
Sorenya barack mengantar klara ke galerinya 'klara colection'.
Barack membantu klara mengambil koper di bagasinya dan membawa masuk ke dalam galeri.
"makasih" kata klara.
"hm, , kamu menginap disini?" tanya barack.
"iya, sekalian soalnya mulai hari ini peserta seharusnya sudah mulai mengirim gaun rancangan mereka" kata klara.
Barack mulai teringat dengan luna.
"yaudah, kamu istirahat saja dulu, aku kembali ke kantor lagi, kalo butuh sesuatu hubungi aku saja" kata barack.
"iya" klara memegangi tangan barack, dia mencoba mendekati wajahnya dan bermaksut untuk mencium bibir barack namun barack memalingkan wajahnya.
Klara pun tersenyum dan mlah mencium pipi barack.
"hati hati di jalan" kata klara, sambil terus melihat ke arah barack dari balik kaca.
Di sisi lain setelah ke butiq mamahnya aryo mengantar luna kembali ke rumahnya.
Saat di dalam kamarnya luna membuang tasnya ke sofa di dalam kamarnya, kemudian dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Jam menunjukkan pukul setengah depalan malam, luna mengingat ingat kejadian tadi siang saat di lampu merah ketika dia melihat klara satu mobil dengan barack.
"huuffft,. mereka satu mobil, , , itu artinya mereka sangat dekat donk??? ya pasti lah, kan perusahaan barack yang di paris bergerak dibidang fashion mungkin klara salah satu partner kerjanya, positif thingking luna" kata luna menyemangati dirinya.
Luna beranjak dari ranjangnya dan segera masuk ke kamar mandi, dia membersihkan badannya, beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dan segera barganti baju.
Tidak lama kemudian dia keluar dari kamar memakai tangtop warna putih di balut kardigan warna pink sepaha dan celana pendek.
Dia melangkahkan kakinya menuju dapur.
"mbak, mamah sama papah belum pulang ya?" tanya luna ke asisten rumah tangganya.
"belum mbak, kemaren waktu mau berangkat sih bilangnya cuma dua malem, mungkin besok mbak" kata mbak ratmi menjelaskan.
"owh yaudah, mb ratmi kalau mau istirahat, istirahat aja" kata luna sambil sesekali meneguk air mineral.
"iya mbak, tapi mbak luna nggak mau dibikinin maknan dulu?" kata mb ratmi menawarkan.
"nggak usahlah, ntar gampang, owh ya mbak ntar kalau ada yang nyari aku bilang aja akunya udah pergi yah" kata luna sambil berlalu.
__ADS_1
"iya mbak" jawab mb ratmi.
Luna mengambil kunci mobilnya di tempat kunci di garasi mobil keluarga luna.
Lalu dia memencet tombol gembok yang terbuaka.
cit cit, , , bunyi mobil luna.
luna pun segera masuk dan menyalakan mesin mobil, kemudian meninggalkan rumahnya.
Dua puluh menit kemudian dia sampai di bestmen dan segera memarkirkan mobilnya.
Luna langsung menuju ke apartemen barack.
Luna mencoba memencet bel.
ting tong , , ting tong, ,
Tak ada sautan dari dalam ruangan. Luna melirik kearah jam tangnnya.
"jam delapan kurang loh, masak dia belum pulang?" kata luna sambil mengernyutkan dahi.
"masuk aja deh" kata luna sambil memencet sandi pintu apartemen.
Luna melihat sepatu kerja barack ada di rak sepatunya.
"loh,. dia udah plang kok, tapi kenapa nggak bukain pintu ya?" kata luna merasa heran.
"barack?" teriak luna sambil mengarahkan pandangan ke sekitar.
Dia melewati ruang tv dan dapur, tapi tidak melihat barack di sana.
Dia terus berjalan dan melihat ke balkon, disana dia juga tidak melihat barack.
"barack?" luna mencoba memanggil barack lagi.
Tapi tetap saja tak ada sautan.
Luna mencoba mengetuk pintu kamar barack yang tertutup.
tok tok tok, , , , tetap tak ada sautan.
"barack? , , , aku mau ambil gaun ya?, , sama mesin jahitnya, kamu bisa nggak bantu aku bawa mesinnya turun? tadi aku liat satpam nggak ada yang standbay di bawah tuh?" luna terus berbicara.
Barack tetap tak menjawab.
"Jangan jangan dia sudah tidur lagi, yaudah lah dari pada ntar di bangungin marah marah, mending aku ambil saja gaunnya, mesinnya bisa besok lagi" kata luna sambil beranjak dari depan kamar barack.
__ADS_1
Baru beberapa langkah, luna mendengar suara gelas pecah dari dalam kamar barack.
pya****r , , ,
Luna pun menghentikan langkahnya dan dan segera masuk ke dalam kamar barack.
Didalam kamar dia melihat pecahan gelas berserakan di dekat tempat tidur barack, dan dia melihat tubuh barack tengah mengigil di sertai keringat dingin di sekitar dahi dan lehernya.
"barack???, kamu kenapa??? tangan kamu dingin sekali" kata luna sambil meraih selimut dan menyelimuti tubuh barack.
Nafas barack terdengar kasar dan terlihat sekali menahan rasa sakit yang teramat.
"kita ke rumah sakit" kata luna dengan penuh kepanikan melihat kondisi barack saat itu.
"ng, , , nggak papa, dingin, dingiin banget" kata barack terus memegangi kedua pundaknya dan sesekalai mencubit lehernya.
Sedangkan luna kebingungan melihat berack seperti itu, dia nggak tau apa yang harus dia lakukan.
Setelah melihat barack memegangi lehernya, dia teringat barack pernah bercerita kalau dia punya penyakit radang akut.
"mm, obat? kamu pasti ada obat? dimana kamu simpan obatnya?"kata luna dengan panik.
Dengan badan yang terus mengigil dia mencoba mengangakat tanyannya dan menunjuk ke arah bifet di bawah almari pakaian.
Dengan segera luna mencari obat itu, dia mengambil satu kapsul dan berlari ke arah dapur mengambil air mineral dengan tergesa gesa dia berlari kembali ke kamar barack tapi tidak sengaja lututnya membentur pojokan meja hias di sebelah tiang.
brugh, , , Luna terjatuh.
"aaddduuuuuuhhh" lenguh luna lirih.
Untung kapsulnya dia genggam dengan erat sedangkan air mineralnya menggelinding tidak jauh, jadi masih aman hanya saja kaki luna yang terbentur terlihat memerah, dia pun berjalan ke kamar barack dengan sedikit pincang.
Luna langsung memasukkan kapsul itu ke mulut barack dan membuka botol air mineral itu kemudian memberikannya kepada barack.
Dengan cepat barack meneguk air itu.
Tapi karena efek kapsul tidak bisa cepat terlihat badan barack masih terus menggigil.
"kamu tadi makan apa? sampai radangmu kambuh kaya gini? nggak bisa jaga diri ya" kata luna sambil sesekali meringis karena rasa nyeri di lututnya.
"mmnh, , jangan, , pergi lun, , " kata barak terbata sambil menggenggam tangan luan.
"iya aku nggak pergi" kata luna.
Tapi barack masih terus menggigil. Dengan segera Luna naik ke atas ranjang barack dan memeluk barack kedalam dekappannya, dan menyelimuti tubuh mereka dengan selimut.
Beberapa menit kemudian tubuh barack terlihat membaik, walaupun masih menggigil tapi tidak separah sebelumnya.
Luna masih terus memeluk barack, terdengar nafas barack yang berat dan kasar, badannya masih terasa panas, luna mulai berkeringat karena suhu badanya yang normal bertemu suhu badan barack yang panas, di tambah lagi selimut yang menyelimuti mereka berdua.
Luna merasa gerah, tapi mau gimana lagi barack masih merasa kedinginan, lama kelamaan menggigilnya mulai menghilang, tapi keringat dingin bercucuran di badan dan kening barack.
Luna mengusap menggunakan kardigannya yang panjang melebihi lengannya itu.
Nafas barack mulai kembali normal, dia sudah bisa tertidur dengan lelap, namun masih terus memeluk luna dengan erat, sehingga luna tidak bisa bergerak.
__ADS_1
Dan luna pun tidak bisa menahan matanya tetap terus terjaga. Akhirnya dia tertidur sambil mendekap barack sampai pagi.