
Sorenya luna dan cici pergi ke salon, luna sedang melakukan perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sedangkan cici hanya melakukan perawatan rambut.
"ternyata senikmat ini ya berada di salon, tau gitu dari dulu dulu deh aku bolak balik ke salon" kata luna sambil menikmati kepalanya yang sedang di pijat.
"halah, dari dulu juga aku kasih tahu, tapi kamunya nggak mau" kata cici sambil main hpnya.
"mbak luna badannya di pijat dulu ya, sambil nunggu obat rambutnya meresap ke kulit kepala" kata pegawai salon sambil memapah luna masuk keda lam sebuah ruangan.
Sedangkan cici masih menikmati kepalanya yang sedang di pijat.
drreeet drreeet aku ingi engkau selalu.
hp luna yang berada di meja depan cici berdering dengan segera cici mengangkatnya.
"dari barack???, hihi(cici mulai jahil mengangkat telepon dari barack) halo. Ini aku cici. Luna lagi perawatan tubuh di salon. iya. Di salon xxx. oke" cici pun tertawa jahat.
Setelah selesai melakukan perawatan rambut cici menunggu luna di ruang tunggu salon itu.
Tidak lama setelah itu barack sampai di depan salon xxx yang di maksut cici. Barack menunggu di dalam mobil, karena aneh baginya kalau dia masuk ke dalam salon.
Saat di dalam salon luna keluar dari ruang pijat, dia pun mengganti bajunya dengan gaun yang sudah dia ambil sebelumnya di butiq mamahnya. Dan yang pasti gaunnya nggak bakal bikin dia malu kaya kemaren malam.
Keluar dari ruang ganti luna segera duduk kembali dan segera rambutnya di tata oleh pegawai salon.
"mbak nggak usah di bikin aneh aneh ya, di curly bawahnya saja" kata luna pada pegawai salon.
"iya mbak" kata pegawai.
"lun pakai soflents ya, biar cuantik maksimal" kata cici sambil menenteng soflents.
"aku belum pernah pake kaya gituan ci, ntar kalau copot sebelah gimana?" jawab luna.
"ya di coba donk, masak mau pake kaca mata ke pesta, udah dandan cantik cantik juga, rugi donk! aku udah sengaja pilihin sesuai mines kamu nih" kata cici.
"serius?? duuuh kamu tu sahabat terbaik muah muah" kata luna sambil membuang kiss bay lewat pantulan kaca kepada cici.
"ya iyalah terbaik secara sahabat kamu kan cuma aku doank! hahahah" luna mengejek.
"mulai deh" kata luna.
Setelah rambutnya di tata rapih, luna segera mencoba memakai soflent setelah beberpa kali gagal akhirnya dia berhadil juga.
Awalnya dia merasa aneh dan mengganjal pada matanya. Tapi setelah terbiasa dia merasa nyaman juga.
Didalam mobil, barack mulai jenuh menunggu mereka berdua yang dari tadi nggak keluar keluar dari salon, barack pun mencoba menyalakan tape dan mendengarkan musik. Saat itu lagu ungu feat rossa yang sedang berputar, dengan judul 'tercipta untukku'. Barack menikmati alunan musik iti sambil sesekali melihat ke arah jamnya.
Beberapa menit kemudian mereka berdua keluar dari salon, barack pun mengalihkan pandangannya ke arah luna sambil membuka kaca pintu mobil, terlihat luna memakai gaun hitam elegan dan rambut yang tergerai serta sedikit polesan di wajahnya dan mata yang begitu indah saat tidak memakai kaca matanya.
Barack tertegun melihat kecantikan luna malam itu. Pandangannya tidak berubah selalu tertuju ke arah luna.
Mata luna tertuju pada barack yang saat itu sedang melihat ke arahnya dari dalam mobil.
"dari mana dia tau kita ada disini?" kata luna sambil mengikuti langkah cici.
"dia tadi menelpon ke hp mu, karena kamu lagi di dalam ya aku angkat saja" kata cici menjelaskan.
"bilangnya nggak mau nganter, nyatanya udah standbay di situ" luna bergumam.
"itu artinya dia perduli sama kamu?" kata cici.
"peduli sama aku??? yang ada dia perduli sama dirinya sendiri!" kata luna.
Mereka berdua pun langsung measuk ke mobil barack.
Pandangan mata barack masih tertuju ke arah luna yang sudah duduk di sampingnya.
__ADS_1
"gm gm" cici berdehem mencoba membuyarkan lamunan barack sambil memainkan hpnya.
Dengan cepat pun barack mengalihkan pandangannya ke stir mobil.
Saat barack menyalakan mobilnya alaram sabuk pengaman mulai berbunyi.
"tit.tit.tit.tit.tit"
Barack hanya melihat ke arah luna, berharap luna tau maksutnya dan memakai sabuk pengaman, tapi luna hanya diam saja. Maklum orang kaya tapi nggak pernah mau naik mobilnya sendiri jadi tidak terbiasa dengan kebiasaan saat naik mobil lalu memakai sabuk pengamannya.
"kenapa?" tanya luna ke barack yang terus menatapnya.
"kamu tuli ya! alarm nya berbunyi tuh" barack mencoba memberi isyarat.
"alarm apa?" luna kebingungan.
"astaga!!!" barack lansung menari sabuk pengan dari arah samping luna.
Jantung luna berdetak cepat saat dada barack tepat berada di depan matanya. Dia mencium bau aroma tubuh barack yang begitu menggoda. Seketika wajahnya memerah.
Barack langsung memasang sabuk luna.
"beras kan???" kata barack.
"owh,. heh, ya maaf" kata luna.
Barack pun langsung menginjak gas dan mobilnya melaju dengan cepat.
Sekitar satu jam kemudian mereka bertiga sampai di pantai, terlihat rerumunan orang yang begitu ramai di pinggir pantai, terlihat kerlap kerlip lampu di sepanjang tepi pantai, terdengar alunan musik yang sangat lembut membuat suasana di pantai semakin romantis.
Untung pestanya di pantai jadi luna nggak perlu memakai sepatu hak tinggi. Jadi dia merasa sedikit aman.
Tiba tiba alunan musik berubah agak sedikit lebih ngebit.
"mana nih yang lagi ulang tahun, turun ke lantai dansa doonk" teriak seseorang di kerumunan.
"ntar bro, nunggu panas hahahah" aryo tertawa terbahak bahak. Dia membuang pandangan ke sekitar mulai mencari seseorang.
"temen bro, ntar aku kenalin sama dia" aryo pun melihat luna yang baru saja datang dan langsung menghampirinya.
"luna???" sapa aryo, dia melihat sosok luna yang sangat berbeda dari biasanya, mata aryo berbinar binar melihat luna yang begitu cantik dan menggoda malam itu.
Aryo pun mengulurkan tangannya bermaksut untuk menggandeng luna.
Sedangkan barack menatao mata aryo dengan malas.
Dengan senyum yang mengembang di wajah luna, dia langsung menggenggam tangan aryo dengat kencang.
Barack mulai membuang pandangannya ke sekitar.
"mau duduk di sana?" cici menawarkan pada barack.
Barack pun mengikuti cici mencari kursi yang kosong.
Sampainya di meja pelayan langsung memberikan cemilan dan minuman ke meja mereka.
"kamu minum?" tanya cici.
"nggak" Barack sama sekali tidak pernah menyentuh barang itu sedikitpun setelah kejadian beberpa tahun yang lalu.
Pandangan barack selalu ke arah luna, dia khawatir luna melakukan sesuatu yang tidak di inginkan.
Sedangkan luna dia tengah sibuk dengan aryo dan teman temannya.
"aku nggak nyangka kamu bakalan jadi secantik ini lun?" kata stella temen aryo.
"hm" luna hanya tersenyum manis karena dia tidak terbiasa bergabung dengan teman teman aryo apa lagi dengan keramaian.
"dia sengaja berdandan hari ini untuk menyenangkan aku loh" kata aryo sambil merangkul pundak luna. luna hanya merasa sedikit risih, karena tangan aryo langsung menyentuh pundak luna tanpa perantara.
Barack hanya menatap kelakuan aryo itu dari kejauhan.
__ADS_1
"mau minum apa? aku ambilin?" tanya aryo menawari luna.
"e, nanti saja gampang" kata luna merasa canggung, dia sesekali melihat ke arah barack, mereka hanya saling lempar pandang.
Barack terus memandangi luna dengan penuh harap agar luna segera pergi dari samping aryo.
"ayolah lun, ini hari ulang tahunku, kamu mau menolak tawaranku?" tanya aryo memaksa.
"e, nanti saja, aku menemui temanku dulu" kata luna yang mulai merasa tidak nyaman dengan suasana di sekitarnya.
Luna pun menghampiri barack dan cici kemejanya.
"kena kemari? bukanya kamu senang berada di sisi playboy itu?" tanya barack.
"aku hanya merasa tidak nyaman saja" jawab luna sambil memegangi leher bagian belakangnya.
"oke oke semuanya tolong perhatiannya ya, hari ini adalah hari spesial buat teman kita yaitu aryo, hari ini adalah hari jadinya yang ke 40, eh salah salah hahahaha umurnya baru masuk 25tahun, bro sini bro, masak yang ulang tahun ngedekem mulu di situ, di mari donk, kita panggil bareng bareng namanya, aryo aryo" kata pembawa acara malam itu.
"aryo aryo aryo" teriak orang orang.
Aryo pun naik ke atas panggung.
"thanks semuanya yang udah nyempetin datang kesini, kususnya buat wanita yang sangat terlihat cantik malam ini dia duduk disana" aryo menunjuk ke arah luna.
Dan pembawa acara pun memanggil luna untuk naik ke atas panggung.
"teruntuk wanita cantik yang di maksut aryo, dimohon dengan sangat naik kemari, ayo, siapa namanya?" tanya pembawa acara ke aryo.
"luna" jawab aryo.
"oke buat kamu yang bernama luna silahkan naik ke atas panggung"
Di meja barack hanya memandang mata luna, sedangkan luna hanya tersipu malu namanya di panggil untuk naik ke atas panggung.
"lun, malah senyam senyum kaya orang gila, udah sana naik buru ih" kata cici.
Luna pun melangkah dengan pasti menuju panggung. Dia berdiri di sebelah aryo.
"uuuuuuuu,. uuuuu yyyyeeeee luna luna luna" sorak soray orang orang di pesta itu.
"berhubung yang ulang tahun umurnya sudah bukan anak anak lagi jadi sekarang nggak ada acara potong kue hahahah" pembawa acara.
Sedangkan saat itu hp barack berdering.
drret dreet barack melihat panggilan di layar hpnya, klara memanggil.
Barack meninggalkan meja itu dan menjauh dari kerumunan, dia mencari tempat yang agak sepi untuk mengangkat teleponnya.
Sedangkan di atas panggung luna mencoba membuang pandangannya ke meja barack tapi dia tidak menumukannya, luna pun membuang pandangan ke sekitar untuk mencari barack tapi dia tidak menemukan barack.
"untuk mengganti suapan kuenya maka luna harus menyuapi aryo dengan ini" pembawa acra mengangkat sebotol minuman kadar alkohol tinggi dan memberikannya kepada luna.
"ini buat apa?" teriak luna ke arah barack karena alunan musiknya terdengar kencang sekali.
"kasih aku minuman itu dengan tanganmu!" kata aryo berteriak di telinga luna.
"ha?" tanya luna, dia tidak mengerti maksut aryo.
Aryopun langsung menarik tangan luna agar menyodorkan botol itu ke mukut aryo.
"yeeeeeeeeeeee" suara orang orang bersorak.
Semakin malam suasana semakin ramai, alunan musik menjadi semakin kencang, bahkan musik sudah di ambil alih oleh dj.
Dari ke jauhan barack masih terlihat sibuk dengan telponnya.
"aku sedang ada acara, owh acara nggak penting kok, yaudah aku tutup dulu nanti aku hubungi kamu." barack mematikan telponnya dan langsung kembali ke kerumunan orang.
Di meja aryo, dia mencoba memberi minuman lemon tea ke luna.
"ayo minum donk lun, dari tadi kamu belum minum sama sekali, jangan menolak tawaranku kali ini" kata aryo sambil menyerahkan satu gelas lemon tea ke luna.
"e, iya(luna mencoba meminum lemontea itu) ko agak aneh rasanya ada pahit pahitnya gitu" kata luna.
"namanya juga minuman rasa teh kalo nggak ada pahit pahitnya ya aneh kan hahahah" ayo dan temen temnnya tertawa.
__ADS_1
Aryo pun memaksa luna terus meneguk lemontea nya.