
Sorenya luna kembali ke apartemen barack dengan membawa barang belanjaan untuk persediaan ketika dia menumpang membuat gaun di sana karena barack tidak pernah mengisi kulkasnya, sedangkan luna orangnya kan suka makan, jadi ya terpaksa dia belanja banyak barang makanan ringan maupun mi, seperti anak kosan, biar praktis.
Sampai di depan pinti luna menekan bel.
ting tong,, ting tong
tapi tidak ada sautan dari arah dalam.
"jangan jangan dia belum pulang, masak aku harus nunggu dia di luar" kata luna sambil menaruh belanjaan di lantai kemudian segera mengambil hpnya dan menelpon barack.
"hallo, aku di depan apartemen nih, aku nggak bisa masuk" kata luna.
"14101990" terdengar suara barack yang lirih dari ujung hp luna.
"ha?" luna kebingungan.
"14101990,, itu kode kunci apartemenku!" barack langsung menutup teleponnya.
"halo, halo,. ih dasar!!" kata luna sambil memasukkan hpnya ke dalam saku.
kemudian dia mencoba memencet tombol angka yang ada di pintu itu.
"berapa tadi ya, mmmm,, empat sepuluh sembilanbelas sembilanpuluh" luna sambil memencet tombol angkanya.
tit tit tit bunyi alarm mendandakan salah kode.
"adduuuhhh berapa dunk,. inget inget lun,. empat? bukan, emapat belas? iya iya empat belas sepuluh sembilan belas sembilan puluh" kata luna.
ceklek pintu terbuka dengan sendirinya.
"haadddeehh,. akhirnya, diingat ingat lun 14101990, jangan jangan itu tanggal lahirnya, tapikan yang aku denger dari cici umurnya 31 kalau 1990 nggak ada 30 donk, au ah" kataluna sambil berjalan ke arah dapur dan menata belanjaannya ke dalam kulkas.
Setelah selesai dia nerjalan menuju ruang tv dimana peralatan jahit sudah tersedia disana.
Luna memanfaatkan sisa ruangan di sebelah tv itu.
Pertama tama dia mulai membuat pola pada lembaran kertas, setelah berbagai pola selesai dia mengguntingnya dan meletakkan pola itu di atas kain satu persatu lalu luna menggunting kain itu sesuai polanya.
Sekitar satu jam kemudian luna mulai menjahit kain tersebut, setelah selesai di jahit kain yang sudah mulai terbentuk itu dia pasangkan ke patung.
Lunapun memandangi gaun yang setengah jadi itu.
"tidak salah aku mengajak barack untuk memilih kain,. aaaaaahhhh,. bagus banget" kata luna jingkrak jingkrak melihat gaun yang belum jadi 100% itu.
dreet ddrreett aku ingin engkau selalu, hp luna berdering.
"mamah??? halo mah" luna"
"luna kata mbak ratmi kamu kamu belum pulang?" terdengah suara mamahnya dari hp luna.
"mmm luna lupa, luna lagi buat tugas di tempat cici" kata luna berbohong mencari alasan.
"yaudah,. nanti kalau kemaleman kamu menginap di rumah cici saja ya, mamah sama papah udah sampai di hongkong" kata mamahnya.
"iya mah, semoga perjalanan bisnisnya lancar ya mah, dadah" kata luna, kemudian dia mematikan hpnya dan melempar ke sofa.
"adduuh ya ampuuun,. capek banget huuufft!" luna menghela nafas sambil merenggangkan otot ototnya.
"loh ko udah jam 9 malam aja si, cepet banget, mana barack belum pulang lagi, mendingan aku mandi dulu aja deh, ntar keburu dia balik" kata luna sambil mengambil paperbag yang berisi baju gantinya kemudian berlari ke arah kamar barack dan segera masuk ke kamar mandi.
Luna melepas bajunya satu persatu, kemudian dia menyalakan keran showernya dan memilih air hangat untuk membasuh badannya.
Sedangkan saat itu mobil barack sudah terparkir di bestmen lalu dia berjalan menuju lift dan sesampainya di lantai lima barack keluar dari lift dan berjalan menuju apartemennya.
Dia memencet tombol angka dengan sandi 14101990 dan pintu pun terbuka.
Barack mendapati ruang tvnya yang berantakan karena luna belum sempat membereskan sisa sisa kain bekas potongan.
Barack mulai menghela nafas dengan kasar.
"ya amppun!" kata barack lirih.
Dia berjalan menuju kamarnya dan ketika membuka pintu dia mendengar suara gemericik air di kamar mandinya, barack membuang pandangan ke arah lain dia melongo melihat baju dalam luna berada di atas ranjangnya.
Suara gemericik air pun berhenti, dan luna segera memakai handuk lalu keluar dari kamar mandi.
"aaaaaaaaaa!!!"luna berteriak dia melihat barack sedang berdiri di depan pintu sambil memegangi pakaian dalamnya.
Sedangkan barack hanya tertegun melihat luna memakai handuk menutupi tubuhnya dengan rambut yang masih basah.
"kamu!!, pakaian dalamku mau di apain? ha!!!" kata luna sambil memegangi handuk yang menutupi dadanya denga erat.
Barackpun melihat ke arah tangannya yang masih memegang pakaian dalam luna,dia bermaksut ingin mengetuk pintu kamar mandi dan memberikan ke luna tapi luna keburu keluar.
__ADS_1
"nih!" barack melempar dalaman itu ke arah luna.
"jangan taruh itu di sembarang tempat! apa lagi di ranjangku. aku nggak bermaksut apa apa, cuma mau ngasih ke kamu tadi" kata barack sambil mengalihkan pandangan.
Luna pun masuk kembali ke kamar mandi dan segera berganti baju.
"ya ampun jantungku berasa mau copot, adduuuh., mana dia megang pakaian dalemku lagi, malu maluin !" kata luna wajahnya mulai memerah.
Sedangkan barack membuka jasnya kemudian dia berjalan ke arah alamari dan mengambil kaos berwarna hitam, kemudian dia membuka kancing kemejanya satu persatu.
Luna keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk di kepalanya.
"aaaaaaaa" luna berteriak lagi. Dia melihat barack masih telanjang dada di depannya.
"hei apa apan sih!" kata barack sambil menutup mulut luna dan mendorong tubuh luna ke arah pintu.
Luna mencoba menelan ludah. Jantungnya berdebar debar lagi, Dia melihat dada barack yang begitu kekar, dan perutnya seperti roti sobek ahahaha, tau kan bentuk roti sobek. Terbesit di otak luna rejeki anak soleh ini mah.
"bisa diam nggak!! teriak mulu dari tadi" kata barack menarik tangannya dari mulut luna..
"e, aku keluar dulu" kata luna merasa canggung.
luna pun keluar dan bersandar di depan pintu kamar barack.
"ya ammpuuunnn, mimpi apa aku semalam" kata luna sambil mengatur nafasnya.
Barack membuka pintu dari arah dalam dan luna yang masih bersender di pintu itu pun kaget dan hampir jatuh, kemudian dia membalikkan badannya dan menabarak tubuh barack.
Wajah luna mendarat tepat di dada barack. Malam itu luna benar benar sport jantung, Tercium aroma tubuh barack yang khas membuat luna betah menempel seperti itu.
"kamu ngapain sih masih berdiri di sini" kata barack sambil mendorong kepala luna pelan agar menjauh dari dadanya.
Luna malah diam saja, dan terus melamun.
"buruan kamu beresin itu ruang tv!!!, berantakan kaya kapal pecah tahu nggak!" kata barack sambil berjalan ke arah dapur.
"iya planning nya juga gitu kali, habis mandi mau beresin" kata luna tersadar dari lamunanya dan bergegas membersihkan ruang tv.
Disisi lain barack mencoba membuka kulkas untuk mengambil air mineral namun dia melihat isi kulkasnya penuh dengan makanan.
"kamu disini numpang berapa bulan sih sebnarnya?" kata barack ketus sambil mencari air mineral yang terhalang makanan ringan milik luna
kebetulan dapur di apartmen barack itu tidak jauh dari ruang tv bisa di bilang berhadap hadapan dan tidak terlalu banyak sket sket seperti pada umunya apartemen.
"cuma 2 mingguan, aku kan suka makan, jadi ya aku bawa banyak makanan, soalnya di kulkasmu sama sekali nggak ada yang bisa di makan, cuma air mineral doank, kaya bukan kulkasnya seorang ceo tapi lebih tepat kaya kulkasnya anak kos kosan nggak ada isinya" kata luna sambil terus membereskan sisa kain.
"udah numpang ngatain lagi, nggak bisa bilang terima kasih" kata barack sambil mengambil salah satu cemilan luna yang ada di kulkas dan kemudian duduk di sofa lalu menyalakan tv.
Barack membuka makanan ringan itu, dan luna pun melirik ke arah barack yang sudah mulai mengunyah.
"ini apartemen juga punyaku, ngapain kamu disini" kata barack dengan tenang sambil terus mengunyah.
"hhheeeehhh!!" luna merasa sebel dan kembali meneruskan membuat gaun itu.
Barack mencoba melirik arah luna yang sedang sibuk dengan gaunnya.
"hei, ini bagusnya di apain ya?" tanya luna.
Barack tidak menjawab pertanyaan luna malah ceuk dan mengalihkan pandangan ke tv.
"hei!!!" luna berteriak.
Barack menengok ke arah luna.
"siapa hei???" tanya barack.
" ok baiklah,. pliss barack bantu aku ya" luna pura pura memohon.
Barack masih tetap diam.
"ayolaahhh,.barack!!!" teriak luna.
Dengan wajah malas pun barack menghampiri luna.
"ini,,,, bla bla bla" kata barack terus memberi masukkan pada luna enaknya di apain gaun itu.
Tiba tiba hp berack berdering.
dreeet dreeet dreeet
Barack mengambil hp di saku celananya.
Terlihat nama klara memanggil. barack pun melirik ke arah luna. kemudian dia meninggalkan luna dan berjalan menuju balkon.
"hallo?" barack mengangkat telepon dari klara.
"kamu sedang sibuk?" terdengar suara klara lirih dari ujung telepon.
"nggak" jawab barack.
Luna yang penasaran langsung diam diam mengikuti barack, dan bersembunyi di balik tembok sambil menguping pembicaraan barack.
__ADS_1
Luna semakin mendekatkan telinganya.
"ngobrol sama siapa sih, sampai se intim itu, mana bisik bisik lagi kalau rekan kerjanya, nggak mungkin deh." kata luna dalam hati.
"gimana kabarmu?, kamu udah makan?" tanya klara.
"baik, udah ko" jawab barack sekilas terlihat senyum tipis di wajahnya.
Lunapun melihat senyum itu.
"dia senyum lagi? heh! bahkan dia nggak pernah senyum gitu waktu ngobrol sama aku!, jangan jangan yang lagi telepon ceweknya yang pernah di ceritain itu,, adduuh! kenapa aku jadi sebel gini sih." kata luna dalam hati.
"aku kemaren sempet baca artikel tentang kamu sebelum di hapus, itu beneran kamu berantem karena seorang cewek? cewek itu siapa? apa kamu udah nemuin penggantiku??" kata klara menggoda barack.
"iya benar, aku memang sempet beranten malam itu, tapi gadis itu bukan siapa siapa kok" kata barack.
Deg!!! jantung luna seakan berhenti berdetak namun tiba tiba berdetak kembali 100 kali lebih kencang mendengar kata kata barack. Dadanya perih seperti di sayat sayat.
Dia hanya berfikir mungkinkah gadis yang di maksut barack adalah dirinya, gadis yang bukan siapa siapa baginya.
"hatiku memang sering disakiti aryo, tapi nggak pernah sesakit ini, pengen marah tapi sama siapa??? lantas, kenapa dadaku bisa sakit mendengarnya" kata luna dalam hati sambil terus memegangi dadanya.
Ntah apa yang di pikiran luna tapi tiba tiba air matanya mengalir dengan sendirinya.
"aku tutup dulu telponnya" kata barack sambil memasukkan hpnya ke saku celana dan berjalan kembali menuju ruang tv, tapi saat akan masuk dia berpaspasan dengan luna yang sedari tadi berdiri di belakang tembok.
Barack terdiam melihat luna yang berdiri di depannya. Dia melihat air mata luna sudah membasahi pipinya.
"kamu?" kata barack mencoba merai pipi luna.
"aku ngga papa!" kata luna menghindar dan pergi ke ruang tv.
"apa dia mendengar percakapanku?" kata barack dalam hati.
Waktu menunjukkan pukul pukul 11 lewat seperempat. Luna pergi ke kamar barack dan mengambil baju kotornya lalu memasukkan ke dalam tas ranselnya.
kemudian berjalan ke ruang tv mengambil hpny.
"kamu mau kemana?" tanya barack kepada luna karena melihat dia sudah memakai tas ranselnya.
"aku akan tidur di rumah cici!" jawab luna ketus.
"ini udah malem, nggak enak bangunin orang udah tidur" kata barack.
Luna hanya diam dan tidak menghiraukan kata kata barack.
"aku akan mengantarmu, hei, kenapa kamu menangis?" tanya barack yang terus melihat luna sesekali menyeka air matanya.
Luna membuang pandangannya ke arah barack.
"katanya aku bukan siapa siapa, ngapain masih nanyain aku kenapa!!!" kata luna dalam hati.
Luna mulai berjalan menuju pintu keluar.
"kamu belum menjawab pertanyaanku! kenapa kamu tiba tiba menangis!" barack meninggikan nada suaranya.
Luna menghentikan langkahnya, kemudian membalikkan badannya.
"katanya aku bukan siapa siapa?!! ngapain sok sokan nanya kenapa aku nangis!" kata luna, kemudian dia berjalan keluar dari apartemen barack.
Barack pun mengikuti dari belakang.
"kamu menguping pembicaraannku?" tanya barack terus mengikuti luna.
Tapi luna tidak menghiraukan perkataan barack.
"hei! berhenti" barack.
Luna terus berjalan menuju lift.
"trus kenapa kamu harus marah?? kita kan udah sepakat saling membantu, hubungan kita hanya sebatas itu kan! kenapa kamu jadi marah aku mengatakan hal itu??,,,,,,,,, Luna!!!" kata barack.
Luna menghentikan langkahnya di depan pintu lift dan membalikkan badan. Baru pertama kali ini dia mendengar barack memanggil namanya.
"karena aku menyukai mu! tadinya aku nggak yakin sama perasaanku ini, tapi mendengar kamu berbicara dengannya di telepon dan mendengar kalau aku bukan siapa siapa bagimu aku benar benar sakit hati, karena itu, aku yakin kalau aku memang menyukai mu! dan, trimakasih karena sudah mau memanggil namaku" kata luna kemudian masuk ke dalam lift yang baru saja pintunya terbuka.
Barack hanya diam seperti patung mendengar kata kata luna barusan. Saat dia tersadar luna sudah menghilang dari hadapannya.
Dia berlari ke apartemennya dan mengambil kunci mobil. Kemudian berlari ke arah lift menuju ke bestmen untuk mengambil mobil dan bergegas pergi mengikuti luna.
Luna berjalan menyusuri trotoar tengah malam itu. sambil sesekali menyeka air matanya.
Barack keluar dari parkiran dan mengikuti luna dari arah jauh. Dia bingung nggak tau bagaimana dan harus berbuat apa kepada luna.
Ingin rasanya menghampiri luna tapi takutnya yang ada malah nambah maslah.
Akhirnya dia terus mengikuti luna diam diam.
Luna pun menghentikan taxi dan bergegas pergi kerumah tantenya cici.
Sesampainya di sana luna langsung memencet bel. Dan cici membuka pintu dengan segera luna pun masuk ke dalam.
__ADS_1
Barack hanya diam di dalam mobil, tapi dia merasa lega karena melihat luna pergi menemui cici.