CEO yang angkuh

CEO yang angkuh
#11 KERJA SAMA


__ADS_3

Keesokan harinya luna berangkat kuliah seperti biasa, selesai memakirkan motornya dia berjalan menuju kelas pagi itu, wajahnya kelihatan lesu dan gak ada


 


semangat sekali.


Cici yang datang terlambat kemudian menghampiri luna dari arah belakang.


"hei, lesu amat buk?" (sapa cici)


luna tidak menjawab, dia tidak menghiraukan cici dia terus berjalan sambil melamun.


"pagi pagi udah ngelamun lun?" (kata cici terus mencoba menggnggu luna)


Tapi luna masih saja diam.


"eh ni anak kesambet apa ya? hei!!" (bentak cici)


"apaan sih ci? kamu tu berisik!" (kata luna sewot)


"lagian, di panggil dari tadi diem aja! kenapa kamu" (tanya cici)


Luna kembali diam dan terus berjalan dengan tatapan mata yang kosong, sampai sampai dia tidak menyadari kalo aryo berjalan melewati mereka.


"ada aryo lun!" (kata cici)


Tapi luna tidak menghiraukannya. Aryo yang melihat luna aneh tidak seperti biasanya mulai bertanya tanya.


"tumben dia gak berisik?" (kata aryo dalam hati)


Saat sampai di dalam kelas, luna langsung duduk dan menyangga dagunya di atas meja.


"lun kamu kenapa sih? hari ini kamu aneh banget deh? jangan nakut nakutin napa?" (cici terus berbicara)


"nakut nakutin gimana?" (jawab luna singkat)


"ya gak biasanya kamu kaya gini? dari tadi aku dateng kamu terus diam saja, kamu lagi mikirin sesuatu ya?" (cici terus bertanya)


"mm,. aku semalam sudah ketemu sma dia"(jawab luna sambil menatap sahabatnya itu)


"ketemu?? sama siapa?" (tanya cici lagi)


"sama laki laki yang mau di jodohin sama aku ci!" (jawab luna dengan nada males dan tidak ada semangat)


"ha?! serius? tapi kalau dilihat lihat dari raut wajahmu saat ini kayaknya laki laki itu, pasti lebih payah dari kamu ya?" (cici mulai mengejek)


"itu muluuuuut! di rem napa ci? jahat banget si kamu, semangatin dikit kek, ah kamu tu" (luna mulai sebel)


"habisnya setelah ketemu dia kamu bukannya bahagia malah gak ada semangat dan melamun terus, yaa aku pikir, dia laki laki yaang,. hihi,.(cici menahan ketawa) terus terus gimana sama dia? gantengan mana sama aryo?"(cici terus menghujani luna dengan pertanyaan)


"ya aryo kemana mana lah" (sahut luna)


"masaa??? tadi ketemu aryo diem ja tuh kamu, gak histeris kaya kemren kemaren" (cici meledek)


"ah masak? kapan ketemu aryo? dimana?" (luna penadaran karena emang dia benar benar gak ingat kapan berpapasan dengannya)


"tadi di depan kelas waktu mau masuk kesini, jangan jangan baru ketemu dia sekali udah bisa lupa sama aryo niiihh, dia pasti ganteng yaaa?" (cici)


"ganteng apaan, dia tu brengsek tau gak,. udah galak, sikapnya dingin, angkuh, gak ada ramah ramahnya sama sekali" (sahut luna sambil terus memaki maki)


"terus,. kamu setuju sama pilihan papahmu" (cici mulai penasaran)


"setuju atau gak, pendapatku gak akan ngaruh ci, jadi gak ada jalan lain selain akun harus kerjasama sama dia buat ngebatalin perjodohan ini" (luna)


"huuuuu,. kayaknya bakal seru nih, siapa namanya?" (cici terus menggoda luna)


"namanya ba.," (lune berhenti bicara)


"kalau aku kasih tau dia adalah laki laki yang selama ini di idam idamkannya bisa rempong nanti"(luna dalam hati)


"ba? ba siapa?" (cici penasaran)


"baiknya gak usah di bicarakan lagi, aku males" (luna mengehindar)


"ayo lah lun,. masak sama sahabat sendiri gak mau cerita" (rengek cici)


"hehehehh" (luna sengaja membuat cici penasaran)


 


Jam menunjutkan pukul 1 siang, luna dan cici kebetulan tidak ada kelas, jadi mereka menghabiskan waktunya di taman kampus sambil menunggu kelas berikutnya.


 


"nih" (cici menyodorkan minuman kaleng ke arah luna)


"hm, makasih,." (luna langsung membuka minuman itu dan langsung meneguknya)


Mereka duduk di bawah pohon beralaskan rumput yang tumbuh segar di taman itu.


"ini aku lihat dimajalah katanya dibuka lowongan kerja paruh waktu sebagai desainer, coba ja tu kamu kirim desain desain kamu ke sini katanya sebelum kamu terjun ke usaha papahmu, kamu pengen membuat sesuatu yang berkesan dalam hidupmu" (cici menunjuk ke alamat email yang tertera di majalah itu)


"klara collection,. wwaaahhh ini mah model terkenal itu, dia go internasional bukan?" (luna terpukau sambil membolik balikkan majalah itu)


"iya makanya, nih, aku bacain ya, salah satu pemenang lomba desainer nanti hasil karyanya akan di pakai oleh owner dari klara collection, itu artinya kalau sampai kamu menang hasil karyamu akan di pakai klara saat pameran nanti" (cici menjelaskan)

__ADS_1


"serius nih?" (tanya luna penuh kegembiraan di wajahnya)


"serius lah,. masak majalah trand gini bohong!" (cici menegaskan)


Tanpa berfikir panjang luna langsung membuka tas ranselnya dan mengeluarkan laptop. luna mengikuti lomba itu dan langsung mengirim desain gambar yang selama ini dia simpan di laptopnya.


"ok, selesai" (luna mengambil minuman kalengnya dan meneguk pelan)


"ya ampun baraaaaaack" (teriak cici yang tanpa sengaja melihat barack berdiri di samping mobilnya yang terparkir di halaman kampus tepat di sebelah taman dimana luna dan cici berada)


"byuuurr" luna menyemburkan minuman yang belum sempat di telan karena kaget mendengar cici menyebut nama barack


"uhuk uhuk" (una tersedak)


"luna pelan pelan dong" (cici menepuk pundak luna pelan)


"kamu tadi bilang siapa?" (tanya luna )


"barack, tuh barack ada di sana, ya Allaaaaah ciptaanmu sungguh indah di pandang, dia ganteng banget luun,. " (cici menunjuk ke arak barack) yang sedang di kerumuni mahasiswi untuk sekedar berfoto, karena mereka tau kalau barack sempat masuk ke majalah top no 1 bulan ini, yup majalah itu yang kemaren sempat di baca cici.


"e, kayaknya kita harus cepet pergi dari sini, bentar lagi kelas mulai" (luna mencoba menghindari barack)


"tunggu dong lun,. aku juga pengen foto sama dia" (rengek cici)


"gak usah,. ngapain sih foto sama dia" (luna sambil membenahi laptopnya dan memasukkan kembali ke dalam tas)


"tunggu tunggu lun,. dia berjalan ke arah kita, aaaahhh., " (cici histeris)


"ya ampun, ayo ci kita harus cepet" (luna mulai gelisah)


Luna mencoba menarik tangan cici tapi, tubuh cici menolak ajakan luna. Saat akan beranjak dari taman barack mencoba menghentikan mereka.


"mau kabur kemana kamu?" (tanya barack galak)


Cici terpelongo menyadari kalau mata barack tertuju ke arah luna. Cici mulai merasah aneh dan curiga kepada luna yang saat itu ingin menghindar dari barack.


"siapa yang mau kabur? kamu juga ngapain ada di sini?" (jawab luna ketus)


Barack menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan.


"menjemputmu!" (jawab barack pendek dan ketus)


Cici terbelalak matanya saat mendengar kata kata barack. Jantungnya berdebar melihat barack berdiri di dekatnya.


"aku bisa pulang sendiri! lagian ngapain juga pakai di jemput, kepalamu habis tebentur ya," (luna marah marah)


"ada yang harus kita bicarakan" (barak sambil menatap luna tajam)


"kita?? aku gak tuh" (luna membuang muka)


"kalau aku gak mau gimana!" (luna mengancam)


"jangan sampai aku berbuat kasar ya" (barack tatapan matanya semakin tajam)


"lun, jangan bilang kalau, dia laki laki yang" (cici penasaran)


"iya dia laki laki yang aku ceritain" (jawab luna jutek)


"ya ampun luunnn,. aku jadi iri sama kamu,


kalau dijodohka sama laki laki kaya ginin sih aku juga gak bakal menolak." (bisik cici dengan senyum yang lebar di wajahnya)


"cici apaan sih!! jangan bikin malu deh" (bisik luna)


"aku datang kesini tidak untuk melihat kalian mengobrol ya!" (barack jutek)


"aku gak mau ikut kamu" (kata luna sambil.membalikkan badan)


Tanpa berfikir panjang barack langsung menggenndong luna di depan.


"aaaarrrhhhh,, !!! apaan sihn lepas gak, turunin aku cepat, gak enak dilihat teman temanku!" (luna merengek sambil memukuli dada barack) tapi dia tak menggubris kata kata luna malah dia membawanya menuju mobil dan memasukkan luna kemobil dengan kasar.


BRUG barack manjatuhkan luna di kursi depan, kebetulan saat itu barack mmbawa mobil lambo***** jadi atapnya bisa di buka, dan segera memasangkan sabuk pengaman kursi luna.


"diam! atau aku akan mencekikmu" (barack mengancam luna) luna hanya diam dan memerah wajahnya karena wajah barack yang terlalu dekat dengan wajah luna.


Sedangkan dari kejauhan cici merasa kegirangan melihat barack yang menggendong luna.


"siapa cowok itu?" (tanya aryo yang baru saja datang dan mngagetkan cici) sebenarnya sedari tadi aryo terus mengawasi luna ketika barack menghampirinya.


"aku kasih tau ya, dia itu cowok yang selama ini mengejar ngejar luna, kenapa? bukannya selama ini kamu cuek sama dia? jadi seneng dong gak ada yang bakal ganggu kamu lagi, secara gantengan dia kemana mana, kenapa?, berasa ada yang hilang ya" (cici mulai meledek aryo, lalu dia pergi meningglkannya)


" jadi gara gara dia tadi pagi luna nyuwekin aku?,. tunggu tunggu, lagi pula ngapain juga coba aku mikirin luna, aduh bener nih kayaknya ada yang konslet sama otakku" (kata aryo dalam hati)


 


Di dalam mobil, barack dan luna hanya diam saja, tak sepatah katapun keluar dari mulut mereka. Barack membawa luna ke restoran dimana pertama kali mereka bertemu.


 


"mau ngapain ke sini?" (tanya luna bingung)


"turun" (jawab barack ketus)


Luna pun turun dari mobil dan terus mengikuti barack masuk ke dalam restoran.

__ADS_1


"katanya mau ngomongin hal penting, ngapain kesini" (luna)


"terus harus ngmong dimna? di rumahmu? duduk" (barack)


Tidak lama kemudian pelayan membawa es krim dan segelas kopi. Sebelumnya barack sudah memesan dulu sebelum mereka menuju ke meja.


"selamat menikmati" (kata pelayan sambil meletakan pasananya di meja)


Wajah luna terlihat berbeda saat melihat es krim didepannya, senyumnya mulai mengembang dia ingin sekali melahap es krim itu tapi senyumnya menghilang ketika melihat ke arah barack.


"makan saja, ngapain malu malu" (kata barack)


"siapa yang malu malu" (luna langsung melahap es itu dengan cepat)


"heh,. kaya anak kecil" (barack menggoda luna)


"bodo amat" (luna) dia memang buka tipe cewek yang suka jaim jaiman, dia selalu memperlihatkan sifat aslinya dan tidak pernah di buat buat.


"sebenarnya mau ngomongin apa sih? buruan keburu sore" (luna)


"soal perjodohan, apa kamu mau menikah denganku?" (barack)


"gak lah, gila apa" (sahut luna)


"hmm,. baguslah, jawaban itu yang aku harapkan" (barack menarik nafas dan menghembuskan perlahan)


"tenang saja, jadi gini, kalau aku menolak langsung sama papahku, dia tidak akan mendengarkan kata kataku, dan pasti akan langsung menolaknya jadi aku akan bilang sama om bowo kalau aku udah punya orang lain yang aku suka, pasti nanti om bowo juga akan mengerti, dengan begitu dia sendiri yang akan membatalkn perjodohan ini, soalnya kalau kamu yang bilang mau membatalkan perjodohan ini ntar yang ada kamu di cekik sama dia, cuma karena masalah yang kemarin ja dia sampai nampar kamu" (luna sambil terus menikmati es krimnya)


Barack hanya menatap tajam luna, dia juga berfikir malam itu kalau bukan karena luna mana mungkin ayahnya bakal nampar dia.


"jangan"(barack)


"jangan? kenapa? trus gimana caranya kita gagalkan perjodohan ini"(luna mengernyutkan dahinya)


"kita harus kerja sama" (barack sambil menyeruput kopinya)


"aku, sama kamu? kerja sama buat apa?" (luna bingung)


"jadi kalau sampai perjodohan ini di batalkan tanpa keinginan dari ayahku, maka dia akan mengancurkan perusahaanku yang ada di paris"(barack)


"ha??? sejahat itukah ayah mu" (luna tidak percaya mendengar kata kata barck)


Dengan terpaksa barack pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Luna hanya diam mendengar cerita barack, dia gak percaya kalau laki laki yang duduk di depannya ini ternyata bisa bicara banyak, biasanya cuma sepetah dua patah kata.


Luna pun semakin lama semakin terbuai dengan cerita barack. tanpa terasa air matanya menetes melewati pipinya.


"kamu nangis?" (barack merasa heran kalau ceritanya bisa membuat luna tersentuh)


"e, enggak, siapa bilang"(luna menyusap pipinya yang basah)


"jadi kamu sengaja mendirikan perusahaan kamu di paris agar ayahmu ga tau kalau kamu sebenarnya mencari mantan pacrmu itu, " (kata luna)


"hm" (jawab barck pendek)


"boleh aku tanya sesuatu? tapi kalau kamu gak mau jawab juga gak papa, jadi apa alasan kamu mencari wanita itu lagi, padahal dia sudah ninggalin kamu demi karirnya dan sempat bikin kamu koma" (tanya luna penasaran)


"aku hanya butuh alasan, kenapa dia tiba tiba waktu itu tidak pernah menghubungku lagi" (kata barack)


"kamu bangun perusahaan segede itu, di paris hanya karena kamu pengan tahu alasan kenapa mantan pacarmu gak pernah hubungin kamu lagi waktu itu?" (tanya luna yang merasa keheranan)


"bukan mantan pacar, karena sampai sekarang ga ada kata putus" (barack)


"perjuanganmu benar benar gini (mengacungi jempol ke arah barack) aku jadi pengen liat mantan, eh maksutku pacar mu yang masih nggantung itu" (luna terheran heran)


"nggantung" (barack kebinggungan)


"iya karena hubungan kalian sampai sekarang gak ada kejelasan kan?


trus kamu udah ketemu sma dia lagi di paris? apa katanya kenapa waktu itu dia gak pernah hubungi kamu lagi" (tanya luna semakin penasaran)


"satu setengah tahun setelah perusahaanku berdiri di paris, akhirnya kami bertemu, aku sempat berfikir yang jelek tentang dia, tapi setelah dia menjelaskan apa yang terjadi waktu itu,akau pikir aku bisa menerima alasan itu"(barack)


"trus trus apa alasannya" (luna semakin tidak sabar)


"dia mengalami kecelakaan, dan koma selama 4 bulan, disaat dia sadar dia mencoba menghubingku, tapi waktu itu nomorku sudah ganti"(barack)


"jadi sebelum kamu juga koma di rumah sakit dia udah koma duluan gitu? huft., aku benar benar iri melihat perjuanganmu untuk pacarmu, kapan ya ada laki laki yang sampe segitunya ka aku, yang ada juga aku yang merjuangin aryo mulu" (kata luna mulai sebel)


"siapa aryo?" (barack penasaran)


"heh,. gak perlu tau kamu, jadi sekarang apa yang harus aku bantu?" (luna)


"berpura puralah untuk menerima perjodohan ini, sampai aku meyakinkan kembali pada ayahku kalau dia gak bersalah, kita hamya pelru mengulur waktu sampai ayahku mau.menerima dia kbali" (barack)


"owh., bisa sih, itu mah maslah sepele, tapi apa untungnya buat aku ya" (luna melirik ke arah barack)


"iya aku tahu, terlihat jelas dari wajahmu, kalau kamu gak bakal bantu tanpa imbalan" (barack)


"jelas dong, di dunia ini gak ada yang gratis, bahkan dulu waktu kamu koma pun di rumah sakit oksigen juga bayar kan?" (luna)


"terserah apa kata kamu, jadi imbalan yang kamu inginkan? uang?" (barack)


"uang? hahah.., kamu lupa aku ini anak sipa? aku gak butuh uang mu, aku cuma butuh bantuanmu buat ngedapetin aryo" (kata luna dengan senyum yang lebar di mulutnya)


"aryo???" (barack)

__ADS_1


__ADS_2