
Paginya barack terbangun dari tidurnya, dia membuka matanya dan mendapati dirinya berada di dekapan luna. selang beberapa detik luna pun terbangun.
"kamu udah bangun?, , udah baikan??" tanya luna sambil mengusap usap matanya.
", , kamu kok ada di tempat tidurku?" tanaya barack.
Mendengar kata barack luna langsung beranjak dari tempat tidur barack.
"ah! ya ampuuun,. cepet banget kamu amnesia!" kata luna sambil berjalan ke arah dapur, tapi saat uturun dari tempat tidur lututnya terasa sakit lagi.
"aduh" luna berjalan dengan sedikit pincang.
Barack hanya tersenyum tipis melihat tingkah luna, diapun mengikuti luna ke arah dapur.
"aku hanya bercanda" kata barack sambil mengambil kotak p3k di laci bifet.
"kamu nggak bisa ya bilang terima kasih!" kata luna sambil membuka kulkas dan mengambil susu murni lalu menuangkannya ke dalam gelas kemudian memberikan susu itu kepada barack.
"terima kasih" kata barack dengan nada datar. Diapun mengangkat luna dan mendudukkannya di atas meja.
"mau ngapain kamu?" kata luna.
Barack mengacungkan salep pereda nyeri ke arah luna.
"buat kaki kamu yang sakit, , , gara gara aku semalem ya, kamu jatuh?" kata barack mengoleskan salep itu ke lutut luna yang mulai membiru.
"he'm, , semalem sebenarnya aku cuma pengen mengambil gaun, tapi waktu aku panggil panggil kamu, kamunya nggak nyaut, yang aku dengar malah suara gelas pecah, yaudah aku masuk aja ke kamar kamu, owh ya itu pecahan gelasnya belum di beresin, sebenarnya kemarin kamu makan apa? sampai radangmu bisa kumat seperti iti" tanya luna sambil turun dari meja.
"nggak makan apa apa, yaudah aku mau mandi dulu" kata barack setelah menghabiskan susunya.
"aku ambil gaunnya habis itu aku langsung pulang ya" kata luna berjalan ke arah ruang tv.
Barack hanya dian ketika luna mengungkit ungkit soal gaun.
"e, , lun?" barack.
"iya?" jawab luna.
", , , " barack malah melamun.
"kok malah diem??" kata luna.
"e, , mmm nggak jadi" barack ingin sekali memberi tahu tentang klara namun dia merasa kalau hal itu nggak terlalu penting.
Lalu barack berjalan menuju kamar mandi.
Sedangkan luna membereskan gaunnya lalau dia segera pergi dari apartemen barack.
Sesampainya di bestmen luna memasukkan gaunnya ke dalam mobil di kursi belakang.
Dan luna pun duduk di kursi depan kemudian dia menyalakan mesin mobilnya dan segera pergi dari tempat itu.
Saat luna keluar dari baestmen, mobil klara memasuki bestmen apartemen barack.
__ADS_1
Setelah memarkirkan mobilnya klara langsung naik ke lantai 5 dan menuju ke apartemen barack.
Saat di delan pintu klara mencoba memencet tombol tombol angka di pintu masuk.
"empat belas sepuluh sembilan belas sembilan puluh" kata klara.
ceklek , , pintu terbuka dengan sendirinya.
Terlihat senyum lebar di wajah klara karena sampai sekarang barack masih memakai tanggal lahir dirinya sebagai sandi apartemen.
Klara menyusuri setiap ruangan di apartemen itu,dia meras sedang bernostalgia jaman sma, ya apartemen milik barack itu adalah hadiah ulang tahun barack dari ayahnya saat kelas tiga sma.
Klara menghentikan langkahnya didepan sebuah mesin jahit, dia melihat sisa potongan kain di sela sela mesin jahit itu.
klarapun mengambilnya.
"masak iya barack menjahit? , ada ada saja" kata luna bertanya tanya.
Kemudian dia melanjutkan langkahnya ke kamar barack.
Klara membuka pintu, dan memasuki kamar barack, dia mendengar suara gemericik air yang kemudian menghilang.
Lalu dia duduk menunggu barack selesai mandi di atas sofa.
Barack mendengar seseorang membuka pintu kamarnya, diapun segera menyelesaikan mandinya dan memakai handuk yang melingkar di pinggangnya.
Dia pun segera keluar dari kamar mandi.
"kenapa kamu balik lagi" kata barack kemudian dia membuang pandangannya kearah klara yang sedang duduk.
Barack pun kaget ketika orang yang dia lihat bukan luna melainkan klara.
"baru saja, , mmm barusan kamu bilang, kenapa kamu balik lagi??, memangnya siapa yang habis dari sini?" kata klara penasaran.
", , m bukan siapa siapa!, kamu bisa keluar dulu? aku mau ganti baju" kata barack.
"oke, aku tunggu di ruang makan" kata klara sambil beranjak dari sofa dan pergi ke ruang makan.
Di dapur klara membuka kulkas, dan dia terkejut melihat kulkas barack penuh dengan berbagai macam makanan ringan.
"maaf menunggu lama" kata barack yang baru saja datang.
Klara hanya membuang senyum ke arah barack.
"hari ini kamu mau kerja?" kata klara.
"iya" jawab barack pendek.
"ayolaaah, ini hari pertamaku di indonesia setelah beberapa tahun aku nggak pulang kari, masak kamu mau ninggalin aku kerja sih" klara merengek.
"heh, kamu bukan anak kecil lagi kan" kata barack.
" tapi hari ini aku butuh bantuan mu, katanya kalau aku butuh bantuan,kamu siap membantu" klara terus merayu barack.
"oke oke, aku bantu kamu" jawab barack.
"sekarang kita ke galeri ya, tapi aku naik mobilmu, mobilku tinggal sini saja ya?" kata klara meraih lengan barack.
__ADS_1
"heeeft, , terserah kamu saja" kata barack kehabisan akal.
"yaudah ayo jalan" kata klara sambil menggandeng lengan barack.
Merekapun pergi ke galeri milik klara.
Siangnya dirumah luna, dia baru saja selesai mandi,
"gila tubuhku penuh dengan aroma barack hheefff,. " kata luna smabil menghela nafas.
Dan segera dia berganti baju, setelah selesai ganti baju dia pergi ke dapur.
"mbak kemarin ada yang nyariin" kata mb ratmi yang sedang membuatkan teh manis untuk luna.
"siapa?" kata luna sambil melahap kue yang ada di atas meja.
"aduh lupa nanya namanya, tapi yang pasti ganteng mbak" kata mbak ratmi.
"hah, biaa aja kamu mbak" kata luna sambil menyerutput tehnya.
Dari balik kaca mbak ratmi melihat mobil yang semalem datang kerumah untuk mencari luna.
"nah nah, itu mbak mobil orangnya yang semalem nyariin mbak luna, mbak luna semalem nggak pulang nginep dimana?" kata mbak ratmi mengagetkan luna.
Luna pun tersedak karena mulutnya penuh dengan roti.
"uhuk, uhukuhuk, uhuk"luna terbatuk batuk.
"pelan lelan mbak, sebentar saya tak bukain pintu buat mas ganteng itu ya" kata mbak ratmi sambil berjalan ke arah pintu.
Diapun mempersilahkan aryo untuk masuk ke dapur menemui luna.
"hei"sapa luna.
"semalem kemana? udah janjian juga aku bakal anter kamu, kamunya malah ngilang!" kata aryo.
"maaf, kamu nggak kuliah" kata luna.
" nggak, aku pengen nganter kamu ke galeri buat nganter gaunnya" kata aryo.
" boleh, oke bentar ya, aku siap siap" kata luna mengahabiskan rotinya dan segera pergi ke kamar untuk berdandan.
Sesaat kemudian dia turun kebawah menemui aryo.
"ayok, gaunnya ada di mobilku kok" kata luna menuju ke garasi mobil.
Dia pun mengambil gaunnya dan membawa ke mobil aryo.
Lalu mereka berduapun pergi menuju ke galeri 'klara colletion'.
Di sisi lain barack sedang menemani klara yang tengah sibuk merapihkan galerinya, sembari berbincang bincang dengan dua peserta lain yang memenangkan kompetisi itu.
__ADS_1