
Tatapan mata barack terlihat kosong, dia terus memegangi keningnnya dan sesekali mengusap kasar wajahnya.
Luna yang sedari tadi nerocos soal klara tiba tiba diam ketika melihat barack melamun.
"kamu kenapa?" tanya luna.
", , , , aku nggak papa" kata barack kemudian dia melanjutkan mengemudi mobilnya.
Luna pun jadi tidak bersemangat lagi.
Sesampainya di apartemen luna kembali menyelesaikan gaunnya. Dia mencoba meneliti bagian bagian yang belum terpasang diamon.
Sedangkan barack kembali ke kamar dan membersihkan badannya, beberapa menit keemudian dia keluar dari kamar mndi lalu segera memakai baju.
Saat mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk barack terngiang ngiang kembali pernyataan luna.
"karena aku menyukaimu, karena aku menyukaimu, , menyukaimu"
"hhhheeerrrggghhh,!!! ada apa denganku ini" kata barack dalam hati sambil melempar handuk bekas buat mengeringkan rambut.
Diapun keluar dari kamar dan melihat luna tengah asyik dengan gaunnya.
Barack mencoba melewati luna dan duduk di sofa kemudian menyalakan tv. Sesekali dia melirik ke arah luna tapi luna tetap sibuk dengan gaunnya. Dan tidak menghiraukan barck.
Barack beranjak dari sofa dan berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum, Dari arah dapur barak selalau melirik ke arah luna, dia merasa heran kenapa luna bisa bersikap biasa saja. Padahal baru semalem dia menyatakan perasaannya.
"ghem ghem" barack bedehem mencoba mengusik luna, tapi luna pura pura tidak menghiraukannya.
"aku harus bertahan, bertahan" kata luna dalam hati.
Di depan barack luna selalu mencoba bersikap seperti biasa. Walaupun sebenarnya jantungnya serasa mau copot.
Sejak luna mengungkapkan peresaannya, barack tidak pernah berhenti memikirkan kata kata luna itu.
"akhirnyaaaaa selesai juga,, huuuffttt" Luna Langsung membereskan sisa sisa kain yang nggak terpakai, dia mengemasi semua peralatan menjadi satu.
"kamu udah makan?" tanya barack dari arah dapur, yang melihat luna dari tadi sibuk dengan gaunnya dan nyuekin dia.
"hm" jawab luna pendek sambil menggelengkan kepalanya.
"aku laper, buatin mi donk" kata barack terus mencoba mencari perhatian.
Tanpa menjawab perkataan barack luna langsung berjalan ke arah dapur.
Barack merasa heran biasannya dia pasti akan beradu mulut dulu baru luna akan mengikuti permintaannya tapi kali ini dia malah langsung menuruti pmintaan barack.
"habis ini beresin kamar mandi sama sekalian ganti seprei tempat tidurku, speri kotornya kamu taruh di plastik loundry" kata barack terus mengganggu luna.
"iya" jawab luna singkat tanpa membantah sepatah kata pun.
__ADS_1
Barack terus melirik ke arah luna dengan tatapan penuh keheranan.
Beberapa menit kemudian.
"ini" kata luna sambil memberikan semangkuk mie rebus ke pada barack.
"aku akan membersihkan kamar mandi dan mngganti sprei mu kalau butuh sesuatu, tinggal panggil aku" kata luna dengan nada datar dan segera pergi ke kamar barack.
Barack di buat terpelongo dengan sikap luna.
Saat luna akan masuk ke kamar mandi barac menarik tangan luna.
"kamu kenapa?" tanya barack dengan nada datar.
"nggak kenapa napa, bukannya kamu nyuruh aku buat beresin kamar mandi? nih akau mau beresin" kata luna sambil menarik tangannya yang di pegang barack.
"sikap mu aneh!" kata barack.
"kamu yang aneh tau nggak, biasannya kamu nggak banyak ngomong, kamu lebih banyak diem dan tidak bersikap aneh seperti sekarang ini" kata luna membalikkan kata kata barack.
"jelas jelas kamu yang aneh" kata barack.
"huuufftt,, lalu bagaimana aku harus bersikap denganmu? kalau sikapku yang sekarang ini aneh" kata luna.
"bersikap lah seperti biasa" kata barack.
"aku harus bersikap seperti biasa???, , kamu pikir itu gampang? setelah aku menyatakan perasaanku kepada orang yang aku sukai, lalu aku harus bersikap seperti biasa di depannya??, , yang bahkan dia sendiri tidak tahu apakah dia menyukaiku juga atau nggak!!, , , aku nggak bisa!!" kata luna sambil berjalan masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkannya.
Mendengar kata kata luna barack hanya diam, dia kembali berjalan menuju ruang tv dengan tatapan mata yang kosong.
Selesai membersihkan kamar mandi luna langsung mengganti sprei tempat tidur barack, dan dia membawa sprei yang kotor ke dapaur lalu memasukkannyanke plastik loundry.
Lalu dia baerjalan kembali ke arah tv bermaksut mematikan tv yang dari tadi terus menyala.
Saat akan mengambil remot, luna terperanjat kaget melihat barack telah tertidur pulas di atas sofa.
"astaga!!!, , , tidur disini rupanya, , , , bangunin nggak ya? ntar di bangunin marah marah lagi" kata luna sambil.mendekati barack.
"hei, barack!, , , bangun bangun, nggak pindah ke kamar?" kata luna sambil menyentuh dada barack karena posisi barack tertidur telentang dengan tangan yang satunya berada di atas kepalanya sehingga menutupi kedua matanya.
"mmmmhh" barack hanya melenguh.
"terserah deh, lagian masih jam selapan mlam, aku balik rumah saja lah, , hei barack??? aku pulang dulu yah" kata luna menyentuh dada barack lagi.
Saat akan beranjak barack menggenggam erat tangan luna.
", , jangan pergi" barack membuka matanya sedikit, dan terlihat wajah luna yang samar samar didepannya.
"ha?" kata luna lirih sambil bertanya tanya.
Tidak lama kemudian barack langsung menarik leher bagian belakang luna dan menciumnya bibirnya.
Deg deg deg, , , detak jantung luna sampai terdengar ke rongga telinganya, matanya terbelalak.
Tubuhnya ingin menolak tapi nalurinya ingin menikmati ciuman itu, tubuh dan nalurinya tidak bisa bekerja sma dengan baik dan mata luna pun tertutup perlahan.
Tidak lama kemudian tangan barack yang memegangi leher belakang luna mulai melemah.
__ADS_1
Perlahan luna membuka matanya, dan mendapati barack sudah terlelap kembali.
Tapi tangan barack yang memegangi tangan luna masih erat menggenggam tangan luna.
Pagi harinya barack terbangun, dia membuka matanya perlahan dia merasa bahwa dadanya terasa sesak sekali dan merasa berat untuk bernafas, dia pun melihat ke arah dadanya dan mendapati kepala luna tertidur di atas dada barack.
"mmh" luna terbangun, dan barack pun pura pura tertidur lagi.
Luna membuka matanya dan mendengar detak jantung yang sangat kencang di gendang telinganya.
"kenceng banget detak jantungnya, , , baaarack?" kata luna lirih karena takut membangunkan barack.
"kok bisa sih aku tidur di samping barack??? di atas sofa lagi" kata luna dalam hati sambil menggaruk garuk kepalanya.
flash back on
*Malam itu karena barack terus menggenggam tangan luna jadi, dia tertidur di samping sofa.
Saat tengah malam luna terbangun dengan setengah sadar karena merasa lehernya pegal dia mencari posisi tidur yang nyaman dengan pindah ke atas sofa dan berebutan tempat dengan barack malam itu.
Karena merasa kesempitan barack mencoba berbagi tempat dengan luna dalam keadaan mata masih terpejam.
"mmmh, geser ih" kata luna mengigau.
Tapi barack menarik tangan luna ke dekapannya hingga luna tertidur di atas lengannya*.
flash back off
Luna sudah mengingat kejadian semalam, wajahnya pun memerah, dia segera beranjak dari sofa perlahan agar tidak membangunkan barack, dan segera bergegas pergi ke kamar mandi.
Barack yang menyadari tingkah luna pun terdiam dan mulai terlihat senyum tipis di wajahnya.
Siangnya di kantor, ruang kerja barack dia sedang mengadakan rapat dadakan dengan rekan kerjanya yang di paris melalui laptop.
"gimana bos? semua aman terkendali kan?" kata barack sambil menatap ke arah laptopnya.
Terlihat rekan kerjanya itu di layar laptop barack.
"aman bos, , tapi ada beberapa file yang harus kamu cek dan tanda tangani langsung, karena aku tidak bisa mewakilinya , gimana? kapan kamu bisa ke paris?" kata setya rekan kerja barack.
"mungkin satu atau dua bulan lagi, untuk sementera kamu handel dulu semua ya, tenang, , pasti nanti ada bonus kok" kata barack.
"harus donk, hahahah, , ," kata setya.
dreeet dreeet hp barack bergetar.
"aku matiin dulu ya, lanjut nanti" kata barack.
Dia mendapat sms dari klara.
"aku sudah di bandara" isi sms itu.
Barack pun langsung mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi ke parkiran, dia langsung menyalakan mesin mobil dan menginjak gas dengan kuat, mobil pun melaju dengan kencang dan dia pergi menuju ke bandara menjemput klara.
__ADS_1