan!" kata luna, dia tidak mengatakan pada barack kalau dia ikut event lomba merancang gaun malam yang diadakan oleh klara collection.
"kejutan buat?" tanya barack penasaran.
"mmmm, buat mamah, iya kejutan buat mamah" luna mencoba berbohong.
"terus krena aku pengen kasih kejutan buat mamah ku, jadi bisa nggak kalo aku bikin gaunnya di ap" kata luna terputus.
"nggak!!!"saut barack.
"kenapa?" luna dengan wajah memelas.
"kenapa nggak di rumah cici?" barack.
"cici kan selama ini tinggal di tempat tantenya, jadi aku kan merasa nggak enak" kata luna merengek.
Barack mulai menghelas nafas dengan kasar.
"boleh ya,, pliisss nggak ada 1 bulan ko" luna terus memohon.
"apa untungmya buat aku?" kata barack.
"heh!!! bilang aja minta imbalan!!! gimana kalau aku bantu kamu bersihin apartemenmu selama aku bikin gaun di sana anggap aja aku bayar uang sewa" luna terus meyakinkan barack.
"tapi tempat tidur cuma ada satu" barack.
"kan cuma buat tidur aku, kenapa?? jadi nggak perlu tempat tidur lagi kan?" kata luna.
"kamu lupa ya kalau aku tinggal disitu!!!" barack.
"loh kamu nggak pulang ke rumah?" luna merasa heran.
"kamu kan tahu, semenjak kejadian kemarin hubungan ku sama ayahku belum kembali normal" barack mulai kesel.
"aaahh,. terus gimana donk" kata luna sambil menendang nendang kakinya seperti anak kecil.
"ya kalau mau tidur di ruang tv" kata barack ketus.
"yaudahlah, lagian kalau nggak kemaleman aku pasti pulang ke rumah kok, ok deal, jadi aku cukup bantu kamu beresin apartemen doank kan" kata luna.
Tapi barack hanya diam dan tidak menjawab petanyaan luna.
Mereka berdua lalu pergi ke butik mamah luna untuk mengambil mesin jahit, setelah itu membawanya ke apartemen barack.
" merepotkan sekali sih" kata barack memandangi satpam yang sedang membantu luna mengangkat mesin jahit.
"lagian kalau kamu nggak bantu angkat mending diem aja" kata luna sambil mengangkat barang barang lainnya, seperti metlyn, kapur jahit, penggaris dan lain sebagainya.
__ADS_1
Malamnya barack menjemput luna, karena dia sudah berjanji mengantar luna mencari kain untuk membuat gaunnya.
Didalam mobil barack hanya berfikir kenapa akhir akhir ini dia malah selalu mengikuti keinginan luna dia juga berfikir kalau dia berlaku seperti bukan dirinya, bahkan dia selalu membiarkan luna berada di sekitarnya.
"kita coba ke toko itu" kata luna sambil menunjuk ke sebuah toko kain.
Barack langsung memarkirkan mobilnya di depan toko.
Mereka berdua segera masuk dan mencari cari kain yang bagus sesuai dengan tema gaun milik luna.
Di dalam toko luna memilih kain kesukaannya namun selalu di tolak sama barack.
"ini?" tanya luna sambil menjembreng contoh kain itu di tubuhnya.
"hm" barack menggelengkan kepalanya.
"kalau yang ini" tanya luna sambil menjembreng contoh kain di tubuhnya lagi.
Namun barack tetap merasa kain itu nggak cocok.
Nggak cuma tiga kali atau empat kali namun sudah puluhan kali luna memilih contoh kain, tapi barack tetap menggelengkan kepalanya, sampai akhirnya luna pun menyerah.
"terus yang mana lagi donk??? capek aku" kata luna yang sudah mulai terlihat kusut wajahnya.
"ikut aku" barack langsung menarik tangan luna dan membawanya berjalan sampai ke seberang jalan.
Barack mengajak luna membeli es krim di pinggir jalan.
"dua pak" kata barack ke penjual es krim.
"ini, jadi semuanya lima belas ribu" kata penjual es.
"ini uangnya,. kembaliannya ambil saja" kata barack sambil merogoh uang di saku celananya.
Lalu barack memberikan satu es krimnya buat luna yang rasa vanila, entah sejak kapan barack hapal es kesukaan luna itu.
"makasih" kata luna sambil berjalan menyusuri trotoar.
"kamu kalau kaya gini terlihat beda!" kata luna.
"beda?" tanya barack.
Barack hanya diam mendengar kata kata luan.
"aduh aku ngmong apaan coba, kaya lagi ngerayu aja, lagi pula sejak kapan ya deket deket sama dia jantungku jadi deg degan gini aadduuuhhh kenapa perasanku jadi aneh gini sih" kata luna dalam hati dia tidak sadar kalau es krimnya mulai mencair dan agak miring posisinya.
"kamu mikir apaan sih?, eh es kamu jatuh" kata barack sambil meraih es krim luna yang hampir jatuh.
Begitu juga luna mencoba meraih es krimnya yang udah lepas dari tempatnya (jadi esnya itu kaya es contong, jadi hampir mirip es cor**** kalau yang orang jawa pasti tahu es contong hhi).
Tapi yang didapati luna bukan es krimnya malah tangan barack yang di pegang eeeeea eeeaaaa hahaha.
Barack langsung menarik tangannya.
Wajah luna mulai memerah, jantungnya juga mulai berdebar debar.
"adduuhhh hari ini aku kenapa ya??" kata luna dalam hati.
Seketika tangan luna dan barack pun belepotan penuh dengan es krim.
"e kita kembali ke mobil saja, ada air bersih di sana buat cuci tangan" kata barack sambil berjalan menuju mobil.
Luna pun mengikuti barack.
Sampai di mobil luna segera mencuci tangannya dengan air mineral, setelah selesai mencuci tangannya dia mengambil tisu di dalam mobil dan memberikan sebagian tisu ke barack.
Saat akan masuk ke mobil, luna melihat kain yang begitu mewah dan elegan, dia pun menarik tangan barack untuk melihat kain itu.
Di dalam toko luna mengambil kain yang tadi dia liat dan langsung memabalutkan ketubuhnya.
"yang ini gimana?" tanya luna terlihat senang sekali menemukan kain itu.
"hm" barack menganggukkan kepalanya.
Luna pun kegirangan karena setelah sekian banyak kain di tolak sama barack akhirnya dia menemukan kain yang masuk kriteria barack, luna meloncat loncat seperti anak kecil sambil menari nari menggunakan kain itu.
Dari kejauhan barack merasa senang melihat luna tersenyum, dan saat itupun terlihat senyum tipis di wajah barack.
Luna yang melihat barack tersenyum pun berlari ke arah barack, namum kain yang di pakai luna masih melilit di tubuh luna sehingga nyrimpet di kaki lunan dan dia pun terjatuh.
Tapi belum sempat jatuh barack menangkap tubuh luna dan menariknya ke dalam pelukan barak.
Jantung luna serasa mau copot, dan nafasnya terengah engah.
__ADS_1
"dulu gembel sekarang kamu jadi sering ceroboh ya???" kata barack yang masih terus memeluk pinggang luna.
"kok gitu ngomongnya" kata luna ketus sambil melepas kain yang masih menempel di tubuhnya.
"terus apa lagi kalau bukan ceroboh namanya!" kata barack terus mengganggu luna.
"tau ah, aku mau pulang" kata luna mulai sebel sambil berjalan pergi.
"terus kainnya nggak jadi di bayar?" teriak barack
Mendengar kata barack luna langsung kembali dan mengambil kain itu lalu segera membawanya ke pelayan untuk meminta membungkusnya.
Keesokan harinya di kantin kampus luna terus melamun.
"kamu sehat lun?" tanya cici yang baru saja dateng.
"hm,. napa emang? kelihatan lagi sakit ya?" tanya luna
"nggak sih, cuma akhir akhir ini kamu lebih sering melamun loh," kata cici sambil membuka buku.
"ci,,?" luna memanggil.
"hm?" jawab cici pendek.
"e,, akhir akhir ini, aku merasa aneh kalo deket sama barack, kenapa ya?" tanya luna sambil menggaruk garuk kepalanya.
"terserang firus itu namanya lun" kata cici sambil terus membaca buku.
"ha?????? serius! firus apa namanya ci?" tanya luna khawatir dan mulai fokus kembali.
"firus cinta hahahahhaah" kata cici menggoda luna.
"apaan sih,. nggak lucu ah!" kata luna mulai sebel.
"serius,. ! kalau nggak percaya kamu cek aja, hati kamu tu sudah pindah haluan" kata cici terus fokus ke bukunya.
"terus, aku ngeceknya kemana? masak ke dokter?" tanya luna serius.
"ih oon banget sih, ya cek ke dalam hatimu laaahh, nih aku kasih tahu kamu ya, ntar kalau kamu ketemu barack coba kamu pastiin lagi, ketika kamu melihat dia jantung kamu berdebar debar, bararti kamu terjangkit firus cintanya si barack" kata cici sambil menutup bukunya.
"ko kamu bisa tau" tanya luna.
"ya kan aku belajar dari kamu" kata cici.
"belajar dari aku?? maksutnya?" luna merasa heran.
"lah kan dulu kamu juga sering begitu waktu awal awal deket aryo, kamu sering cerita kalau lihat dia jantungmu berdebar debar, dan sekarang kamu juga gitu, tapi sekarang berbeda, kamu merasa berdebar debar ketika melihat barack, trus apa artinya coba?"kata cici meyakinkan luna.
"ah nggak mungkin ah," luna mencoba mengelak.
"yaudah, terserah kamu sih, lagian kamu juga yang ngerasain, jadi cuma kamu yang bisa mastiin, itu cinta atau bukan" kata cici.
"e, aku juga merasa aneh, masak iya kemarin aku ngebayangin nyium bibir dia, iiihhh geli" kata luna sambil bergidik.
"tuuhhh,, apa lagi udah pake ngebayangin gitu, itu mah udah jelassss banget kamu suka kaann sama dia?" tanya cici sambil menyipitkan matanya.
"masak sih ci,??? kalau iya aku bener bener suka sama barack gomana donk?" kata luna.
"repot amaaat, ya tinggal bilang sama dialah, kaya kamu ke aryo gitu, gak ada malu malunya tuh kamu, kenapa sekarang jadi rempong??? emang mau gamana lagi? masak mau di pendem? ntar yang ada malah bikin penyakitnhati" cici mulai menggurui luna.
"kalau aku memang suka sama dia, trus aku bilang tentang perasaanku sama dia kan itu nggak ada dalam kesepakatan ci, kesepakatan kita kemaren kan cuma saling bantu" kata luna.
"trus dalam kesepakatan kemaren ada nggak yang mengatakan kalau kamu nggak boleh suka sama dia dan sebaliknya?!!! (kata cici yang mulai sebel sambil menggregetkan giginya) lagian mikir amat tentang kesepakatan! nggak ada hitam putih di atas materai ini!! kalau suka mah embat aja, selama sebelum janur kuning melegnkung" kata cici mulai emosi.
Saat sedang memikirkan kata kata luna, aryo pun datang merusak suasana.
Dia langsung duduk di bangku yang ada di depan luna.
"lun" sapa aryo.
"ngapain kamu kesini? kurang jelas kata kata ku kemarin?" kata lunah jutek kepada aryo.
"plissss luuun., aku benar benar menyesal, gimana caranya aku bisa mendapat maaf darimu?" kata aryo terus berusha.
"nggak akan!" kata luna sambil meninggalkan aryo.
"aryo aryo,. dunia itu memang selalu berputar ya, dulu saja luna yang mengejar ngejar kamu, dan sekarang kamu yang mengejar ngejar dia,, segitunya kamu sampai pengen banget dapet maaf dari luna, jangan jangan kamu udah mulai jatuh cinta lagi sama dia?" kata cici.
"iya, aku memang menyukainya" kata aryo sambil beranjak dari kursi.
Cici pun di buat melongo mendengar kata kata aryo.
__ADS_1