CEO yang angkuh

CEO yang angkuh
#4 PERTEMUAN 1


__ADS_3

 


Siang menjelang sore saat itu sekitar pukul 3 lewat, luna dan cici masuk ke sebuah restoran, selang beberapa menit mobil bm* keluarn baru milik barack berhenti di parkiran tepat di sebelah motor antik yang menyita perhatian barack.


 


"hari gini masih ada yang pakai motor butut" (celetuk barack setelah melihat motor antik itu) dia pun bergegas masuk ke retoran di mana luna dan cici juga ada di sana.


 


Berhubung restoran disitu sistemnya bayar dulu baru makan maka luna mengatri tepat di depan kasir, sedangkan cici menunggu di tempat duduk dan saat itu barack yang baru masuk langsung mengantri di belakang luna.


 


"seperti biasa mbak, tapi inget kaaaan" (kata luna memastikan mbak mbak kasirnya)


"gak pakai paprika kaann" (saut mbak mbak kasir penuh tawa di wajahnya)ya mau gimana lagi luna sama cici sering makan di situ jadi secara gak langsung pekerja di situ sampai apal makann yang sering di pesan mereka berdua.


"ah, sa ae lu mbak hahahah., oke deehhh di tunggu yaa mbak jangan lama lama, laper nih " (kata luna sambil membuka dompet dan membayar tagihan makananya yang di pesan)


 


Saat akan kembali ke meja, dimana cici yang sedang menunggu, luna langsung membalikkan badannya dan langsung berpaspasan dengan barack yang berdiri tepat di belakangnya.


 


BRUG


Wajah luna tenggelan di dada barack yang begitu kekar.


"addduuuhhh..." (keluh luna) dia pun mendongak dan langsung berpapasan dengan wajah barack.


Luna hanya diam tertegun melihat wajah laki laki yang berdiri tegap di depannya.


"heh, gembel,, minggir" (kata barack dingin kepada luna)


Sontak luna langsung melotot kaget mendengar kata laki laki yang berdiri didepanya.


"eh busyeet dah aahhh,, cakep cakep omonganya kasar banget," (dalam hati luna, sekilas kata cakep itu langsung hilang dari pikiran luna)


"gembel gembel, kamu tuh gembel, sok kegantengen lagi" (luna menggerutu sendiri)


Luna menyingkir dari pandangan barack tapi naasnya lagi dia malah menabrak mas mas yang sedang membawa nampan yang penuh dengan piring dan gelas kotor.


BRUG

__ADS_1


"pyar, klontang klontang,.," (suara gelas pecah dan tutup sup mangkok jatuh lalu menggelinding dan berhenti tepat di sebelah kaki barack)


"e, maaf mas, maaf gak sengaja, gelas yang pecah masukin tagihanku saja ya," (dengan muka yang memerah karena malu semua orang memandangi luna dan berbisik bisik)


Luna pun mengambil tutup sup yang berhenti tepat di belah kaki barack itu.


"hhi., maaf ga sengaja" (pipi luna memerah karena malu)


"dasar, ceroboh!!" (maki barack kepada luna)dengan tatapan yang sangat dingin dan sinis.


Luna pun berjalan menuju mejanya, sedangkan cici mulai menggerutu karena mununggu luna begitu lama hanya untuk memesan makanan.


"lama banget sih kamu?" (tanya cici mulai sebel)


"ada insiden kecil, mohon mangap, eh maaf hihih.." (kata luna yang sempet sempetnya ngelucu)


"lagian kamu tuh ya perasaan tadi habis makan bakso satu mangkok sama es jeruk deh di kantin, gak penuh tu perut?" (tanya cici setengah emosi)


"belum tuh., kalo belum makan nasi berasa masih ada yang kurang gitu?" (kata luna) ada aja pasal dia menjawab pertanyaan cici.


"dasar perutmu itu terbuat dari tromboso tau ga?" (ledek cici)


"tromboso? apaan tuh?" (tanya luna kebingungan)


"gak tau, emang apaan tromboso?" (cici malah tanya balik)


"ngiliatin siapa kamu sampai segitunya?" (tanya cici penasaran)


"au,. tuh orang ganteng ganteng galak banget, ilang deh gantengnya. Udah kamu gak usah liatin nyesel entar," (luna menggerutu)


"yang mana, gak ada juga, kalo sama yang atu itu gimana, itu juga galak tuh, sadis malah kata katanya?" (tanya cici pada luna)tau kan yang di maksud adalah aryo.


"yaah itumaahh pengecualian"(luna mencari pembelaan)


"aduuhhh gila bener, itu laki ganteng bangeett,, " (kata cici saat melihat barack yang sedang berdiri menyapa rekan kerjanya)


"mana?" (tanya luna penasaran)


"itu yang lagi berdiri, yang lagi manggil kasir" (ujar cici yang terus memandangi laki laki ysng di maksut dari samping) kebetulan laki laki itu 'barack' dia sedang memanggil kasir untuk mmbuatkan pesanan buat rekan kerjanya.


"iiihhh., amit amit,, aku mah di kasih cuma cuma juga ogah sma dia, udah galaknya minta ampun" (luna mulai marah marah sendiri)


"tunggu tunggu, itu bukannya barack yah,,, aaaaaarg, beneran lun itu barack aku pengen ketemu sama dia bentar" (cici pun bangkit dari duduknya dan ber maksut untuk manghampiri barack tapi luna buru buru menarik tangan)


"apan sih lun" (cici mulai sewot)

__ADS_1


"barack siapa?" (tanya luna kebingungan)


"ih kamu mah cepet banget pikun, tadi waktu makan siang di kantin kan aku kasih liat fotonya ada di majalah," (cici menjelaskan)


"gak inget tuh" (jawab luna sepele)


"pokoknya aku harus ketemu sama dia, pengen peluk pengen foto bareng, siapa tahu ntar bisa nular rejekinya aaahhhh,,." (kata cici yang mulai berhayal)


"ih lagian juga apaan si ci, malu maluin, ini tuh banyak orang, liat juga tuh dia lagi ngobrol sama orang, siapa tau itu rekan kerjanya, bisa berabe entar!" (kata luna menenangkan cici)


"iya juga sih, tapi" (kata cici memelas)


"udah deh ga usah tapi tapian, lagian ganteng dari mananya coba, gak ada se jumput jumputnya sama aryo" (luna mulai membanding bandingkan)


"tu kaca matamu perlu di ganti deh kayaknya, di banding aryo cakepan dia kemana mana laah.," (kata cici menggoda luna)


"udah ganteng mapan, cakep, tinggi, maco, ahhh sempurna pokoknya," (kata cici sambil kegirangan sendiri)


"tau dari mana lagi kalau dia mapan?" (kata luna sambil memainkan hp nya)


"dari penampilannya hahahah..., " (jawab cici penuh semangat)


"alah penampilan orang jaman sekarang mah suka nipu, contohnya aku, ya walaupun tadi dia sempat panggil q gembel, tapi sebenarnya kan aku anak horang kaya hahahah,. siapa tahu dia malah sebaliknya," (kata luna penuh emosi)


"dia ngatain kamu gembel?? wuakkakakak., serius? emang bener sih kata katanya," (cici semakin kegirangan)


"waaahhh parah ni anak, malah belain orang lain udah ah, kita putus, putus persahabatan putus segalanya" (kata luna sebel sembari berjalan keluar dari restoran)


"loh mbak ni pesananya belum di makan," (kata mas mas pelayan yang nganter pesanan luna)


"au ah, kelamaan kamu mas, kamu aja makan sendiri," (sambil berlalu)


cici pun berlari mengejar luna yang sedang ngambek.


Saat di parkiran luna berjalan sambil cemberut menuju ke motor antiknya.


" eh lun tunggu donk, gitu aja ngambek kamu, ah gak asik" (teriak cici sambil mengejar luna yang jalannya ngibrit)


"bodo amat, serah kamu ah males" (kata luna sambil memakai helm)


"ngambek si ngambek tapi jangan ninggal gitu donk" (kata cici sambil membenarkan helmnya)


Luna mulai nyetater motornya yang antik itu, tapi motornya malah diem saja.


"ni motor antik pakai ngambek lagi, dorong ci" (kata luna sambil turun dari motornya)

__ADS_1


"seet daaahh,,, udah cantik cantik gini suruh dorong motor butut lagi, ke begini antik dari mananya coba, nih pakai mobil bm* kaya gini donk, biar gak sengsara ke gini lun" (kata cici sambil nunjuk nunjuk ke arah mobil barack yang di sebelahnya)


"ngapain beli, noh di rumah ada 2 aku, males aja pake nya" (luna terus beradu mulut dengan cici sambil mendorong motornya)


__ADS_2